Princess Alice

Princess Alice
34.Hadiah dari Arya



🌹🌹Happy Reading🌹🌹


Alice memesan 1 ruang VIP di sebuah restaurant yang ada di Hotel 'GI' hotel bintang 5 yang terkenal di kota ini.


Alice mengundang 2 sobatnya yaitu Dave dan Devon.


Di Restaurant


"Hallo Princess" sapa Dave dan Devon.


"Hallo guys, ayo masuk guys " kata Alice sambil menggandeng lengan Dave dan Devon.


"Kalian suka makanan apa?Coba dilihat dulu menunya. Gimana kalo Kepiting soka ,Lobster , Cumi goreng tepung setuju ngak guys?" tanya Alice pada dua sobatnya.


"Aku ikut aja deh Princess" kata Devon sambil tersenyum lebar.


Mata Devon menatap gadis cantik dan imut yang duduk di depannya.


'Ternyata cantik juga adik sepupu Alice. Gimana aku dekatin dia ya?'


"Hallo hallo Devon..." kata Alice


" Eh iya Princess.." kata Devon tergagap- gagap.


"Hmm...dengar ngak aku bicara apa? udah order minuman blom?" tanya Alice.


"Eh iya..blom, boleh 1 lemon teh " jawab Devon salah tingkah.


"Devon, Devon lagi ngelamunin siapa sih? Aku yach ?" kata Dave menggodanya.


"Gila elu yach." jawab Devon kesal menutupi malunya karena ketauan menatap Olivia .


Seisi ruangan penuh tawa melihat tingkah Dave dan Devon sahabat Alice.


"Sudah, stop kita bicarakan tentang gaun rancanganku gimana Dave udah siap blom untuk dikirim sample ke panitia ?"


"Ehem..seperti oma ketinggalan berita tentang bisnis barumu sayang?" tanya oma Alice tiba- tiba.


"Hmm...hanya bisnis isengku aja bersama temanku Dave. Perkenalkan ini omaku." kata Alice sambil menarik lengan Dave untuk diperkenalkan ke oma Alice.


"Selamat siang Nyonya. Aku Dave teman Alice." kata Dave dengan gaya kemayunya.


Nyonya menganggukan kepalanya dan tersenyum.


"Alice sayang, kalo oma tidak salah dengar kau menyebut bisnismu bisnis iseng saja." tanya oma dengan mimik serius.


"Iya oma, aku awalnya hobi membuat sketsa baju dan aku bercerita pada Dave. Kami akhirnya sepakat aku design baju dan Dave membantu menjahit baju hasil rancanganku. Dan kami akhirnya menjualnya lewat online." cerita Alice.


Tiba- tiba Nyonya tertawa keras , tidak adaseorangpun berani ikut tertawa.


"Alice ,kemarilah sayang." pinta oma.


Alice mendekati kursi oma nya dan tiba- tiba omanya mengelus rambut Alice yang disanggul .


'Sungguh briliant gadis kecilku ini. Dia adalah calon penggantiku, tidak ada yang lebih cocok daripada dirinya.'


Arya yang melihat adegan tersebut tersenyum


' Gadisku adalah gadis yang briliant dan aku tidak akan melepaskannya.'


Adrian yang melihat tingkah oma dan Alice merasa sedikit iri dan kagum terhadap Alice.


'Gadis kecilku menjadi wanita yang berbakat dan mandiri.'


Tok..tok.


"Silakan masuk." kata Alice


Marisa membuka pintu dan memberi salam


" Selamat siang Nyonya, maaf saya terlambat." kata Marisa.


"Ayo masuk. Tidak apa- apa, ayo duduk di sebelah Adrian." pinta oma.


Marisa menggenakan baju tanpa lengan berwarna peach dan celana panjang berbahan satin, rambut panjangnya sepunggung digerai dan make up soft, ia tampak cantik dan elegan.


"Kamu cantik sekali." kata Adrian memujinya.


Marisa merona pipinya. Alice yang melihatnya tersenyum.


"Ehem...makanannya sudah datang, silakan disantap." kata Alice pada para tamunya.


Selesai acara makan siang , Alice berfoto bersama sahabat dan keluarganya di luar ruangan VIP itu.


Nyonya memanggil Arya , Adrian dan Pak Hanif untuk meeting di ruang VIP itu.


Marisa menghampiri Alice


"Selamat nona Alice atas kelulusanmu."


" Thanks Marisa. Kamu boleh memanggilku Alice, kita hanya berbeda 1 tahun."


Marisa tersenyum dan menganggukan kepalanya.


Di Dalam Ruang VIP


Nyonya menanyakan Laporan Keuangan Perusahaan kwartal 1 tahun ini pada Arya.


