Princess Alice

Princess Alice
46.Hadiah Permintaan Maafmu



🌹🌹Happy Reading🌹🌹


Arya sibuk dengan lamunannya


'Mengapa Angel menculik Alice?Apasebabnya?sedang Juwita aku mengenal sifat possesivenya.'


Akhirnya mereka tiba di Mansion Alice. Penjagaan di Mansion Alice diperketat dengan tambahan para Pengawal Nyonya yang dibagi 2 shift. Pintu gerbang utama dibuka, mobil hitam Arya masuk ke halaman Mansion yang luas dan dikelilingi taman bunga yang indah. Arya keluar dari mobil, ia dituntun jalan oleh Alice, lengan kiri Arya dibalut perban terluka sayatan pecahan kaca oleh Juwita. Alice menuntunnya menuju kamar mereka di lantai atas.


Sesampainya di kamar, Arya duduk di sofa sambil menunggu Alice. Alice memasukin walk in closet untuk berganti baju blazer dress dengan kaos tanpa lengan dan celana pendek.


Setelah itu Alice masuk ke kamar mandi menyiapkan air di bath up untuk Arya mandi. Setelah selesai menyiapkan air di bath up, Alice keluar dari kamar mandi dan menghampiri Arya


"Kak, mari aku bantu melepaskan bajumu." kata Alice sambil membuka kancing kemeja dan mengeluarkan lengan yang terluka dari bajunya perlahan.


Arya menatap istrinya yang sedang membantunya mengeluarkan lengannya terluka dari baju.


'Ia begitu manis kalo tidak keras kepala. Aku sangat merindukannya.'


Alice menuntunnya ke kamar mandi. Setelah menyiapkan handuk dan bathrope Arya, Alice bergegas keluar dari kamar mandi. Tiba- tiba tangan Arya memegang lengan Alice, Alice menolehkan mukanya ke arah Arya


"Jangan pergi dulu honey, aku masih butuh bantuanmu?" kata Arya memasang muka memelas.


"Apa lagi kak yang kurang?" tanya Alice sambil melihat ke sekelilingnya.


Arya memberi kode dengan jari telunjuk agar mendekatkan telinga Alice padanya.


Alice menundukkan punggung & kepalanya ke arah Arya yang sudah berada di bath up.


Arya berbisik di telinga Alice


"Aku minta hadiah permintaan maaf darimu sekarang."


Sontak pipi Alice merona malu, Arya yang melihat pipi Alice tersenyum makin menggodanya


"Ayo honey, kau bantu gosokkan punggungku. Tanganku hari ini tidak bisa digunakan karena melindungimu Princess."


Alice mengalah, ia berjongkok di tepi bath up mulai menggosok punggung Arya dengan lembut, lalu lengan Arya dengan hati- hati lalu dadanya yang bidang membuat Alice mengigit bibir bawahnya karena gugup


'Kenapa hatiku berdegup kencang ngak karuan begini hanya melihat dadanya yang bidang.'


Arya menganggunya dengan menyiram air ke kaos Alice, sehingga kaos Alice basah dan terlihat dalaman yang menggoda.


'S***, kenapa dirinya begitu menggoda?tapi aku suaminya aku berhak untuk itu.'


"Kak, kau membuat kaosku basah semua." teriak Alice kesal.


Arya memberi kode dengan telunjuk sehingga Alice harus mendekatkan wajahnya ke arah Arya.


"Honey tolong gosokkan kaki dan pahaku." pinta Arya memasang muka memelas.


"Tidak mau. Kakak aja sendiri." kata Alice hendak mengangkat kepalanya, tapi tengkuknya ditahan oleh sebuah tangan yang kekar.


Arya langsung mel**** bibir yang sangat dirindukannya, Alice yang terkejut membelalakan matanya tetapi lama kelamaan ia menikmati permainan li*** Arya yang memasuki mu***nya dengan memaksa mengigit bi*** bawah Alice.


Alice berhenti sesaat karena kehabisan nafasnya.


Arya tersenyum melihat Alice , ia segera menariknya masuk ke bath up. Tanpa disadarinya Alice membuka kaosnya yang basah, Arya langsung menyerangnya. Alice menikmati permainan yang dilakukan suaminya, ia pun memberikan kepuasan pada suaminya.


Setelah dua jam permainan mereka, Arya menggandeng Alice yang berbalut bath rope keluar dari bath up. Mereka berjalan ke walk in closet, Alice membantu Arya memakaikan baju piyama tidurnya.


