Princess Alice

Princess Alice
79.Suami Yang Perhatian



🌹🌹Happy Reading🌹🌹


Arya menutup ponselnya lalu membuka laptopnya. Ia mengamati pergerakan saham perusahaannya hari ini .


Alice yang masih memakai bathrope menghampiri Arya. Dari punggung Arya ia melihat saham perusahaan jatuh drastis.


' S***. Siapa dalang yang membuat saham perusahaanku jatuh? Apakah Christian Bale?' gumam Alice.


Arya mengusap dahinya berkali- kali. Alice yang berdiri di belakang kursi yang diduduki Arya dapat melihat suaminya sangat cemas melihat saham perusahaannya menurun drastis.


Arya segera mengambil ponselnya dan memencet nomor whatsapp asistennya Dimas


Dimas📞: Hallo pak. Ada yang bisa dibantu?


Arya📞: Hai Dim, bagaimana kantor siang ini? Apakah ada pekerjaan yang tertunda olehku?


Dimas📞: Hmm...ada satu kontrak yang bapak harus tanda tangani hari ini. Kalo soal meeting hari ini dengan tim Design sudah diwakili pak Adrian pak.


Arya📞: Baiklah. Aku akan segera balik ke kantor siang ini.


Arya baru saja menutup ponselnya dan ia merasakan sepasang lengan sedang memijat bahunya. Ia menolehkan mukanya ke belakang mendapati istrinya yang sedang memijatnya .


"Honey, maafkan aku terpaksa balik ke kantor karena ada urusan yang harus aku selesaikan hari ini. Maaf aku tidak bisa menemanimu full hari ini honey." ucap Arya dengan mimik sedih.


Alice menundukkan punggungnya 45 derajat di depan suaminya,lalu ia menangkupkan kedua pipi suaminya sambil tersenyum


"It's okay sayang. Kau terlihat cemas siang ini. Makanya aku memijat bahumu supaya rileks. Aku ijinkan kau meninggalkan aku siang ini." ucap Alice tersenyum.


"Thanks honey. Aku akan segera balik secepatnya agar menerima pijatan darimu. " bisik Arya di telinganya .


"Hmm...ini doyan atau ketagihan HA? " ucap Alice mendelikkan matanya.


"Hahaha...toh tidak apa- apakan kalo sama istri sendiri? " ucap Arya tertawa terkekeh.


cup


Alice sedikit terkejut, tiba- tiba sepasang lengan menarik pinggangnya mendekat ke arah wajah Arya. Ternyata suaminya sedang mencium perut buncitnya.


' Hmm...suamiku perhatian sekali, aku jadi terharu.'


"Sayang, cepat pulang ya. Jangan lirik- lirik cewek seksi yang berkeliaran di kantor. Aku punya banyak mata loh di kantor." ucap Alice mendelikkan matanya.


" Hahaha...istriku lagi cemburu ya? Kau tau aku, siapa yang berkeliaran di sekelilingku hanya si Dimas. Memangnya dia seksi honey? Hahaha..." ucap Arya menggoda istrinya.


Alice yang cemberut langsung melemparkan bantal- bantal yang ada di sofa ke arah Arya.


"Ampun honey...Jangan marah lagi dong honey. Ingat bumil dilarang marah!tidak baik buat baby." ucap Arya tersenyum smirk.


Alice menghentikan semua aktifitasnya, ia baru saja akan melempar vas bunga yang ada di meja .


' Oops...benar juga. Kok aku jadi mudah marah ya? sensitif banget . Ini karena hormon ibu hamilkah?' gumamnya.


Arya yang melihat istrinya yang sudah mereda emosinya segera mencium kening Alice dan pamit untuk segera ke kantor.


Arya mengendarai mobilnya dengan cepat. Ia ingin segala urusan cepat selesai sebelum matahari terbenam karena Alice menunggunya di rumah.


Di Kantor Arya


tok...tok


" Masuklah." ucap Arya tanpa melirik sekalipun ke arah pintu.


" Siang pak. Saya membawakan kontrak yang harus bapak tanda tangani hari ini." ucap Dimas menyerahkan dokumen- dokumen yang harus boss nya tanda tangani.


