
🌹🌹Happy Reading🌹🌹
'Itu pemandangan yang sangat indah . Aku sangat bahagia melihat istri dan anakku. Semoga esok hari memberikan aku hasil yang menggembirakan.'
Keesokan Paginya
Sinar matahari sudah menerobos masuk melalui celah jendela kaca membangunkan sepasang insan manusia yang sedang tertidur lelap. Alice membuka matanya lalu hendak menegakkan tubuhnya untuk bangun dari tempat tidurnya, ia merasakan pinggangnya dirangkul sebuah lengan. Ia menolehkan mukanya ke arah suaminya dan menyingkirkan lengan itu dari pinggangnya .
" Morning sayang. Ayo lekas bangun! " ucap Alice sambil mengecup pipi Arya singkat.
Arya membuka matanya lalu dengan gerakan cepatnya ia meraih tengkuk istrinya dan mengecup singkat bibir pink Alice.
" Happy Anniversary honey."ucap Arya sambil menyeka bibir pink istrinya dengan jari tangannya.
Alice membelalakan mata cantiknya lalu ia bergegas menuju kamar mandi menutupi rona merah di pipinya.
Arya tertawa terkekeh melihat tingkah istrinya yang masih malu- malu walaupun sudah 2 tahun mereka menikah.
Hanya membutuhkan waktu 10 menit Alice selesai melakukan ritual mandinya dan sekarang ia menuju walk in closet. Ia memilih sebuah dress putih selutut dengan tali bermotif bunga. Ia tampil menawan dan anggun. Tak lupa ia membuat rambut panjang hitamnya di gerai dan berdandan make up soft.
Alice melirik Arya yang duduk di sofa yang berada di kamarnya dan terlihat sibuk menatap laptopnya di pagi hari ini.
" Sayang, sebaiknya kakak cepat mandi! Aku akan menunggumu di bawah untuk sarapan." ucap Alice sambil berjalan menuju pintu.
Arya menolehkan mukanya ke arah istrinya yang terlihat anggun dan seksi menggunakan dress putih dengan tali berornamen bunga berwarna hitam.
Arya bangun dari sofa tempat ia duduk dan dengan gerakan cepat ia menarik lengan istrinya sehingga Alice yang terkejut memutar badannya dan jatuh di dalam dekapan suaminya.
" Honey, hari ini penentuan nasib kita. Apakah kau bersedia ikut denganku dan rela melepaskan hak warisan milikmu? Aku pastikan Farel tidak akan menyentuhmu." ucap Arya berbisik lembut di telinga Alice .
Alice mendongakkan wajahnya sambil tersenyum ia menganggukan kepalanya.
" Tentu kak. Aku akan melepaskan hak warisanku dan aku akan ikut denganmu." ucap Alice sambil tersenyum.
" Sekarang kakak mandi dulu. Bau tuh badannya." ucap Alice becanda sambil memencet ujung hidungnya dengan jari lentiknya.
Arya tertawa terkekeh lalu melepaskan pelukan dirinya. Dengan gerakan cepat, ia mencium bibir pink Alice singkat lalu berjalan menuju kamar mandi.
Alice tersenyum lalu berjalan keluar dari kamarnya menuju kamar bayinya yang terletak di sebelah kanan dari kamar tidurnya.
ceklek
Pintu kamar dibukanya. Ia berjalan memasuki ruangan yang dindingnya diberi wallpaper bernuansa biru dan penuh gambar kartun wall disney. Alice berjalan mendekati ranjang kecil bayinya. Ia tersenyum lalu membungkukkan punggungnya 90 derajat lalu mencium pipi putih dan montok bayinya.
Setelah puas memandang bayinya, ia pun pergi meninggalkan kamar itu menuju lantai bawah.
Alice berjalan menuruni tangga mansionnya, dari anak tangga tempatnya berdiri ia dapat mencium wangi makanan yang sedang dipersiapkan mbok Sumi.
" Hmm...sepertinya lezat. Masak apa pagi ini mbok?"
" Pagi nona, saya menyiapkan udang balado, tumis kacang panjang dan tempe orek sebagai sarapan pagi ini nona." ucap mbok Sumi.
Alice mengacungkan jempolnya sambil menyiapkan piring untuk suaminya. Tak lama kemudian terdengar suara kaki melangkah milik suaminya yang menuruni anak tangga di mansionnya.
Arya melirik istrinya yang terlihat sangat cantik hari ini sambil menarik kursi makan yang berada di seberang kursi istrinya. Alice menyiapkan makanan suaminya lalu memberikannya pada suaminya. Hanya terdengar suara dentingan sendok dan garpu selama sarapan pagi ini. Tampak mereka sibuk dengan pikiran mereka masing- masing. Setelah menghabiskan waktu 10 menit untuk sarapan, mereka sekarang melangkahkan kakinya keluar dari mansion.
Akhirnya setelah membutuhkan waktu 40 menit menembus kemacetan di kota, mereka tiba di lobby gedung kantor perusahaan Tjokro Grup.
Arya membuka pintu mobilnya, melangkahkan kakinya menuju pintu mobil sebelah kiri ia membukakan pintu mobil. Alice keluar dari mobilnya dengan anggun ia melangkahkan kakinya . Sesaat ia berhenti menatap suaminya yang sedang mendongakkan kepalanya ke arah lantai tempat ia biasa berada.
Alice menatap mobil Alphard hitam milik oma nya, menandakan pemiliknya sudah tiba di kantor lebih dulu dari dirinya.