"Terima kasih honey atas hadiah permintaan maafmu." kata Arya sambil menatap Alice .


Alice tersenyum dan ingin segera berlalu dari Arya menutupi pipinya yang mulai berubah warna.


Arya memilihkan Alice baju tidur untuknya.


" Ini untukmu. Dipakai ya, aku tunggu di ranjang." kata Arya berbisik di telinganya.


Alice menatap baju kekurangan bahan yang berwarna merah maroon ini sambil bergumam


'Dasar mesum. Aku pasti dikerjain lagi nih kalo memakai lingerie ini.'


'Ini kesempatanku untuk keluar dari kamar.'


Alice berlari kecil ke arah pintu. Ia mencoba membuka pintu tetapi ia tidak bisa membukanya.


"Mau kemana honey, kunci pintunya ada di aku." kata Arya yang tertawa melihat tingkah istrinya .


Alice membalikkan badannya dan berjalan menghampiri Arya di ranjang


"Ayolah kak, beri aku kuncinya. Aku sudah ngantuk mau tidur di kamar sebelah." kata Alice memasang muka memelas.


"Siapa yang mengijinkan istri tersayangku tidur di kamar sebelah?" kata Arya sambil menarik pinggang Alice yang ramping.


"Baiklah kak. Aku akan tidur di sebelahmu, tapi dengan 1 syarat kakak tidak melanjutkan permainanmu malam ini. Aku janji akan memberimu permainan menyenangkan besok hari.oke." kata Alice memasang muka memelas.


Arya mengalah sambil menganggukan kepalanya.


Ia menepuk ranjang dengan tangannya


"Ayo sini, berbaringlah di sebelahku honey." kata Arya tersenyum menggodanya.


"Baiklah. Aku akan berbaring di sini." kata Alice sambil menaruh guling di tengah antara mereka.


Alice berbaring membelakangi Arya. Arya jail ia menggeser guling itu. Alice merasakan tangan Arya sudah memeluk pinggang Alice. Alice pasrah karena ia sudah lelah setelah permainan panas mereka. Akhirnya mereka tertidur pulas.


Keesokan paginya


Kring..kring..


Alice terbangun sambil melirik jam weker yang ada di nakas sebelah ranjangnya menunjukkan pukul 6 pagi. Ia berdoa pagi dulu seblom ia turun ke lantai bawah menuju dapur.


Pagi ini Alice membuatkan sarapan sandwich isi hamburger serta jus apel.


"Good morning honey." kata Arya sambil memeluknya dari belakang.


"Good morning." kata Alice sambil meletakkan piring berisi sandwich isi hamburger dan segelas jus apel di meja makan.


"Ayo dimakan kak!" pinta Alice sambil tersenyum


Arya memakan sandwich buatan Alice sambil tersenyum bahagia dan ia memuji sandwich buatannya istrinya. Mereka berbincang dan bercanda bersama di meja makan.


Arya menatap istrinya yang sedang makan sambil bergumam


'Ia adalah istriku tidak akan pernah kulepaskan walaupun kontrak 2 tahun sudah selesai.'


Setelah selesai makan Arya bergegas ke kamar untuk mandi. Alice menyusulnya membantu membukakan bajunya .


"Kak, kamu sudah bisa mandi sendiri blom?" tanya Alice sambil menatapnya.


" Blom. Kamu bisa membantuku? Aku berjanji tidak akan macam- macam padamu." kata Arya memasang muka memelas.


Alice membantu membersihkan diri Arya. Setelah selesai mandi ,Alice dengan telaten membantu memakaikan baju Arya.


" Sini kak dasinya. Aku biasa memakaikan papa dasi. Nah sudah selesai kak." kata Alice tersenyum.


Arya menatap Alice yang sedang memakaikan dasi untuknya. Ia tersenyum dan mencium pipi Alice.


" Terima kasih honey untuk hadiahku semalam dan perawatanmu selama lenganku sakit."


Alice tersenyum malu, ia merasa pipinya merona merah. Ia pun bergumam


'Aku merasa nyaman dan bahagia bersama kak Arya. Apakah ia tetap bersamaku setelah dua tahun nanti?'


BERSAMBUNG🙏


^Ayo dukung terus Author ya, jangan lupa kasih Vote, Like dan Comment😁


Thanks🙏


^Jangan lupa klik Favorite untuk update cerita ini😊