Princess Alice

Princess Alice
85.Istri Yang Sempurna



🌹🌹Happy Reading🌹🌹


Nyonya Margaret menatap Arya cucu mantunya dengan muka datarnya tetapi di dalam hatinya ia tersenyum bahagia.


' Semoga kau pantas menyandang nama cucu mantuku danmenjadi pendamping setia cucuku Alice sampai akhir hayatmu.


Rapat Direksi telah usai, satu persatu Direktur dan peserta rapat mulai meninggalkan ruang rapat. Sekarang hanya tertinggal Nyonya Margaret, tante Shanon, Adrian , Alice, dan Arya.


Adrian melihat Alice yang sedang bergelayut manja pada Arya. Ada rasa cemburu di dalam hatinya, tapi Adrian berusaha menyembunyikannya.


' Alice bukan milikku lagi, dia sudah menjadi milik Arya suaminya. Dan aku juga sudah memiliki keluarga kecilku yaitu Marisa dan anak kami.'


Adrian memasang muka gembira dan berjalan mendekati Arya dan Alice.


" Ehem...selamat ya Arya. Sukses bro." ucap Adrian sambil menjulurkan tangannya.


" Terima kasih Adrian." ucap Arya tersenyum masih sambil merangkul pinggang istrinya.


"Terima kasih honey. Berkat jasamu ,hari ini perusahaan selamat dari kebangkrutan." ucap Arya sambil mencium pipi istrinya.


Adrian memasang muka tersenyum walaupun di dalam hatinya ia merasa iri pada Arya.


' Ternyata Alice ikutberperan dalam menyelamatkan perusahaan? Enak sekali Arya, yang bekerja Alice, Arya yang mendapat pujian. Aaargh...membuatku semakin kesal saja melihatnya.' gumam Adrian.


Lalu ia pamit pada Arya dan Alice dan berjalan meninggalkan ruang rapat kembali ke ruang kerjanya.


Nyonya Margaret masih dengan muka datarnya menatap cucu perempuan kesayangannya dan cucu mantunya


'Lima bulan lagi tiba waktunya 2 tahun sudah mereka menikah. Apakah Arya akan meninggalkan perusahaan ini sesuai Perjanjian yang ia tanda tangani? Apakah Adrian sudah siap menjadi CEO menggantikan Arya?Aku menjadi penasaran menunggu waktunya '.


" Ehem...kemarilah Arya dan kau juga Alice sayang." perintah Nyonya sambil melambaikan tangannya memberi kode agar mereka berdua mendekatinya.


Alice dan Arya sontak berdua menolehkan mukanya pada sumber suara. Arya menautkan kedua alisnya sesaat lalu tersenyum.


'Apa yang ingin ia bicarakan pada kami? Apa ingin aku pergi meninggalkan Alice? Tidak akan kubiarkan siapapun memisahkan kami termasuk Nyonya tua itu.'


Arya menggandeng tangan Alice berjalan mendekati kursi kebesaran Nyonya yang didudukinya.


" Duduklah!" pinta Nyonya sambil memberi kode dengan tangannya pada mereka.


Arya menarik sebuah kursi yang berada di sebelah kirinya untuk Alice sedangkan dirinya duduk di sebelah kanan istrinya.


Alice menautkan kedua alisnya yang tebal


" Oma apa yang ingin kau bicarakan pada kami?" tanya Alice penasaran sambil menatap oma nya.


"Ehem... Selamat ya Arya. Kerja yang bagus." ucap Nyonya sambil tersenyum menatap Arya.


" Terima kasih Nyonya." ucap Arya tersenyum.


" Ini hadiah dari aku. Kalian aku ijinkan libur dan nikmati liburan akhir tahun ini!." ucap Nyonya tersenyum sambil memberikan 2 tiket pesawat tujuan pulau Bali yang terkenal keindahan alamnya.


" Terima kasih oma." ucap Alice sambil mencium oma nya.


" Terima kasih Nyonya." ucap Arya.


Di Ruang kerja Adrian


Adrian sedang duduk di kursi kebesarannya sambil mengusap wajahnya beberapa kali, ia tampak grogi sambil memegang ponselnya.


' Apakah aku telah bertindak benar dengan melakukan ini? Aarghh...'


Adrian memencet sebuah nomor yang tersimpan di kontak phonenya.


Farel📞: Hallo anak miskin, tumben menelponku. Ada yang bisa kubantu? Hahaha...


Adrian📞: Hallo Farel, aku..aku...


Farel📞: Hei...kau harus memanggilku tuan Farel .Hahaha...


Adrian📞: Tuan Farel, aku setuju bertemu dengan investor asing yang kau bicarakan waktu itu. Kapan aku bisa bertemu dengannya?


Farel📞: Oo...akhirnya kau berubah pikiran juga. Hahaha...Oke aku akan membuat pertemuan rahasia antara kau dengan investor asing itu. Aku akan memberitahunya dan mengabarimu secepatnya.


Adrian📞: Thanks tuan .


Adrian menutup ponselnya, ia menatap pigura foto yang ada di mejanya foto pernikahannya dan foto keluarga besarnya.


drrt...drrt...


Adrian melirik ponselnya dan melihat nama Marisa tertera di ponselnya. Adrian mengangkat ponselnya segera.


