
🌹🌹Happy Reading🌹🌹
Gadis itu menatap dirinya di cermin, ia tersenyum puas melihat penampilannya.
' Keren juga pria kemayu itu memberikan make up padaku.'
Semua mata masih tertuju padanya. Tiba- tiba masuklah wanita cantik yang mengaku sebagai kakaknya. Ia berbisik pada Siska tangan kanannya
" Kasih gadis itu obat mujarab kita" ucap Angel
Gadis itu menatap curiga terhadap kedua wanita tadi.
Di Kantor
Drrt..drrt
Arya mengangkat ponselnya segera setelah melihat nama yang tertera
"Hallo kapten, ada berita baru?" tanya Arya dengan muka serius.
"Aku menemukan jejak nona Alice di rumah kepala desa, anak kepala desa menyerahkan surat yang ditulis nona Alice. Ia mengalami lupa ingatan dan tidak tau siapa namanya, asalnya, keluarganya." kata kapten.
Arya merebahkan punggungnya ke kursi kerjanya, ia merasa kesal, sedih dan marah pada dirinya karena tidak menjaga istrinya.
"Ia telah diculik oleh seorang wanita cantik dan anak buahnya. Kita beruntung karena nona sangat pintar, ia menyuruh anak ini memotret orang- orang tersebut." cerita kapten.
"Apakah kau bisa kirimkan foto- foto orang tersebut?" tanya Arya.
"ok.aku segera kirimkan ke ponselmu." ucap kapten.
"Thanks kap"ucap Arya
"Kita sudah menemukan titik terang. Tenanglah sebentar lagi nona Alice dapat ditemukan." ucap Kapten.
Arya mengakhiri percakapannya, tiba- tiba bunyi notifikasi whatsapp masuk. Arya mengecek WA nya masuk dari Kapten.
Arya terkaget melihat foto yang dikirim oleh kapten.
" Sia*** ternyata Angel yang menculik Princess." kata Arya.
"Ada apa pak?" tanya Kirana
Arya memperlihatkan foto yang dikirim padanya. Kirana pun shock, ia pun mengaku bahwa ia pada awalnya diperintah Angel untuk memata- matai Princess, Adrian dan Arya.
Ia pun meminta maaf pada Arya. Arya pun berkata
"Sebagai tanda permohonan maafmu, kamu harus membantuku menyelamatkan Alice." kata Arya.
Kirana menganggukan kepala tanda setuju. Selain itu Arya menceritakan kondisi Alice yang sebenarnya
"Kita harus lebih berhati- hati karena Alice tidak mengingat dirinya siapa, kita tidak boleh memaksanya, kita harus menyakinkannya bahwa kita adalah temannya." pinta Arya pada tim yang akan membantunya.
Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, Kirana membantu Arya dan Dimas mengecat rambut mereka menjadi pirang . Kirana dan Marisa ikut dalam misi penyelamatan ini, mereka berdandan seksi malam ini . Hanya Adrian yang tidak turun ke lapangan, ia akan stand by di mobil memonitor lewat laptop. Para security Nyonya pun stand by di mobil.
Di Villa Mewah
Tepat pukul 7 malam, para tamu mulai berdatangan. Tampak beberapa selebritis ,pengusaha terkenal, po****** , pe****** negara dan tamu asing dari luar berdatangan ke Villa mewah itu.
Arya dan rekan- rekan berangkat menggunakan satu mobil yang sama . Di belakang mereka mengikuti sebuah mobil berisi para security guard Nyonya.
Sedang Devon berangkat menuju lokasi menggunakan mobil kesayangan X'trail putihnya, mereka berjanji bertemu di dekat pintu masuk Villa mewah itu.
"Hallo kak Arya. Aku sudah stand by di lokasi. Aku menggunakan mobil X'trail putih. Posisi dimana kak?"tanya Devon
"ok.Sebentar lagi bertemu."
Tak lama kemudian mereka bertemu di lokasi. Mobil mereka beriringan bersama menuju Villa Mewah itu.
Mobil berisi security guard Nyonya menunggu di hutan pinus.
Di depan Pintu masuk Villa mewah itu penjagaan sangat ketat. Para security villa memeriksa mobil dengan sangat ketat.
Setelah selesai pemeriksaan mobil, mereka tiba di halama yang sangat luas dikelilingi taman bunga yang indah.
Arya segera turun dan mengamati sekeliling rumah. Ia berganti pakaian menjadi seorang waiter catering dan segera menyelinap ke taman samping dan masuk ke pintu dapur.
Devon dan Kirana yang berpura- pura berpasangan melangkah menuju pintu utama Villa itu. Diikuti Dimas yang harus menggandeng tangan Marisa yang gugup malam ini. Marisa memakai rambut palsu sebahu dan memakai kacamata . Adrian yang melihat Marisa gugup menghampirinya
"Kamu boleh tidak ikut misi ini kalau kau merasa takut. Kamu bisa bersamaku di mobil." kata Adrian
"Tidak pak. Saya siap membantu nona karena nona telah membantuku dulu." ucap Marisa.
"Baiklah. Berhati- hatilah selalu. Earphone selalu stand by yach." ucap Arya.
Marisa menganggukan kepala sambil tersenyum
'Aku harus menolong nona Alice hari ini.'
Mereka berempat melangkah masuk ke pintu utama Villa mewah itu. Devon yang hari ini tampak berbeda dari hari biasanya, ia memakai jas berwarna hitam . Di pintu utama Villa berjaga 2 security
"Selamat malam tuan, bisa tunjukkan barcode nya?" kata pria berbadan tegap.
