
🌻🌻Happy Reading🌻🌻
"Dasar perempuan bodoh. Ia tidak menginginkan uangku. Sekarang ia akan pergi jauh membawa anak haramnya dan meninggalkan Chris. Bagus...Hahaha." ucap Madam Rose berbicara dengan pengawal setianya.
Tampak pengawal setianya hanya menganggukan kepala tanda setuju.
Dari kejauhan Alice mendengar suara isak tangis Almira. Alice sangat kesal hari ini ia tidak dapat membantu temannya.
Setelah mendengar bunyi lift tertutup. Alice segera keluar dari tempat persembunyiannya. Ia melangkahkan kakinya dengan cepat menuju Apartment Almira. Pengawal wanita itu menatap punggung nona muda yang melangkah menjauh. Sang pengawal menunggu nona mudanya di lorong apartment.
ting...tong...
Terdengar bunyi bel di pintu Apartment Almira.
Almira mengecek lewat video yang terhubung dengan bell pintu. Tampak wajah Alice di video.
" Hai kak Almira, bolehkah aku masuk?" ucap Alice dengan tersenyum lebar.
" Hallo Alice, baiklah. Tunggu sebentar." ucap Almira menghapus air matanya dan mengambil nafas panjang.
Setelah beberapa menit, pintu Apartment dibuka oleh Almira.
Almira sudah menghapus air matanya dan memakai make up tipis . Ia tersenyum pada Alice.
" Hai Alice. Silakan masuk!" ucap Almira .
Alice segera masuk ke dalam apartment .
Alice melirik Almira dengan ekor matanya. Almira tampak cantik seperti biasanya tanpa terlihat kesedihannya.
' Sungguh pintar kak Almira menutup kesedihannya.' gumam Alice.
" Kak, tadi aku berpapasan dengan wanita separuh baya yang cantik di depan lift. Sepertinya nyonya itu baru bertamu dari apartmentmu .Apakah nyonya itu temanmu?" tanya Alice menyelidik.
" Eh..iya nyonya itu tamuku. Dia seorang pelanggan di toko bungaku." ucap Almira berbohong.
Alice tersenyum untuk menutupi keterkejutannya. Alice tau Almira berbohong karena ia mendengar seluruh percakapan Madam Rose dengan Almira.
Uwek...uwek...
Almira lari terburu- buru ke kamar mandinya.
Alice terkejut melihat Almira yang hendak muntah di depannya.
' Tak salah lagi kak Almira hamil. Apakah Christian papa baby yang sekarang ada di perut Almira?' gumam Alice.
Alice melangkah masuk ke arah kamar mandi. Ia melihat Almira sedang berjongkok di depan kloset. Almira wajahnya tampak pucat dan badannya terlihat kurus.
Alice mengelus punggung Almira dengan lembut
" Sudah lebih enakkan kak? Aku bawa minyak angin yang dapat dioleskan di dada dan leher ,wanginya sangat lembut." ucap Alice
Alice segera mengambil minyak anginnya dari tasnya dan segera mengoleskannya pada dada dan leher Almira.
Almira menatap Alice teman barunya yang penuh perhatian padanya. Ia merasa terharu atas perhatian Alice, tanpa sadar ia menitikkan air matanya.
Alice terkejut karena ada air mata Almira yang jatuh di tangannya yang sedang mengoleskan minyak angin ke leher Almira.
" Kak, ada apa kok menangis?" tanya Alice.
"Hmm...tidak apa- apa cuma terharu mempunyai teman sepertimu yang perhatian. Apalagi di negara ini, aku tidak punya keluarga." ucap Almira sambil menatap Alice.
"Oo...anggap aja aku adikmu karena kita senasib di negara ini tidak ada keluarga. Hehehe." ucap Alice sambil tersenyum.
"Apakah kau tidak ingin tau kejadian sebenarnya yang terjadi siang ini?" tanya Almira menatap Alice.
" Oo...tentang tamu itu. Entahlah, aku tidak ingin ikut campur urusan kakak. Aku menunggumu menceritakan kejadian sebenarnya ." ucap Alice tersenyum.
Almira sangat terkejut dengan jawaban yang diberikan Alice
' Sepertinya gadis ini sudah mengetahui rahasiaku selama ini. Aku akan menceritakan sebagian kisahku padanya.' gumam Almira.
Akhirnya Almira menceritakan seluruh kisah hidupnya dari awal perjumpaannya dengan tuan Christian Bale, lahirnya Nevan, ia berada di kota Paris hingga kejadian siang ini.
Alice menyimak keseluruhan cerita teman barunya itu. Ia merasa kesal hingga mengepalkan kedua tangannya
" Kak, apakah kau sudah tau kakak hamil lagi? Apakah Chris tau kakak hamil?" tanya Alice.
" Iya aku tau diriku hamil. Chris blom tau dan aku tidak mau memberitahunya." ucap Almira sedih sambil menundukkan wajahnya.
