Princess Alice

Princess Alice
37.Melarikan Diri



🌹🌹Happy Reading🌹🌹


Di Gudang


Sambil makan Alice merekam semua yang ia lihat dan dengar. Alice mendengar suara burung yang berkicau di luar gudang ini, matahari sudah meninggi terasa sinarnya semakin terang menembus melalui jendela di atap gudang. Berarti ini sudah siang hari, aku sudah diculik lebih dari 12 jam.


'Apakah kak Adrian dan kak Arya sudah mencariku? harusnya Marisa sudah bercerita pada mereka.'


Alice sedang berpikir gudang ini berada di daerah hutan, aku mencium bau pinus dan mendengar suara air .Berarti ada sungai di dekat tempat ini.


Tiba- tiba pintu dibuka, seorang wanita berbalut dress yang ketat berwarna hitam datang bersama pria brewok yang menculiknya.


Alice mencoba melihat dengan jelas, ternyata


' JUWITA'


"Hallo princess sayang, apa kabarmu hari ini?" tanya Juwita dengan muka menyindir Alice.


"Baik. Aku bisa tidur malam yang nyenyak dan sarapan. Hemm...thanks atas servicenya." jawab Alice membalas ejekannya.


Juwita mendengus kesal, karena orang yang diculiknya sama sekali tidak merasa takut malah mengejeknya.


"Brewok, siapa yang menyuruh melepaskan tali di tangannya?" tanya Juwita dengan nada marah.


"Eh anu boss, tadi nona Alice kesusahan waktu makan. Jadi aku melepaskan talinya." kaya pria brewok.


" Dasar bodoh. Biarin aja dia makan pakai mulutnya . Tangannya cepat diikat lagi." perintah Juwita.


Alice tidak menyia- nyiakan kesempatan ini. Alice langsung menyerang pria brewok itu dengan tangan yang terlepas ikatan. Ia memukul pria brewok dengan piring makannya.


Bruk..


Si pria brewok pun jatuh terjerembab. Alice langsung lari keluar gudang tanpa sepatu. Sepatu high heelsnya ia tinggalin karena tidak leluasa untuk berlari di hutan.


Terdengar suara Juwita yang berteriak meminta para pria lainnya yang menculik mengejarnya. Alice terus berlari menembus hutan pinus, ia terus bergumam


'Aku harus mencapai sebuah desa. Aku pasti bisa'


Alice sudah berlari selama 30 menit, ia masih blom menemukan sebuah desa atau setidaknya jalan raya.


Akhirnya ia tiba di tepi sungai. Alice berpikir


'Aku harus menyebrang sungai atau tidak.'


Sebelum ia bisa memutuskan. Para pria yang menculiknya muncul di belakangnya.


"Mau kemana cantik?Ayo ikut kami balik !" kata pria kurus.


"Never" jawab Alice kesal.


Alice nekat menyebrangi sungai yang berarus kuat.


Para pria penculiknya, tidak berani mengikuti Alice. Mereka saling suruh menyuruh satu sama lain.


Juwita mengambil ponselnya dan berbicara dengan seseorang


'Hallo bu, aku kehilangan Alice dia melarikan diri dari gudang dan nekat menyebrangi sungai, sekarang ia terbawa arus sungai." lapor Juwita.


"Dasar bodoh. Kau urus 1 perempuan aja tidak becus." jawab perempuan lain di telpon itu dengan ketus.


Juwita menutup telpon dengan kesal karena ia tidak bisa menangani kasus Alice.


Alice menoleh ke belakang, ia tertawa geli


'Dasar bodoh, sama dengan bossnya si Juwita.'


Alice tersandung batu dibawah air, ia sedikit menunduk dan kehilangan keseimbangan sehingga


" Aaaa..."


Alice mencoba meraih batang kayu ,tapi gagal ia terbawa arus yang kencang.


Alice mencoba berenang mengikuti arus yang kencang, tapi gagal arusnya lebih kuat dari dirinya sehingga Alice didorong arus air .


Tiba- tiba kepala Alice terantuk batu karang yang besar yang ada di tengah sungai. Alice tak sadarkan diri, arus air membawa tubuh Alice yang terlentang menuju tempat yang tidak ia ketahui.


Di Kantor


Arya sudah berada di kantor sejak pukul 7 pagi, tapi mukanya muram tidak bersemangat. Ia setiap 10 menit menatap ponselnya, sepertinya menunggu telpon dari seseorang.


Arya menatap foto Alice yang tersimpan di ponselnya. Ternyata diam diam Arya menyimpan banyak foto Alice di ponselnya. Ia mengusap foto Alice


'Dimana kau honey?I miss u so much '


Tok..tok..


"Iya masuk" kata Arya.


Adrian dan Dimas masuk ke dalam ruang Arya.


"Pagi pak. Saya dapat rekaman CCTV di area parkir club Z barusan dari Kapten Hendry ."kata Dimas sambil menyerahkan usb pada Arya.


Arya menyalakan komputernya dan memasukan usb ke CPU komputer. Arya meminta Dimas untuk mengajak Marisa ikut menonton rekaman kejadian.


Tak lama kemudian Marisa ikut hadir di ruangan. Ia mengenali para pria yang kemarin menganggu mereka dan telah menculik Alice.


