
🌹🌹Happy Reading🌹🌹
'Nonaku narsis sekali dan dia tidak seperti ibu hamil umumnya. Ia wanita yang luar biasa yang membuat semua orang terkagum padanya.' gumam pengawal wanita itu.
Setelah perjalanan menempuh waktu 40 menit di tengah kemacetan ibukota di siang hari, tibalah mereka di Restaurant X yang berada di salah satu hotel bintang 5 di negara ini.
Alice segera turun dari mobil diikuti pengawal wanitanya setelah mereka memarkirkan mobil mereka di basement hotel.
Mereka berjalan menuju lift yang ada di basement menuju lantai atas tempat Restaurant X berada.
tring
Pintu lift terbuka mereka sudah tiba di lantai tempat Restaurant X berada. Alice melangkahkan kakinya keluar dari lift diikuti pengawal wanitanya.
Alice melihat ke segala penjuru ruangan, matanya mencari keberadaan Christian Bale. Akhirnya menemukan pria muda bermata biru sedang duduk di sebuah meja yang menempel sebuah sisinya sebuah jendela yang dapat melihat pemandangan ibukota yang penuh gedung tinggi. Alice melangkahkan kakinya menuju meja tempat Christian Bale berada. Sekarang Alice berdiri di depan meja Christian Bale lalu ia menyapanya
"Good afternoon Chris. How are you?( Selamat siang Chris. Apa kabarmu?)" ucap Alice sambil tersenyum.
Christian yang sedang termenung sambil menatap pemandangan kota lewat jendela yang ada di sisi kanan kursinya, segera menolehkan mukanya setelah mendengar suara seorang wanita yang memanggilnya. Sesaat pria itu memandang Alice sambil tersenyum yang dipaksakan olehnya
' Sayang sekali ia sudah mengandung. Padahal aku akan membuatnya menjadi salah satu wanitaku bila aku berada disini. Mungkinkah ia akan berubah pikiran bila aku merayunya?'
" Hallo Alice. I'm fine. How about you?( hallo Alice. Saya baik. Bagaimana denganmu?)" sapa Chris sambil menatap lekat Alice.
Alice yang tau dirinya dipandang lekat oleh pria bermata biru tidak merasa terganggu, ia segera menarik kursi yang berada tepat di depan kursi Chris.
Chris memberi kode pada pelayan untuk membawa buku menu Restaurant X ini yang menyajikan menu Indonesian food, Japanese food dan Western food.
" Silakan tuan dan nona."ucap pelayan sambil menyerahkan buku menu restaurant itu pada Alice dan Chris.
Alice membuka buku menu Restaurant itu, setelah beberapa saat membaca menu makanan Restaurant itu ia menjatuhkan pilihannya pada salah satu menu makanan di buku itu.
"Aku pesan sebuah Salad Tossed Tangerine tanpa kacang almond. Ingat itu aku alergi! dan aku pesan air mineral " ucap Alice dengan suara sedikit tinggi sambil menatap pelayan itu.
"Saya pesan 1 nasi kebuli dan chicken curry." ucap Chris.
Pelayan itu segera mencatat pesanan customernya lalu ia pamit
"Permisi tuan dan nona." ucap pelayan wanita itu.
Setelah pelayan wanita itu pergi, Chris yang masih terus menatap Alice membuat Alice penasaran.
" Apa yang kau lihat Chris? apakah aku terlihat semakin jelek dan gendut seperti badut, sejak terakhir kau melihatku di Paris beberapa minggu yang lalu?" tanya Alice sambil meruncingkan bibir seksinya.
"No..no...you look pretty even you are pregnant.( tidak... tidak kamu terlihat cantik walau kau sedang hamil)." ucap Chris tertawa terkekeh.
"Aku sedang berpikir kau alergi kacang almond dan aku juga. Seperti kita memiliki ikatan batin yang kuat antara kita berdua." ucap Chris tersenyum.
"Mungkin juga." ucap Alice tertawa terkekeh.
'Chris blom tau bahwa dia adalah sepupuku.'
Christian yang melihat Alice yang tertawa merasa dirinya begitu nyaman dan ingin memiliki Alice.
"Al, maukah kau setelah melahirkan pergi meninggalkan negara ini bersamaku untuk menetap di Paris." ucap Christian dengan muka datarnya.
"Paris?Why?( kenapa?)" tanya Alice penasaran.
"Karena aku memiliki bisnis dan warisan orang tuaku yang harus kujaga disana." ucap Christian masih dengan muka datarnya.
