Princess Alice

Princess Alice
70.Suami Ideal



🌹🌹Happy Reading🌹🌹


Untuk beberapa saat Alice memandang wajah Arya kekasihnya sekaligus suami di atas kertas.


Arya berwajah tampan, cerdas dan tegas dalam bersikap profesional kerja, sudah sepantasnya banyak wanita yang menyukainya.


Sesaat Alice merasa ketakutan akan kehilangan sosok seorang Arya.


Arya yang melihat Alice terus menatapnya dengan tatapan tajam membuat Arya menghentikan gerakan memutar tubuh Alice dan menggandeng tangan Alice menuju sofa di ruang tamu Apartment Alice.


"Ada apa honey? ada sesuatu yang ingin kau ceritakan padaku?" tanya Arya sambil menangkup kedua pipi Alice dan menatap tajam pada kedua bola mata coklat Alice.


"Hmm...aku mau bertanya padamu kak. Apakah aku harus pulang bersamamu?bolehkah aku tinggal disini sampai selesai magang kak?" tanya Alice dengan suara kecil dengan mimik memelas menatap Arya.


Arya tersenyum lalu


"Itu semua terserah padamu. Aku akan menyetujui asalkan kamu berjanji padaku beberapa hal." ucap Arya sambil menarik lengan Alice sehingga Alice terduduk di pangkuannya.


"Pertama kamu harus makan teratur makanan bergizi dan minum susu bumil ,kedua sebulan sekali cek up ke dokter kandungan, aku usahakan setiap akhir bulan bersamamu disini, ketiga tidak pergi ke club malam , keempat tidak minum alkohol, kelima kamu tidak boleh berteman dengan pria manapun hanya sebatas rekan kerja, keenam setiap malam wajib video call denganku aku mau tau perkembangan bayiku. Kalo kamu melanggar salah satu dari janjimu, aku memberikan HUKUMAN buatmu." ucap Arya dengan suara keras dan tegas.


"Baik kak." ucap Alice dengan suara kecil dengan mimik sedikit kaget dan takut menatap mata Arya.


Alice beranjak dari pangkuan Arya, ia berjalan menuju kulkas untuk mengambil minum sekaligus menghindari tatapan Arya yang seperti singa hendak menerkam mangsanya.


Arya yang menatap Alice turun dari pangkuannya, ia memandang tubuh ramping istrinya yang berbalut kaos putih kebesaran dan celana hot pants menuju dapur.


' Sebentar lagi perutnya akan semakin membesar, ia harus makan teratur supaya baby yang ada diperutnya mendapat asupan makanan bergizi. Hmm...sebaiknya aku mengirimkan seorang pelayan untuknya kemari.'


gumam Arya.


Arya segera mengambil ponselnya di nakas dan mengetik pesan whatsapp ke Pak Hanif untuk mengirimkan seorang pelayan perempuan membantu Alice yang sedang hamil muda di Paris.


Alice mengamati Arya mengetik di ponselnya


"Sayang, kau sedang mengetik whatsapp ke siapa?" tanya Alice penasaran.


"ke Pak Hanif. Untuk mengirimkan pembantu kemari untuk membantumu disini." ucap Aryatersenyum.


Setelah beberapa menit, Arya sudah selesai mengetik whatsapp lalu menutup ponselnya dan meletakkan kembali di nakas.


Arya memberi kode dengan jari telunjuknya agar Alice mendekat padanya. Alice berjalan mendekati Arya .


"Kemari kurang dekat , aku ingin kasih tau sesuatu." ucap Arya.


Alice semakin mendekati tubuhnya ke arah Arya yang sedang duduk di sofa, Alice sedikit membungkukkan punggungnya agar wajahnya bisa sejajar dengan wajah Arya.


Tiba- tiba lengan Alice ditarik Arya, Alice menahan keseimbangan tubuhnya dengan menempelkan kedua lututnya di sofa dan mengapit kedua pa** Arya.


Kedua tangan Alice spontan mencengkeram pundak Arya. Arya tersenyum smirk melihat pipi Alice merona merah.


"Honey, kamu menggodaku? Baiklah, aku juga kebetulan ingin memeriksa baby ku ." ucap Arya dengan senyum smirk.


Alice membelalakan matanya karena terkejut


" Ti..tidak kak. Aku tidak bermaksud menggodamu." ucap Alice menatap Arya yang tersenyum smirk padanya.


Alice pasrah melihat tangan Arya sibuk membuka kancing hot pants dan melepaskan kaos putih kebesaran Alice sehingga hanya tertinggal dalaman Alice. Arya segera membuka kaos dan celana jeans dan meletakkannya sembarangan.


"Ayo honey, sekarang kita lanjutkan permainan kita!Itu sebagai hukumanmu telah menggodaku." ucap Arya berbisik di telinga Alice.


