Princess Alice

Princess Alice
55. Seorang Penghianat



🌹🌹Happy Reading🌹🌹


Di Mansion


Arya menggendong Alice sampai ke kamar mereka. Arya meletakkan tubuh Alice ke ranjang.


Arya yang melihat istrinya masih tertidur, membuka baju dan celana hendak mandi. Tiba- tiba Alice bangun dari ranjangnya dan berlari masuk ke kamar mandi


"Sorry kak. Aku duluan ya mandinya, badanku lengket." ucap Alice sambil mengunci pintu kamar mandi.


"Kalo gitu kita bisa mandi bersama honey." ucap Arya menggodanya sambil mencoba membuka pintu kamar mandi yang ternyata dikunci Alice.


"Emang enak. Pintunya aku kunci." teriak Alice dari dalam kamar mandi.


Arya pun tertawa melihat tingkah istrinya.


Arya baru saja meletakkan ponselnya di nakas samping ranjangnya.


drrt...drrt..


Arya segera mengambil ponsel miliknya lagi, ia membelalakan matanya terkejut melihat nama tertera di panggilan ponselnya ,ia segera menjawab panggilan itu.


"Hallo Angel." ucap Arya dengan suara pelan sambil beranjak dari ranjangnya menuju balkon kamarnya.


Alice yang baru saja keluar dari kamar mandi masih berbalut handuk berjalan berjinjit mencoba mendengarkan percakapan Arya di balkon kamar


' Siapa kira- kira yang menelpon malam- malam begini? kenapa sikap Arya misterius begitu?'


Alice semakin penasaran, ia menempelkan telinganya dan mendengarkan percakapan Arya dan Angel dari balik gorden kamarnya.


"Arya sayang, aku sangat merindukanmu." ucap Angel


"Di manakah kau sekarang?"ucap Arya sambil memikirkan cara untuk melakukan permainan berbahaya ini.


"Aku dalam keadaan aman. Aku dijaga anak buah pak Gerald."


Ucapan Angel membuat Arya tertarik sambil terus mengorek informasi dari Angel.


"Kau dekat dengannya?apakah kau disuruhnya menculik Alice ?" tanya Arya hati- hati.


"Aku yang setuju melakukannya karena aku kesal dengan Alice yang merebutmu dari aku. Arya please, kau harus meninggalkan gadis itu!" ucap Angel sambil menangis.


"Dengar Angel, stop menganggu Alice! Kau harus menyerahkan dirimu kepada polisi!Kau sebaiknya menjauhkan dirimu dari Pak Gerald dia orang jahat." ucap Arya menasehatinya.


"Aku tidak mau masuk penjara Arya. Aku harus bagaimana Arya?" tanya Angel menangis.


"Kau bisa mengambil barang bukti seperti file korupsinya di perusahaan atau bukti perintahnya untuk mengacaukan perusahaan atau keterlibatan dalam penculikan Alice."


"Baik Arya. Aku akan mencari bukti itu secepatnya."


"Thanks Angel. Hati- hatilah selalu."


"Aku akan menghubungimu lagi dalam waktu dekat. Sampai jumpa lagi Arya.Bye." ucap Angel


"Iya. Aku tunggu. Bye." ucap Arya.


Alice yang melihat Arya menyudahi percakapannya dengan Angel segera berlari menuju ranjangnya untuk berpura- pura tidur.


Rumah Mewah di Kota 'S'


Angel menghapus air matanya ,ia menatap dirinya di depan cermin


' Aku harus melepaskan diriku dari pak Gerald. Aku harus membuktikan diriku tidak terlibat jauh dengan urusan pak Gerald ini.'


Arya meletakkan ponselnya dan menuju kamar mandi. Setelah beberapa menit ia keluar dari kamar mandi dan menuju walk in closet untuk mengambil piyama tidurnya.


Arya segera kembali ke ranjangnya, ia melirik Alice yang tidur membelakangi Arya masih berbalut selimut. Arya tersenyum dan membetulkan selimut Alice tanpa sengaja ia menyentuh gunung ke**** Alice, lalu ia tersenyum.


Arya memeluk pinggang istrinya dan merapatkan tubuhnya pada istrinya kemudian ia pun tertidur lelap.


Keesokan Paginya


Alice sudah bangun dari pukul 5.30. Ia melakukan rutinitas paginya untuk menghadap Allah Sang Pencipta kemudian ia turun ke bawah menuju dapur untuk menyiapkan sarapan paginya untuk suaminya.


"Morning honey." ucap Arya tiba- tiba sudah memeluk pinggangnya dari belakang.


cup


Arya mengecup pipi Alice, Alice terkejut pipinya merona


"Kak, membuatku kaget saja. Ayo kita sarapan dulu." ajak Alice sambil menggandeng tangan Arya.


Alice meletakkan Spagetti beef dan juice apel di meja makan. Arya menikmati sarapan sambil mengobrol dan becanda dengan istrinya.


Setelah setengah jam mereka menikmati makan bersama Alice. Arya balik ke kamarnya hendak mandi. Alice menyusul ke kamarnya setelah ia membereskan peralatan makan.


"Non, bisa pergi ke atas biar mbok yang cuci piring dan membersihkan area ruang makan." ucap si mbok


"Terima kasih mbok."


