
🌻🌻Happy Reading🌻🌻
Arya tersenyum bahagia melihat bayi laki- lakinya dilahirkan sehat dan lengkap.
' Selamat datang ke dunia anakku LeonardoPramudya.'
Arya terus menatap bayi laki- lakinya melalui jendela besar ruangan khusus bayi tanpa ia sadari setetes air mata turun menetes di pipinya. Ia segera menghapus air mata itu sambil mengingat peristiwa tadi siang.
'Maafkan papamu ya nak, tadi aku tidak dapat menyambutmu di dunia barumu.' gumamnya dengan ekspresi sedih.
Flashback on
Arya baru saja tiba di kantor, ia sedang menatap pergerakan saham dari layar komputernya. Tiba- tiba ponselnya berbunyi
drrt...drrt...
Ia melihat no telphone yang tidak dikenalnya lalu ia mengangkatnya
Arya📞: Hallo selamat pagi siapa ini ya?
Sekretaris 📞: Selamat pagi Pak Arya. Nama saya Julius. Saya sekretaris Tuan Farel Bramantya . Saya mengundang anda untuk pertemuan dengan tuan Farel di Restaurant Dynasty pukul 12 siang ini. Bagaimana pak Arya?
Arya terdiam sesaat
' Apa yang sedang direncanakan Farel Bramantya?'
Arya📞: Pertemuan untuk membahas apa sekretaris Jul?
Sekretaris📞: Tuan Farel hanya ingin berbincang- bincang santai dengan anda pak.
Arya📞: Baiklah. Saya akan menghadiri pertemuan dengan tuan Farel nanti pukul 12 siang.
Sekretaris📞: Terima kasih pak. Saya akan melaporkan berita ini pada tuan Farel.
Arya menutup ponselnya sambil mengingat siapa Farel itu. Akhirnya ia ingat seorang Farel Bramantya yang menghancurkan saham milik perusahaannya.
Tepat pukul 12 siang Arya tiba di Restaurant Dynasty. Arya turun dari mobil hitamnya bersama Dimas asistennya. Mereka melangkahkan kakinya memasuki Restaurant Dynasty itu.
Seorang pelayan wanita restaurant menyambut mereka
" Selamat siang tuan- tuan Apakah sudah memesan meja untuk siang ini?" tanya pelayan wanita restaurant.
" Selamat siang. Iya atas nama tuan Farel Bramantya." ucap Dimas
Pelayan wanita itu tersenyum sambil memberi kode dengan tangannya untuk segera mengikutinya.
Mereka mengikuti langkah pelayan wanita itu dan akhirnya mereka sampai di sebuah Ruangan VIP .
tok...tok...
Pintu dibuka dari dalam oleh sekretaris Jul.
" Selamat siang tuan- tuan. Silakan masuk." ucap sekretaris Jul.
Arya melangkahkan kakinya memasuki ruangan VIP diikuti Dimas asistennya dan juga sahabatnya.
Arya melihat seorang pria muda yang berusia lebih muda beberapa tahun darinya berambut ikal dan berbadan tinggi kurus sedang mengamati layar ponsel miliknya.
" Ehem...tuan, tamu anda sudah tiba." ucap sekretaris Jul memecah keheningan di ruangan VIP.
Suara sekretarisnya membuat matanya beralih dari layar ponselnya menatap kedua tamu yang diundangnya .
" Selamat siang Tuan Farel" ucap Arya sambil menatap tajam pada tuan muda Bramantya.
" Selamat siang pak Aryasatya Pramudya. Silakan duduk tuan- tuan." ucap Farel tersenyum smirk mempersilakan tamu- tamunya untuk duduk.
Arya mengamati pria muda yang terkenal menjadi casanova ini dan terkenal licik di kalangan pengusaha.
Farel mengamati rivalnya Aryasatya dengan tatapan tajam dari ujung kepala sampai ujung kaki.
' Not bad pilihan gadis keras kepalaku ini pria cukup tampan tapi masih kalah tampan denganku.'
Arya menarik kursi yang berhadapan langsung dengan tuan muda Bramantya dan diikuti Dimas asistennya duduk di kursi di sebelahnya.
" Jul, berikan pada tamu kita dokumen- dokumen itu." perintah Farel pada sekretarisnya.
Sekretaris Farel membuka tas kerjanya mengambil dokumen- dokumen penting itu lalu meletakkannya di meja tepat di hadapan Arya.
Arya menautkan kedua alisnya lalu menolehkan mukanya pada tuan muda Bramantya
" Apa maksudnya ini semua?" tanya Arya dengan alis yang masih bertautan satu sama lainnya.
" Masa kau tidak mengerti? Artinya beberapa aset perusahaanmu sudah berpindah menjadi milikku." ucap Farel dengan nada tinggi dan sombong memamerkan kekuasaannya.