Alice meraih tangan suaminya dan menggandeng tangan suaminya memberi kekuatan melewati hari ini yang menegangkan.
Arya tersenyum menatap istrinya yang tampak cantik hari ini.
" I really love u honey." bisik Arya di telinga istrinya.
Alice tersenyum lalu mereka bersama- sama menaiki lift menuju ruangan Arya dimana oma dan pengacara keluarga sudah menunggu mereka.
ting...
Pintu lift sudah terbuka, mereka melangkahkan kakinya beriringan sambil saling mengenggam jari jemari mereka bertautan.
ceklek
Mereka melangkahkan kaki memasuki ruangan itu. Sesaat mereka belum menyadari kehadiran seseorang yang sedang menatap mereka intens.
" Hallo oma." ucap Alice tersenyum sambil berjalan menuju tempat oma nya duduk.
" Hallo sayang." ucap oma sambil memeluk cucu kesayangannya.
" Selamat pagi Nyonya. Apa kabarmu Nyonya?" ucap Arya dengan sopan.
" Pagi Arya. Baik. Bagaimana denganmu?" ucap Nyonya dengan muka datarnya.
" Baik nyonya." jawab Arya sopan sambil menundukkan kepala dan tersenyum.
" Selamat pagi Pak Hanif. Apa kabarnya?" ucap Arya sopan.
" Pagi pak Arya. Baik. Apa kabarmu?"ucap Pak Hanif.
" Baik pak. Sebaiknya kita langsung ke ruang meeting sekarang jam sudah menunjukkan pukul 10 tepat." ucap Arya mengarahkan tangannya dengan sopan mempersilakan nyonya terlebih dulu meninggalkan ruangan.
Nyonya dan Alice berjalan lebih dulu meninggalkan ruangan disusul Pak Hanif. Arya menyiapkan dokumen untuk presentasi hari ini.
tok...tok...
" iya masuk." ucap Arya.
Dimas berjalan memasuki ruangan membawa berkas- berkas dokumen yang diperlukan untuk presentasi Rapat Dewan Direksi .
" Mari pak. Saya sudah siapkan bahan presentasinya untuk hari ini." ucap Dimas.
Arya menarik nafas panjang dan membawa berkas dokumen yang ia siapkan pribadi.
' Hari yang menegangkan' gumamnya sambil menarik nafas panjang.
Akhirnya Arya dan Dimas meninggalkan ruangan kerjanya menuju ruangan meeting.
ceklek
Arya memasuki ruangan meeting, jantungnya berdegup kencang saat melihat istrinya yang menatapnya dengan penuh kasih memberikan semangat.
Dimas melakukan Presentasi keadaan Finance Perusahaan selama 6 bulan ( satu semester pertama). Terlihat dari grafik kehilangan beberapa aset perusahaan dan mengalami kerugian sekitar 5 M.
Lalu Dimas mengambil sebuah kertas hasil print dari emailnya dan menaruhnya di mesin projektor sehingga semua orang yang berada di ruangan meeting itu membekalakan matanya.
Isi kertas itu:
email dari: JR BALE COMPANY
menyatakan semua aset perusahaan Tjokro grup yang terjual sudah dibeli JR BALE Company dan dikembalikan kepada Tjokro Grup.
Semua direksi yang berada di ruangan menarik nafas lega dan memberi selamat pada Arya, Nyonya dan Alice.
Tiba- tiba pintu ruangan terbuka seorang pria muda yang arogan memasuki ruangan dan langsung menduduki kursi di sebelah Nyonya.
" Hallo tuan- tuan dan nyonya. Perkenalkan namaku Farel Bramantya calon CEO di perusahaan ini menggantikan Aryasatya." ucap Farel dengan nada tinggi dan tersenyum smirk pada Arya.
" Sepertinya anda salah tempat tuan Farel." ucap Arya dengan nada tinggi.
" Tidak mungkin. Akulah pemilik aset perusahaanmu yang hilang." ucap Farel
Arya menyodorkan kertas email dari JR BALE Company pada Farel. Farel mengambil kertas dan beberapa saat kemudian ia membelalakan matanya .
" Ini mustahil." ucap Farel.
" Tidak ada yang mustahil Farel. Itu adalah keajaiban. Sayang kita tidak berjodoh tuan Farel. Diriku sudah berjodoh dengan Arya yang kau bilang pria desa. Tapi aku mencintainya Farel." ucap Alice menyindir Farel.
Farel mengelus wajahnya dengan tangannya. Tiba- tiba ia mengeluarkan pistol dari balik jasnya dan menodongkan pistol ke arah Alice.
" Kau...kau tidak bisa menjadi milikku.Dan semua pria pun tidak akan memiliki dirimu juga. " ucap Farel dengan ekspresi marah.
Alice, Arya dan semua orang di ruangan meeting itu terkejut melihat reaksi mendadak tuan muda Bramantya.
" Sabar...sabar tuan. kita dapat menyelesaikan baik- baik." ucap Arya menenangkan Farel.
Farel menggeleng- gelengkan kepalanya sambil tersenyum pada Alice.
" Goodbye honey" ucap Farel tersenyum miring
dor...dor...
Terdengar teriakan banyak orang di ruangan meeting itu. Alice masih terkejut dan memejapkan matanya.
bruk...
Terdengar suara tubuh seseorang jatuh ke lantai.
Siapakah itu? Apakah Alice terluka?
Bersambung🙏
^ Ayo dukung author dengan beri Vote, Like dan Comment😁
Salam sehat selalu ya guys..Thanks🙏
^ Jangan lupa klik Favorit untuk update cerita terbaru😁🙏