Princess Alice

Princess Alice
100.Kedatangan Wanita Kejam



🌹🌹Happy Reading🌹🌹


"Hanif, berikan aku surat perjanjian itu! " perintah Nyonya pada sekretarisnya.


Pak Hanif mengambil surat perjanjian itu dari tas kerjanya lalu memberikan pada Nyonya besarnya.


Nyonya besar itu mengangkat surat perjanjian yang telah ditanda tangani Arya.


Sreeettt...


Tiba- tiba tangan nyonya besar merobek kertas itu menjadi dua bagian terpisah dan melemparnya ke lantai.


Alice yang melihat itu


segera menghampiri oma nya dan memeluknya.


" Terima kasih oma. Kau sungguh oma ku yang luar biasa." ucap Alice sambil memeluk dan mencium pipi oma nya.


Omanya memeluk cucunya dan mengelus punggung Alice.


" Memang nya aku oma mu yang kejam dan bodoh. Aku tidak mungkin mengusir seorang yang pekerja keras dan briliant seperti suamimu. Lagi pula kau cucuku, kau harus memberiku lebih banyak cicit laki- laki untuk menjadi pewaris perusahaan kita dear." ucap Oma nya tertawa terkekeh.


Arya yang melihat kejadian itu menarik nafas panjang


' Terima kasih Tuhan atas kemurahan hatimu membuat hati seorang Nyonya besar menjadi terbuka dan menerimaku. Sungguh hari ini penuh keajaiban.'


" Terima kasih Nyonya atas kemurahan hatimu." ucap Arya dengan sopan.


Nyonya besar menatap pria muda yang sudah menjadi cucu mantu nya selama 2 tahun ini. Ia tersenyum sambil menggangukan kepalanya.


' Aku sudah puas menguji kekuatan cinta mereka. Ternyata tepat pilihan Harris memilih Aryasatya sebagai penerus perusahaan dan mantunya. Ia telah mengemban tanggung jawab terhadap perusahaan dengan baik. Serta mempertahankan cintanya pada Alice bahkan mempertaruhkan nyawanya dengan tulus untuk melindungi istrinya. Terima kasih Tuhan, Kau telah membuat pertemuan mereka dengan indah sehingga dua manusia yang diikat janji suci tidak akan bisa dilepaskan oleh siapapun hanya bila salah satu dipanggilmu kembali kepadaMu.'


Alice berjalan menuju bed dimana Arya berbaring. Arya merentangkan kedua tangannya sambil tersenyum pada istrinya. Alice segera memeluk suaminya dan merebahkan kepalanya di dada bidang suaminya.


Tak terasa air mata Alice menetes hingga mengenai baju Arya. Arya menunduk melihat istrinya.


" Kenapa kau menangis?" tanya Arya.


Alice buru- buru menghapus air matanya lalu menatap suaminya dan menangkup kedua pipi suaminya dengan dua tangannya.


" Kau tau, hari ini adalah hari kebahagiaan aku. Aku sempat berpikir nanti malam aku akan mengepak bajuku dan bajumu serta membawa baby Leo untuk kabur dari mansion. Aku sudah berpikir oma tidak akan pernah mengubah keputusannya yang sudah dibuatnya." ucap Alice sambil melirik omanya.


" Hari ini bukan saja hari kebahagiaanmu honey. Tapi kebahagiaan kita berdua. Akhirnya aku bisa bernafas lega dan tidur nyenyak setelah berbulan- bulan terakhir ini aku kepikiran surat Perjanjian Pra Nikah yang aku tanda tangani. Ternyata Tuhan membuat keajaiban buat kita berdua." ucap Arya sambil mengecup pucuk rambut Alice.


Nyonya besar berjalan menuju dua insan muda yang sedang berpelukan, tiba- tiba Nyonya memeluk mereka berdua


" Aku berkati pernikahan kalian agar langgeng sampai kalian menua. Jangan lupa beri aku cicit yang banyak."ucap oma nya menggoda dua insan manusia itu.


