Princess Alice

Princess Alice
24. Bekerja di kantor



⚘⚘Happy Reading⚘⚘


"Penumpang pesawat GI no penerbangan 133 dipersilakan masuk ke gate 2" terdengar bunyi pengumuman..


Alice melangkah menuju gate 2, Arya menyusul Alice sambil setengah berlari.


"Tunggu honey"


Alice sesaat menoleh ke arah Arya, ia memakai kaos lengan panjang biru dan celana jeans tak lupa sunglasses menutupi matanya, ia tetap cantik walaupun berdandan simple..


'Sepertinya tidak ada orang yang mengenaliku' .


Alice menghentikan langkahnya menunggu Arya, akhirnya Arya sampai di depan muka Alice.


"Kenapa kakak lama sekali tadi?"


"Aku tadi sebentar berbicara dengan adikku, dan sepertinya kamu happy"


" Iya kak, orang - orang tidak ada yang mengenaliku hari ini"


Arya langsung menggandeng tangan Alice, Alice terkejut tapi ia membiarkan hal tersebut karena ia nyaman berada di dekat Arya.


Di dalam pesawat, Alice memanfaatkan waktunya untuk tidur.


Arya melirik Alice yang tertidur di sebelahnya, ia merapikan posisi kepala Alice dengan mengganjalnya dengan bantal kecil.


Akhirnya Arya tertidur juga karena semalam kurang tidurnya.


Sesampainya di airport SH, Dimas sudah menunggu mereka.


"Selamat sore Pak Arya dan Nona Alice "sapa Dimas.


"Selamat sore Dimas" jawab Alice.


Alice segera masuk ke mobil Alphard yang sudah menunggu mereka.


Arya dan Dimas sibuk berbicara tentang pekerjaan kantor sedang Alice memilih tidur di mobil..


"Alice bangun, kita sudah sampai di rumah"


Alice terbangun dan keluar dari mobilnya.


'Hemm..home sweet home'.


Sesampainya di rumah, Alice segera membersihkan diri.


Setelah itu, Alice menuju ruang kerja, membuka laptopnya dan mulai sibuk menggambar design baju..


Alice tidak sadar ia diperhatikan tingkah lakunya oleh Arya..


Setelah membersihkan diri Arya segera turun untuk memasak makan malam.


" Tuan mau masak ya? masak apa tuan? biar mbok yang masak ?"kata mbok Sumi.


"Ngak apa- apa mbok, saya mau siapin makanan buat Alice, dia suka kwetiaw goreng seafood"


"Oh..iya tuan"


tok..tok..


" iya masuk" kata Alice sambil melirik ke arah pintu


'Siapa yang menganggu konsentrasiku ?'


"Honey, aku sudah bawakan makanan kesukaanmu, ayo makan dulu ya"


Arya membawa sepiring kwetiaw dan meletakkan di meja tamu.


Alice beranjak dari kursi menuju meja tamu


"Hemm...kelihatannya lezat kak, thanks ya"


Alice langsung melahap kwetiaw goreng sampai bersih tak tersisa dan ia baru sadar.


"Kakak sudah makan blom?"


"Untung tadi kakak sudah misahin sedikit kwetiau buat kakak, kalau tidak bisa keroncongan nih perut semalaman"kata Arya sambil tertawa geli.


Arya melirik Alice yang masih sibuk dengan laptopnya


'Gadis workholic'


Ia melihat jam yang menunjukkan pukul 23.00.


"Alice, sudah malam ya, ayoo kita pergi tidur"


"Tunggu bentar, kak"


Arya menutup laptopnya dan beranjak dari sofa yang dia duduki .


Arya berdiri di belakang kursi Alice dan melihat hasil kerja Alice yang ada di laptopnya


'Excellent'


"Honey, ayoo kita tidur " kata Arya sambil mengelus pundaknya..


Alice kaget dan menolehkan mukanya ke belakang Arya dan tersenyum


" Baiklah kak".


Ia segera menutup laptopnya dan beranjak dari kursinya.


Arya menggandeng tangan Alice menuju kamar tidur mereka.


Sesampainya di kamar, Alice pergi ke kamar mandi untuk menggosok giginya dan ia tersenyum karena melihat ada 2 gosok gigi disana.


Tiba- tiba Arya masuk ke dalam kamar mandi.


Arya memeluk Alice dari belakang


"Senyummu sangat manis honey".


"iihhh genit kakak, sana sikat gigi dulu biar wangi mulutnya"


Alice tertawa ngakak dan melepaskan lengan Arya yang ada di pinggangnya dan berjalan keluar dari kamar mandi.


'Hampir jantungku mau copot, keseringan begini bisa mati muda aku'


Alice mengatur nafasnya dan segera menyelimuti dirinya dengan selimut.


Arya yang baru keluar dari kamar mandi, berjalan menuju ranjang.


