Princess Alice

Princess Alice
50.Rencana Oma buatku



🌹🌹Happy Reading🌹🌹


Alice melangkahkan kakinya menuju ruangan Arya.


Ia mengetuk pintu ruang Arya dengan pelan, tak terdengar suara Arya.


'Keliatan Arya masih sibuk dengan pekerjaan hingga tidak mendengar ketukan di pintu ruangannya.'


ceklek


Alice melongokkan kepalanya, ia melihat ruangan kosong tidak ada siapapun disana. Alice menutup pintu ruang Arya , ia melangkahkan kakinya menuju ruang Adrian.


Sayup- sayup ia mendengar suara Nyonya yang sedang menegur Adrian. Alice menguping dari balik jendela ruang Adrian.


"Saya kecewa denganmu Adrian. Kamu harus lebih tegas dalam segala hal, karena kamu seorang Manager yang mempunyai bawahan. Kamu harus belajar banyak dari Arya." ucap Nyonya dengan ekspresi kecewa.


Alice mengintip dari balik jendela. Adrian sedang menundukkan kepala. Alice merasa iba melihat Adrian ditegur Nyonya.


'Kasihan kak Adrian. Aku harus membantunya.'


Alice mengambil permen karet dari dalam tasnya kemudian ia melangkahkan kakinya menuju pintu ruang Adrian.


ceklek


"Hallo kak." sapa Alice


"Eh..Hallo oma tersayangku. Oma datang ke kantor kok tidak kabarin aku sih." kata Alice menghampiri omanya dan mencium pipinya.


Alice meniup permen karet sampai menjadi balon yang besar.


"Aduh, sayang udah besar masih makan permen karet." ucap oma Alice.


Adrian yang melihat tingkah Alice tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


Alice melangkahkan kakinya ke sofa terdekat. Alice duduk dengan menyilangkan kakinya sambil sibuk mengamati layar ponsel miliknya dan telinga dipasang.


"Ehem..apa saja aktivitasmu setelah lulus kuliah Alice?" tanya oma.


"Aku mengurus butikku oma." kata Alice sambil menolehkan mukanya ke omanya.


"Kamu harus sering- sering datang ke kantor membantu kakakmu dan Arya." ucap oma.


"Oma sayang, di kantor sudah ada kak Arya dan kak Adrian. Aku mau kerjakan apalagi oma?"ucap Alice sambil tersenyum.


tok..tok..


" Iya masuk" kata Adrian


Dimas dan Arya melangkahkan kakinya memasuki ruang Adrian.


"Selamat siang Nyonya. Apa kabarnya Nyonya?" kata Arya tersenyum sambil menjabat tangan Nyonya.


"Selamat siang Nyonya." sapa Dimas sambil tersenyum menjabat tangan Nyonya.


"Selamat siang Arya, Dimas. Kalian sudah meeting dengan Pak Hendarto CEO PT.Multi Persada?" tanya Nyonya.


" Kami baru saja meeting dengan Pak Hendarto dan kami berhasil mendapat persetujuan investasinya." kata Arya tersenyum.


" Bagus Arya. Malam ini Alice, kau ada pertemuan dinner dengan CEO baru PT. Kusuma Contractor Grup. Kau harus hadir ya sayang, kau boleh milih mau pergi dengan Arya atau Adrian sayang?" kata Nyonya.


Alice tertegun mendengar kata PT.Kusuma Contractor Grup .


'Apa lagi rencana oma buatku? Apa oma ingin menjual diriku padanya demi perusahaan ini?'


"Apa maksud oma?pakai Dinner segala malam ini? kan bisa ketemunya besok siang hari oma." kata Alice menatap oma dengan rasa kesal.


Adrian juga merasa pernah mendengar PT. Kusuma Contractor Grup. Ia mengecek "CEO PT. Kusuma Contractor Grup" lewat mbah goggle, matanya membelalak besar setelah ia melihat foto CEO baru itu.


"Alexander Kusuma" kata Adrian keceplosan sambil melirik Alice yang terlihat gugup .


"Betul New CEO PT. Kusuma Contractor Grup adalah Alexander Kusuma. Kau harus menemuinya malam ini dear. Kau harus melakukannya demi perusahaan ini sayang" kata Nyonya dengan mata mengintimidasi Alice.


Alice menarik nafas panjang


"Baiklah. Aku akan pergi dengan kak Adrian dan Marisa. Kak, tolong panggil Marisa kesini." ucap Alice


Adrian memencet intercomnya. Hanya beberapa menit, pintu ruangan dibuka dan seorang gadis cantik , berambut panjang ikal dan polos masuk ke ruang Adrian.


"Siang pak. Ada yang bisa dibantu pak?" tanya Marisa.


"Marisa kau mendapat tugas menemani Alice nanti malam di acara Dinner PT. Kusuma Contractor Grup." ucap Adrian menatap gadis cantik asistennya.


"Baiklah pak." ucap Marisa


"Kalo gitu kak, aku minta black cardnya. Aku mau pergi ke salon bersama asistenmu." kata Alice menuju meja Adrian.


Adrian memberinya Black card perusahaan yang dipegangnya.


"Nona, kita tidak perlu ke salon. Aku cukup dandan sendiri kok nona." ucap Marisa.


"Tidak bisa. Karena kau harus tampil cantik malam ini menggantikan aku sebagai CEO." ucap Alice tertawa sambil mengerjai Marisa .