Alice mengkerucutkan bibirnya yang berwarna pink itu.


" Oma, kau kira aku kucing yang harus beranak terus. Aarghh oma..." ucap Alice memasang muka memelas.


Lain Alice lain juga Arya ia tersenyum sambil menggoda istrinya.


" Baik Nyonya. Aku akan memberimu cicit yang banyak. Nyonya ingin berapa lima? tujuh? sepuluh? atau dua belas?" ucap Arya sambil melirik istrinya yang sudah menutup wajahnya dengan kedua tangannya sambil menggeleng- gelengkan kepalanya.


Tiba- tiba terdengar suara Olivia adik sepupunya yang baru tiba bersama Devon sahabat Alice dan juga pacar Olivia.


" Kak buat aja 12 kak. Biar seru udah bisa buat 1 tim sepakbola. Hahaha..." ucap Olivia mengoda kakak sepupunya.


Hal itu sontak membuat seisi ruangan tertawa terkekeh- kekeh, hanya Alice yang merasa dirinya malu dan pipinya sudah berubah merah.


Alice mengambil bantal yang ada di bed lalu melempar ke arah Olivia adik sepupunya yang masih tertawa terkekeh- kekeh.


" OLIV, kau kira aku kucing ya? Ha...nanti badanku jadi gendut ngak karuan tau...Enak aja." gerutu Alice sambil mengkerucutkan bibirnya.


Arya yang melihat istrinya yang ngambek, tidak tega ia menarik pinggang istrinya hingga terduduk di sebelahnya .


" Buatku tidak masalah. Karena di mataku tetap istriku yang seksi." bisik Arya di telinga istrinya.


Sontak kedua mata indah Alice terbelalak.


" Gombal" ucap Alice sambil mencubit perut suaminya.


"Aaww...aaww..." ucap Arya meringis kesakitan dicubit istrinya.


"Hahaha.." terdengar suara tawa dari semua orang yang berada di ruangan rawat Arya.


Setelah lima hari dirawat di rumah sakit, akhirnya Arya diperbolehkan pulang. Alice menggandeng lengan kanan suaminya sepanjang lorong rumah sakit menuju pintu keluar rumah sakit.


Dari kejauhan tampak supir keluarga Pak Darno sudah membuka pintu belakang mobil Alphard hitam.


" Baik pak. Terima kasih ." ucap Arya tersenyum.


Arya memasuki mobil diikuti istrinya. Arya melihat jam tangannya menunjukkan pukul 11 siang.


" Pak. Antar saya ke Restaurant Dynasty di jalan X." perintah Arya.


" Kok ke Restaurant sih sayang? kamu ada janji ama klienmu?Kan kamu baru sembuh." tanya Alice melirik suaminya.


" Hari ini aku sudah mengundang Christian kakak sepupumu tersayang itu. Nyonya juga ikut hadir nanti di sana" ucap Arya tersenyum.


Setelah menempuh perjalanan 45 menit menembus kemacetan di siang hari, akhirnya mereka tiba di Restaurant Dynasty.


Alice keluar dari mobil hitamnya sambil menggandeng lengan suaminya dengan mesra membuat semua mata memandang dengan penuh kekaguman .


Alice tampak cantik dengan atasan halter neck warna biru dan rok A- line warna senada tak lupa sepatu high heels membuat ia tampil cantik dan anggun. Sedangkan Arya memakai kaos hitam dengan jas grey membalut tubuhnya yang atletis serta celana jeans.


Mereka berjalan memasuki ruangan VIP yang sudah dipesan asistennya Dimas. Tampak Nyonya besar dan sekretaris Pak Hanif sudah hadir lebih dulu di restaurant itu.


" Selamat siang Nyonya." sapa Arya .


" Halo omaku tersayang. Apa kabarmu oma?" ucap Alice sambil mengecup pipi omanya.


" Halo dear. Baik. Terima kasih" ucap Oma


" Selamat siang Arya. Apakah tuan Bale sudah menghubungimu?" tanya Nyonya.


