Princess Alice

Princess Alice
101.Kepergian Nyonya Besar



🌹🌹Happy Reading🌹🌹


"Kau anak bodoh! kau mau ditipu gadis licik itu ya? atau kau jangan- jangan suka padanya? Enak aja. Perusahaan gadis itu milik kita my son." teriak lady Rose.


Chris terus menarik lengan mommy nya. Tiba- tiba mommy nya menarik sesuatu dari tasnya.


dor...dor..


Sebuah pistol dikeluarkannya dan sebuah peluru melaju kencang menuju Alice. Alice memejapkan matanya kembali.


Bruuukkk


Terdengar suara jeritan dari ruangan VIP itu. Alice membuka matanya, ia merasa badannya ditindih seseorang. Ia terkejut melihat tubuh oma nya berada di atas tubuhnya.


" Oma...oma bangun.Hiks...hiks.." ucap Alice sambil menangis sesunggukan.


Terlihat aktivitas di ruangan itu, Dimas dan Arya sedang menelpon seseorang. Pak Hanif sekretaris oma nya berjongkok di dekat Alice sambil memeriksa denyut Nyonya besarnya.


Tiba- tiba polisa datang lalu membawa Madam Rose yang tertawa terbahak- bahak.


" Rasakan itu Nyonya Margaret. Kau tidak akan memiliki pewaris perusahaanmu. Perusahaanmu menjadi milikku...Milikku, dengar Nyonya Margaret..HAHAHA.." tawa Madam Rose terdengar di seluruh ruangan restaurant itu.


Terlihat Chris yang duduk di sebuah kursi dengan posisi membungkukkan kepalanya dan kedua tangannya menutupi wajahnya. Ia menitikkan air matanya , ia segera menghapus air matanya dengan jari tangannya.


Chris bangun dari kursinya, ia berjalan menuju tempat Alice yang duduk di lantai sambil memegang kepala oma nya. Chris menatap adik sepupunya yang menangis sesunggukan.


' Maafkan mommy ku yang penuh kedengkian pada oma mu Alice.'


Beberapa saat kemudian, datanglah petugas medis dengan sigap mengangkat tubuh oma nya ke tandu ambulance.


Alice segera berdiri ingin melangkahkan kakinya menyusul omanya, tiba- tiba sebuah tangan memegang lengannya. Alice menengadahkan wajahnya ternyata suaminya yang langsung memeluknya.


" Kak. Aku ingin mengikuti ambulance yang membawa oma. Hiks...hiks.." ucap Alice sambil menangis sesunggukan.


Arya mengusap punggung istrinya dan berbisik


"Baiklah honey. Aku akan mendampingimu." bisik Arya di telinganya.


Chris mendekati Alice dan Arya, sebelum mereka hilang dari pintu ruangan VIP itu.


" Alice.." sapa Chris


Alice menolehkan mukanya ke arah Chris, tangan Arya yang menuntun Alice dilepas Alice. Alice berjalan mendekati Chris dengan tatapan sedih.


" Maafkan aku atas kejadian tadi." ucap Chris dengan ekspresi sedih.


" Itu bukan salahmu Chris." ucap Alice tersenyum


Alice pamit pada Chris, ia hendak menyusul oma nya ke rumah sakit. Arya menggandeng tangan istrinya meninggalkan ruangan VIP di restaurant itu.


Di sepanjang jalan menuju rumah sakit, hanya terjadi keheningan. Mereka sibuk dengan pikiran masing- masing. Arya beberapa kali melirik istrinya yang duduk di sebelahnya. Ia bisa melihat dengan jelas wajah penuh kecemasan yang tergambar di wajahnya. Arya mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang untuk menuju ke rumah sakit.


Setelah menghabiskan waktu 30 menit, mereka tiba di sebuah rumah sakit swasta terkenal di kota.


Nyonya besar langsung ditangani oleh dokter bedah untuk operasi.


Alice bergegas keluar dari mobilnya dan berjalan memasuki pintu utama rumah sakit. Setelah beberapa menit berbicara dengan bagian administrasi. Ia pun berjalan ke area ruangan operasi.


Alice melihat dari kejauhan seorang pria separuh baya berjalan mondar- mandir. Ia telah mengabdi 30 tahun pada perusahaannya menjadi sekretaris Nyonya besar 'Tjokro' Grup. Bahkan ia belum menikah. Ia adalah Pak Hanif.


Terdengar suara kaki melangkah dengan cepat. Pria separuh baya itu menolehkan wajahnya ke arah suara kaki melangkah. Ia menatap nona mudanya yang cantik dimana saat ini wajahnya diliputi kecemasan. Di belakangnya tampak suaminya seorang pria muda tampan mengikuti istrinya dengan setia.


" Pak Hanif, bagaimana operasi? bagaimana keadaan oma ku?" tanya Alice dengan nafas masih tersengal- sengal.


Arya merangkul pinggang istrinya dan menuntun ke arah kursi tunggu yang berada di depan ruangan operasi.


