Princess Alice

Princess Alice
42.Sampai Kapan Aku Mengingat Kembali?



🌹🌹Happy Reading🌹🌹


Arya menuntun Alice balik ke tempat tidur, ia membuka lemari baju yang ada di kamar utama. Arya menemukan sebuah kaos putih yang cocok buat Alice walaupun kebesaran.


"Gantilah jas kotor itu dengan kaos ini !" perintah Arya.


Alice menganggukan kepala sambil bergumam


' Tukang perintah'


Arya meninggalkan kamar menuju lantai bawah yang terdapat dapur. Arya mencari jahe dan ia membuat ramuan teh jahe untuk Alice. Setelah selesai membuat teh jahe ia membawanya ke kamar .


ceklek


Dilihatnya Alice yang sudah tertidur. Arya membangunkan Alice


" Alice..Alice bangun sebentar, minum ini!" kata Arya sambil menggoyangkan badan Alice.


" Hmm..." kata Alice sambil mengucek matanya.


"Apa lagi sih kak? aku masih ngantuk nih."


"Minumlah ini!" pinta Arya sambil membantu Alice untuk duduk bersandar di kepala ranjang.


Alice memegang gelas dan meminum teh jahe


" Kak, sepertinya aku pernah meminum ramuan ini. Rasanya tenggorokanku panas kak."


Arya tersenyum sambil mengingat kejadian beberapa minggu sebelumnya di rumahnya di perkebunan.


'Andai Alice mengingat kejadian itu. Aku harus bersabar menanti ia mengingat semuanya.'


"Sekarang tidurlah." kata Arya.


Alice akhirnya tertidur kembali. Arya melihat Alice tertidur, ia merebahkan dirinya di sofa yang ada di kamar.


Keesokan Paginya


Sinar matahari menembus jendela kamar yang ditempati Alice, ia membuka matanya dan bangun dari ranjangnya.Ia merasa lebih segar dan tidak pusing lagi. Ia berjalan menuju jendela kamar, ia membuka tirai penutup jendela dan melihat pemandangan alam yang sangat indah, terlihat gunung yang tertutup awan putih.


'Dimanakah ini? dan Rumah siapakah ini?'


Alice menuju kamar mandi, ia menatap dirinya di cermin memakai kaos putih yang kebesaran. Ia mengingat ingat kejadian semalam.


' Aku muntah di kloset ini, kakak yang menolongku membawaku ke ranjang dan memberiku minuman yang membuat tenggorokanku panas. Minuman itu membuatku segar pagi ini. Aku harus berterima kasih padanya. Siapa nama kakak itu? aku lupa menanyakannya.'


Alice keluar dari kamarnya, dan mencium wangi makanan favoritnya. Ia menuruni tangga menuju dapur yang ada di lantai bawah. Ia melewati meja makan tanpa memperhatikan orang yang ada disana, tujuannya hanya satu ke dapur mengikuti bau makanan yang sangat dirindukannya.


Para pengawal Nyonya yang berjumlah 4 orang langsung kaget atas kehadiran nona muda. Mereka langsung berdiri dari kursi makan mereka dan memberi salam


"Selamat pagi nona muda." kata mereka kompak.


"Hmm...hallo, selamat pagi juga. Kalian siapa?"


"Kami Pengawal yang bertugas mengawal nona muda." kata pria berkumis yang tampaknya kepala pengawal.


Alice tersenyum lalu berkata


" Ooo...silakan lanjutkan makan kalian."


Mereka pun duduk kembali menyantap nasi uduk yang sudah disiapkan mbok pembantu di rumah ini.


Alice meneruskan jalannya menuju dapur dan melihat kakak yang menolongnya sedang memasak makanan yang wanginya sangat dirindukannya.


" Hmm...wangi kak. Boleh aku memakannya?"


Arya menolehkan wajahnya ke arah Alice sambil tersenyum


" Kau rindu dengan makanan favoritmu?" tanyanya


Alice langsung mengambil piring dan alat makan , ia langsung mengambil Kwetiaw goreng seafood dari kuali yang masih panas.


Karena terburu- buru tangannya menyenggol kuali panas itu.


"Aww.." kata Alice meringis sambil memegang tangan kirinya.


Arya dengan sigap mengambil odol dan mengoleskannya pada bagian tangan Alice yang terkena kuali panas sambil meniup niup tangan Alice.


Alice tersipu malu mendapat perlakuan Arya yang sangat perhatian.


' Untung ngak ada siapapun di dapur ini.'


Tiba- tiba Alice berjinjit dan mencium pipi Arya sambil berbisik


"Thanks kakak sudah menolongku kemarin dan menjagaku."