"Malam, tunggu sebentar." kata Devon sambil mengeluarkan ponselnya.
Security segera mengecek barcode di ponsel Devon.
Ia menatap teman- teman Devon sambil menghitung jumlah orangnya.
Kirana beraksi
Security melirik Kirana sambil tersenyum,
" Ok Empat orang. Silakan masuk Tuan Devon Pranata." kata security itu.
Marisa menggandeng lengan Dimas sangat erat. Keringat dingin mulai menyerangnya, ia bergumam sendiri
' Aku pasti bisa melewati hari ini.'
Di pintu dapur Arya bertemu dengan security
"Bisa kau tunjukkan tanda pengenalmu?" ucap si security.
" Ini pak." kata Arya yang hari ini menyamar dengan rambut dicat pirang dan memakai kumis palsu.
" ok. silakan bekerja."ucap si security.
Akhirnya Arya melangkah masuk ke dalam dapur, ia segera mengambil beberapa gelas dan menuangkan wine ke dalamnya. Ia segera keluar dari dapur menuju Hall utama, tempat berkumpulnya para tamu.
' Aku harus menemukanmu honey.'
Arya berkeliling sambil membawa nampan berisi gelas wine .Matanya melihat ke seluruh penjuru ruangan hall. Ia bertemu Devon dan teman- temannya.
" Aku blom melihat Princess." bisik Devon ketika berpapasan dengan Arya.
"Terus mengecek dan hati- hati." bisik Arya.
Tiba- tiba dari arah atas turunlah Angel beserta tangan kanannya Siska dan beberapa pria yang mengawal seorang gadis yang sangat cantik menyerupai Dewi Fortuna.
" Selamat malam tuan- tuan dan Nyonya, selamat datang di Villa kami. Silakan menikmati waktu anda di tempat kami. Terima kasih." kata Angel sambil tersenyum manis.
Arya menatap Angel dengan tangan kiri dikepalkan, ia menahan emosinya.
' Ternyata kamu yang menculik Alice, sungguh wanita ular. Apa salah Alice padamu?'
Devon mendekati Arya, sambil berbisik
"Itu Princess kak, ia tampak cantik malam ini ." kata Devon sambil menatap gadis cantik yang berada di tangga .
Arya pun menatap gadis cantik itu sambil bergumam
' Akhirnya aku menemukanmu Princess. Tunggu sebentar lagi aku akan membawamu pergi dari tempat laknat ini.'
Malam ini Princess menggunakan tube dress warna biru dan rambut panjangnya dibuat bergelombang dan dibiarkan terurai di punggungnya. Ia tampak cantik seperti dewi yang turun dari khayangan.
Semua mata pria di hall utama menatap gadis cantik itu sambil menelan salivanya. Arya semakin geram, ia mengepalkan tangan kirinya, dan menahan emosinya.
"Tuan- tuan malam ini, kita kedatangan adik saya yang cantik. Apabila tuan- tuan ingin berkenalan dengannya, silakan mendaftar dengan miss Siska." kata Angel.
Gadis cantik itu menatap Angel dengan curiga
'Apa maksudnya dengan berkenalan?'
Angel memberi kode para pria agar menuntun gadis cantik itu menuju kamar yang sudah disiapkan.
Alice dituntun ke sebuah kamar.
ceklek
Pintu kamar dibuka, gadis cantik itu dibawa masuk ke kamar itu.
" Kenapa aku harus disini, kak?bukannya aku bisa turun berpesta di bawah" tanyanya pada Angel.
"Hahaha.. kamu pikir kamu bisa ikut berpesta dengan tamu di bawah. Tidak sayang, sebentar lagi ada tamu khusus untukmu dan kamu harus me****** tamu itu sampai puas" kata Angel.
Alice kaget mendengar kata- kata Angel.
" Tidak mau." teriak gadis itu memberontak dan berlari menuju pintu.
Sayangnya pintu kamar itu sudah terkunci.
" Seret gadis itu kesini dan ikat di kursi ini." perintah Angel pada pria- pria anak buahnya.
"Kau bereskan gadis ini, kalo masih terus memberontak kasih obat mujarabku ini. Jangan sampai badannya terluka karena badannya aset kita." perintah Angel sambil memberikan obat mujarab dan meninggalkan kamar itu.
Gadis itu sudah dalam posisi kuda kuda untuk menyerang pria.
ciat..
Pria pertama terkena tendangannya tepat di dadanya dan jatuh tersungkur. Pria kedua dan ketiga menyerangnya berbarengan, sehingga gadis itu kewalahan dan akhirnya terjatuh.
Gadis itu diseret ke kursi dan tangannya diikat. Tapi mulutnya terus berceloteh
" Awas kau, aku akan balas padamu nanti." katanya
" Baru kali ini aku ketemu gadis yang merepotkan kayakmu." kata pria brewok sambil mengikat tangan gadis itu dengan tali.
Di balik pintu Arya sedang mendengarkan percakapan para pria tersebut. Arya bersiap untuk masuk ke ruang kamar itu .
' Tunggu aku akan menyelamatkanmu.'
Bersambung🙏
^ Ayo terus dukung Author dengan beri VOTE, LIKE dan COMMENT.
Thanks🙏
^ Jangan lupa klik Favorite untuk update cerita ini😊