Princess Alice

Princess Alice
31.Apakah Aku Jatuh Cinta Padanya?



🌹🌹Happy Reading🌹🌹


"Selamat pagi bu" sapa Arya dan Alice berbarengan.


"Selamat pagi nak" kata ibu.


Ibu menatap Alice dengan muka cemas


"Alice, apakah kau sakit?" tanya ibu.


"Emmh..Saya hanya sedikit pusing bu karena semalam minum red wine. Kak Arya juga sudah memberiku teh jahe bu "


"oo..Arya, lain kali istrimu jangan disuguhkan red wine. Kasihan tuh istrimu" kata ibu mendelikkan matanya.


Arya dan Danang tertawa berbarengan


"Iya bu. Maaf bu, lain kali aku suguhkan teh jahe aja bu, apalagi kalo malam hari udara sangat dingin. Sangat cocok dengan lidahmu yach honey."


Arya tertawa ngakak sambil melirik Alice yang menunduk malu.


'Iiih kak Arya, buat aku malu aja. Semalam itu red wine benar- benar luar biasa, buat aku ketagihan'.


Di meja sudah tersedia hidangan makan pagi yang sederhana nasi putih, sayur tumis kangkung dan ikan peda asin dan sambal terasi.


Alice masih tertegun melihat hidangan pagi ini. Arya langsung menyendokkan nasi, sayur kangkung dan ikan peda ke piring Alice.


"Ayo honey, dimakan nasi dan sayurnya " pinta Arya.


Alice menganggukan kepalanya sambil menyendokkan nasi dengan perlahan.


Arya bangun dari kursinya menuju dapur. Tak lama kemudian, ia membawa sepiring telur dadar.


Arya lalu memberikan telur dadar ke piring Alice.


Alice kaget dan menolehkan mukanya ke arah Arya sambil tersenyum.


"Thanks kak"


Arya tersenyum geli melihat istrinya yang manja, tapi ia sangat suka memanjakan istrinya.


Ibu melihat kedua anak muda yang sedang jatuh cinta. Ia tersenyum sambil mendoakan agar anaknya dan mantunya bahagia selalu.


Setelah sarapan, mereka pun pamit kepada ibu karena siang ini mereka akan balik ke kota.


"Dek, semoga orang- orang itu tidak menganggu perkebunan kita lagi. Jangan lupa ingatkan warga desa harus selalu waspada, kalo melihat orang asing yang bertindak misterius."


" Baik kak..Safe flight yach kak"


"Hati- hati di jalan yach nak" kata ibu sambil memeluk Arya dan Alice bergantian.


Siang ini mereka diantar pak supir ke airport.


Alice tertidur sepanjang jalan menuju Airport.


Setibanya di airport, Arya membangunkan Alice.


Alice segera bangun dan membantu Arya membawa koper mereka berdua.


Sambil menunggu jam keberangkatan pesawat mereka, Arya mengecek e-mail nya dari tablet nya.


Arya melirik Alice yang sibuk mengacak - acak tas ransel kecilnya.


"Honey, apa yang kau cari?" tanya Arya.


"Hmm..itu kak, aku membeli obat waktu hari kakak kecelakaan. Sekarang obatnya hilang." kata Alice dengan muka cemas.


"Maksudmu ini?" kata Arya tersenyum geli sambil menunjukkan 1 strip pil pencegah kehamilan dan pengaman pria merk D.


"Kak, kembalikan pilku" kata Alice sambil mencoba merebut barang yang dipegang Arya.


Arya menjaili Alice dengan menaruhnya di saku celana panjangnya.


Tiba- tiba terdengar pengumuman dari pengeras suara.


"Pintu gate 3A sudah dibuka, dipersilakan para penumpang GA tujuan Jkt menaiki pesawat"


Arya segera bangkit dari kursinya dan mengandeng tangan Alice sambil tertawa menuju badan pesawat.


Kali ini Arya memesan tiket kursi kelas ekonomi.


Alice memilih kursi yang menempel ke jendela.


Alice melirik Arya yang mulai memejamkan matanya.


' Ini kesempatan aku untuk mengambil pilku'.


Tangan Alice mulai meraba kantong celana sebelah kiri.


' Kok tidak ada sih ,kak Arya taruh di kantong celana sebelah kanan kah?, aduh susah nih '.


Arya terbangun sambil membuka mata sebelah, ia tersenyum dan menarik lengan tangan Alice, sehingga muka Alice berhadapan dengan muka Arya sangat dekat.


"Honey, kamu belajar jadi tukang copet ya?" ujar Arya sambil tertawa.


