Princess Alice

Princess Alice
27.Di Perkebunan



🌹🌹Happy Reading🌹🌹


tok..tok.


"Iya masuk" kata Adrian.


"Permisi pak, mau minta tandatangan " kata Kirana sambil tersenyum dan melirik Alice.


Alice menatap dengan matanya yang tajam pada Kirana, ia tidak menyukai gadis ini.


Setelah Kirana keluar dari ruang Adrian, Alice mengingatkan Adrian agar berhati- hati pada Kirana dalam pembicaraan dan tindakan karena Alice curiga Kirana mata - mata om Gerald.


Akhirnya Alice tiba di bandara , sambil menunggu pesawat yang akan lepas landas pukul 17.00 Alice menelpon Arya beberapa kali, tetapi ponsel Arya tidak diangkat.


'Apa yang sedang terjadi disana?'


Alice teringat no telpon kantor perkebunan yang ia simpan di ponselnya.


Setelah beberapa menit, akhirnya ada yang mengangkat telponnya.


"Hallo, siapa ini?" kata pak tua supir Keluarga Arya.


"Hallo pak, ingat aku jurnalis yang pernah ke perkebunan Pelangi dan melihat sunrise bersana Kak Arya"


" Ooo..nona , ada apa nona?"


"Apa ada yang terjadi di perkebunan?saya menelpon kak Arya beberapa kali tidak diangkatnya."


"Iya nona, ada sekelompok orang hendak membuat kebakaran, untungnya dapat ketahuan warga desa. Sekarang tuan Arya sedang rapat dengan warga desa non"


"Baiklah,Bisakah bapak menjemputku di bandara jam 18.00 pesawatku mendarat no penerbanganku GA 022"


" Baiklah nona"


Ketika Alice tiba di bandara kota Y, ternyata pak supir sudah menunggunya.


"Halo nona, apa kabarnya?"


"Halo pak, baik, ayo kita segera jalan pak"


" Iya nona"


Setelah menempuh perjalanan 2 jam dari airport, mereka tiba di perkebunan milik keluarga Arya.


Alice tiba di halaman depan rumah utama, ia memberanikan diri mengetuk pintu utama rumah yang dihuni ibu Arya dan keluarganya.


" Permisi, selamat malam bu"


Terdengar suara sandal yang mendekati pintu dan membuka pintu.


"Eh, nona. Ada apa malam- malam datang ?"kata mbok pembantu Arya.


Alice baru saja mau menjawab, tiba- tiba ia melihat ibu Arya di belakang mbok .


"Selamat malam ibu, maaf menganggu" sapa Alice pada mertuanya.


"Selamat malam nona..Nona siapa yach?"tanya ibu Arya sambil menatap Alice dari ujung rambut sampai kaki.


Gadis muda yang cantik memakai kaos putih dan celana panjang jeans dan memakai ransel di punggungnya.


Alice teringat kata Arya, ibunya mengidap penyakit Alzheimer..


Tapi Alice tidak mau berbohong lagi seperti waktu dulu.


"Saya Alice, istri kak Arya."


"Oh iya, ibu lupa. Maaf nak, ayo masuk. Mbok panggilkan Arya ke sini"


" Maaf Nyonya, tuan muda Arya sedang rapat di balai desa."


Mendengar jawaban itu, Alice bergegas pamit.


"Maaf ibu, saya pamit dulu mau bertemu kak Arya karena ada hal penting yang ingin dibicarakan dengannya"


Ibu Arya hanya mengangguk dan Alice pun segera keluar dari rumah utama.


Alice diantar pak supir tua menuju balai desa.


Setelah menempuh 30 menit perjalanan , akhirnya Alice tiba di balai desa.


Alice segera menuju pintu balai desa.


Ia melihat Arya sedang duduk di meja depan dan berdiskusi dengan ketua desa.


"Selamat malam bapak ibu" sapa Alice sambil tersenyum .


Arya kaget melihat istrinya datang, ia langsung beranjak dari kursinya dan menghampiri Alice.


"Ini adalah istri saya, maaf saya baru sempat memperkenalkan pada bapak ibu"kata Arya sambil merangkul pundak Alice.


Seisi ruang menjadi ramai, satu sama yang lain saling berbisik.


'Pasangan yang serasi, yang satu tampan dan yang satu cantik' kata seorang ibu pada suaminya.


Arya berbisik pada Alice "Kok tidak kabarin aku mau kesini? tadi naik apa dari bandara?"


"Aku sudah nelpon berkali- kali ke kakak, tapi tidak dijawab. Aku minta jemput sama pak supir tua mu."


"Ehem..kita lanjutin rapat yach bapak ibu sekalian" kata pak ketua desa.


"Adakah saksi mata yang pernah melihat orang - orang itu?" tanya pak Ketua desa.


" Saya pernah lihat mereka di hutan pinus , jangan - jangan mereka sembunyi disana"kata seorang bapak muda.


"Kita sepakati, kalo warga melihat mereka langsung lapor ke Pak ketua desa dan kita akan segera menghubungi polisi. Gimana bapak ibu sekalian?"


"Setuju"


Akhirnya rapat berakhir pukul 21.30 .


Alice menguap, badannya merasa capek semua dan ia ingin segera tidur di ranjang yang empuk.


Arya yang melihat Alice tersenyum, ia menuntun Alice ke mobil.


"Nah, sekarang kamu bisa tidur" kata Arya sambil memakaikan safety belt Alice.


Alice hanya mengangguk pelan dan langsung tertidur.


Akhirnya mereka tiba di halaman rumah utama.


"Honey, bangun kita sudah sampai"


Alice hanya membuka matanya sebelah, dan ia langsung menggelengkan kepala nya tidak mau beranjak dari mobil .


