
🌹🌹Happy Reading🌹🌹
Arya mengambil bayi laki- lakinya dari Alice lalu dengan luwesnya ia menggendong bayinya sambil menyanyikan baby song.
Alice yang mendengarkan suara Arya yang menyanyikan baby song menahan tawanya.
' Kak Arya sungguh mengagumkan .'
Setelah beberapa menit bayi laki- laki yang diberi nama ' Leonardo Pramudya' tertidur di buaian daddy nya. Arya meletakkan baby Leo ke tempat tidur baby berwarna coklat yang terletak tidak jauh dari tempat tidurnya orang tuanya.
Alice yang mulai tersadar dari tidurnya, membuka matanya dan melihat suaminya yang sedang menaruh baby Leo di tempat tidur baby.
" Sayang, baby Leo sudah tidur?" tanya Alice dengan suara pelan.
Arya menolehkan mukanya ke arah istrinya sambil tersenyum. Lalu ia berjalan menuju tempat tidurnya dan duduk bersebelahan dengan istrinya di tempat tidur.
" Sudah honey. Hari ini aku sangat ingin cepat- cepat pulang ke rumah melihat istriku yang cantik dan baby boy ku." ucap Arya sambil mencium pucuk kepala Alice.
Alice tersenyum lalu ia mempererat pelukan tangannya di pinggang suaminya .Beberapa menit mereka bercakap- cakap dan akhirnya mereka tertidur lelap dan masih dalam posisi berpelukan.
Keesokan Paginya
Matahari sudah menyinari bumi, sinarnya menerobos masuk ke dalam kamar tidur Alice melalui jendela kaca kamarnya. Alice melirik jam yang ada di nakas sebelah tempat tidurnya.
Pukul 8 tepat, Alice bergegas ke kamar mandi dan tak lupa membangunkan suaminya untuk mandi sebelum berangkat kerja.
" Sayang. Bangun sudah pukul 8. Maaf aku kesiangan semalam baby Leo beberapa kali terbangun kak" ucap Alice dengan ekspresi ' puppy eyes' sambil mengayun- ayunkan lengan suaminya.
Arya membuka matanya sambil melirik jam yang ada di nakas sebelah tempat tidurnya. Arya tersenyum lalu mengusap pipi Alice.
" It' s ok honey. Itulah tugas seorang mommy. Nikmatilah honey menjadi ibu muda" ucap Arya sambil mencium bibir Alice singkat dan lembut.
Spontan wajah Alice berubah memerah walau yang melakukannya Arya sang suami. Arya tertawa terkekeh melihat istrinya merona pipinya.
Arya bergegas masuk ke kamar mandi. Alice berjalan setengah mengantuk menuju lantai bawah, ia ingin menyiapkan sarapan pagi untuk suaminya.
Mbok Sumi dan mbok Tutik yang melihat nyonya mudanya segera menyapanya
"Selamat pagi Nyonya." ucap mbok Tutik dan mbok Sumi berbarengan.
" Pagi mbok Sumi . Pagi juga mbok Tutik." ucap Alice tersenyum.
" Nyonya mau apa? Biar kami yang menyiapkan sarapan buat tuan dan Nyonya." ucap mbok Sumi.
" Iya nyonya. Saya juga bisa membantu menyiapkan sarapan. Karena baby Leo masih tertidur. Sebaiknya nyonya beristirahat kembali." ucap mbok Tutik.
" Baiklah mbok. Saya hanya ingin memastikan sarapan sudah siap." ucap Alice tersenyum.
" Kami sudah menyiapkan sarapan nasi uduk, ayam goreng, tempe orek, telur dadar dan lalapan sayuran nyonya." ucap mbok sumi.
" Mantap. Terima kasih mbok." ucap Alice tersenyum dan mengacungkan jari jempolnya pada kedua pelayannya.
Alice bergegas kembali ke kamar tidurnya.
ceklek
Ia melihat suaminya sedang memakai dasinya. Ia segera membantunya memakaikan dasinya. Alice meraih dasi yang sedang dipegang Arya.
" Mari aku bantu kak." ucap Alice sambil meraih dasi itu dan memakaikan dasi nya.
Arya menatap istrinya yang sangat dicintainya , ia ingin berbagi cerita yang mengganjalnya beberapa hari ini tetapi ia pendam karena ia yakin membuatnya terluka nantinya.
Alice mendongakkan mukanya ke arah Arya. Ia menautkan kedua alis cantiknya, ia merasakan ada rasa kekhawatiran di diri Arya tapi ia tidak mengetahui apa yang dikhawatirkan suaminya.
" Sayang, kenapa wajahmu seperti tidak ceria? adakah yang ingin kau ceritakan padaku?" tanya Alice penasaran.
" Aaah...masa sih? wajahku tidak ceria, tidak mungkin . Aku merasa bahagia memilikimu dan baby kita honey. Jangan berpikir macam- macam ya! Enjoy your time menjadi new mom." ucap Arya mencium kening Alice.
