
🌹🌹Happy Reading🌹🌹
Sepanjang siang hingga sore hari, Alice sibuk merapikan baju- bajunya untuk dimasukkan ke koper kecilnya.
Tak terasa hari mulai gelap, setelah selesai mandi Alice yang memakai kaos putih dan celana jogger panjang sedang menyisir rambutnya, ia mencium bau daging dipanggang.
"Kak, kamu dimana? bau apa ini kak?" teriak Alice.
Alice menengok keluar jendela juga tidak menemukan Arya.
Alice memutuskan berangkat sendiri ke rumah utama untuk makan malam karena perutnya sudah berbunyi dari tadi.
ceklek
Baru saja ia menutup pintu kamarnya.
Ia menoleh ke samping kanan dan terkejut dengan pemandangan yang ada di taman samping kamarnya.
Sebuah meja tertata dengan rapi, ada bunga mawar pink dan mawar merah di vas bunga di meja, ada lilin serta lampu di taman yang diatur dengan berkelap kelip.
Alice berjalan mendekati meja makan yang sudah ditata rapi.
'Wow, indah sekali taman dan meja ini ditata, ada acara apa ini?'
"Surprise" kata Arya dari arah belakang Alice.
"Kak, dari mana saja?aku mencarimu." tanya Alice sambil menatap Arya.
"Rahasia"
"Kak, ada acara apa ini?"
Tiba- tiba terdengar suara instrumental musik romantis, Arya mengajak Alice berdansa.
Alice berbisik ke telinga Arya
" kak, aku tidak tau caranya berdansa, kan kakak tau aku seorang DJ."
Arya mengangguk dan mengajari Alice berdansa.
"Honey kamu harus belajar tata cara berdansa, karena kau harus mendampingiku di acara - acara penting"
Alice pun mengangguk dan mengingat pesan ayahnya bahwa ia menjadi istri Arya seorang CEO yang mempunyai banyak jadwal acara penting yang salah satunya acara pesta dansa.
Arya mengajari Alice dengan lembut, perlahan lahan Alice mulai bisa beradaptasi dengan gerakannya, walaupun di awalnya ia sering menginjak kaki Arya.
Setelah 30 menit berlatih berdansa, Arya mengajak Alice untuk ke meja makan.
Ia melihat muka Alice yang kelaparan.
"Wow, kak terima kasih. Hari ini aku makan makanan yang luar dari biasanya" kata Alice sambil mengunyah steak tenderloin buatan Arya.
"Maksudmu, biasanya kau menyantap sayuran saja selama disini ya?" tanya Arya sambil tertawa.
Alice menganggukkan kepalanya, ia melihat sebotol anggur merah.
"Wow, kak kamu mempunyai red wine. Aku mau mencicipinya yach" ucap Alice kegirangan.
"Honey, sedikit saja, kamu tidak boleh kebanyakan yach" pinta Arya.
Alice mengambil dan menuangkan botol red wine ke gelasnya.
Ia menuangkannya sedikit di gelasnya, tapi ia terus menuangkan nya berkali- kali ke gelasnya.
Ketika Alice mau menuangkan ke 6 kalinya ke gelasnya, Arya langsung mengambil botol red wine nya.
"Cukup Alice" ucap Arya dengan nada sedikit tinggi.
"Kak, minuman ini cocok dengan cuaca malam ini dingin kak, ayolah kak sedikit lagi" pinta Alice dengan mulut dimanyunkan.
Arya yang sudah selesai makan segera menghampiri kursi Alice.
Ia menggendong Alice di pundaknya.
"Kak, turunkan aku" pinta Alice.
"Makan malam sudah selesai, giliranmu sekarang memijatku" bisik Arya di telinga Alice.
Alice diturunkan Arya di ranjang.
Alice yang masih ingin minum red winenya segera berlari ke pintu.
"Honey, mau kemana?" tanya Arya
"Kak, aku mau minum 1 gelas lagi please" ucap Alice dengan mimik memelas.
Arya segera menangkap Alice dari belakang dan mengunci pintu kamar mereka.
" Tidak boleh, kalo terlalu banyak minum wine bisa merusak kesehatanmu" ucap Arya.
Alice membalikkan badannya dan ia baru saja mau mengucapkan kata
" Kak..bo.." ucapAlice
Bibirnya sudah dilu*** oleh Arya. Alice pun terkejut, tapi refleks ia pun membalas ciuman itu. Ia juga mengalungkan lengannya ke leher Arya.
Gairah mereka sudah tak tertahankan.
Arya mengendongnya ke ranjang dan mulai menanggalkan baju Alice dan dirinya.
Hanya terdengar desahan nafas mereka sepanjang malam.
Akhirnya mereka melakukan ritual suami istri.