Adrian📞: Hallo sayang. Ada apa ?


Marisa📞: Sayang segeralah pulang! aku ingin makan rujak dan es kelapa muda dingin.


Adrian📞: Baiklah sayang. Aku akan pulang sekarang.


Adrian menutup ponselnya, mengambil tas kerjanya dan berjalan menuju pintu ruangannya. Ia segera menutup pintu ruangannya.


Ia sedikit berlari menuju ruang Arya hendak pamit pulang pada oma dan ibunya yang ada di ruang Arya.


tok..tok..


" Masuklah." ucap Arya melirik ke arah pintu ruangannya.


Adrian melangkah masuk ke ruangan Arya, ia melihat Nyonya , Alice dan ibunya sedang duduk di sofa berbincang sambil tertawa sedang Arya duduk di kursi kebesaran sambil menatap layar komputernya.


" Ma, oma, saya pamit pulang duluan karena Marisa minta dibelikan rujak dan kelapa muda." ucap Adrian malu- malu.


Mama Adrian, Nyonya Margaret yang merupakan oma Adrian serta Alice tertawa terkekeh- kekeh.


" Good kak. Kamu suami teladan dan siaga. Salam buat Marisa ya kak." ucap Alice tertawa terkekeh sambil mengacungkan jempolnya.


Adrian tersipu malu lalu melangkahkan kakinya menuju lift yang membawanya turun ke basement parkiran mobil.


Setelah 1 jam mereka mengobrol, oma Alice dan tante Shanon pamit pulang ke mansion Nyonya.


" Hati- hati di jalan oma. Sehat selalu , happy holiday dan MERRY CHRISTMAS. Cup." ucap Alice memeluk oma nya dan mencium pipi wanita tua itu.


" Terima kasih sayang. Merry Christmas." ucap oma sambil memeluk Alice.


" Hati- hati di jalan tante. Sehat selalu , Happy holiday dan Merry Christmas. Cup." ucap Alice memeluk dan mencium wanita berusia setengah abad masih terlihat cantik.


" Happy holiday and Merry Christmas for you and your husband ( Selamat berlibur dan Selamat Natal untukmu dan suamimu)." ucap tante Shanon sambil memeluk keponakannya yang sekarang menjadi wanita dewasa.


Setelah kepergian mereka, ruangan terasa sepi. Alice melirik jam dinding yang menunjukkan pukul 4 sore tepat di tanggal 24 Desember hari ini. Alice melihat suaminya masih asyik di depan layar komputernya. Ia berjalan mendekati kursi kerja suaminya.


" Kak, ayo kita pulang sekarang! Para staf sudah pada pulang. Ayo kak, kita akan mengikuti Ibadah malam Natal kak." ucap Alice sambil menggoyang- goyangkan lengan suaminya.


Arya tersenyum dan mengganggukan kepalanya lalu merapikan beberapa dokumen dan disimpannya di laci. Ia menggandeng tangan istrinya berjalan keluar dari ruang kerjanya menuju lift yang membawa mereka ke basement parkiran mobil.


Mereka menempuh waktu 45 menit menembus kemacetan di sore hari , akhirnya tiba di rumah.


Mereka hanya memerlukan waktu 10 menit untuk mandi bersama tanpa melakukan permainan panas mereka. Sekarang mereka berada di walk in closet.


Alice yang masih melilitkan handuk di badannya merasa risih Arya menatapnya seperti singa yang mengintai mangsanya


" Sayang, tutup matamu sebentar. Aku mau memakai gaunku." ucap Alice sambil meruncingkan bibir seksinya.


Arya yang masih melilitkan handuk di pinggangnya tertawa terkekeh.


" Honey, kau lucu buat apa aku menutup mataku sedangkan aku sudah melihat semua bagian tubuhmu." ucap Arya sambil tertawa terkekeh.


Akhirnya Alice dengan bibir diruncingkan memakai bajunya di depan suaminya yang masih tertawa. Ia memilih gaun warna merah maroon selutut dengan kerah sabrina.


Arya memilih kemeja lengan pendek warna biru dan celana jeans . Mereka menghabiskan waktu 20 menit untuk berpakaian dan berdandan.


Setelah menempuh waktu 15 menit ,mereka tiba di sebuah gereja . Setelah memarkirkan mobil, mereka berjalan memasuki pintu depan gereja yang dijaga ketat oleh TNI , polisi serta pemuda gereja yang ditugaskan berjaga pada ibadah malam Natal itu.


Ibadah malam Natal berjalan hikmat dan lancar. Arya menatap istrinya yang mengikuti misanya dengan hikmat, berdoa dengan fokus dan hening.


' Dia istri yang sempurna buatku selain cantik, cerdas, berjiwa sosial ternyata ia tak pernah lupa akan Sang Pencipta. Apakah aku rela meninggalkannya setelah dua tahun pernikahan kami ini demi perjanjianku dengan oma nya? Semoga Tuhan memberikan kekuatan dalam cobaan yang akan dihadapinya di masa depan.'


Bersambung🙏


^ Ayo dukung author dengan beri Vote, Like dan Comment😁


Thanks🙏


^ Jangan lupa klik Favorite untuk update cerita ini😁