Nyonya yang melihat itu, tertawa dan melihat cucunya yang cantik terlihat akrab dengan gadis bernama Marisa yang diutus Nyonya untuk mematai- matai cucunya.


"Memang pilihan Nyonya oke banget." ucap Alice melirik oma nya sambil mengacungkan jempolnya.


Nyonya merasa Alice sudah mengetahui status Marisa


'cucuku anak yang cerdik.'


Alice dan Marisa sudah tiba di sebuah salon terkenal di kota . Alice langsung menggandeng lengan Marisa yang tampak malu- malu. Seorang staf salon langsung mengenali Alice


"Selamat datang nona Alice. Nona ingin melakukan perawatan apa saja nona?" tanya staf salon.


"Untuk nona di sebelahku beri ia perawatan beauty keseluruhan ya ( dari kepala sampai kaki)." kata Alice sambil menunjuk Marisa.


Marisa yang namanya disebut merasa malu karena ia blom pernah pergi ke salon yang megah dan terkenal sebagai salon selebritas.


"Aku mau spa dulu, nanti baru medipedi dan terakhir rambut dan make up." ucap Alice.


Alice sempat tertidur selama dipijat spa. Setelah beberapa saat ia sudah duduk di depan kaca cermin besar dan seseorang sedang menata rambut panjang hitamnya menjadi bergelombang .


"Nona anda sudah cantik, semakin cantik setelah polesan make up ini." ucap seorang staf salon.


"Thanks. Ngomong- ngomong mana temanku?" tanya Alice sambil menolehkan mukanya ke kiri dan kanan.


"Itu temanmu nona disana." kata staf salon sambil menunjukkan jarinya ke kanan.


Alice melirik Marisa yang sudah dipermak habis, Alice tersenyum puas melihat temannya tampak cantik tidak seperti gadis kuno.


Alice juga sudah meminjam gaun contoh dari butiknya dan menyuruh kurir mengantar gaunnya ke salon.


drrt..drrt..


Alice menatap nama yang tertera di ponsel dan mengangkatnya


"Hallo kak."


"Hallo Alice, apakah kau sudah membeli gaun untukmu dan Marisa?" tanya Arya.


"Buat apa beli kak, habis- habisin duit perusahaan aja hanya untuk sebuah pertemuan dengan investor.Aku sudah meminjam gaun dari butikku." kata Alice sambil melirik jam yang sudah menunjukkan pukul 5 sore.


"Apakah kau tidak mau aku datang honey?" tanya Arya pelan dan lembut.


"Tidak usah kak. Tidak akan lama aku berada disana kak. Udah dulu ya kak, aku mau mengecek kesiapan Marisa dulu.Bye." ucap Alice


" Bye"


Arya menutup ponselnya sambil tersenyum


' Itulah gadisku yang luar biasa, dia lebih mementingkan orang lain dari dirinya. Aku tau kau hari ini akan menghadapi cobaan yang berat. Aku mendoakanmu supaya tetap tabah dan sabar.'


Arya sudah menyelidiki siapa Alexander Kusuma, ternyata ia adalah cinta pertama istrinya .


Tepat pukul 6 sore menjelang malam, mereka dijemput Adrian di salon .


Mereka menuju Restaurant di sebuah Hotel bintang lima "J.W.M" yang terkenal di kota .


Mobil Mercedes Benz keluaran terbaru warna silver milik Adrian berhenti di lobby hotel. Seorang staf hotel membuka pintu belakang. Dari pintu belakang keluarlah Marisa dengan dress halter neck putih selutut dan sepatu high heels, rambut hitam sepunggung dibuat ikal. Ia tampak cantik dan membuat semua mata pria di lobby hotel meliriknya.


Disusul seorang gadis cantik dengan rambut panjang hitam dibuat terurai dan bergelombang memakai dress off shoulder warna merah maroon diatas lutut dan sepatu high heels melangkahkan kakinya dengan percaya diri memasuki lobby hotel disusul gadis cantik memakai dress putih dan seorang pria tampan dan tinggi dengan memakai jas hitam dan dasi biru.


Alice memencet tombol lantai paling atas. Pintu lift terbuka , mereka masuk ke dalam lift menuju roof top .


Tampak muka Marisa pucat dan Adrian dengan segera memegang tangan Marisa memberi rasa nyaman pada gadis polos ini. Alice melirik Marisa dan tersenyum gelj melihatnya


"Kak Adrian, sering- seringlah kencan dengan gadismu itu di roof top kak." ucap Alice sambil tertawa.


Adrian dan Marisa tersipu malu. Walaupun muka mereka merona tetap aja, tangan mereka bertautan erat.


ting...


Pintu lift terbuka, Alice melangkahkan kakinya menuju meja no 7 yang sudah dipesan Alex .


Alice berdiri terpaku memandang dari jauh pria tampan dan tinggi yang pernah mengisi relung hatinya sedang membelakanginya.


Alice menarik nafas panjang dan mengatur ritme jantungnya agar tidak berdebar di dekatnya nanti


"Marisa, kau sudah bawa Proposalnya?"


"Sudah nona." ucap Marisa.


'Aku harus bisa menghadapinya demi kelangsungan perusahaan ini.'


BERSAMBUNG🙏


^Ayo Dukung Author dengan beri Vote, Like dan Comment😁


Thanks🙏


^Jangan lupa klik Favorite untuk update cerita ini😊