" Perusahaan kecil sepertimu itu sangat mudah dibeli olehku. Sepertinya kau harus bersiap- siap untuk pergi dari kursi jabatanmu dan mencari pekerjaan barumu. Hahaha..." ucap Farel dengan nada mengejek dan sombongnya.
" Siapa dirimu tuan ? seenaknya saja mengusirku dari perusahaanku. Permainan ini belum berakhir , kau lihat saja nanti siapa yang terusir dan kalah dari permainan ini." ucap Arya dengan nada tinggi.
" Hahaha...Kau ini pria bodoh atau lugu sih? kau tidak melihat aku sudah menguasai beberapa aset perusahaanmu dan saham perusahaanmu 30% ." ucap Farel dengan nada tinggi.
" Aku katakan padamu sekali lagi permainan ini belum berakhir dan aku tidak akan menyerah padamu tuan muda." ucap Arya dengan nada tinggi menatap tajam pada tuan muda Bramantya.
" Ok kalo begitu kita lihat siapa yang kalah nantinya. Kalau kau kalah kau harus meninggalkan perusahaan itu dan menceraikan Alice. Karena istrimu akan menjadi milikku selamanya. Hahaha.." ucap Farel dengan nada tinggi dan percaya diri.
" Kita lihat saja nanti. Aku tidak akan menyerah sedikitmu tuan muda dan satu lagi tuan muda kata ' cerai' tidak ada di kamus percintaanku karena istriku adalah milikku selamanya." ucap Arya dengan nada tinggi dan percaya diri.
' Br****** pria kampung ini tidak takut sama sekali dengan ancamanku.'
Arya bangkit dari kursinya diikuti asistennya Dimas melangkahkan kakinya menuju pintu keluar ruangannya itu.
Setelah Arya dan asistennya keluar dari ruangan itu. Wajah Farel tampak memerah dan ia tidak tahan lagi menahan emosinya.
prang...prang...
Beberapa piring dan gelas yang ada di meja menjadi sasarannya. Benda- benda itu berhamburan kemana- mana. Sekretaris Jul yang sangat mengenal sifat tuan mudanya hanya bisa diam sambil menunggu emosinya tuan muda nya mereda.
" Si**** pria kampung itu berani melawanku. Alice sayangku kenapa kau selalu menyukai pria kampung yang tidak sederajat denganmu? " ucap Farel dengan ekspresi marah.
Sekretaris Jul mendengarkan tuan mudanya dalam diam sambil bergumam
' Kalo aku jadi nona muda Alice juga akan memilih pak Arya yang tampan dan mampu mengendalikan emosinya dibandingkan dengan dirimu tuan muda yang selalu berganti wanita setiap malam dan emosimu yang tidak karuan. Kenapa aku tetap setia padamu tuan muda? Dasar aku ini bodoh. hiks...hiks...'
Arya dan Dimas sudah keluar dari restaurant Dynasty. Arya segera mengeluarkan ponselnya dan memencet sebuah nomor whatsapp call
Pengawal Alice📞:
Selamat siang tuan. Selamat tuan ,nyonya Alice sudah melahirkan bayi laki- laki yang sehat dan lengkap. Sekarang ada di rumah sakit xx tuan.
Arya📞: Terima kasih Yan. Aku segera kesana sebentar lagi. Tolong perketat keamanan nyonyamu!
Pengawal wanita📞:
Baik tuan.
Arya menutup ponselnya dan bergegas menuju mobilnya. Ia ingin bertemu secepatnya dengan istrinya dan bayi laki- lakinya.
Flashback off
Sesampainya di rumah sakit ia mendapatkan kabar istrinya sudah berada di ruang rawat inap . Ia berjalan menyusuri lorong ruangan rawat inap. Sekarang ia berada di depan pintu R.305 di lantai 3 .
ceklek
Arya membuka pintu ruangan itu dan melihat istrinya sedang tertidur, tiba-tiba Alice membuka matanya dan hendak menyapanya. Arya berjalan mendekatinya dan menarik kursi untuk duduk disisi ranjangnya.
" Maafkan aku honey. Tadi aku ada meeting yang penting yang tidak bisa ditunda. Bagaimana kabarmu honey?" tanya Arya sambil mengusap dahi istrinya dan merapikan beberapa anak rambut yang berantakan.
" Aku baik . Tapi rasanya aku ingin tidur." ucap Alice dengan suara pelan.
"Tidurlah. Aku akan berada di sisimu sekarang sampai kau nanti terbangun." ucap Arya mengusap lembut pipi Alice lalu mencium dahi Alice.
' Terima kasih sayang sudah melahirkan buah hati kita. Aku tidak akan pernah melepaskanmu dan anak kita sampai titik darah penghabisanku.'
Setelah istrinya tertidur, ia berjalan menuju ruangan khusus bayi untuk melihat bayi laki- lakinya.
Bersambung🙏
^ Ayo dukung author dengan beri Vote, Like dan Comment😁
Thanks🙏
^ Jangan lupa klik Favorite untuk update cerita ini😁