
🌹🌹Happy Reading🌹🌹
Keesokan pagi
Alice membuka matanya sambil menguap, ia melirik jam yang ada di nakas sebelah ranjangnya menunjukkan pukul 6 pagi. Ia melirik Arya yang masih tertidur di sebelahnya. Ia beranjak bangun dari ranjangnya dan bergegas ke kamar mandi untuk mencuci muka dan sikat gigi. Lalu melanjutkan dengan doa pagi sebelum ia menuju dapur untuk menyiapkan sarapan pagi.
Alice membuka kulkas mengecek bahan yang ada di kulkas. Akhirnya ia memutuskan membuat sarapan sandwich daging beef + salad + jus apel.
Setelah semua makanan selesai diolah ,Alice meletakkannya di atas meja makan. Sambil menunggu Arya selesai mandi, ia duduk di sofa menelpon Devon sobatnya yang menolong Olivia adik sepupunya semalam.
Alice : Hallo Devon, apakah siang ini kita bisa ketemu?
Devon: Hallo Princess, tumben mau ketemuan ama aku. Okay aku senggang siang ini.
Alice: Bagaimana kalo jam 12 siang di cafe S dekat kantorku?
Devon: Baiklah. Sampai jumpa nanti siang Princess.
Alice: Bye Devon
Alice menutup ponselnya sambil termenung
'Kira- kira mau ngak Devon jadi teman dekat Olivia? Aku harus bisa membujuknya.'
Alice tidak sadar Arya telah berdiri di belakang sofa dan mendengar percakapannya dengan Devon.
"Ehem...kamu menelpon siapa pagi- pagi sekali?" tanya Arya .
Alice menolehkan mukanya ke arah Arya
"Pagi kak. Kakak baru bangun?Aku udah siapin makanan, ayo kita sarapan bersama." ucap Alice sambil berdiri dari sofa dan berjalan menuju tempat Arya berdiri.
Arya memposisikan kedua tangannya bersedekap di dadanya, mukanya sedikit cemberut.
Alice menatapnya dengan ekspresi bingung, sesaat ia mengerutkan kedua alisnya sambil bergumam
' Ada apa dengan Arya kok kelihatannya sedang bad mood? Sama siapa?sama aku? apa salahku? jangan- jangan ia cemburu..'
Alice senyum- senyum sendiri lalu terbersit sebuah ide. Alice semakin mendekati tubuh Arya, sekarang ia sudah berada tepat di depannya. Alice menjinjitkan kakinya dan berbisik di telinga suaminya
"Apakah kakak sedang cemburu?Mukamu terlihat imut hingga aku mau hmm."ucap Alice menggoda
Arya menolehkan mukanya dan mendelik pada Alice. Alice tertawa dan ia menjinjitkan kakinya lalu spontan mencium pipi suaminya. Arya segera merangkul pinggang Alice dengan tangan kanannya.
cup..
Arya mencium bibir Alice dengan lembut. Arya tersenyum melihat pipi Alice yang merona.
Arya merangkul pundak Alice menuju meja makan.
"Hmm..enak." ucap Arya sambil mengunyah sandwich beefnya.
Alice senang mendapat pujian dari suaminya.
"Kak. Siang ini aku ada janji dengan Devon. Aku akan ke kantor setelah bertemu dengannya." ucap Alice.
"Okay. Aku mandi dulu sekarang. Hari ini ada rapat dengan para Direksi." ucap Arya.
"Good luck kak." ucap Alice.
Setelah selesai sarapan, Arya segera menuju kamar mandi. Alice membereskan sisa- sisa makanan dan mencuci piring. Setelah itu, ia menuju kamar menyiapkan baju yang akan digunakan suaminya untuk rapat siang ini sebuah kemeja biru muda, celana bahan hitam, jas hitam dan dasi biru tua .
Arya yang baru saja keluar dari kamar mandi tersenyum melihat baju- baju yang sudah disiapkan Alice. Arya segera memakai baju yang sudah disiapkan.
"Kak, aku bantu pakaikan dasimu ya." ucap Alice tersenyum.
Arya hanya menganggukan kepalanya tanda setuju. Alice dengan tangan terampil memakaikan dasi untuk suaminya.
"Nah sudah selesai kak." ucap Alice sambil merapikan posisi dasi suaminya.
Arya tersenyum sambil mengecup kening Alice.
"Aku jalan dulu ya honey. Aku menunggumu di office, jangan kelamaan keluyuran di luar ya. Aku udah kasih tau Pengawal posisimu. Sampai nanti honey. Bye."
"Iya. Bye." ucap Alice tersenyum sendiri sambil bergumam
' Cerewet sekali dia hari ini. Sebegitu khawatirnya suamiku padaku?'
Alice sudah selesai berpakaian dan bermake up natural untuk pertemuan hari ini. Ia memilih baju halter neck warna putih dan rok A- line warna hitam .Ia membiarkan rambut hitam panjangnya yang dibuat spiral teruraidipunggungnya
Setelah puas atas dandanan dirinya ,ia mengambil sepatu high heels dan tas kecil warna putih. Ia mengambil ponselnya untuk memesan taxi online.
