
🌹🌹Happy Reading🌹🌹
" Maaf pak Arya, besok kita lanjutkan diskusi kita, saya pamit dulu pak" kata Kirana sambil beranjak dari kursinya.
Alice menatap wanita bernama Kirana dengan muka cemberut .
"Aku baru tau, staf wanita disini sangat cantik dan berdandan seksi sekali , pantas betah pria- pria disini kerja di kantor" kata Alice dengan nada mengejek.
Arya yang sedang minum air tersedak dan tertawa geli
'Istriku sedang cemburu'
Arya berjalan menghampiri Alice sambil mengunci pintu dan menutup tirai ruangan kantor.
Alice yang mukanya cemberut sedang menatap keluar jendela kantor yang menghadap ke jalanan ibukota..
Arya segera memeluk pinggang Alice dari belakang dan berbisik di telinga Alice
" Honey, kamu cemburu ya, apa kita melakukan ritual yang blom kita lakukan disini saja?"
Alice kaget dirinya tiba- tiba dipeluk Arya.
" Dasar otak mesum" kata Alice sambil melepaskan tangan Arya yang ada di pinggang Alice.
Sekarang mereka berhadapan, Arya mencium bibir Alice dengan lembut, Alice menikmati ciuman itu.
Ia sudah mengalungkan lengannya di leher Arya.
Tok..tok..
Bunyi suara pintu ruangan Arya diketok.
" Sial, menganggu saja"
" Iya masuk" Arya membukakan pintunya.
"Maaf pak ,ada dokumen yang harus ditanda tangani pak" kata Dimas .
Arya membaca dokumen yang harus ditanda tanganinya, setelah beberapa menit baru ia menanda tanganinya..
Alice melihat muka Arya yang serius sewaktu Arya membaca dokumennya.
Alice berjalan mendekati Arya dan berbisik
"Honey, aku balik dulu ke ruanganku".
Arya mengangguk kepalanya.
Alice pun berjalan keluar dari ruang Arya dan kembali ke ruangannya.
Sewaktu ia berjalan menuju ruang kerjanya, ia mendengar suara seorang wanita yang sedang berbicara di handphone
" Baik tuan, saya akan terus mengawasi pak Arya, Adrian dan Nona Alice".
Alice terkejut dan ia mengintip dari balik tembok
'Ternyata Kirana staf baru itu, ia bekerja untuk siapa?'
Alice berbalik arah dan menuju ruang kerja Adrian.
tok...tok..
"Masuk"
"Kak, bisa kita bicara"
kata Alice dengan muka kesal.
"Ada apa Alice?"
"Sepertinya ada mata- mata di perusahaan ini kak?"
"Apa maksudmu?"
"Baru saja aku memergoki seorang wanita staf baru kita sedang menelpon seseorang untuk melaporkan semua kegiatan aku dan Kak Arya"
" Siapa wanita itu?"
" Kirana staf marketing baru, dia sering berdiskusi pekerjaan dengan kak Arya"
" Baiklah aku akan menyelidikinya, dia bekerja untuk siapa?"
" Thanks kak"
tok..tok
Ternyata Marisa yang masuk.
"Aku sebaiknya balik ke ruanganku, masih ada pekerjaanku yang blom selesai."
Adrian menganggukan kepala .
Alice mendekat ke arah Marisa sambil berbisik pelan
" Kerja yang benar, jadi menggoda kak Adrian yach, I watching you"
Alice melototkan matanya pada Marisa. Marisa menghela nafas dalam- dalamnya
'Seenaknya aja dia, dasar princess.'
Adrian yang melihat tingkah Alice pada Marisa tersenyum geli.
Alice berjalan ke ruang kerjanya, ia teringat ia mau menyelesaikan pekerjaanya mendesign sebuah dress yang elegan .
Sesampainya di ruangnya, ia menelpon sobatnya.
"Hallo Dave, aku baru saja mengirim email, coba kau check designku, bagaimana menurutmu?"
" Hallo Princess, ok aku check dulu, aku akan memberi kabar padamu segera."kata Dave dengan semangat.
"Oh iya Alice, jangan lupa sabtu ini acara wisuda di hall kampus"
" ok..thanks Dave"
Alice baru ingat, hari Sabtu ini akan ada wisuda.
Ia teringat papanya yang tidak bisa menghadiri wisudanya, tanpa disadarinya ia meneteskan air matanya.
" hallo"
" Kak, bisakah kakak menghadiri acara wisudaku bersama aunty Shanon dan Olivia?"tanya Alice.
