Princess Alice

Princess Alice
41.Misi Penyelamatan



🌹🌹Happy Reading🌹🌹


Arya bersiap untuk mendobrak pintu kamar. Sebuah tangan memegang pundaknya, Arya menoleh ternyata Devon. Di samping Devon berdiri Kirana. Devon pun tersenyum


" Aku siap berduet denganmu kak malam ini." kata Devon dengan senyum smirk.


"Polisi sudah siap di dekat pintu gerbang. Semua tunggu aba- aba kakak." kata Kirana.


Flashback on


Gadis cantik yang diperkenalkan Angel di depan para tamu VIP malam ini ternyata Alice. Marisa langsung memberitahu Adrian melalui mic kecil yang diselipkan di kerah bajunya.


"Positif Alice kak." lapor Marisa.


Adrian yang mendapat pesan dari Marisa, kemudian melapor pada Kapten yang stand by di hutan pinus dekat Villa mewah itu.


" Halo Kapten. Positif Alice." kata Adrian.


" ok. Kami tunggu aba- aba dari bapak." kata Kapten.


Arya pun mengikuti Angel dan kawan- kawan setelah mereka naik ke lantai 2. Arya mengamati ada 2 CCTV di sudut gang lantai 2.


Arya melapor ke Adrian


" Ada 2 CCTV di lantai 2."


" ok.siap." kata Adrian.


Adrian segera sibuk dengan jari jemarinya di laptop ,beberapa menit kemudian


" Yes berhasil."


Adrian melapor


"Hallo Arya. Udah beres."


" ok." kata Arya yang berbicara di mic yang berada di kerah bajunya.


Sekarang Arya dapat bergerak bebas di lantai 2. Dia mendekati kamar yang dimasuki Angel dan teman- temannya. Ia menguping pembicaraan Angel, Arya pun emosi sampai mengepalkan tangannya.


Tiba- tiba pintu kamar dibuka dari dalam. Arya segera bersembunyi dari balik tembok di sudut lorong. Ia melihat seorang wanita cantik memakai dress hitam press body keluar dari kamar itu. Arya bergumam


' Angel. Kenapa kau berubah? Aku tidak akan memaafkanmu kalau sampai melukai Alice.'


Arya segera mendekat pintu kamar itu.


Flashback off


Di dalam kamar


"Ayo minum cantiik." kata si pria brewok sambil memegang dagu Alice dengan kasar memaksanya minum minuman *****


Alice terus memberontak, terdengar suara Alice berteriak dan kaki kursi yang menghantam ubin lantai beberapa kali.


Tok..tok..


" Siapa itu? mengganggu saja." kata si pria kurus .


Si pria kurus menghampiri dan membuka pintu. Arya langsung menyergapnya pria kurus itu dengan memelintir tangan pria itu.


" Aaww.." teriak pria kurus itu.


" Siapa kalian?" tanya si pria brewok.


" Lepaskan nona muda itu. Kalian sudah dikepung polisi." kata Devon.


" Hahaha...dasar bocah ayo maju kalo berani." kata si pria brewok.


ciat..


Tendangan Devon mengenai dada pria brewok.


Si pria brewok tersungkur di lantai dan segera berdiri bangun. Arya menyerahkan pria kurus yang tangannya sudah diikat tali olehnya pada Devon.


Arya berkata pada Devon


" Biar aku aja. Kau jaga pria kurus itu."


Arya bersiap dengan kuda kuda siap menyerang pria brewok.


ciat...


Tendangan Arya yang memutar di udara, sangat menakjubkan. Devon menatap tanpa berkedip


" Wow. Kak kau hebat."


Alice yang melihat Arya samar- samar karena minuman yang terpaksa diminumnya, merasa melihat malaikat yang baru saja turun dari langit- langit dan sedang menghajar pria brewok itu.


' Wow ada malaikat menyelamatkanku.'


Tak lama kemudian pria brewok itu jatuh tersungkur di lantai tak sadarkan diri.


Arya menghampiri Alice dan membuka ikatan di tangan dan kakinya. Alice antara sadar dan tidak sadar.


" Princess, kau mendengarku?" kata Arya sambil menepuk pipi Alice .


Arya lalu menuntun Alice keluar ruangan. Arya memberi kode Devon untuk meninggalkan pria kurus yang terikat tangannya dan menyuruh Kirana memberitahu Adrian.


Adrian yang menerima laporan langsung menelpon Kapten.


" Halo kapten. Alice sudah ditemukan. Silakan serang."


" ok. Siap."


Kapten dan timnya langsung menyalakan mesin mobil dan sirene mobilnya menuju villa mewah itu.


Arya membawa Alice ke salah satu kamar untuk mengganti baju . Alice dibantu Marisa dan Kirana untuk mengganti baju dan memakai wig .


" Princess sudah siap kak." kata Kirana pada Arya.


