Princess Alice

Princess Alice
29.Di Rumah Sakit



🌻🌻Happy Reading🌻🌻


Alice menghampiri ranjang, ia melihat perubahan raut muka Arya menjadi lebih tegang. Arya masih sibuk memeriksa pekerjaan kantor lewat laptop.


"Kak, aku bantu tegakkan sandaran kepala agar kakak lebih nyaman duduknya"


"Ok..thanks honey" kata Arya sambil tersenyum.


Setelah Arya dapat bersandar dengan nyaman, Alice kembali ke sofa ia melirik Arya yang sibuk dengan laptopnya.


Alice membaca wa yang masuk ke ponselnya, ternyata banyak juga message yang masuk dan belum dibacanya.


WA dari Dave :


"Hallo Princess, jangan lupa Sabtu ini kita wisuda. Acara diadakan di hall kampus jam 10 pagi."


"Oh iya, aku sudah selesai menjahit contoh dress rancanganmu."


WA dari Dimas:


"Selamat pagi bu, gimana kabar Pak Arya?"


"Bapak sudah lebih sehat dari pada kemarin?"


WA dari Adrian:


"Hallo Alice. Aku dengar dari Dimas Arya mengalami kecelakaan, bagaimana keadaannya ?"


"Kapan Princess pulang?"


"Jangan lupa hari Sabtu wisudamu!"


"Aku dengar dari Olivia , oma akan ikut menghadiri wisudamu"


Alice mendongak kepalanya melihat jam menunjukkan pukul 22.00, ia melihat Arya yang masih sibuk dengan laptopnya.


"Kak, sudah malam sebaiknya kak Arya istirahat"


Arya tersenyum sambil melirik ke Alice.


"Honey, sebaiknya kau yang istirahat dulu, nanti aku menyusul"


Alice menganggukan kepala dan pergi ke kamar mandi untuk bertukar baju tidur.


Sesampainya di kamar mandi, Alice kaget melihat isi paper bag yang dibawa Danang hanya berisi kaos putih dan celana panjang jeans. Sedangkan baju tidur tidak dibawa.


Akhirnya dengan terpaksa Alice keluar kamar mandi dengan memakai kaos putih yang kebesaran menuju sofa.


Arya yang melihat Alice keluar dari kamar mandi kaget dengan penampilan Alice, ia pura- pura tidak melihat Alice.


"Kak, terima kasih sudah menyelamatkanku tadi siang dan maaf aku membuatmu tinggal di rumah sakit malam ini"


Arya yang mendengar kata- kata Alice tersenyum dan langsung memberinya ide untuk menjaili Alice.


"Karena aku sangat berjasa hari ini ,bisakah honey memberiku pijatan malam ini karena badanku rasanya pegal- pegal semua nih?"


Alice langsung berjalan ke arah ranjang .


"Yang mana kak yang mau dipijat?"


Arya menunjuk bahunya.


Alice naik ke atas tempat tidur dan duduk di belakang Arya.


Ia memijat bahu Arya dengan memberi tekanan yang pas sehingga Arya yang lelah, mulai berasa ngantuk.


Alice yang melihat Arya mulai tertidur, ia turun dari ranjang.


Tiba- tiba ada tangan yang menahan Alice untuk turun dari ranjang.


"Tidurlah disini honey"


"Kak, ranjangnya terlalu kecil "


Arya menoleh ke arah Alice, langsung merangkul bahu Alice dan merebahkannya di sampingnya.


Arya mencium bibir Alice dengan lembut, Alice membalas ciuman itu. tanpa sadar ia mengalungkan lengannya ke leher Arya.


Semakin lama ciuman itu semakin intens dan membuat Alice kehabisan nafas.


Akhirnya Alice membebaskan dirinya dari ciuman itu sambil tersipu malu.


Arya menghentikan aksi jailnya itu


"Terima kasih atas hadiah ciumannya "


Alice tersipu malu, ia membalikkan badannya ke kanan .


'ada apa dengan aku hari ini?, otakku berkata tidak tetapi bibirku tetap aja melakukan.'


Arya tersenyum melihat muka Alice yang tersipu malu,ia merebahkan dirinya di belakang Alice sambil memeluknya dari belakang. Mereka sama- sama tertidur karena hari ini sangat melelahkan .


Di Parkiran Rumah Sakit


"Hallo boss, maaf nona Alice selamat dari kecelakaan, tetapi Pak Arya yang terluka. Saat ini Pak Arya yang dirawat di rumah sakit XZ di kota Y." lapor seseorang yang menguntit Alice pada boss.


"Bagus..Terus amati pergerakan Arya dan Alice" kata boss.


'Itu balasanku Arya, karena kau telah mengagalkan projekku.' kata boss dalam hatinya


Siapa gerangan boss itu?