" Sabarlah honey. Aku akan menemanimu, sekarang pejamkan matamu beristirahatlah!." bisik Arya pada istrinya sambil merebahkan kepala istrinya di dadanya.


Beberapa menit kemudian terdengar suara sepatu high heels wanita berjalan dengan cepat dan suara tangis sesunggukan seorang wanita.


Alice membuka matanya dan melihat tante Shanon sedang berjalan bersama Olivia adik sepupunya menuju padanya.


Alice menegakkan badannya dan bangun dari kursi yang didudukinya . Ia berjalan mendekati tante Shanon yang sedang menangis sesunggukan.


" Alice. Bagaimana operasinya? apakah oma baik- baik saja?" tanya tante Shanon.


Alice menuntun tante Shanon bersama Olivia menuju sebuah kursi tunggu .


" Tenang dan sabar tante. Operasinya belum selesai. Kita tunggu sampai dokter keluar dari ruangan operasi. Mereka pasti memberitahukan kita hasilnya." ucap Alice sambil mengelus- ngelus pundak tante Shanon yang masih terlihat cantik di usia setengah abad.


Setelah enam jam mereka menunggu , seorang dokter pria berusia setengah abad datang menghampiri mereka bersama seorang dokter muda asistennya. Semua orang yang menunggu menolehkan wajahnya ke arah dokter setengah baya itu dan dokter muda itu.


" Siapa yang disini bernama Alice? Nyonya besar ingin menemuinya." tanya dokter pria setengah baya itu.


Alice bangun dari kursinya dan berjalan menuju dokter setengah baya itu.


" Saya dok." ucap Alice.


" Silakan ikut saya!" ucap dokter muda yang berdiri di belakang dokter setengah baya itu.


Alice berjalan mengikuti dokter muda itu. Alice memasuki sebuah ruangan, seorang perawat memberikan sebuah baju berwarna hijau, masker, topi serta sarung tangan. Alice bergegas memakainya.


Setelah beberapa menit ia selesai memakainya. Ia berjalan memasuki ruangan ICU yang terletak tidak jauh dari ruangan operasi.


Dari keterangan dokter muda itu, operasi telah selesai dari empat jam yang lalu. Sekarang kondisi oma nya telah sadar dan berada di ruangan ICU. Tetapi kondisi tubuhnya masih dalam status kritis karena pelurunya mengenai organ tubuh yang vital walaupun pelurunya berhasil di keluarkan dokter.


Setelah dipersilakan dokter, Alice berjalan memasuki ruangan ICU. Ia menatap oma nya yang sedang berbaring, tangannya tersambung dengan selang infus serta di dadanya ditempel sebuah alat yang terhubung dengan sebuah layar monitor yang menunjukkan tekanan darah serta denyut jantung.


Alice berjalan mendekati bed tempat oma nya berbaring. Alice menyentuh punggung tangan oma nya terasa hangat.


" Halo oma tersayangku. Cepatlah sehat kembali dan kita akan liburan bersama oma." ucap Alice sambil tangannya yang satu mengelus pipi oma nya.


Oma nya membuka matanya setelah mendengar suara cucu kesayangannya. Ia menitikkan air matanya hingga menetes di pipinya.


" Alice sayang, dengarkan aku baik- baik. Kau kuserahkan semua perusahaanku, jadilah pemimpin yang bijak. Setelah aku tiada, kau juga harus menjadi kepala keluarga 'Tjokro' Grup dan menjadi pemersatu keluarga. Pengacaraku yang menyimpan surat wasiatku akan mengumumkan surat wasiatku setelah aku tiada." ucap oma nya dengan suara yang semakin kecil dan nafas terengah- engah.


" Oma, kau harus pulih. Aku tidak menginginkannya oma.Hiks...hiks.." ucap Alice menangis sesunggukan.


Sebuah tangan menariknya keluar dari ruangan ICU. Alice sekarang berada di luar ICU menatap kosong lewat jendela kaca ke arah oma nya . Tampak kesibukan perawat dan dokter yang berjalan mondar mandir di sekitar bed oma nya.


Alice mendengar suara sepatu berlari mendekatinya. Sebuah tangan merangkul pinggangnya, ia menolehkan mukanya melihat suaminya tersenyum padanya.


" Jangan kuatir honey, aku akan menemanimu dan menjagamu selalu." bisik Arya di telinga istrinya sambil merebahkan kepalanya ke dadanya.


Terdengar suara tangisan sesunggukan dari sekitar Alice setelah dokter mengumumkan kepergian oma nya di pukul 16.15 sore ini.


' Selamat tinggal omaku tersayang. Semoga arwahmu tenang dan damai di surga. Amin.'


Bersambung🙏


^ Ayo dukung author dengan beri Vote, Like dan Comment😁


Salam sehat selalu ya guys..Thanks🙏


^ Jangan lupa klik Favorite untuk update cerita terbaru😁🙏