Arya kaget karena mendadak dicium Alice


"Maaf belum kak. Siapa nama kakak?" tanya Alice dengan ekspresi sedih.


"Namaku Arya. Aku adalah asisten almarhum papamu sebelum beliau meninggal. Apakah kau mengingat papamu?" tanya Arya


"Papaku sudah meninggal? Aku tidak ingat kak. Bisakah kau ceritakan tentang diriku?"pinta Alice sambil makan kwetiau seafood favoritnya.


"Baiklah. Namamu Alice Lovely Saputra, kau pewaris Perusahaan Property' Tjokro' Grup. Sebelum meninggal papamu membuat surat wasiat, kau harus bekerja di perusahaan ini bersamaku. Aku akan membimbingmu. Kamu mempunyai seorang oma yang biasa kami panggil " Nyonya Besar". Dia adalah Presiden Direktur perusahaan ini. Saat ini sepupumu Adrian sudah bekerja di perusahaan kita juga. Dan orang- orang yang membantu menyelamatkanmu adalah orang- orang dari kantor yang dekat denganmu." cerita Arya


"oo...dan ini rumah siapa kak?" tanya Alice.


Arya mengambil ponsel dan memencet whatsapp video call


" Ini temanmu Devon, kau bicaralah." kata Arya sambil menyerahkan ponselnya.


Alice mengambil ponsel itu dan menunggu beberapa detik kemudian muncullah Devon temannya


" Hallo princess, good morning."


"Good morning. Apakah ini rumahmu Devon?"


"Iya. Gimana pelayanannya?Kau menyukainya?"


"Bagus. Terima kasih ya." kata Alice.


Devon tersenyum


"Sama- sama Princess..apakah kau mengingatku atau Dave , kami sobatmu di kampus?"


"Belum Devon, maaf."


"Tak apa..pelan- pelan saja mengingatnya, kami akan selalu membantumu."


"Sekali lagi terima kasih yach. Aku harus segera mandi, sampai jumpa lagi.bye"


" bye princess"


Alice mengembalikan ponsel Arya. Arya menghampiri muka Alice yang tampak sedih.


"Ada apa Alice? masakanku kurang enak?katakan padaku?" kata Arya sambil memegang kedua bahu Alice.


"Eh..ngak kok kak. Aku hanya sedikit sedih, banyak hal penting yang tidak aku ingat. Sampai kapan aku mengingat kembali?" kata Alice dengan sedih.


Arya memeluk Alice yang sedih sambil menepuk- nepuk bahu belakangnya.


'Aku juga menginginkanmu cepat mengingat kembali hubungan kita honey.'


"Sekarang kau mandilah! aku sebentar pergi keluar membelikanmu baju dan celana buatmu. Para pengawal menjagamu jangan kuatir." kata Arya.


Arya bergegas mengambil kunci mobilnya dan pergi ke toko baju terdekat.


Alice pun kembali ke kamarnya dan menuju kamar mandi. Ia menyalakan air di bath up nya lalu ia merendamkan dirinya di bath up. Ia mencoba mengingat kembali peristiwa penting yang ada di dalam hidupnya. Tapi hasilnya nihil, karena kesal ia ketiduran di bath up. Tiba- tiba terdengar suara samar- samar terdengar olehnya


"Alice..Alice..Alice buka pintunya! " teriak Arya bersama beberapa orang lainnya.


"Ee..iya kak. tunggu sebentar." kata Alice.


Alice menemukan sebuah handuk putih yang sedikit kekecilan , ia melilitkan ke badannya .


Alice segera membuka pintu kamar mandi


"Hallo kak, sudah pulang. Maaf aku ketiduran di bath up." kata Alice tanpa sadar handuknya agak kekecilan sehingga paha putih nya yang mulus terlihat.


Semua mata membelalak termasuk mata para pengawal, mereka langsung membalikkan badan mereka dan bergegas keluar kamar.


" Permisi Pak Arya. Kami turun dulu ke bawah." kata pria kumis sang kepala pengawal.


"Baiklah." kata Arya.


Setelah mereka pergi, Arya menatam tajam Alice dan menghampiri Alice yang baru saja menutup pintu kamar mandi.


"Ada apa kak?" tanya Alice ketakutan sampai badannya menempel di pintu kamar mandi.


"Kau membuatku kuatir dan jangan kau ulangi lagi hobi tidurmu itu dan apa kau tidak sadar handukmu kekecilan sehingga..." Arya menelan salivanya sambil mengurung Alice dengan kedua tangannya .


Alice menatap mata Arya dengan ketakutan.


Bersambung🙏


^Ayo Dukung terus Author dengan memberi VOTE, LIKE dan COMMENT😁


Thanks🙏


^Jangan lupa klik Favorite untuk update cerita ini😊