Alice menuju kamarnya, ia membuka pintu kamarnya


ceklek


Setelah menyiapkan baju suaminya. ia pergi keluar dari walk in closet dan duduk di sofa sambil menunggu suaminya.


ceklek


Pintu kamar mandi pun dibuka Arya. Rambutnya basah menetes di dada bidangnya, dengan hanya melilitkan handuk di pinggangnya membuat Alice yang melirik pada suaminya merasa desiran aneh pada tubuhnya.


Arya yang menyadari lirikan istrinya memanggilnya dengan kode jari telunjuknya


"Ada apa kak? Aku sudah menyiapkan kemejamu." ucap Alice mendekat pada Arya hanya tinggal berjarak beberapa centimeter muka mereka.


"Apakah kau semalam menggodaku? sepertinya semalam aku menyentuh benda kenyalmu, bisakah kita memulai permainannya pagi ini?" bisik Arya di telinga istrinya.


Alice terdiam tidak bisa berkata- kata lagi. Pipinya merona karena malu ketauan Arya semalam ia tidur hanya berbalut ha**** bodoh aku ini.


Arya tersenyum melihat istrinya pipinya merona. Arya meraih dagu Alice menatap bola mata coklat Alice yang sangat ia sukai. Arya sedikit menundukkan badannya dan melu*** bibir Alice yang sangat dirindukannya. Alice menikmati permainan lidah Arya sampai ia kehabisan nafas.


drrt..drrt..


Arya menghentikan acara permainan dan segera menjawab panggilan dari ponselnya setelah melihat nama yang tertera di ponselnya.


"Selamat pagi Pak Hanif" sapa Arya .


"Pagi Arya. Nyonya besar akan ke perusahaan hari ini. Mohon disiapkan Laporan Perusahaan semester pertama tahun ini." ucap Pak Hanif sekretaris Nyonya.


"Baik pak."


Arya menutup ponsel dan segera menuju walk in closet. Di sana sudah berdiri Alice yang menunggunya.


"Kemari kak. Aku pakaikan kemeja dan dasimu." ucap Alice tersenyum.


Arya menatap istrinya yang sedang memakaikan dasinya, ia merasa malas untuk berangkat ke kantor hari ini karena hari ini akan sangat menegangkan buatnya.


"Honey. apakah sebaiknya aku tidak usah berangkat ke kantor pagi ini?. Kita bisa meneruskan permainan kita yang blom selesai pagi ini." ucap Arya sambil menaik turunkan alisnya menggoda Alice.


"Ngak boleh. Kamu harus berangkat meeting hari ini. Kalo tidak Nyonya akan marah dan kakak tidak dipercayainya." ucap Alice


"Aku akan memberikanmu hadiah nanti malam kalo kakak berangkat ke kantor pagi ini." bisik Alice di telinga Arya menggodanya.


"Benar ya. Janji loh. Aku tunggu nanti malam" ucap Arya menggoda balik sambil mencium pipi Alice .


Alice tersenyum malu melihat tingkah Arya. Arya keluar dari kamar tidurnya sambil bergandeng tangan menuju halaman mansion.


"Aku menyusul nanti siang kak. Hati- hati di jalan. Bye." ucap Alice tersenyum.


Arya menganggukan kepalanya sambil melambaikan tangan.


Alice segera menuju kamarnya dan mengambil ponselnya.


"Hallo Oliv, kamu udah siap? Kita ketemu di depan Apartment papamu jam 10."


"Hallo kak. ok.See u in there." ucap Olivia.


Alice menyetir mobil menuju Apartment Om Gerald papa Olivia dikawal para pengawal. Tepat pukul 10 ia tiba di halaman parkir Apartment X yang terkenal elite di kota.


Seorang gadis turun dari mobil BRV putihnya menuju mobil merah milik Alice.


ceklek


"Hallo kak. Ayo kita masuk. Papa sedang ada di Malaysia."ucap Olivia


Alice menyamar dengan rambut palsu pendek dan berkacamata. Ia memakai kaos putih dan celana pendek. Mereka turun dari mobil menuju lobby apartment. Mereka menuju lift.


tring...


Alice dan Olivia masuk ke dalam lift ,Olivia menempelkan sebuah card untuk turun di lantai 15.


Pintu lift terbuka di lantai 15. Mereka menuju pintu Apartment dan Olivia menempelkan sebuah card untuk membuka pintu Apartment papanya.


Ceklek


Mereka masuk ke dalam. Alice segera menuju komputer milik om Gerald. Ia memasukkan kata sandi yang Olivia sebutkan. Alice tidak mau membuang waktu, ia fokus mencari file- file yang mencurigakan. Setelah menemukannya, ia menyalinnya ke USB miliknya.


"Done Oliv.Thanks sudah membuatmu mengambil keputusan yang berat. Aku akan segera pergi seblom anak buah papamu datang." ucap Alice sambil mengelus pundak Oliv.


" Pergilah kak. Hati- hati. Aku akan tetap disini menunggu anak buah papaku." ucap Olivia tersenyum dan ekspresi sedih.


Alice segera keluar dari pintu apartment dan menuju lobby apartment.


Ia segera menuju mobilnya dan menyetir dengan kecepatan penuh menuju kantor untuk membawa file- file yang menjadi bukti korupsi om Gerald.


Sambil menyetir, ia teringat akan Olivia yang siap dihukum papanya demi dirinya.


'Aku akan membalas jasa Olivia suatu hari nanti. Ini demi perusahaan seorang penghianat harus dihukum.'


Bersambung🙏


^Ayo dukung terus Author dengan kasih Vote, Like dan comment


^ Kalo tidak mau ketinggalan Update klik Favorite