Arya membaca dokumen- dokumen itu dengan teliti setelah itu ia menanda tangani kontrak itu. Setelah menanda tangani dokumen- dokumen itu ,ia menyerahkan pada asistennya.


" Dim, kau telah mengecek siapa- siapa aja yang menjual saham kita hingga saham kita hari turun drastis?" tanya Arya dengan mimik tegang.


"Sudah pak. Ada satu nama yang mencurigakan pak. Bramantya Group belum lama ini menjadi salah satu pemegang saham di perusahaan kita dan CEO Bramantya Group sekarang adalah Farel Bramantya merupakan teman sekolah Pak Adrian pak." ucap Dimas.


Arya menyimak semua informasi yang diberikan Dimas padanya.


"Terima kasih Dim. Kau boleh melanjutkan pekerjaannya." ucap Arya.


"Oh iya Dim. Dimana Adrian sekarang?Apakah ada di ruangannya?" tanya Arya.


" Tidak pak. Pak Adrian ijin mengantar istrinya ke dokter kandungan tadi siang sehabis makan siang. Kelihatan istrinya sudah memasuki bulan terakhir untuk melahirkan pak." ucap Dimas.


" Marisa akan melahirkan?" ucap Arya tertegun sambil mengingat Alice yang ada di apartment sendirian.


" Ok. Kau boleh melanjutkan kembali pekerjaanmu." ucap Arya.


" Pak. Hari ini saya ijin pulang duluan ada keperluan, lagipula ini sudah pukul 6 sore." ucap Dimas gugup sambil mengaruk tengkuknya.


" Mau kemana kau? kencan ?" ucap Arya menautkan kedua alisnya penasaran.


"Hmm...iya pak dengan Kirana." ucap Dimas dengan suara kecil.


Arya tersenyum lalu mengibaskan tangannya memberi kode agar Dimas bergegas meninggalkannya.


Arya tersenyum mengingat Alice yang juga sedang hamil .


' Alice sedang apa sekarang?' gumam Arya.


Di Apartment


Setelah suaminya pergi, ia mengambil ponselnya dan memencet nomor Dimas


Dimas📞: Hallo nona muda. Apa kabarmu? Maaf tadi pagi saya terburu- buru sehingga tidak sengaja menyebabkan kejadian itu nona.


Dimas📞: Saya sudah mengecek nona. Yang paling mencurigakan adalah Bramantya Group. Belum lama ini mereka membeli saham kita dalam jumlah besar sekarang mereka menjual semua saham yang dimilikinya.


Alice📞: Siapa CEO nya sekarang?


Dimas📞: Farel Bramantya. Dia teman Pak Adrian nona.


Alice📞: Ok Dim. Silakan melanjutkan pekerjaanmu. Terima kasih infonya.


Alice menutup ponselnya sambil mengingat- ingat sosok Farel Bramantya.


Akhirnya Alice mengingat sosok Farel Bramantya sambil mengepalkan kedua tangannya.


Farel Bramantya sosok pemuda yang dikenal Alice waktu SMA, ia kakak kelas Alice dan satu angkatan dengan Adrian. Pemuda yang arogan, suka foya- foya dengan uang orang tuanya dan suka membully anak yang dianggapnya lemah dan tidak sederajat dengan dirinya.


Alice menginggat Adrian yang dulu pernah dibully oleh Farel dan teman- temannya. Alice membantu Adrian yang dipukuli Farel dan teman- temannya. Alice juga hampir dilecehkan oleh Farel tapi ia ditolong Alex yang menjadi kekasihnya waktu SMA .


Tak terasa matahari sudah terbenam, cahaya matahari mulai perlahan meredup.


Alice melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 6 sore. Ia bergegas mengganti baju rumah dengan dress rancangannya khusus bumil.


Ia mematut dirinya dengan puas di depan cermin. Dress warna orange dengan kerah sabrina dan di atas lutut. Ia mengambil sepatu flat, tas jinjing merk LV dan memakai kacamata hitamnya .


Lalu bergegas keluar dari apartment menuju lantai lobby. Lalu ia memesan taksi online untuk mengantarnya ke perusahaannya.