Tepat pukul 12 siang, Alice memasuki cafe S yang terletak di kawasan perkantoran. Ia melangkahkan kakinya memasuki cafe S , beberapa mata para pria berjas dan para wanita yang memakai blazer menatapnya terpana kecantikannya. Alice tidak memusingkan hal tersebut.
Alice menolehkan kepalanya ke arah kiri dan kanan mencari keberadaan Devon sahabatnya. Akhirnya ia menemukan Devon berada di meja pojok yang bersebelahan dengan kaca sehingga dapat leluasa melihat pemandangan gedung perkantoran yang menjulang tinggi.
Devon sedang menatap layar ponsel dan tidak menyadari kehadiran Alice.
"Ehem..Hallo Devon." sapa Alice.
"Hallo Princess. Tumben nih mau ketemuan ama aku. Silakan duduk." ucap Devon sambil tersenyum memperlihatkan barisan gigi yang rapi dan putih.
"Mau pesan apa Alice?" tanya Devon.
"Caramel Macchiato 1" ucap Alice sambil membuka kacamata hitamnya.
Devon memberi kode pada pelayan dan seorang pelayan wanita datang ke meja mereka.
"Ada yang bisa dibantu mas?" tanya pelayan wanita itu.
"Order 2 Caramel Macchiato" ucap Devon .
"Baik mas." ucap pelayan wanita itu
Setelah pelayan itu pergi, Alice mulai menginterogasi Devon.
"Bisakah kau menceritakan bagaimana Oliv bisa datang ke club Diamond kemarin?Apakah kau janjian bertemu dengannya disana?" tanya Alice dengan muka serius.
Devon terdiam sesaat, akhirnya ia mulai membuka mulutnya
"Okay. Aku akan jujur denganmu. Kemarin itu aku sedang berada di Club, kau kan tau aku pemilik club itu.Tiba- tiba Oliv menelponku ia sepertinya sedang sedih, ia menanyakan dimana aku, ya aku bilang aku di club." ucap Devon
Mereka berhenti bicara sesaat karena pelayan datang membawakan coffee pesanan mereka.
"Oliv datang sendiri ke club, sepertinya ia menggunakan taksi online. Setelah itu memesan vodka dan meminumnya semua gelas yang dipesannya berulang kali. Aku sudah menasehatinya supaya berhenti minum, tapi ia tidak mau mendengarkanku.Ia mabuk dan turun ke lantai dance. Sehingga beberapa pria hidung belang menganggunya. Itu membuatku kesal dan aku mencoba mengusir mereka. Selebihnya kau tau kejadiannya." ucap Devon.
Alice menarik nafas panjang
"Terima kasih Devon. Kau telah membantuku menjaga adikku sampai aku tiba .Dia tidak seperti biasanya, Oliv tidak pernah minum - minum. Dia dalam keadaan labil karena keadaan keluarganya. Aku harap kau bisa menjadi temannya dan menghibur dirinya. Apakah kamu mau melakukannya Devon?" tanya Alice dengan suara lembut.
Alice menatap wajah Devon, ia mengetahui bahwa Devon menyukai adiknya sewaktu pesta wisudanya. Sudah 6 bulan berlalu, Olivia masuk ke kampus yang sama dengan Devon. Walaupun mereka berbeda jurusan, Devon sering menemui Olivia buat sekadar makan di kantin. Alice berharap Devon dapat menjadi teman dekat Olivia yang melindungi dan menghiburnya di kala ia kesepian.
Devon menganggukan kepalanya sambil menggaruk rambutnya, ia terlihat gugup
"Apa yang bisa aku lakukan untuknya?" tanya Devon.
"Jadilah dirimu sendiri Devon .Kau seorang pria yang lembut hati dan ceria." ucap Alice tersenyum padanya.
"Yang perlu kau tau, kau lihat pria disana. Itu adalah para pengawal aku dan Oliv. Mereka akan menjaga Oliv.
Oliv adalah pewaris perusahaan Tjokro grup urutan ke 3. Yang perlu kau waspadai adalah anak buah papanya." ucap Alice menunjuk ke arah luar jendela.
"Papa Olivia adalah orang yang berbahaya bagi perusahaanku . Ia banyak membuat kerugian bagi perusahaanku. Kasihan Oliv ia ada ditengah- tengah dan harus memilih papa nya atau perusahaan. Ia telah memilih membantu perusahaan, makanya ia kemarin dalam keadaan bad mood...Kasihan Oliv ." ucap Alice.
Devon mendengarkan cerita Alice dan teringat kondisi Olivia waktu di club. Ia merasa kasihan padanya dan ia ingin melindunginya.
Setelah berbincang dengan Devon selama 1 jam an. Alice pamit hendak balik ke kantor. Sebelum pergi ia berkata
"Thanks Devon. Kau telah bersedia menjadi teman dekat adikku. Kamu adalah teman yang kuandalkan." ucap Alice mengelus pundak Devon.
Setelah Alice pergi, Devon sesaat termenung lalu bergumam
'Alice begitu protective terhadap adiknya dan perusahaan. Alice lama kelamaan mirip omanya Nyonya Margaret Tjokro. Ia cocok menjadi Pemimpin perusahaan Tjokro Grup.'
BERSAMBUNG🙏
^ Ayoo dukung terus Author dengan kasih Vote, Like dan Comment
Thanks🙏
^ Jangan lupa klik Favorite untuk update cerita😊