Alice menolehkan mukanya ke kiri dan ke kanan mencari keberadaan Nevan putra Almira, tapi dari beberapa menit mereka mengobrol Alice tidak melihat Nevan maupun mendengar suara Nevan.
" Kak, dimanakah Nevan?" tanya Alice cemas mengingat anak kecil itu.
"Aku sudah menyuruh pengasuhnya membawanya pergi bermain di taman bermain dekat sini." ucap Almira.
" Syukurlah" ucap Alice sambil menarik nafas panjang.
Alice sedang membayangkan kalo sampai Madam Rose melihat Nevan ,apa yang akan dilakukan wanita separuh baya itu pada Nevan. Tanpa sadar Alice mengepalkan kedua tangan dengan kesal.
'Sabar Alice, kau sedang hamil. Sepertinya hormon wanita hamil membuatku jadi sensitif dan mudah marah.' gumam Alice.
" Oh ya kak. Aku berencana bulan depan aku pulang je tanah air, mengingat kehamilanku semakin besar dan aku juga sudah rindu pada suamiku .Maukah kakak ikut pulang bersamaku ke tanah air?" tanya Alice sambil menatap wajah Almira.
"Baiklah. aku akan memikirkan ajakanmu dan aku akan memberitahukanmu segera." ucap Almira tersenyum
Tak terasa matahari sudah terbenam dan langit pun tampak gelap. Alice segera pamit pada Almira.
Sebelum ia meninggalkan apartment Almira, Alice mengucapkan beberapa pesan
"Kak, tolong pikirkan kembali ajakanku. Ingat hidup Nevan ada di tanganmu kak dan berhati- hati selalu dengan anak buah Madam Rose dia seorang wanita yang kejam." ucap Alice memberi pesan pada Almira.
" Baiklah Alice. Terima kasih sudah menjadi sahabatku." ucap Almira sambil memeluk Alice.
Alice melangkahkan kakinya menuju tangga darurat. Ia teringat dengan pengawalnya yang setia menunggunya.
"Hai Yan. Apakah kau melihat orang- orang wanita separuh baya yang mengunjungi apartment kak Almira sedang mengintai?" tanya Alice
" Halo nona. Nona sudah selesai berbicara dengan nona Almira? Iya nona. Kemarilah ke sini, lihat itu mereka di bawah sedang mengintai dari mobil mereka yang terparkir di halaman apartment ini." ucap Pengawal wanita itu sambil menunjuk ke bawah ke area parkir mobil di halaman Apartment dari jendela di lantai 10 apartment.
Akhirnya Alice tiba di apartmentnya. Ia segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah rapi berpakaian, ia melihat jam di dinding menunjukkan pukul 6 sore.
Alice mengambil ponselnya, memencet tombol video call pada nomor orang yang sangat dirindukan.
Arya📞: Halo honey, kau sedang apa? sepertinya ada yang merindukanku hari ini. Hehehe .
Alice📞: Halo suamiku. Tentu saja aku sedang menelponmu, memangnya aku sedang ngapain sekarang? Hahaha
Arya📞: Sepertinya hari ini kau sedang semangat sekali. Honey, jaga emosimu . Ingat kau sedang hamil muda!
Alice📞: Baik suamiku. Kakak sudah di rumah? Tumben, biasanya masih di kantor jam segini.
Arya📞: Aku ada di apartmentku honey.Disini lebih dekat ke kantor, kalo pulang lembur aku kesini. Iya hari ini, aku bosan di kantor karena cuma melihat muka Dimas setiap malam. Hahaha. Untung kau menelponku.
Alice📞: Kak, aku berencana bulan depan pulang ke rumah. Aku sudah minta ijin Ms.Jessie Lee. Ia mengijinkanku mengingat usia kehamilanku semakin tua.
Arya📞: Yes...Akhirnya kau menyadari juga untuk pulang. Tadinya Aku sudah pasrah merayakan Natal dan Tahun Baru dengan teman- temanku.
Alice📞:Oo..jadi kau sudah ada rencana merayakan Tahun Baru nanti dengan teman- temanmu dibanding istrimu? HA
Arya📞:Honey, sabar dengar dulu. Kau salah paham. Aku lebih memilih merayakannya dengan istriku dan calon babyku dengan penuh keheningan dibanding dengan teman- temanku.
Alice📞: Gitu dong. Aku tutup ponselnya dulu ya sayang. Aku mau makan ice cream dulu, sepertinya baby di dalam perutku sudah merintih nih. Cup bye sayang.
Arya📞: Salam sayang buat baby ku. Cup bye honey
Alice menutup ponsel sambil tersenyum sendiri.
' Aku beruntung memiliki Arya sebagai suami. Kasihan kak Almira, Chris benar- benar pria egois dan bodoh.' gumam Alice.
Bersambung🙏
^ Ayo dukung author dengan beri Vote, Like dan Comment😁
Thanks🙏
^ Jangan lupa klik Favorite untuk update cerita ini😁