
🌹🌹Happy Reading🌹🌹
Arya menggandeng tangan Alice menuju mobil hitam miliknya, setelah seblomnya mereka pamit pada kedua pengantin, Nyonya Margaret dan keluarga Tjokro yang lainnya.
Di dalam mobil ,Alice masih terdiam ia menolehkan mukanya ke arah jendela. Arya sesekali meliriknya sambil menyetir mobilnya.
Akhirnya mereka tiba di mansion Alice. Alice melangkahkan kakinya keluar dari mobil. Arya yang melihat tingkah istrinya yang berbeda segera menyusul turun dari mobilnya.
Alice tiba di kamarnya, ia mencoba menarik resleting gaun panjangnya yang berada di tengkuk belakangnya. Ia berusaha berkali- kali ia mencoba menarik resletingnya tetapi tetap saja gagal
"Sini aku bantu." ucap Arya yang membantu menarik resleting gaunnya.
Akhirnya resleting berhasil ditarik sampai ke bawah, tampaklah punggung putih mulus Alice .Alice membalikkan badannya
"Terima kasih kak " ucap Alice sambil berjalan ke arah kamar mandinya.
Tiba- tiba tangan Arya menarik lengannya dan menuntunnya ke kamar mandi. Ia mengikuti Arya ke dalam kamar mandi. Arya mengunci pintu kamar mandi. Alice menatap Arya
"Apa yang kakak mau lakukan?" tanya Alice penasaran.
"Aku mau memberi hukuman karena kau akan meninggalkanku selama 6 bulan ." ucap Arya tersenyum smirk sambil melepaskan jas dan membuka kemejanya.
Alice menelan salivanya karena ia sedang menatap perut six pack milik Arya.
' Ss*** dia terlihat seksi. Apa yang mau dia lakukan?'
Sekarang Arya hanya berbalut celana boxer dengan sesuatu menonjol di dalamnya. Refleks Alice menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Arya berjalan mendekatinya, tangan Arya menurunkan gaun one shoulder hingga terjatuh ke lantai hingga yang tersisa hanya dalaman berwarna hitam.
Arya mulai mel**** bibir Alice. Alice menutup matanya dan mengikuti permainan li*** suaminya yang mengeksplore isi mu***nya. Ciuman itu mulai memanas, Arya mulai turun ke lehernya dan membuat bekas tanda di lehernya
"Aaaargh kak...aduh besok aku aaaargh...ampun kak, besok aku malu kak...aaaargh." ucap Alice yang tidak ditanggapi Arya.
Arya tersenyum smirk melihat istrinya berdesah tapi menikmati permainannya. Tangan Arya mulai meraba ke segala penjuru tubuhnya. Arya membuka kaitan bra nya di punggungnya, sehingga sekarang terlihat keindahan yang sangat dinikmati oleh Arya.
Rambut Alice yang panjang diikat dengan karet rambut oleh Arya dengan telaten. Sekarang Arya mulai kembali melakukan aksinya. Selesai dengan benda kenyalnya, tangannya mulai memasuki segitiga Alice. Alice menggigit bibir bawahnya menahan suara yang akan keluar.
"Honey, kamu bisa mengeluarkan suaramu." bisik Arya di telinga.
Setelah merasa saatnya tepat, Arya menurunkan celana Alice dan celana dirinya. Hanya terdengar desahan- desahan dari mulut mereka. Akhirnya mereka mencapai klimaks bersama. Setelah melakukan olahraga panas itu mereka mandi bersama.
Alice menikmati moment moment kebersamaan bersama Arya terakhir kalinya sebelum besok dia akan berangkat ke Paris.
Jam menunjukkan pukul 11 malam Alice masih blom tidur, ia memandang wajah Arya yang tertidur pulas di sebelahnya. Dari sore hari hingga malam hari,mereka berdua bercinta hingga beberapa ronde. Alice memberi full kepuasaan pada suaminya, walaupun sebenarnya ia sudah letih, cape dan ngantuk karena sudah beberapa ronde mereka melakukan permainan ini tetapi sepertinya Arya belum puas- puasnya.
Alice mengusap wajah Arya sambil bergumam
'Apakah kakak setia menungguku sampai aku pulang ?apakah kakak akan meninggalkan aku setelah 2 tahun? hanya tinggal 8 bulan lagi pas genap 2 tahun pernikahan kontrak mereka .Apakah ia benar- benar menyayangiku dengan tulus?' gumam Alice.
Alice begitu cemas dengan pikiran- pikiran sendiri. Ia menarik nafas panjang dan ia menegakkan badannya, duduk bersila dan kedua tangannya disatukan diletakkan di depan dadanya dan ia mulai memanjatkan doa- doa pada Tuhan Sang Maha Pengasih. Setelah selesai berdoa, ia pun melanjutkan memejapkan matanya yang sudah lelah.
Keesokan pagi
Matahari baru saja muncul perlahan di langit.
Alice mengucek matanya dan melirik jam di nakas tepat pukul 5 pagi. Ia segera pergi ke kamar mandi . Setelah 15 menit membersihkan dirinya, ia keluar dari kamar mandi menuju walk in closet. Ia memilih kaos berwarna biru dan celana panjang jeans serta mantel berwarna senada tak lupa ia memakai sepatu sneakers. Ia segera mengambil tas ransel kecil.
Selesai bermake up soft. Ia segera membangunkan Arya. Arya segera ke kamar mandi. Hanya membutuhkan waktu 10 menit, Arya sudah selesai berpakaian dan turun ke lantai bawah.