"Kita mendapat laba bersih 30%, lebih baik daripada tahun lalu Nyonya." jawab Arya.


" Kerja yang bagus Arya. Terima kasih sudah membekukan aset Gerald di HK." kata Nyonya.


"Sama- sama Nyonya."


" Kamu Adrian banyak belajar dari Arya yach." kata Nyonya.


" Baik Nyonya." jawab Adrian.


"Kami balik dulu yach Alice." kata Dave dan Devon.


" Thanks udah datang. Hati- hati di jalan guys."


Olivia, tante Shanon dan Nyonya beserta Pak Hanif pamit untuk pulang.


"Alice sayang, kami pulang dulu yach." kata Tante Shanon sambil menuntun oma.


"Iya tante. Hati- hati di jalan."


Alice menghantar Nyonya, tante shanon dan Olivia ke mobilnya dan menunggu mereka sudah berlalu.


Sekarang tinggal Adrian yang masih berbicara dengan Arya.


Alice tersenyum melihat 2 pria yang dia sayangi. Ia melihat Marisa yang masih belum pulang.


"Ehem..kok blom pulang? atau mau menunggu Kak Adrian?" tanya Alice menggodanya.


"Hmm...iya." katanya dengan muka memerah.


Alice tersenyum geli melihat tingkah Marisa.


Tiba- tiba Adrian datang dan melihat Marisa blom pulang


"Marisa, sedang menunggu siapa? kok blom pulang?" tanya Adrian.


"Dia sedang menunggumu kak." jawab Alice meggodanya dan membuat muk Marisa tampak merona merah.


Adrian menawarkan tumpangan mobil kepada Marisa. Dan Marisa menyetujuinya. Alice tertawa melihatnya.


" Hati- hati di jalan kak." kata Alice.


Alice juga berbisik di telinga Marisa


"Baiklah pada kakakku, kalo tidak kamu berurusan denganku. Selamat datang di keluargaku." kata Alice menggodanya.


Alice tertawa terpingkal- pingkal melihat Marisa yang salah tingkah.


Tiba- tiba Arya merangkul bahu Alice dari samping.


"Honey kamu terlihat senang sekali? " tanya Arys.


"Iya. Kak Arya tidak lihat muka Marisa berubah merah setiap melihat kak Adrian. Tadi aku sengaja membuat kak Adrian memberi tumpangan untuk pulang." cerita Alice dengan semangat.


" Oh yach. Kamu tidak cemburu kakak kesayanganmu diambil gadis lain?" tanya Arya dengan muka serius.


"Ehmm..kalau Marisa aku setuju, tapi kalo gadis lain aku harus menyelidikinya dulu. Macam gadis bernama Kirana itu." kata Alice dengan mata melotot pada Arya.


Arya tertawa ngakakmelihat Alice. Alice pun memukul lengan Arya beberapa kali.


"Sudah stop sakit nih lenganku, ayo kita pulang."ajak Arya sambil menggandeng tangan Alice.


Di mobil


Di sepanjang jalan Alice tertidur karena lelah dengan aktivitasnya. Alice tidak tau, Arya membawanya ke pantai sedikit di luar kota.


"Honey kita sudah sampai"


kata Arya.


Alice membuka matanya perlahan dan terkejut


"Dimana nih kak?" tanyanya.


"Di pantai. Ayo kita keluar." ajak Arya.


Di pantai, mereka berjalan di pesisir pantai. Setelah lelah berjalan, mereka balik ke mobil.


" Ehmm..kak, kamu tidak memberikan aku hadiah atas kelulusanku?" tanya Alice penasaran.


Arya tersenyum lalu berkata


"Kau ingin apa?" tanya Arya menggodanya.


"Entahlah." jawab Alice bingung.


Tiba- tiba Arya mengambil sesuatu dari laci dashboard mobilnya sebuah kotak.


"Ini buatmu honey. Congratulation yach." kata Arya mencium pipinya.


Alice membukanya ternyata sebuah kalung emas putih dengan liontin berbentuk hati bertuliskan inisial AA.


"Ini indah sekali kak. Thanks kak." kata Alice senang.


"Mau aku pasangkan kalungnya?" tanya Arya.


Alice mengangguk. Alice membalikkan badannya ke kiri sehingga Arya dapat memasangkan kalungnya.


Arya melihat Alice yang tersenyum bahagia. Arya pun ikut bahagia melihatnya.


Bersambung🙏


^ Ayoo dukung author dengan beri Like, Vote dan Comment😊🙏


^ Jangan lupa klik Favorite untuk Update cerita ini😘


Thanks readers🙏


^Dukung terus Author dengan kaci VOTE, LIKE DAN COMMENT😁


Thanks🙏


BERSAMBUNG