Princess Alice

Princess Alice
63.Wanita Misterius



🌹🌹Happy Reading🌹🌹


Hari Pernikahan Adrian


Waktu terus berlalu, tiba saatnya hari yang ditunggu- tunggu bagi pasangan Adrian dan Marisa.


Pagi- pagi sekali sudah terjadi keramaian dan kehebohan di Mansion Nyonya. Tampak Alice dan Olivia sibuk wara- wiri di kamar Olivia , mereka sedang mencoba beberapa pakaian gaun pesta untuk menghadiri pesta Pernikahan Adrian .


Setelah beberapa menit, Alice menentukan gaun panjang one shoulder warna pink dan sepatu high heels yang akan ia gunakan siang hari ini. Sedangkan Olivia menggunakan gaun selutut model halter neck warna pink dan sepatu high heels.


Mereka berdua saling bercerita dari hal- hal lucu yang mereka baca sampai soal kekasih mereka. Alice bagaikan kakak perempuan buat Olivia, karena ia tidak mempunyai saudara kandung selain dengan Adrian.


Olivia bercerita tentang Devon sahabat Alice yang sekarang menjadi kekasihnya.


"Kak, Devon itu pria yang sangat baik dan lembut hatinya. Ia sering membantuku waktu aku kesulitan dan menemaniku sewaktu aku sedih mengingat papaku kak." cerita Olivia sambil tersenyum bahagia.


Alicia mendengarkan cerita Olivia tersenyum bahagia sambil bergumam


'Semoga Devon selalu menjaga dan melindunginya selama- lamanya dan pria pilihan yang tepat buat Olivia.'


Waktu sudah menunjukkan pukul 8 pagi. Tampak kesibukan di kamar calon pengantin wanita .


tok..tok..


"Iya. masuk." ucap Marisa.


Alice melangkahkan kakinya masuk ke ruangan dimana Marisa sedang dimake up oleh MUA ternama yang disewa Adrian untuk acara pernikahannya.


"Hallo Mar, gimana rasanya hari ini?" tanya Alice sambil tersenyum.


"Hallo nona Alice. Rasanya campur aduk senang, deg deg an, bahagia . Pokoknya ya gitu deh nona." ucap Marisa malu- malu.


"Kamu jangan panggil aku nona. Sebentar lagi kamu jadi kakak iparku dan usia kita hanya terpaut 1 tahun. Panggil aku Alice aja ,Mar" ucap Alice.


"Baiklah nona...eh Alice." ucap Marisa tersenyum malu.


Selesai dimake up oleh MUA , pengantin wanita serta keluarga berangkat menuju gereja untuk pemberkatan pernikahan. Tepat pukul 9.30 pasangan pengantin itu melaksanakan pemberkatan pernikahan secara sakral di gereja.


Setelah selesai acara di gereja , pengantin dan keluarga segera menuju hotel tempat resepsi. Setelah tiba mereka langsung menuju ruangan dimana ada seorang petugas catatan sipil, Adrian dan Marisa menandatangani dokumen pernikahan mereka dan sekarang mereka sah sebagai pasangan suami istri.


Tepat pukul 1 siang sang pengantin pria dan wanita keluar dari dalam ruangan dan berjalan menuju tempat pelaminan. Para tamu menyambut kehadiran mereka dengan memberikan tepuk tangan yang meriah. Para tamu undangan yang datang diperkirakan 1000 orang.


Pesta pernikahan Adrian lebih megah dibanding pesta pernikahan Alice.


Alice sendiri tidak begitu peduli hal itu, hanya ia melihat Arya terlihat tidak begitu bersemangat menghadiri acara pernikahan ini. Alice menghampiri Arya suaminya yang berdiri di pojok ruangan


"Ehem...ada apa denganmu kak ? Apa kakak cemburu dengan kak Adrian karena pesta pernikahannya lebih megah dari pesta kita?atau kakak sedang tidak enak badan?" tanya Alice menggelayuti lengan Arya dengan manja.


Arya tersenyum lalu mengelus kepala Alice dengan lembut, lalu ia sedikit membungkukkan badannya dan berbisik di telinga Alice


" Aku tidak iri dengan kemegahan pesta Adrian. Hari ini aku sedikit tidak enak badan, apalagi lusa istriku mau pergi meninggalkanku selama 6 bulan. Bukankah semua suami pasti merasa kehilangan honey?" bisik Arya di telinga Alice.


Alice terdiam sesaat, ia merasa hatinya ikut sedih mendengar perkataan Arya seorang yang saat ini paling disayanginya.


'Kalo aku menjawab aku masih muda dan ingin belajar design lebih lanjut. Aku menjadi wanita egois yang tidak memikirkan suami. Apa yang harus kukatakan padanya?' gumam Alice.


Arya yang melihat istrinya terdiam cukup lama, ia tersenyum dan menggodanya


"Apa sebaiknya aku menanam benih malam ini sehingga istriku tidak jadi pergi ?" bisik Arya menggodanya.


"Dasar otak mesum. Aku tidak mau." ucap Alice sambil menjulurkan lidahnya dan pergi meninggalkan Arya.


Arya tertawa geli melihat tingkah istrinya. Ia melihat sekeliling ruangan, tiba- tiba matanya menatap seorang wanita separuh baya yang masih terlihat cantik. Ia merasa mengenali wajah wanita itu, tetapi ia lupa namanya. Tiba- tiba Arya ingat


'Itu Madam Rose pemilik Club Z. Apa dia ada hubungan dengan keluarga Tjokro?'


Arya mengamati gerak- gerik Madam Rose. Madam Rose berjalan menuju Nyonya Margaret.