Hanya memerlukan sekitar 20 menit, ia tiba di lobby perusahaan keluarganya. Pak Satpam yang mengenalnya langsung menundukkan kepalanya


"Selamat malam nona Alice." ucap pak satpam.


" Malam pak. Pak Arya masih ada di kantor?" tanya Alice.


" Masih nona. Mobilnya masih berada di pelataran parkir kantor." ucap pak Satpam sambil menempelkan card access untuk masuk ke dalam gedung.


Alice memencet tombol naik di depan lift.


tring


Alice melangkahkan kakinya ke dalam lift. Hanya dalam beberapa detik ,ia sudah tiba di lantai 15 . Alice bergegas keluar dari lift menuju ruang Arya. Di ruangan luas tempat para staf bekerja yang berbatasan partisi antar bilik tampak lenggang tidak ada orang satupun. Akhirnya Alice sampai di depan ruang Arya.


ceklek


Alice mengintip ke dalam ruang Arya. Tampak Arya masih berkutat di depan komputernya tanpa menyadari kedatangan Alice.


Alice tersenyum, ia melangkahkan kakinya dengan berjinjit menuju kursi Arya. Ia melingkarkan kedua lengannya menutupi mata Arya.


Arya yang terkejut lalu melepaskan lengan Alice yang menutupi matanya. Lalu Arya menarik lengan Alice sehingga Alice terjatuh di pangkuannya.


Arya tersenyum melihat pipi Alice merona.


"Hmm...sepertinya ada nona muda yang sedang menggodaku malam ini?" ucap Arya tersenyum smirk sambil melirik istrinya.


"Siapa yang menggodamu?" tanya Alice menautkan kedua alisnya.


"Ini bajumu yang sangat menggoda honey" bisik Arya di telinga Alice.


"Ini rancanganku sendiri agar ibu hamil tetap terlihat seksi dan cantik." ucap Alice dengan muka serius.


" Iya . Aku mengerti dan para suami bisa betah di rumah. Bukankah begitu honey?" ucap Arya melirik istrinya sambil tersenyum smirk.


"Hmm..." ucap Alice


Belum sempat Alice menjawab, bibir Alice dikecup Arya, Alice membalas ciuman yang lembut itu. Ciuman itu berubah menjadi semakin hot hingga Alice merasakan kehabisan nafas.


Alice yang merasa tangan Arya yang mulai bergerilya di tubuhnya segera ditahan Alice.


" Sayang, nanti saja di rumah mainnya. Sekarang kita makan dulu yuk. Aku sangat lapar." ucap Alice dengan meruncingkan bibir seksinya.


Arya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil tersenyum .


"Okay honey. Kita cari makan dulu. Habis itu kita lanjutkan permainan yang belum selesai ini ya." ucap Arya tersenyum smirk.


Alice menganggukan kepalanya sambil menarik lengan suaminya untuk segera keluar dari ruangan kerjanya.


Arya tersenyum sambil merangkul pinggang istrinya yang mulai melebar mengikuti kemauan istrinya.


"Malam ini kau ingin makan apa honey?" tanya Arya .


"Aku sudah mencatat list daftar makanan yang ingin aku makan kalo sudah pulang ke Indonesia. Aku ingin makan sate ayam, ketoprak dan minum juice alpukat." ucap Alice.


"HA...banyak sekali honey. Apakah kau sanggup memakannya?" tanya Arya.


" Entahlah. Ayo sayang kita segera mencari makanan- makanan itu." ucap Alice.


Arya menganggukan kepalanya sambil mengelus perut buncit istrinya.


' Baiklah. Sepertinya babyku dan mommy nya sedang ingin makanan- makanan itu. Aku akan memenuhi keinginan mereka berdua.' gumam Arya.


Alice melirik suaminya dan tersenyum


' Sayangku memang suami yang perhatian. Terima kasih Tuhan telah mempertemukan kami berdua.' gumam Alice


Bersambung🙏


^ Ayo dukung author dengan beri Vote, Like dan Comment😁


Thanks🙏


^ Jangan lupa klik Favorite untuk update cerita ini