"Iya betul. yang ini pak orang- orangnya." kata Marisa sambil menunjuk ke layar.


Tiba- tiba mata Arya menatap layar tanpa berkedip.


'Juwita sedang bicara dengan para pria yang menculik Alice. Tak salah lagi Juwita terlibat.'


Arya mengambil ponselnya dan menelpon detektif langganannya.


Arya lalu menelpon Kapten Hendry


"Hallo kap..Juwita terlibat dalam penculikan ini, kau sudah lihat rekaman CCTV nya?"


"Hallo Arya. iya kami akan melacak keberadaannya secepat mungkin." kata Kapten Hendry.


Jam berjalan dengan cepat sekali, matahari sudah terbenam. Arya masih berada di kantornya, ia duduk di kursi kantornya.


Ia melamun sambil memikirkan Alice.


' Dimana kau sekarang honey? aku akan menemukanmu segera.'


Drrt..drrt..


Arya mengangkat telpon , ia melihat nama yang tertera di ponselnya " bu Ayu"


" Hallo Arya. ini bu Ayu, aku mendengar kabar nona Alice diculik, benarkah berita itu?" tanyanya.


" Benar bu. Polisi sudah mengantongi nama penculiknya."


"Syukurlah. Mudah mudahan Alice cepat ditemukan. Aku akan mendoakan selalu agar nona Alice dalam keadaan sehat selalu dan kembali berkumpul dengan kita."


" Terima kasih bu."


Arya menutup telponnya. Ia sedang berpikir


'Bagaimana Juwita bisa mendalangi penculikan ini? Aku pikir ada orang lain yang ikutmemprovokasinya.'


Keesokan Paginya


Badan Alice yang terhanyut di sungai ditemukan oleh beberapa orang desa.


Ia dibawa ke rumah kepala desa, Alice masih blom sadarkan diri. Beberapa warga desa saling berbisik


'Kelihatannya nona ini orang kaya, kalo dilihat dari penampilannya .'


Salah seorang warga menelpon seseorang


"Hallo pak, kami warga desa menemukan seorang gadis kaya hanyut di sungai. Apakah dia yang kalian cari?" tanya orang desa itu.


"iya. thanks infonya." Jawab pria anak buah nyonya misterius.


Kemudian pria itu menelpon boss wanitanya untuk memberitahu kabar ini.


Setelah mendapat kabar, boss wanita langsung berangkat dengan mobil dan beberapa bodyguard ke tempat desa A.


Setelah 3 jam perjalanan, sampailah wanita boss itu ke desa A. Wanita boss itu bersama para bodyguardnya langsung menuju rumah kepala desa.


"Assalamalaikum Pak. " kata wanita boss itu.


"Walaikum salam. Silakan masuk." kata pak kepala desa.


"Ibu siapa? ada keperluan apa ke desa kami?"tanya pak kepala desa sambil menatap wanita cantik yang berada di depannya.


"Saya mencari adik saya yang tersesat di hutan. Saya mendengar dari info para warga desa bahwa ada gadis tak dikenal diketemukan di desa ini pak." kata wanita boss ini.


Alice yang baru terbangun, ia masih menatap keluar jendela. Ia sedang termenung


'Dimanakah aku berada sekarang ini? aku merasa asing di tempat ini.'


Pak kepala desa segera masuk ke dalam. Ia mengetuk pintu kamar tamu


tok..tok..


"Iya masuk" kata Alice.


" Pagi nona. Nona sudah bangun, apakah nona ingat apa yang terjadi pada nona?" tanya pak kepala desa.


"Saya tidak ingat. Dimanakah ini? " tanya Alice.


" Ini di Desa A nona.Siapa namamu nona? karena kami tidak menemukan kartu identitas dan dompet nona."tanya pak kepala desa.


"Aku...aku ,aku tidak ingat namaku pak." kata Alice.


"Baiklah. Di depan ada wanita mencarimu, katanya ia kakakkmu. Ayo kita ke depan nona menjumpai kakakmu." kata pak kepala desa sambil menuntun Alice.


Alice masih bingung, tapi ia mengikuti pak kepala desa menemui tamunya.


"Adikku tersayang, apa yang terjadi padamu? Kamu membuatku sangat kuatir sampai aku tidak bisa tidur semalam." kata wanita boss sambil memeluk Alice dan menangis tersedu- sedu.


Alice menatap muka wanita boss itu, ia merasa tidak kenal dengannya. Alice juga melihat banyak pria bodyguard dikelilingnya.


'Aku merasa ia sedang berakting, aku harus hati- hati dengannya.'


" Maaf kakak, aku tidak mengenalmu." kata Alice sambil menatap wanita di depannya .


"Aduh, kasihan adikku .Kau tidak ingat yang terjadi padamu?" tanya wanita boss itu.


"Tidak." jawab Alice.


Wanita boss merasa hatinya penuh kegembiraan.


'Akhirnya Princess nasibmu ada di tanganku. Kau tidak akan berjumpa lagi dengan Arya. Arya adalah milikku.'


Bersambung🙏


*Terus dukung Author yach


Jangan lupa : VOTE, LIKE dan COMMENT yach.


Thanks yach yang udah kaci vote, like dan comment 🙏