Arya tersenyum dan menggendong Alice di belakang punggungnya menuju kamar tamu di sebelah kantornya.


Arya menggendong Alice sampai ke ranjang.


"Honey, mau aku ambilkan baju tidurmu?" tanya Arya .


" Aku lupa membawanya kak, Good night kak" kata Alice dengan mata tertutup.


"Good night honey"


Sambil menguap, Alice berjalan balik menuju ranjang.


Ia hanya menggenakan kaos putih dan ********** terlihat jelas oleh Arya.


Arya tersenyum melihat tingkah istrinya dan segera ke kamar mandi yang terletak di dalam kamar tamu ini untuk bertukar baju.


Ia keluar menggunakan kaos putih dan celana pendek.


Arya merebahkan dirinya disamping istrinya dengan dibatasi guling di tengahnya.


'Aku tidak akan menyentuhnya sebelum ia memberi ijin '


Arya melirik istrinya yang cantik sedang tidur dan membereskan anak rambutnya yang menghalangi matanya.


Akhirnya Arya tertidur karena ia kecapekan aktivitas hari ini.


Keesokan paginya


"Selamat pagi honey" kata Arya sambil mencium pipi Alice.


"Selamat pagi " kata Alice sambil menguap, ia melirik jam menunjukkan pukul 6 pagi.


"Aaa...masih pukul 6 , kenapa aku sudah dibangunin?" kata Alice sambil menarik selimutnya kembali.


Arya menarik lengan Alice sambil berkata


"Ayo bangun, istri harus bangun pagi menyiapkan sarapan buat suaminya" kata Arya.


"Jam segini kak, aahh kak aku masih kepagian. Aku tidur dulu sebentar yach kak, ok." kata Alice sambil tersenyum.


Arya spontan mengendong Alice dari ranjang, Alice meronta- ronta .


"Kalo tidak mau bangun, aku gendong sampai rumah ibu, biar ibu lihat kelakuanmu." kata Arya dengan nada tinggi.


"Kak, turunkan aku...oke oke , aku segera ke dapur." kata Alice dengan muka memelas.


Alice turun dari gendongan Arya, lalu segera memakai celana panjangnya dan menggulung rambutnya keatas.


Dengan terpaksa Alice mengikuti Arya berjalan menuju rumah utama.


"Selamat pagi ibu" sapa Arya sambil mencium pipi ibunya.


"Selamat pagi ibu"sapa Alice


"Selamat pagi Arya, siapa nama istrimu nak?maaf ibu lupa" sapa ibu dengan tersenyum.


"Alice, bu" kata Arya.


"Oh iya, selamat pagi Alice" sapa ibu dengan tersenyum.


"Sebentar ya bu, Alice mau membantu mbok di dapur" kata Arya sambil menarik lengan Alice ke dapur.


Alice terpaksa mengikuti Arya ke dapur.


Sesampainya di dapur, ia melihat si mbok sudah sibuk menyiapkan sarapan pagi hari ini.


"Permisi mbok, ada yang bisa saya bantu?" tanya Alice.


"Pagi non, non mau bantu saya, ini kupasin bawang merah ya non "


"Ok"


Alice mengupas bawang merah, tanpa terasa matanya merasa perih, ia mengedip - ngedipkan matanya sambil terus mengerjakan mengupas bawang merah.


Arya tertawa ngakak melihat istrinya yang jarang memasak di rumah.


"Arya ,kasihan Alice nak. Suruh Alice berhenti mengupas dan duduk di ruang makan saja menunggu mbok" kata ibunya kasihan melihat Alice.


"Tidak usah bu. Dia gadis yang kuat. Lagipula sebentar lagi selesai kok" kata Arya sambil tertawa.


Akhirnya Alice selesai mengupas bawang, dan Alice ikut menggoreng bawang merah..


"Hmm..wanginya harum nih mbok, aku jadi lapar" kata Alice..


"Cuci tanganmu dulu, jangan asal comot bawangnya honey" kata Arya tiba- tiba datang dari belakang Alice, sambil memukul tangan Alice yang hendak mencomot bawang.


"Aahh..sakit kak" teriak Alice.


' Dasar kak Arya nih, ngak tau perutku udah keroncongan'


Akhirnya makanan untuk sarapan disajikan ada nasi uduk, telur dadar ,tempe orek, timun, sambal dan bawang goreng.


Alice memegang perutnya, sambil menelan ludahnya.


"Ayo duduk, nanti kamu pingsan lagi" kata Arya sambil menuntun Alice.


"Siapa yang mau pingsan?" kata Alice dengan ketus .


Arya tertawa geli melihat muka Alice yang cemberut.


'Kalo ngak ada ibu disini udah aku cium dari tadi, ia sangat imut'


Arya menyendokkan nasi uduk dll pada Alice.


Muka Alice langsung ceria dan berkata


" Bu, kak , Danang saya makan dulu ya" kata Alice.


"Iya nak ,silakan" kata ibu yang kasihan melihat Alice kelaparan.


"Arya, kamu jangan buat Alice kecapaian dan kelaparan gitu"


"Kak, habis olahraga malam ya kak?"


Danang tertawa ngakak senyum geli.


"Iya semalam aku mengendong seseorang yang tidur lelap, tapi herannya yang digendong malah yang kelaparan" kata Arya sambil melirik Alice.


Alice tersedak dan pipinya merona merah.


Arya tersenyum sambil menyodorkan air putih dan Alice langsung meminumnya .


bersambung🙏


^Ayo Dukung terus Author dengan kaci VOTE, LIKE DAN COMMENT😁


Thanks🙏


^ Jangan lupa klik Favorite untuk Update cerita ini😊