"Hahaha...kau gila ya di siang hari bolong gini?" ucap Alice sambil tertawa terkekeh.
" Tidak. Aku serius Alice. Kau membuatku ingin memilikimu karena disaat aku bersamamu aku merasa nyaman ." ucap Christian sambil memegang tangan Alice yang berada di atas meja.
Alice melepaskan tangannya dari genggaman tangan Chris dan termenung sesaat
'Aaargh...pusing aku gimana menjelaskannya sama pria ini bahwa dia sepupuku.'
Alice sesaat ia menolehkan mukanya ke arah pengawal wanitanya yang duduk tidak jauh dari mejanya . Ia melihat pengawalnya sedang memegang ponselnya dan mengabadikan semua kejadian ini dan ia yakin pasti akan mengirimkan video ini ke boss nya yaitu suaminya Arya.
Kemudian Alice kembali menolehkan mukanya kembali menatap netra biru milik Christian sambil menarik nafas panjang.
"Chris sayang terima kasih atas penyataanmu tadi, tapi aku adalah wanita yang sudah menikah dan sekarang sedang mengandung buah cinta kami. Aku tidak mungkin meninggalkan bayiku dan suamiku ." ucap Alice sambil tersenyum manis.
"Kau bisa bercerai dengannya dan aku bisa memberikan segalanya untukmu yang tidak bisa kau terima darinya. Aku memiliki kekayaan dalam jumlah besar nilainya dan tercatat di sebuah majalah 'F ' aku pria terkaya di dunia urutan ke 8. Bagaimana dear?" ucap Christian dengan suara sedikit tinggi sambil memegang tangan Alice kembali.
' Belagu amat Chris narsis sekali dia hari ini. Mungkin bagi semua wanita tawaran ini sangat menggiurkan. Apa dia udah melupakan Almira dan anaknya? Aargh...aku harus cari ide untuk mereka.'
"Tawaran yang sangat menarik Chris buat semua wanita yang mendengarnya. Pernahkah kau merasakan cinta Chris?...Aku rasa kau hanya merasakan obsesi untuk memilikiku ,mungkin karena aku seperti dirimu aku cantik, memiliki uang berlimpah walaupun tidak menjadi orang terkaya urutan ke 8 di dunia tapi aku menjadi pewaris keluarga yang terpandang di negara ini dan aku juga cerdas pastilah aku menjadi daya tarik magnet kaum adam di negara ini. Banyak pria yang terobsesi pada diriku, aku tau itu tapi aku hanya memiliki satu cinta untuk priaku. Maaf Chris aku hanya bisa menjadi temanmu dan saudaramu." ucap Alice dengan muka 'puppy eyes ' yang terpaksa ia keluarkan.
Chris yang tertegun mendengar perkataan Alice dan mencoba menganalisa maksud dari perkataan Alice. Alice menatap wajah Chris yang masih memasang muka datarnya tapi kedua alisnya ditautkan.
"Apakah kau melupakan seorang wanita yang setia menunggumu?" ucap Alice.
"Siapa yang kau maksud?" tanya Chris
"Almira Rahadi." ucap Alice sambil menatap lekat wajah Christian.
"Apakah kau mengenalnya?" ucap Christian.
"Iya. Dia temanku di Paris. Aku bertemu pertama kali dengannya saat aku menolongnya dari pencopet dan kami juga ternyata bertetangga di sana." ucap Alice.
"Bagaimana kau tau dia wanitaku? atau lebih tepatnya teman tidurku." ucap Christian menaikkan bibirnya sedikit ke atas.
"Bisakah kau menghargainya sedikit saja untuknya? Almira wanita yang baik dan lembut. Dia adalah ibu anakmu. Nevan adalah anakmu dan sekarang dia mengandung anakmu kedua. Aarggh...aku muak melihat muka datarmu Chris. Kalo bukan saja kau adalah...temanku aku sudah hajar dirimu hingga babak belur!" ucap Alice kesal dan kedua tangannya sudah dikepalkan.
" Hahaha...kau ini lucu. Apakah kau sedang cemburu pada Almira karena dia menjadi teman tidurku? atau karena dia mengandung anakku? berarti kau menyu..." ucap Chris tertawa terkekeh sambil memajukan wajahnya ke arah wajah Alice.
"Aku tidak cemburu ataupun peduli kau mau tidur sama wanita manapun. Aku hanya peduli dengan ALMIRA dan NEVAN anakmu. Kau mengerti maksudku sekarang?" ucap Alice lantang dengan suara sedikit tinggi.