'Siapa yang menggodanya?Kakak sendiri yang menarikku hingga jatuh di pangkuanmu. Dasar otak mesum.' gumam Alice


Arya menggendong Alice ala bridal menuju kamar tidur. Arya melirik wajah Alice yang bersungut- sungut.


"Honey, kalo masih bersungut- sungut aku akan menambahkan HUKUMAN mu menjadi 2x lipat." ucap Arya dengan nada sedikit tinggi sambil melengkungkan bibirnya me atas.


"Ti..tidak kak. Aku cuma mau bilang kakak terlihat seksi hari ini." ucap Alice berbohong sambil memutar bola mata malasnya.


Arya tersenyum smirk membaringkan tubuh Alice yang polos hanya berbalut dalaman. Arya mulai merangkak naik ke atas ranjang siap memulai permainan panas mereka. Yang terdengar hanyalah desahan dan lenguhan mereka. Setelah 2 jam permainan panas mereka, mereka mencapai klimaks bersamaan .Lalu Arya berbaring lemas di samping tubuh Alice yang terlihat kelelahan.


cup


"Hallo baby. Jangan nakal ya, sehat selalu dan jaga mommy mu yang keras kepala. cup." ucap Arya sambil memciumi perut Alice.


" Aaargh...geli tau kak. Baby nya blom bisa mendengarmu." ucap Alice tawa terkekeh.


" Siapa bilang, baby bisa merasakan kasih sayang dari orang tuanya sejak di perut honey." ucap Arya berceramah.


Alice hanya membulatkan mulutnya, tiba- tiba Arya mencium bibir dengan lembut


" Terima kasih honey, kau membuatku menjadi seorang Daddy." ucap Arya dengan tatapan bahagia.


Alice tanpa sadar menitikkan air matanya dan mengalir di kedua pipinya. Arya yang melihat air mata Alice segera menghapus dengan jari tangannya.


"Ada apa honey , kok menangis?" tanya Arya menatap wajah istrinya.


"Tidak ada apa- apa kok." ucap Alice sambil menyembunyikan wajahnya di dada bidang Arya.


'Kak Arya begitu bahagia dengan kehamilanku. Dia Suami Ideal semua wanita. Apakah aku seorang wanita egois? yang mementingkan ego ku.' gumam Alice.


Matahari sudah terbenam, mereka baru saja terbangun setelah tertidur pulas selesai permainan panas mereka. Alice hendak beranjak dari tempat tidurnya.


" Aaargh" teriak Alice menahan perih di daerah sensitif wanitanya.


'Hari ini aku benar- benar kelelahan melayani kak Arya. Dia begitu agresif hari ini.' gumam Alice.


Alice beranjak dari tempat tidurnya sambil menahan keperihannya di daerah sensitifnya.


Tiba- tiba Arya menggendong tubuh Alice ke kamar mandi.


"Honey, kenapa kau tidak membangunkan aku?" ucap Arya.


Setelah sampai di kamar mandi Arya menyiapkan air di bathup dan menuangkan aromatherapy untuk Alice.


" Sekarang berbaringlah dan mandilah. Aku menunggumu di luar honey." ucap Arya tersenyum.


Setelah beberapa menit, Alice keluar dari kamar mandi menggunakan handuk. Arya tersenyum melirik istrinya lalu ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Alice bergegas mengambil dress warna biru dari lemari bajunya. Ia mematut dirinya di depan cermin hiasnya. Alice membiarkan rambut panjang hitamnya tergerai dan memakai make up natural.


Tiba- tiba sebuah lengan melingkar di perutnya.


Alice tersenyum melihat Arya dari pantulan cermin di depannya. Arya sedang mencium tengkuk Alice dengan lembut.


" Aaargh...kak ayo buruan pakai bajumu! kita jadi pergi kan?" ucap Alice sambil tersenyum.


Arya tersenyum sambil menganggukan kepalanya ia bergegas memakai kemeja dan celana jeans. Tak lupa mereka membawa coat dan memakai sepatu boots.


Setelah beberapa menit mereka keluar dari apartment, mereka menyewa mobil untuk berangkat menuju restaurat yang terkenal di Paris.


Alice dan Arya menikmati kebersamaan mereka selama di Paris. Mereka berbincang - bincang dan bersenda gurau sambil menikmati makan malam mereka.


Arya sangat memperhatikan dan memanjakan istrinya dengan segala halnya.


Tiba- tiba matanya melihat Madam Rose sedang berjalan dengan seorang pria muda memasuki restaurant menuju sebuah meja yang sudah direserved.


'Siapakah pria muda yang bersama Madam Rose? Apakah Madam Rose memiliki bisnis di Paris juga?' gumam Arya.


Bersambung🙏


^ Ayo dukung author dengan beri Like, Vote dan Comment😁


Thanks🙏


^Klik Favorite untuk update cerita 🙏