"Selamat malam Nyonya Margaret. Apa kabarmu? Aku rasa kau semakin tua Nyonya. Oh iya, aku ucapkan selamat atas pernikahan cucu laki- lakimu. Semoga para pria keluarga Tjokro kerasan hidup berdampingan denganmu. " ucap Madam Rose menyindirnya.


Nyonya Margaret terkejut atas kehadiran Rose yang sudah lama menghilang sekarang tiba- tiba muncul kembali di hadapannya.


"Kurang a*** , siapa yang mengundangmu wanita ja**** ke pesta pernikahan cucuku?" tanya Nyonya.


" Hahaha...ada apa denganmu Nyonya? apa aku seperti hantu buatmu?Aku akan membuatmu kehilangan seluruh pria keluarga Tjokro satu persatu. Hahaha" ucap Madam Rose tertawa keras sehingga semua orang di ruangan pesta menoleh pada Nyonya dan Madam Rose.


Arya tertegun dan mencoba menerka apa hubungan Nyonya dan Madam Rose begitu dekat? apa mereka berdua merupakan kerabat keluarga Tjokro juga?


Alice yang terburu- buru ke toilet tanpa sengaja menabrak seorang pria sehingga tas kecil yang dipegangnya terjatuh


Ia langsung berjongkok sambil mengambil tas kecil hitamnya yang jatuh.


Tiba- tiba sebuah tangan ikut membantu mengambilkan tas kecilnya juga.


"Thanks pak." ucap Alice sambil menatap wajah pria tampan yang berada di depannya.


Pria tampan itu bermata biru ,berambut coklat, memiliki badan six pack dan memiliki tinggi kira- kira 170 cm. Tiba- tiba pria tampan itu menjulurkan tangannya


" Hallo my name is Cristian Bale." ucap pria tampan itu.


" Hallo . My name is Alice. Thanks" ucap Alice sambil menjulurkan tangannya tersenyum.


Alice lalu berdiri dan merapikan gaunnya sambil tersenyum ia melangkahkan kakinya meninggalkan pria itu.


Pria tampan itu masih memperhatikan Alice sampai Alice menghilang diantara para tamu.


'Sebentar lagi kau akan menjadi milikku.'


Alice akhirnya mendaratkan tubuhnya di sebuah kursi yang bertuliskan khusus keluarga pengantin.


Tiba- tiba Arya duduk di sebelahnya. Arya berbisik di telinganya


"Honey, kau darimana aja?" bisik Arya.


"Dari toilet." ucap Alice ketus.


Arya tersenyum melihat tingkah Alice.


"Apakah kau mengenal wanita itu?" ucap Arya menunjuk pada seorang wanita separuh baya yang sedang bertengkar dengan omanya.


"Tidak mengenalnya kak. Ada apa dengan oma dan wanita itu kak?" tanya Alice .


"Sepertinya mereka mengenal di masa lalu, dan sekarang mereka sedang beradu mulut." ucap Arya masih menatap wanita yang bernama Madam Rose.


Tiba- tiba datang petugas security mencoba membantu meleraikan pertengkaran itu. Wanita bernama Madam Rose itu mengalah , ia membalikkan badannya dan melangkahkan kakinya menuju pintu keluar.


Arya segera bangun dari kursinya dan mengejar wanita itu. Alice yang heran dan penasaran ikut bangun dari kursi dan mengejar Arya.


"Permisi Madam. Apakah anda adalah Madam Rose? Anda ingat saya? Saya Aryasatya madam ,anak kuliah yang bekerja di club anda." ucap Arya sambil menjulurkan tangannya.


Madam Rose tersenyum lalu menjulurkan tangannya.


"Astaga kamu Arya. Madam sampai tidak mengenalmu lagi. Kau sudah menjadi pria tampan yang dewasa." ucap Madam Rose mengelus pipi Arya.


"Ehem... maaf Madam, bisakah kau lepaskan tanganmu dari pipi suamiku!" ucap Alice dengan suara keras sambil menatap wanita separu baya itu.


"Oops...sorry. Anda siapa nona?" tanya wanita separuh baya itu.


Arya buru- buru menengahi para wanita ini.


" Maaf madam. Saya lupa mengenalkannya ini istriku Alice. Maaf madam atas ucapan istriku." ucap Arya sambil mendelikkan matanya pada Alice.


Alice masih cemberut .Ia tidak mau menjulurkan tangannya untuk menyapa orang yang lebih tua. Akhirnya Arya yang menuntun tangan Alice untuk berjabat tangan pada wanita yang dipanggil Madam Rose itu untuk meminta maaf.


Madam Rose tersenyum lalu menjulurkan tangannya juga untuk saling berjabat tangan tanda saling bermaafkan.


" Tidak apa- apa Arya. Saya mengerti kecemburuan seorang istri." ucap Madam Rose tersenyum sambil melirik Alice.


"Apakah anda punya masalah dengan omaku? Kenapa anda beradu mulut dengan omaku tadi ?" tanya Alice penasaran.


"Oo..ternyata kau cucu Nyonya Margaret. Pantas saja kau memiliki sorot mata yang sama dengannya. Aku hanya menyapa Nyonya, aku tidak tau ada masalah apa dengannya?Kau tanyakan saja dengan omamu! " ucap wanita separuh baya itu.


Madam Rose lalu pamit pada Arya dan melangkahkan kakinya menuju pintu keluar hotel.


Alice menatap kepergiannya wanita separuh baya itu


' Wanita yang misterius. Ada hubungan apa dengan omaku?'


BERSAMBUNG🙏


^ Ayo dukung terus Author beri Vote, Like dan Comment😁


Thanks🙏


^ Jangan lupa klik Favorite untuk update cerita