Keesokan paginya


tok..tok..


"Kak, cepat buka pintu ini Danang" teriak Danang dari luar pintu kamar Arya dirawat.


Arya membuka matanya setelah mendengar suara familiar yangmemanggilnya, ia mencoba bangun ternyata Alice yang tertidur sambil memeluknya, kaki Alice yang menopang di atas pahanya sehingga ia susah bergerak.


Alice mengucek mata dan menganggukkan kepalanya langsung turun dari ranjang.


ceklek


"Selamat pagi Danang" sapa Alice sambil tersenyum.


"Pagi kak Alice, sepertinya tidur kalian sangat nyenyak semalam yach kak Arya?" kata Danang tersenyum geli sambil melirik Arya .


"Oh yach kak, ibu sebentar lagi menuju kemari, ia sedang membeli sesuatu di bawah." teriak Danang sambil tertawa di depan pintu kamar mandi.


Alice yang baru sadar, buru- buru lari ke kamar mandi


' sial, kenapa aku lupa aku cuma membawa kaos ini?Gimana kalo ibu melihatku seperti ini?'


Alice mengucek - ucek rambutnya sendiri.


ceklek


Pintu kamar mandi dibuka sedikit, Alice mengeluarkan kepalanya sedikit


"Kak, tolong aku ambilkan celana panjangku di tas aku."


Arya dan Danang tersenyum geli. Arya bangun dari ranjangnya untuk mengambil celana panjang jeans Alice di tasnya.


" Ini celanamu. Lain kali jangan lupa !" kata Arya mendelikkan matanya.


" Thanks kak" jawab Alice.


Arya berbincang dengan adiknya sambil menunggu Alice mandi .


"Dek, gimana perkebunan semalam aman?" tanya Arya dengan muka serius.


"Aman kak. Semalam Pak Herman dan anak buahnya menjaga perkebunan. Para warga desa mengelar siskamling semalam." lapor Danang.


"Syukurlah" kata Arya.


Tiba - tiba ibu masuk ke kamar Arya.


" Bagaimana keadaanmu nak?" tanya ibu dengan muka cemas.


"Sudah lebih baik, ibu tidak usah kuatir" kata Arya menenangkannya.


"Selamat pagi bu" kata Alice yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Pagi Alice, bagaimana tidurmu nyaman nak ?" tanya ibu.


"Sangat nyaman bu" jawab Arya sambil tertawa.


Danang pun tertawa sehingga Alice tersipu malu


'Dasar kak Arya, besok aku prank balik'


"Jadi pulang siang ini kak ?" tanya Alice.


Arya menganggukan kepalanya.


Alice langsung merapikan baju Arya dan bajunya ke dalam tas kecil yang dibawakan Danang pagi ini.


Danang turun ke lantai bawah untuk mengurus administrasi.


Dokter mengunjungi kamar Arya dan mengecek keadaan Arya dan mengijinkannya pulang.


"Nak, apakah kamu bisa berjalan sendiri atau masih tidak nyaman berjalan?" tanya ibu.


"Aku masih nyaman berjalan sendiri, cuma pegal- pegal di lenganku karena semalam bu" kata Arya sambil menggandeng ibunya tersenyum melirik ke Alice .


Alice yang mendengarnya pura- pura tidak mendengarnya, ia berjalan mendahului Arya sambil membawa tas pakaian kecil.


Di halaman rumah sakit, Danang sudah menunggu mereka.


Arya membuka pintu tengah untuk ibunya dan Alice, sedangkan Arya memilih duduk di depan samping supir.


Setelah perjalanan sekitar 1.5 jam mereka tiba di perkebunan.


Arya membukakan pintu tengah mobil dan mempersilakan ibunya turun.


Setelah ibu turun, Alice pun turun sambil membawa tas pakaian .


Alice dan Arya pamit pada ibu untuk pergi ke kamar mereka.


"Honey, kepalaku masih pusing nih dan badanku pegal- pegal nih, tolong dibantu dong!" kata Arya menggodanya.


Alice segera membantu Arya, dia memegang lengan kanan Arya dan menuntun nya berjalan pelan menuju kamar mereka.


Arya menengok ke belakang sebentar untuk memastikan tidak ada orang yang melihat mereka segera berbisik pada Alice


" Nanti malam giliranmu memijatku".


Alice menolehkan mukanya pada Arya, ia menatap Arya


' Kecelakaan itu karena kesalahanku'.


Alice merasa bersalah dan menganggukkan kepalanya , ia belum sadar diprank Arya.


Arya tersenyum geli melihat muka Alice yang


merasa bersalah.


bersambung🙏


^Ayo Dukung terus Author dengan kaci VOTE, LIKE DAN COMMENT😁


Thanks🙏


^ Jangan lupa klik Favorite untuk update cerita ini😊