Princess Alice

Princess Alice
35.Di Club 'Z'



🌹🌹Happy Reading🌹🌹


Keesokan Pagi


Arya membuka matanya dan kaget melihat Alice yang sudah tidak ada di sebelahnya. Ia melihat jam sudah menunjukkan pukul 06.30. Arya segera menuju ke kamar mandi. Setelah 30 menit, Arya pun turun ke lantai bawah untuk sarapan.


Alice sedang menyiapkan sarapan pagi ini sandwich dan orange juice.


"Good morning kak."


"Good morning honey."


Mereka pun makan pagi bersama. Setelah selesai makan, Arya hendak pergi ke kantor. Arya menatap Alice yang memakai baju one shoulder warna biru dan celana panjang kulot hitam. Rambut panjangnya dibuat sedikit bergelombang.


Arya pun terpana dan bergumam


' Cantik.'


"Honey, kamu hendak pergi bareng aku ke kantor?" tanya Arya.


"Pagi ini aku mau ke butikku, bisakah aku menumpang mobilmu kak?"


"Boleh."


Setelah 30 menitperjalanan, mereka tiba di butik Alice. Arya baru pertama kali datang ,Ia menatap tulisan " Princess" butik. Arya pun tersenyum.


Alice membuka pintu mobil


"Kak, thanks udah mengantarku. Mau singgah sebentar ke dalam?"


"Lain kali ya honey. Aku ada meeting jam 10 pagi ini."


" ok. Sampa nanti malam kak. Bye" jawab Alice tersenyum


"Bye"


Arya segera mengarahkan mobilnya meninggalkan kompleks Ruko Central Bisnis itu.


Alice segera masuk ke butiknya. Ia tidak tau kalo ia sudah diamati seseorang dari beberapa hari ini.


Di Kompleks Ruko Central


"Hallo bos, nona Alice hari ini datang ke butiknya." kata si pria penguntit.


"Bagus..Sesuaikan dengan rencana kita malam ini." jawab si boss nya.


Di Kantor


Arya baru saja tiba dan hendak masuk ke ruangannya, tiba- tiba Adrian menghampirinya.


"Pagi pak. Bisa kita bicara sebentar?" tanya Adrian.


"Pagi Adrian. Boleh, ayo masuk." jawab Arya.


Adrian bercerita tentang Marisa yang akan mengenalkan klien baru ke Adrian nanti malam jam 7 malam di club elite 'Z' .


Arya mendengarkan sambil berpikir


'Siapa kira- kira klien baru yang ingin dikenalkan Marisa?'


"Sebaiknya kau pergi bersama Dimas nanti malam. Aku tidak bisa karena ada pekerjaan yang blom selesai." kata Arya.


"Baiklah. Aku akan memberitahu Dimas rencana malam ini." kata Adrian.


"Hati- hati dan waspada selalu ya. Kalo ada yang mencurigakan telpon ke saya." kata Arya


"Ok. siap pak."


Adrian pun keluar dari ruang Arya. Tidak jauh dari ruangan Arya, Adrian bertemu dengan Dimas dan memberitahukan rencana pergi ke club 'Z' malam ini.


Dimas pun bersedia menemaninya ke club 'Z' malam ini. Tanpa mereka sadari, Marisa mendengarkan percakapan mereka. Segera Marisa mengambil ponselnya dan menelpon Alice.


Di Butik 'Princess'


Alice sedang berbicara dengan para staf nya.


derrt..dertt


Alice melirik ponselnya tertera nama ' Marisa'. Alice pun mengangkat ponselnya.


"Hallo nona Alice. ini saya Marisa." kata Marisa.


"Hallo Marisa. Tumben, ada apa?" tanya Alice.


"Saya mendengarkan percakapan pak Adrian dan pak Dimas, mereka akan pergi ke club ' Z' bersama Bu Kirana . Bu Kirana akan memperkenalkan klien barunya di club jam 7 malam ." cerita Marisa.


"Aku akan mematai- matai mereka di club 'Z'." jawab Alice.


"Nona, aku akan menemanimu." kata Marisa.


"Baiklah."


Alice pun menutup pembicaraan di telpon dan berpikir


' Siapa klien baru yang akan diperkenalkan Marisa?'


Tak terasa waktu cepat berlalu. Sekarang sudah pukul 6 sore. Alice janjian dengan Marisa yang akan menjemputnya di butiknya.


"Hai nona, ayo naik." kata Marisa yang menyewa grab car menuju Club 'Z'.


"Hai Marisa." jawab Alice .


Di dalam mobil, mereka tidak banyak bicara karena sibuk dengan pikiran masing- masing.


Di Club 'Z'


Akhirnya setelah 30 menit perjalanan mereka sudah sampai di depan Club 'Z' . Marisa segera membayar supir grab.