"Kau tau apa yang sudah ibumu lakukan pada Almira?" ucap Alice penasaran.
Christian semakin menautkan kedua alisnya menandakan dia tidak tau apa- apa mengenai peristiwa itu.
"Ibumu mendatangi Almira menghinanya dan yang lebih parah lagi ibumu akan mengambil Nevan dari Almira. Kau tau apa yang dilakukan Almira? gadis itu bersimpuh di kaki ibumu dan memohon agar ibumu tidak mengambil anakmu. Bahkan ibumu menawarkan uang untuknya agar menjauh darimu Chris , Almira tidak mengambil 1 sen dolar dari ibumu. Dia wanita yang hebat dimataku." ucap Alice masih dengan suara sedikit meninggi.
Pengawal wanita Alice yang masih merekam video percakapan antara Christian dan Alice menaikkan bibirnya sebelah sedikit ke atas.
' Itu baru namanya Princess Alice dan aku siap melayanimu nona.' gumam pengawal wanita itu.
Chris memijit keningnya sesaat sambil mengingat karakter dan sifat ibunya 'Madam Rose 'yang arogan dan ia mulai menganalisa satu demi satu perkataan Alice. Sesaat kemudian ia menolehkan mukanya pada Alice
" Bagaimana kau tau Nevan anakku? bisa aja Almira berhubungan..." ucap Chris memasang muka datarnya.
"Kau ini BODOH ya? bagaimana bisa seorang CEO yang memimpin perusahaan terbesar nomor 8 di dunia, bisa tidak mengenali anaknya sendiri? Kau tidak lihat Nevan begitu mirip seperti jiplakan wajah kecilmu. Dan kau kira Almira wanita murahan yang mau tidur sama siapapun. Dia begitu setia padamu menunggumu berubah Chris." ucap Alice berdiri sesaat dia melihat Almira dan anaknya sudah berada di depan lift restaurant.
Alice memberi kode pada Almira untuk mendekat ke arah meja dimana Christian dan Alice duduk.
Alice melirik Chris yang sedang mengelus wajahnya beberapa kali. Alice berjalan mendekati kursi Chris
"Sekarang mereka disini Chris. Sayangilah istri dan anakmu. Perlakukan mereka dengan lembut, jangan sampai aku dengar kau melukai mereka!Aku yang akan menghajarmu sampai babak belur. Ingat itu! Satu nasihat dariku Berbahagialah Chris " ucap Alice sambil mengelus pundak Chris.
"Oh iya. Aku sampai lupa, ini proposal dari perusahaanku untuk Investor baru. Aku jamin kalau kau menandatangani proposal itu kau akan mendapat keuntungan yang sangat bagus. Kalo tidak terlalu baguspun, aku rasa kau tidak perlu cemas . Seperti katamu Kau adalah pria terkaya di dunia urutan ke 8. Hahaha..." ucap Alice tertawa terkekeh untuk mencairkan ketegangan yang terlihat di wajah Christian.
Christian ikut tersenyum lalu ia menolehkan mukanya ke arah Almira dan anaknya.
Dari jauh Almira sepertinya berbisik sesuatu pada anaknya. Tiba- tiba Nevan berlari menuju meja Chris.
" Daddy...apa benar kau daddy ku bukan teman pria mommy ku?" tanya bocah kecil bermata biru itu menatap Chris.
Chris lalu menggendongnya dan mencium kedua pipi bocah kecil itu sambil menganggukan kepalanya dan menitikkan air matanya.
Alice dan pengawal wanitanya yang ikut menyaksikan kejadian itu ikut larut dalam kebahagiaan itu. Tanpa terasa air mata Alice yang ditahan di sudut mata semakin banyak dan itu terlihat oleh pengawal wanitanya.
"Nona kenapa anda menangis?" tanya pengawal wanita itu penasaran.
" Siapa yang menangis? Aku? Mana mungkin aku Princess Alice menangis. Kau mengada- ada saja. " ucap Alice berbohong sambil buru- buru menghapus air matanya disudut mata dengan jari tangannya.
' Aku merasa lega dan ikut bahagia. Semoga Chris berbahagia dengan keluarga kecilnya.'
Bersambung🙏
^ Ayo dukung author dengan beri Vote, Like dan Comment😁
Thanks🙏
^ Jangan lupa klik Favorite untuk update cerita ini😊