Lalu Arya menggandeng tangan Alice menuju lantai bawah untuk sarapan bersama. Sebelumnya ia menghampiri tempat tidur bayi, ia menundukkan punggungnya 45 derajat dan mencium pipi chubby baby Leo
" Jangan nakal ya boy! Jangan buat your mom cape! " ucap Arya
' Terima kasih papa. Papa telah memperkenalkan pria baik, pengertian dan selalu menjagaku.'
Tak terasa air mata Alice menetes di pipi putihnya. Arya yang menolehkan mukanya ke arah Alice, terkejut dan langsung menghapus air mata yang menetes di pipi putih istrinya.
" Ada apa honey? kamu menangis?" tanya Arya sambil menangkup kedua pipi Alice.
" Aku baru saja teringat papa kak. Andai ia ada disini sekarang, ia pasti senang melihat baby Leo kak." ucap Alice.
" Iya honey. Papa sudah bahagia di surga bersama mamamu. Sekarang aku akan menjaga dan melindungimu sampai ajal menjemputku honey." ucap Arya tersenyum.
" Ayo kita sekarang turun sarapan dulu!. Kamu harus banyak makan bergizi biar ASI mu lancar honey." ucap Arya menggandeng istrinya berjalan keluar kamar menuju lantai bawah.
Di ruangan makan mereka berbicara hal ringan dan sesekali terdengar suara tawa. Setelah menghabiskan waktu 15 menit untuk sarapan, Arya bergegas menuju mobil untuk berangkat ke kantornya. Sebelum ia berangkat, ia selalu mencium kening istrinya terlebih dahulu.
Setelah Arya berangkat, Alice mengambil ponselnya dan memencet nomor handphone Dimas
Dimas📞: Selamat pagi Nyonya. Ada yang bisa dibantu?
Alice📞: Pagi Dim. Ada yang ingin kutanyakan padamu. Apakah di kantor ada masalah yang genting? sepertinya suamiku menyembunyikan sesuatu.
Dimas diam sebentar, lalu ia teringat kejadian beberapa hari yang lalu.
Dimas📞: Beberapa minggu lalu, tuan menerima undangan pertemuan dengan tuan muda Bramantya. Tuan muda Bramantya memiliki beberapa aset perusahaan kita. Tuan Arya mencurigai ada orang dalam terlibat dalam penjualan aset perusahaan kita. Yang membuat tuan Arya marah hari itu adalah tuan Farel Bramantya mengancam tuan Arya agar nyonya Alice diceraikan oleh tuan Arya karena tuan Farel ingin memiliki nyonya dan menyuruh tuan Arya menyingkir dari jabatan CEO nya.
Alice📞: terima kasih Dimas atas infonya. Tolong jangan beritahu suamiku aku sudah mengetahui soal ini.
Dimas📞: Baik nyonya.
Alice menutup ponselnya dengan ekspresi kesal sambil mengepal kedua tangannya
' Si**** Farel Bramantya, beraninya ia mengancam suamiku dan menganggap diriku mainan. Awas kau nanti akan ku beri pelajaran!" ucap Alice mengeluarkan mata elangnya yang siap menerkam mangsanya.
Alice segera mengambil ponselnya dan mengetik pesan whatsapp kepada seseorang.
Alice : Hai brothers, aku mampir ke kantormu siang ini. Apakah kau sibuk bro?
Chris: Hallo my princess. Silakan aja. Aku akan selalu menyiapkan waktu untukmu anytime.
Alice: Thanks bro.
Chris: Your welcome dear.
Alice menutup ponselnya. Ia bergegas menuju walk in closet mengganti baju rumahnya dengan sebuah dress berwarna orange selutut . Ia bergegas menuju halaman dimana mobil merahnya terparkir.
Sang pengawal wanita sudah siap menemaninya dan ia membuka pintu untuk nyonya mudanya sambil menundukkan kepalanya.
" Ayo Yan, kita jalan sekarang! " perintah Alice.
" Baik nyonya." ucap pengawal wanitanya sambil menutup pintunya.
Alice yang baru beberapa minggu lalu melahirkan sudah siap keluar rumah. Walaupun ia tampak sehat, sebenarnya masih perlu istirahat. Oleh karena itu pengawal wanitanya selalu menemani nyonya nya yang keras kepala.
Akhirnya setelah 45 menit menembus kemacetan di kota, mereka sampai di sebuah gedung perkantoran yang megah .Lebih megah dari perusahaannya.
Alice keluar dari mobil merahnya sambil menaruh kacamata hitamnya di hidung mancungnya. Ia berjalan dengan anggun memasuki Lobby gedung yang bertulisan 'JR Bale Company'. Banyak mata menatap nyonya muda ini dengan rasa kagum dan beberapa dengan rasa iri.
' Wow...perusahaan sepupuku lebih besar dari milik keluargaku.'
Dari jauh sepasang mata melihat Alice yang sedang berjalan memasuki lobby gedung.
' Selangkah lagi kau akan menjadi milikku Alice.'
Bersambung🙏
^ Ayo dukung author dengan beri Vote, Like dan Comment😁
Thanks🙏
^ Jangan lupa klik Favorite untuk update cerita ini😁