Mereka memasuki Club 'Z' , Marisa tampak risih karena seumur- umur baru kali ini masuk ke Club . Alice meliriknya dan tersenyum.


Alice menggandeng lengannya


"Ayo sister, nikmati suasana dan musiknya." ajak Alice .


Alice tertawa ngakak melihat tingkah kulot Marisa sambil bergumam


'Aku suka sama gadis ini, ini pilihan yang tepat buat Kak Adrian'.


Selisih 10 menit dengan Alice dan Marisa. Adrian ,Dimas dan Kirana sampai di parkiran club 'Z'.


Mereka berangkat dari kantor bersama dengan naik mobil Dimas.


Dimas, Adrian dan Kirana masuk ke club 'Z' bersama.


"Yuhuy, coba setiap malam aku bisa kemari, indah sekali hidupku." kata Dimas sambil mengoyangkan bahu dan pinggangnya.


Kirana tertawa ngakak melihat tingkah Dimas


" Kasihan sekali kau Pak. Tiap malam harus ikut lembur dengan pak Arya ya."kata Kirana tertawa.


"Hai Kiran. Mana klienmu?" tanya Adrian.


Kirana melihat ke kiri dan kanan , blom datang rupanya.


"Maaf pak. Kelihatannya blom datang, mungkin sebentar lagi." kata Kirana


Adrian juga tidak menyukai suasana Club malam. Baru kali ini ,dia datang ke tempat club seperti ini.


'Aku tidak menyukai tempat seperti ini. Mudah- mudahan kliennya cepat datang. Aku ingin segera pergi dari tempat ini.'


Tiba- tiba dari arah belakang mereka , seorang pria menyapa mereka


"Selamat malam bapak Adrian, bu Kirana dan bapak.."


"Saya Dimas pak . Saya asisten pak Adrian." kata Dimas mengulurkan tangannya.


"Saya Steve, asisten Mr. Christian Bale." jawabnya sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman.


"Sebaiknya, kita langsung ke ruang VIP." ajak Kirana


Di meja pojok


Alice menarik Marisa ke sebuah meja di pojok kiri.


"Hey, look itu kak Adrian, Dimas dan Kirana. Mana kliennya ?" Kata Alice dengan mimik serius.


"Kelihatannya blom datang." kata Marisa.


"Pria itu menuju kak Adrian. Apakah dia kliennya?" kata Marisa.


Alice mengamati pria yang tadi ditunjuk Alice dengan muka serius.


"Ssit..Mereka pindah ke ruang VIP di dalam. Ayo Marisa kita ikutin mereka." ajak Alice sambil menarik lengannya.


Sesampai di depan lorong menuju ruang VIP, Alice dan Marisa dihadang 2 orang pria berbadan tegap. Mereka adalah bodyguard club.


"Mau ke mana nona?" tanya salah satu pria bodyguard.


" Emm..aku tamu dan mau ke ruang VIP yang disana itu." jawab Alice sambil tersenyum.


"Bisa kasih liat barcode numbernya?" tanya pria bodyguard.


Alice bergumam


'Gawat nih, aku bisa ketauan nih.'


"Nona, kita harus gimana?" kata Marisa berbisik dengan muka cemas.


"Tenang sister" jawab Alice.


"oops..ponselku habis baterainya, gimana ya? aku boleh charge sebentar di salah satu ruangan VIP?" kata Alice dengan senyum manisnya.


"Nona jangan mencoba menipu kami. Sekarang ikut kami."


Pria bodyguard itu langsung menarik lengan Alice dan Marisa ke arah pintu exit club.


"Tolong kami Adrian, Tolong kami Dimas" teriak Marisa.


Adrian merasa mendengar suara Marisa.Tapi ia pikir ia sedang berhalusinasi.


Di kantor


Arya melirik jam menunjukkan pukul 20.30, ia merasa dirinya sore ini, mempunyai bad feeling.


Ia menelpon ke rumah


"Hallo mbok. Nona sudah pulang?" tanya Arya.


" Blom tuan." kata mbok.


Arya menutup telponnya, ia menelpon Dave sobat Alice.


"Hallo Dave, Alice masih di butik?" tanya Arya.


"Hallo kak Arya. Alice sudah pulang dari jam 6 sore tadi ia ada janjian dengan Marisa katanya, tapi aku ngak tau mereka kemana."


"Thanks Dave."


Alice menutup telponnya dan berpikir


' Kemana gadisku ini?'


Di Parkiran Club


Seorang wanita bersama beberapa pria sedang mengintai mangsanya.


'Inilah saatnya kita bersenang- senang gadis kaya. Aku akan membuatmu menderita dan melupakan Arya. Arya adalah milikku seorang.'


Bersambung🙏


^Ayoo Dukung terus Author dengan kaci VOTE, LIKE DAN COMMENT😁


Thanks🙏


^ Jangan lupa klik Favorite untuk update cerita ini😊