Keesokan paginya
Kring..kring..
Bunyi alarm ponsel Alice berbunyi.
Alice membuka matanya dan mulai terbangun, ia melihat ponselnya yang menunjukkan pukul 6 pagi.
Ia melirik Arya yang tidur pulas di sebelahnya.
"Bangun kak, sudah jam 6 pagi"ucap Alice sambil menggoyang - goyangkan lengan suaminya.
"Hmm..ada apa honey?kau mau melanjutkan kegiatan kita 1 ronde lagi?" tanya Arya dengan mata terbuka sebelah dan senyum smirk.
"Dasar otak mesum" ucap Alice cemberut
Alice memukul bantalnya ke dada Arya.
Arya tertawa ngakak melihat Alice yang marah tapi pipi merona merah.
Alice bangun dari ranjangnya dan berjalan pelan - pelan menuju kamar mandi.
Ia masih merasa kesakitan di bagian bawah tubuhnya itu.
Tiba- tiba Arya merangkul pinggangnya
"Sini aku bantu jalannya" ucap Arya lembut
"Thanks kak" ucap Alice.
Alice membersihkan dirinya agak lama dari biasanya sehingga Arya mengetuk pintu kamar mandi.
Tok..tok..
"Honey, kamu baik- baik saja?ada yang bisa aku bantu ?" tanya Arya dengan mimik kuatir.
"Tidak perlu kak, aku sebentar lagi keluar" ucap Alice dengan suara sengau
Suara Alice terdengar seperti habis menangis.
Arya tertegun dan bingung
'Ada apa dengan Alice? apa aku terlalu menyakitinya semalam, hingga ia menangis?' gumam Arya.
Di dalam kamar mandi,
Alice menatap mukanya di cermin
'Bodoh kamu Alice, kau serahkan dirimu pada seorang pria. Kamu blom tau dia menyayangimu tulus atau tidak? kalau Arya meninggalkanmu setelah 2 tahun bagaimana?'
Semua pikiran negatif berada di otak Alice membuat kepala Alice semakin pusing.
ceklek
Pintu kamar mandi, Alice memakai handuk dan berjalan sempoyongan karena kepalanya terasa berat.
Arya yang melihatnya langsung menggendongnya ke ranjang
"Ada apa denganmu? kepalamu masih sakit honey?" tanya Arya.
Arya tampak cemas, ia segera pergi keluar kamar dan berlari menuju dapur.
Alice merebahkan dirinya di ranjang.
'Aku harus kuat 'gumamnya.
Setelah 10 menit, Arya datang membawakan segelas teh jahe untuk meredakan sakit kepala.
"Ayo diminum " pinta Arya.
Arya membujuk Alice untuk meminumnya. Pada awalnya Alice menolak tapi Arya dengan telaten membujuknya sehingga Alice akhirnya meminumnya.
"Rasanya hangat di tenggorokan kak" ucap Alice
Arya tersenyum dan menganggukan kepala. Kemudian ia merangkul Alice dan berbisik
"Katakan padaku kenapa kamu menangis? Apakah semalam aku sangat menyakitimu hingga kamu tidak bisa berjalan?" tanya Arya.
"Tidak kak. Aku hanya.." ucap Alice ragu
"Hanya apa honey?" tanya Arya
"Kakak masih ingat janji kita?"ucap Alice
Arya tersenyum dan menganggukan kepalanya lalu mencium dahi Alice, pipi Alice
" Kakak tidak akan meninggalkan mu apapun terjadi, kamu tidak usah kuatir" bisik Arya di telinga Alice
"Sekarang kamu pakai baju yach, nanti masuk angin. Apa mau aku yang pakaikan baju?"pinta Arya.
"Tidak usah. Aku bisa sendiri" jawab Alice ketus.
Arya tersenyum lalu meninggalkan Alice keluar kamar.
Di luar kamar , Arya termenung dan berpikir
'Aku melihat darah Alice di seprei. Dia seorang wanita yang masih suci. Aku tidak akan menyerahkan dirinya ke siapapun apapun yang terjadi. Dia adalah milikku selamanya.'
Arya tersenyum bahagia karena ia menjadi pria pertama buat Alice, bukan Adrian.
ceklek
Pintu kamar dibuka, Alice sudah rapi berpakaian . Ia memakai kaos kuning dan celana panjang. Rambut panjangnya dikuncir ala ponytail. Ia tampak cantik dimata Arya.
"Ayo kita sarapan dulu" ucap Arya.
Arya menggandeng Alice menuju rumah utama untuk sarapan.
bersambung🙏
^Ayo Dukung terus Author dengan kaci VOTE, LIKE DAN COMMENT😁
Thanks🙏
^ Jangan lupa klik Favorite untuk update cerita ini😊