" Baiklah Alice..aku akan memberitahukan pada mama dan Olivia"
"Thanks kak"
"sama - sama Alice"
Alice sangat senang, ia masih merasa ada keluarga yang menyayangiku.
Tring..tring
"Hallo"
"Alice, aku ada meeting sebentar lagi di luar " kata Arya.
"Oo.."
"Apakah kamu mau makan siang bersamaku?"
"Baiklah, aku akan segera ke ruangmu"
Alice menutup telponnya.
Alice melihat jam menunjukkan pukul 13.00 , ia segera beranjak dari kursinya menuju ruang Arya.
Sesampainya disana Arya sudah siap, ia mengambil jasnya segera menggandeng tangan Alice keluar ruangannya.
Di sepanjang koridor banyak karyawan menatap kagum dan iri pada pasangan itu.
Di depan pintu utama gedung " Tjokro" Grup, sebuah mobil Alphard hitam sudah terparkir.
Dimas segera membukakan pintu belakang untuk Alice.
Arya juga duduk di belakang menemani Alice.
"Hari ini hari pertamamu ke kantor, pastinya perutmu sudah pasti berbunyi, coba aku cek dulu" kata Arya sambil meletakkan tangannya di perut Alice.
Alice memukul tangan Arya sambil mendelikan matanya .
Arya pun tertawa geli.
Akhirnya mereka tiba di sebuah restaurant mewah terletak di hotel bintang 4 XX di tengah kota..
Seorang pelayan restaurant menyambut mereka di pintu utama dan membimbing mereka ke meja dekat jendela, sehingga mereka dapat melihat pemandangan kota.
Alice sibuk memilih menu makanan dan Arya hanya menatap Alice tanpa berkedip..
Alice memanggil pelayan dan mengorder makanan yang dipilihnya.
Setelah pelayan berlalu, tiba- tiba Arya mengajukan pertanyaan
"Alice, kalau aku jenuh dengan pekerjaan kantor dan memutuskan kembali ke perkebunan di desaku. Apakah kamu mau ikut denganku?"
Alice yang sedang minum air tersedak , sehingga ia terbatuk - batuk..
Ia sangat kaget atas pertanyaan Arya.
"Ada apa kak Arya, ada masalah di kantor? masalah dengan kak Adrian? atau grandma?"tanya Alice bertubi- tubi..
" Ngak ada..sudah lupakan saja pertanyaanku"jawab Arya dengan muka sedih..
Alice merenung
'Aku tidak tau mau jawab apa, aku kalo ingat kak Arya di desa, aku ngapain disana?, lagipula ibu Arya tidak menyukaiku'
Mereka berdua makan tanpa berbicara, hanya terdengar suara sendok beradu piring sesekali.
Setelah selesai makan , "Honey, apakah kau mau pulang ke rumah atau balik kantor?"
" Kak, aku pulang aja ya, aku lelah" jawab Alice berbohong.
" Baiklah"
Arya memanggil Dimas untuk mengantar Alice pulang ke rumah karena Arya akan melanjutkan pertemuan meeting di salah satu ruangan VIP di hotel XX ini.
Di dalam mobil
"Dimas, tolong turunkan aku di komplek ruko AA, saya ada keperluan, tidak usah ditunggu, nanti saya pulang sendiri."
"Baik nona"
"Oh iya, Dimas tolong selidiki Kirana staf marketing baru itu, siapa yang merekomendasikan ia ke perusahaan kita?" perintah Alice.
" Baik nona"
" Satu lagi awasi Kirana jangan sampai Pak Arya terlalu dekat dan percaya dengan wanita itu."
" Baik nona"
Akhirnya mereka tiba di komplek ruko AA.
Alice segera keluar dari mobil hitam dan segera ia masuk ke sebuah ruko yang bertuliskan Butik 'Princess '.
"Selamat siang nona Alice" sambut seorang karyawan butik.
"Selamat siang Novi, adakah Dave disini?"
"Ada nona, di ruangannya"
" Ok thanks, novi "
Alice yang ramah disukai para karyawan butik yang didirikan oleh Alice dan Dave 1 tahun yang lalu.
Awalnya Alice dan Dave berjualan online lama kelamaan bisnisnya berkembang pesat, sehingga mereka membeli sebuah ruko dan menjadikan rukonya sebagai tempat bisnisnya.
bersambung🙏
^Ayo Dukung terus Author dengan kaci VOTE, LIKE DAN COMMENT😁
Thanks🙏
^ Jangan lupa klik Favorite untuk update cerita ini😊