Alice menjulurkan lidahnya


"Kakak sih sembunyikan pilku, ayo dong kak kembalikan pilku" kata Alice dengan suara kecil.


"Aku tidak akan mengembalikan pilmu, karena aku tidak ingin kamu meminumnya. Aku yang akan mengaturnya untukmu honey." kata Arya berbisik di telinga Alice.


Alice memanyunkan mulutnya lalu menolehkan mukanya ke jendela. Akhirnya ia tertidur selama sisa perjalanan.


Di Airport Soetta


"Selamat siang nona Alice dan Pak Arya" sapa Dimas.


"Siang Dimas." jawab Alice.


Alice.


Alice segera masuk ke mobil disusul Arya.


"Siang Dimas, gimana keadaan kantor?"tanya Arya.


"Aman pak." jawab Dimas.


Mobil menuju rumah Alice.


Setelah perjalanan 1.5 jam, mereka tiba di rumah.


Alice segera turun dari mobil, ia mengambil koper kecilnya dan membawanya masuk . Ia segera mandi dan pergi ke ruang kerjanya.


Alice langsung sibuk dengan drawing papernya.


Ia sudah berjanji mengirim beberapa designnya ke Dave.


Tok..tok..


"Iya masuk"


Alice masih menatap ke arah kertasnya, ia tak sadar Arya sudah masuk ke ruang kerjanya.


" Ayo, makan dulu, aku buatkan makanan kesukaanmu" ajak Arya.


"Hmm... keliatannya enak" jawab Alice sambil bangkit dari kursinya menuju sofa.


Selesai makan Alice lanjut menyelesaikan pekerjaannya yang sempat tertunda karena harus pergi ke perkebunan Arya.


Arya pun ikut bekerja di ruang kerja Alice. Ia duduk di sofa yang ada di ruang Alice. Ia menyelesaikan membalas email dari beberapa stafnya ,sesekali ia melirik istrinya yang masih sibuk dengan drawing nya.


Jam sudah menunjukkan pukul 22.00


"Honey, sudah jam 10 malam. Aku mau pergi ke kamar tidur." kata Arya


"Hemm.."


Arya bangun dari sofa setelah menutup laptopnya.


Ia menghampiri istrinya menuju meja kerjanya.


Arya meraih tangan Alice dan meletakkan pensilnya di meja kerjanya.


Alice terkejut dan mendongakkan wajahnya ke atas.


Arya mengecup kening Alice, lalu berbisik


"Ayo, sekarang kita tidur"


Alice mengangguk kepalanya dan menuruti perintah Arya.


' Kenapa hatiku dan badanku selalu mengikuti perintah kak Arya, apakah aku sudah jatuh cinta padanya?'


Arya menuntun Alice menuju kamar tidur mereka.


Sesampainya di kamar, Alice pergi ke kamar mandi untuk menggosok gigi.


Arya pun ikut menggosok gigi.


Keluar dari kamar mandi, Alice mengajak Arya untuk berdoa malam sebelum tidur. Hari ini pertama kali setelah mereka menikah, mereka melakukan kegiatan spiritual bersama.


Arya tersenyum dan menganggukan kepalanya.


' Aku sangat menyukai gadisku ini, karena dia juga seorang yang ingat akan Tuhan walaupun berlimpah akan kemewahan dalam hidupnya.'


Alice biasanya berdoa di malam hari sendirian karena ia tau papanya begitu sibuk dengan pekerjaannya. Sewaktu papanya masih hidup, Alice selalu berdoa untuk papa nya dan juga untuk roh jiwa mama nya agar berbahagia di surga.


Hari ini ia mendoakan roh papa dan mamanya yang sudah berkumpul agar hidup berbahagia di surga.


Keesokan paginya


"Bangun kak, ayo kita jogging pagi" kata Alice yang sudah memakai kaos sport dan celana jogging.


Arya mengucek matanya dan tersenyum


" Baiklah, tunggu sebentar yach"


Arya segera mengganti kaos tidurnya dengan kaos sport dan celana jogging, tak lupa memakai sepatu sneakers.


Alice mengajak lari pagi mengitari taman yang ada di kompleks perumahannya.


Sambil berlari, ia bercerita tentang baju rancangannya yang dikirim untuk diikutsertakan dalam kompetisi 'Young Designer International' .


Arya mendengarkan ceritanya sambil tersenyum.


'Gadisku sangat bersemangat bekerja dan berkarya dalam Design'


bersambung🙏


^Ayo Dukung terus Author dengan kaci VOTE, LIKE DAN COMMENT😁


Thanks🙏


^ Jangan lupa klik Favorite untuk update cerita ini😊