" Kau siapa? Aku kepanasan kak. Tolong aku keluarkan aku dari tempat ini." pinta Alice.


"Iya . Aku akan membawamu ke tempat yang nyaman." kata Arya dengan muka cemas.


" Kak. Aku ingat ada pintu samping menuju taman. kita keluar dari sana." kata Alice.


Arya tersenyum menatap gadis yang dituntunnya.


' Smart girl, dia merekam dan mengingat semua TKP dengan teliti.'


Arya berbisik pada Devon


" Mana kunci mobilmu? "


Devon pun mengerti lalu memberikan kunci mobilnya


" Kak. Jangan kau tabrakin ya !" kata Devon sambil mendelikkan matanya.


Tiba- tiba polisi menyerbu masuk ke ruang hall utama.


Para tamu kaget dan beragam reaksi, ada yang menutup muka mereka, ada yang lari bersembunyi.


" Cari manager tempat ini!" seru sang Kapten.


Angel yang kaget mendengar laporan anak buahnya ada polisi mendatangi tempat ini langsung buru- buru meninggalkan villa mewah ini. Akhirnya polisi hanya membawa Siska tangan kanan Angel ke kantor polisi.


Arya membawa mobil putih Devon meninggalkan villa mewah ini bersama Alice.


Mobil hitam berisi Pengawal Nyonya mengikuti mobil putih yang dikemudikan Arya.


Devon dan teman- teman buru-buru menuju mobil Fortuner putih yang terparkir di halaman. Adrian langsung menyambut


"Ayo segera naik!" katanya


Dimas meraih kunci mobil, dan menuju kursi supir. Adrian melihat Marisa yang mukanya pucat.


" Apakah kamu baik- baik saja?" tanyanya.


Marisa mengangguk sambil membuka pintu tengah.


Adrian pun menuntunnya naik ke mobil dan duduk disebelahnya.


Di Mobil Arya


Di sepanjang jalan Alice gelisah dan bergerak terus menerus.


" Kak, AC nya mati yach? aku kegerahan..aaaa..aku ngak tahan lagi." kata Alice sambil membuka dress yang dipakainya sehingga menyisakan dalaman yang dipakainya saja.


Arya menoleh ke arah Alice sambil menelan salivanya


"Tunggu sebentar Alice, kita akan sampai."


Alice yang mabuk mulai tertidur.


Arya segera menghubungi Devon


" Adakah tempat terdekat yang bisa aku singgahi selain hotel, karena Alice tidak tahan panas."


"Aku punya rumah di daerah ini. Aku akan mengirimkan mu map location nya."


" ok..thanks."


Akhirnya Arya sampai di lokasi tujuan. Sebuah rumah megah di kawasan perbukitan . Baru saja Arya hendak turun untuk membunyikan bell pintu pagar. Seorang bapak keluar dari rumah untuk membukakan pintu pagar


"Tuan Arya?" tanya bapak itu


"Iya. saya teman Devon."


"Selamat datang. Silakan masuk tuan."


" Terima kasih. Bapak tolong mobil hitam di belakang saya diperbolehkan masuk karena mereka adalah pengawal saya."


" Baik tuan."


Segera Arya membawa masuk mobilnya. Disusul mobil hitam para pengawal.


Arya memakaikan jasnya pada Alice yang hanya memakai dalaman saja. Ia menggendongnya menuju kamar utama di lantai 2.


Baru saja Arya meletakkan Alice di ranjang. Tiba- tiba Alice tersadar ia sudah sampai di sebuah rumah.


Ia membuka matanya sebelah, lalu ia merasa isi perutnya mau keluar


uwek..uwek


Ia berlari ke kamar mandi dan berjongkok di depan kloset, ia memuntahkan isi perutnya. Arya mengusap punggungnya perlahan


"Sudah lebih baik Alice?"


"Iya kak. Untung saja minuman itu terminum sedikit olehku. Kakak memanggilku Alice, apakah namaku Alice kak?"


Arya menganggukkan kepalanya sambil menatap istrinya.


"Kau tidak ingat dirimu siapa?" tanya Arya


Alice menggelengkan kepalanya sambil berjalan menuju ranjang. Tiba- tiba ia merasa pusing dan hampir terjatuh, dengan sigap Arya memegang pinggang ramping Alice sehingga ia tidak terjatuh. Sekarang wajah mereka hanya berjarak beberapa centimeter. Alice menatap tajam bola mata hitam milik Arya, disana ia melihat kerinduan yang dalam.


' Siapakah dia sebenarnya? Mengapa aku merasa mengenalnya? kenapa pula dengan jantungku yang berdegub kencang ? '


Bersambung🙏


^Ayo Dukung terus Author yach. Dengan beri VOTE, LIKE dan Comment😁


Thanks🙏


^Jangan lupa klik Favorite untuk update cerita ini😊