Arya melirik asistennya Dimas yang juga sudah berada di restaurant itu.


" Menurut asisten tuan Bale. Mereka sudah on the way kemari Nyonya." ucap Dimas.


" Sebaiknya kita menunggu mereka sambil memesan makanan terlebih dahulu Nyonya." ucap Arya.


Seorang pelayan wanita memberikan menu pada Alice, Nyonya dan Arya.


Alice langsung memesan makanan seafood yang menjadi menu utama di restaurant ini.


Tiba- tiba terdengar suara keributan di luar pintu ruang VIP, Arya menyuruh Dimas mengecek apa yang sedang terjadi di luar. Baru saja Dimas hendak membuka pintu , pintu sudah dibuka dengan kasar oleh seseorang.


Suara sepatu berjalan dengan tergesa- gesa memperjelas si pemilik sepatu itu memasuki ruangan ini. Semua mata menatap ke sosok wanita separuh baya yang tampak tetap cantik dan anggun di usianya. Tapi dari sorotan matanya tampak kebencian yang mendalam.


" Halo Nyonya Margaret Tjokro kita bertemu kembali. Sekarang kau bisa menyerahkan perusahaanmu beserta aset yang lainnya dengan sukarela kepadaku!" ucap wanita paruh baya itu dengan nada tinggi.


Alice menatap mommy Christian dengan tatapan terkejut.


' Lady Rose Arkitson mulai mengeluarkan sifat aslinya yang kejam.'


" Halo Rose Arkitson. Kita bertemu kembali. Setelah bertahun- tahun kita tidak bertemu, sifatmu tidak berubah. Kau tetap wanita kejam dan serakah. Bukankah kau sudah mewarisi semua warisan Charles suamiku? Anak- anakku bahkan tidak mengambil satu sen pun dari warisan Charles di Paris." ucap Nyonya Margaret dengan nada tinggi juga.


" Nyonya kau tidak tau perusahaanmu sudah diambil oleh perusahaanku JR Bale Company. Berarti kau akan kehilangan semua hartamu. Hahaha..." ucap lady Rose sambil tertawa bahak.


" Tunggu Madam. Perusahaan kami mendapatkan kembali aset kami yang telah dicuri seseorang dan sekarang asetnya sudah balik semua pada kami. Jadi kami tidak memiliki utang pada perusahaanmu." ucap Alice menerangkan.


" Nona muda rupanya kau yang meminta tolong pada anakku untuk mengambil aset perusahaanmu yang dicuri Farel itu? Tidak ada yang gratis di dunia ini sayang. Aku tidak memberinya dengan gratis. Aset perusahaanmu masih menjadi milik perusahaanku. Enak aja..." ucap lady Rose dengan nada tinggi.


Tiba- tiba Chris masuk dengan ekspresi marah.


" Mom. Kau sebaiknya pulang bersamaku. Mommy tidak usah ikut campur urusan pekerjaanku." ucap Chris sambil memegang lengan mommy nya untuk keluar dari ruangan ini.


"Kau anak bodoh! kau mau ditipu gadis licik itu ya? atau kau jangan- jangan suka padanya? Enak aja. Perusahaan gadis itu milik kita my son." teriak lady Rose.


Chris terus menarik lengan mommy nya. Tiba- tiba mommy nya menarik sesuatu dari tasnya.


dor...dor..


Sebuah pistol dikeluarkannya dan sebuah peluru melaju kencang menuju Alice. Alice memejapkan matanya kembali.


Bruuukkk


Terdengar suara orang terjatuh. Siapakah yang terjatuh itu? apakah Alice?


Bersambung🙏


^ Ayo dukung author dengan beri Vote, Like dan Comment😁


Selamat Idul Adha bagi para readers yang merayakan🙏🙏


Salam sehat selalu ya guys..Thanks🙏


^ Jangan lupa klik Favorit untuk update cerita terbaru😁🙏