Alice melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul 5.30 pagi. Pesawat yang akan membawanya ke Paris berangkat 7.30 pagi . Ia masih punya waktu 2 jam sebelum keberangkatan.
Sambil menunggu Arya, Alice mengecek barang- barang bawaannya terutama scratch book yang berisi design baju rancangannya.
Ia juga mengecek kembali isi koper berukuran besar berwarna biru tua sudah ia rapikan dari beberapa hari sebelumnya.
Pak Darno supir keluarga membantunya membawakan koper itu masuk ke dalam bagasi mobil . Arya dan Alice masuk ke dalam mobil Alphard hitam .
Pagi ini Pak Darno yang mengantar mereka ke airport.
Di Airport Soetta
drrt..drrt..
Dave: Hallo princess , aku sudah sampe di airport nih. Where are you Princess?
Alice: Hallo Dave. I'm just arrived . Wait me at Departure area. okay.see u
Dave: Okay princess.
Arya memeluk pinggang Alice dan mencium kening istrinya sambil berbisik di telinga Alice
"Jaga kesehatanmu selalu. Jangan lupa makan dan tidur yach. I will always keep you in my heart.Have fun at Paris ." bisik Arya lembut di telinganya.
Alice tersipu, ia pun merasa enggan untuk melepaskan pelukan tangan Arya di pinggangnya.
"Kakak juga jaga kesehatan selalu, makan teratur dan tidur yang cukup ya. Aku usahakan seblom 6 bulan aku sudah selesaikan magang disana. Aku akan sering- sering menelponmu kak. Jangan nakal ya kak." ucap Alice balik berbisik
Arya tersenyum smirk menggoda Alice
"Maksudmu apa? aku nakal? hahaha.." ucap Arya tertawa..
Sepasang mata berwarna biru menatap kedua pasang manusia yang sedang berpelukan, ia merasakan sedikit kesal , tangannya mulai mengepal. Ia menarik nafas panjang, lalu ia menarik kopernya menuju kedua pasang manusia itu.
" Alice...we meet again. How are u? Are you travelling today? Where are you going?" tanya pria bermata biru itu dengan pertanyaan bertubi- tubi.
Alice terkejut melihat pria bermata biru yang sudah berada di hadapannya, ia melepaskan pelukan Arya. Arya ikut menolehkan mukanya dan menatap lekat pada pria bermata biru itu.
"Hai Christian Bale. I'm fine.How are u? Yes. I am going to Paris .How about you?are you going travelling too?" ucap Alice sambil tersenyum.
"I am going to Paris. I have an office in Paris. Nice to meet you again Alice." ucap Christian sambil melirik Arya yang berdiri di samping Alice masih menatapnya dengan tatapan tajam.
"Ehem...Christian, this is my boyfriend Aryasatya Pramudya." ucap Alice memperkenalkan Arya .
Arya mendelikkan mata pada Alice. Alice mengedipkan matanya pada Arya. Arya terpaksa mengikuti permainan istrinya walaupun sebenarnya ia kesal dan tidak setuju.
" Hallo sir. My name is Aryasatya Pramudya."ucap Arya menjulurkan tangannya.
"Hallo my name is Christian Bale." ucap Christian sambil menjabat tangan Arya.
Alice melirik jam yang menunjukkan pukul 6.50. Alice pamit pada Arya karena waktu yang sudah semakin mendekati waktu keberangkatannya.
"Kak. Aku berangkat dulu ya. I will miss u. cup." ucap Alice mencium bibir Arya singkat.
Arya tersenyum smirk dan melepaskan pelukan tangannya di pinggang ramping Alice. Arya terus menatap kepergian istrinya yang didampungi pria bermata biru , mereka tampak cukup akrab saling mengobrol satu sama lainnya.
Di kantor Tjokro Grup
Akhirnya Arya kembali ke kantor setelah mengantar Alice ke airport. Ia duduk di kursi kerjanya sambil mengingat nama 'Christian Bale' yang terasa familiar di ingatannya.
Arya membuka kiriman whatsapp dari Alice
Alice: Hallo kak. Aku sudah di pesawat, sebentar lagi mau take off . Aku sudah bersama Dave dan Christian.
Christian satu pesawat denganku. Aku ketemu waktu kemarin tanpa sengaja, aku menabraknya di pesta Adrian.
Sayang, don' t be jealous. You are always in my heart.
Bye.
Arya tersenyum membaca pesan whatsapp dari Alice.
Arya mengetik singkat balasan whatsapp untuk Alice
Arya: Only you in my heart forever. Have fun at Paris. Bye.
Arya menekan tombol intercom ke nomor Dimas
Dimas: Pagi pak. Ada yang bisa dibantu?
Arya: Hallo Dim. Aku bertemu dengan seorang pria bernama Christian Bale. Aku merasa familiar dengan nama itu? Apakah kau menginggat nama itu?
Dimas: Hmm...Tunggu sebentar pak. Hallo pak, Mr.Christian Bale adalah partner kerjasama kita. Dia adalah CEO PT. W dari Australia. Aku, Kirana dan Dimas menemuinya di Club Z , tetapi ia tidak datang . Dia diwakili assistennya Mr. Steve.
Arya: ok. thanks infonya
Arya menutup telponnya. Ia termenung memikirkan Alice
' Aku merasa ada sesuatu yang janggal, ini bukan suatu kebetulan tetapi sudah direncanakan. Aku akan memberitahukan Alice nanti malam untuk berhati- hati.'
BERSAMBUNG🙏
^ Ayo dukung Author dengan beri Vote, Like dan Comment😁 Thanks🙏
^ Jangan lupa klik Favorite untuk update cerita