Ia tersenyum karena melihat Alice yang sudah tertidur lelap sambil berbalut selimut.


Keesokan harinya


Alice baru saja selesai berpakaian, ia turun ke lantai bawah dan melihat Arya yang sedang sibuk menyiapkan makanan bersama mbok Sumi.


" Selamat pagi kak"


" Selamat pagi honey, aku sudah menyiapkan breakfast pagi ini, pasti kamu suka."


Alice menatap makanan yang sedang ditata Arya,


kentang goreng, sosis goreng dan salad sayuran.


"Thanks kak" kata Alice sambil mencium pipi Arya.


Arya kaget


"Lain kali ciumnya disini" kata Arya sambil menunjukkan bibirnya dengan jarinya.


"Dasar genit"


Arya tertawa geli melihat pipi Alice merona merah.


Setelah sarapan mereka pergi bareng ke kantor milik keluarga Alice.


Setelah menempuh 1 jam perjalanan, mereka sampai di kantor..


Alice yang hari ini memakai baju wrap top dan rok vinyl sifon, serta menata rambutnya dengan pony tail langsung menarik perhatian banyak orang.


"Putri Pak Harris sangat cantik, pantas namanya disebut Princess."


" Sungguh beruntung pria yang mendapatkannya sangat cantik dan kaya." bisik seorang perempuan pada temannya.


Mereka mempersilakan Arya dan Alice untuk naik lift berdua secara private..


Tiba- tiba Arya meraih pinggang Alice sehingga Alice sekarang berhadapan dengan Arya.


" Honey, kau membuatku aku jadi cemburu? hari ini kamu sungguh menawan" bisik Arya di telinga Alice.


Arya mencium kening Alice, pipi Alice lalu ke bibir Alice yang sangat ia rindukan.


Alice yang juga merindukan bibir Arya, langsung membalasnya hingga tak terasa mereka sudah tiba di lantai paling atas gedung " Tjokro "grup.


Ting...


Bunyi lift terbuka


Buru- buru Arya dan Alice melepaskan bibir mereka dan merapikan baju mereka.


" Selamat pagi Pak Arya dan Nyonya Alice" sapa Dimas.


" Pagi Dimas" kata Alice dan Arya berbarengan.


" Hemm..Dimas kau antarkan nyonya ke ruang kantornya" .


" Baik pak"


"Silakan masuk nyonya."


Dimas membukakan pintu ruang kerja Alice yang ternyata bekas ruang papanya.


Alice tertegun dan sedikit menitikkan air mata


'Aku rindu papa '


ia buru-buru menghapus air matanya.


" Thanks Dimas"


Dimas pun pergi meninggalkannya..


Tok..tok..


Bunyi pintu diketuk


" Iya masuk"


Alice menatap ke arah pintu ternyata yang masuk adalah kak Adrian pria yang dulu sangat dirindukannya .


Adrian datang bersama seorang wanita cantik yang memakai kemeja blazer dan celana panjang warna coklat dan rambutnya ikal terurai.


' Marisa?' kata Alice dalam hati.


" Selamat pagi Nyonya Alice, nama saya Marisa dan saya asisten Pak Adrian."


"Silakan duduk "


Alice mempersilakan mereka duduk di sofa tamu.


Alice menatap muka Adrian yang tampan hari ini memakai kemeja biru.


"Ehemm..selamat pagi Alice, hari ini kudengar kau sudah balik dari Perkebunan teh, gimana hasilnya?" tanya Adrian.


Alice mengeluarkan hasil print foto perkebunan dari tasnya dan memperlihatkan foto tersebut ke Adrian..


" Disana sungguh indah kak, apalagi sunrise sungguh indah"


Adrian melihat foto hasil jepretan Alice, ia pun setuju dengan Alice karena pemandangan disana sangat indah.


" kalo dibuat resort pasti menguntungkan, tapi struktur tanahnya tidak kuat kak, aku dijelaskan oleh kak Arya disana, itu sangat berbahaya kak".


Marisa ikut mendengarkan penjelasan Alice dan berkata dalam hatinya


'Aku harus melaporkan hal ini ke Nyonya besar'


"Berarti Perkebunan teh ini tidak cocok dibuat resort, maksudmu?" tanya Adrian dengan muka serius..


" iya kak"


" Baiklah, aku pinjam foto hasil jepretanmu.Nanti aku yang akan bicara dengan partner perusahaan asing itu"


Adrian beranjak dari sofa yang ia duduki diikuti Marisa..


'Kegatelan banget tuh cewek ngikutin Adrian kemana- mana.'


tring..tring..


" Iya nyonya, ada yang bisa saya bantu" tanya Dimas.


" Hallo Dimas, siapa yang memberi referensi Marisa untuk masuk ke kantor ini?" tanya Alice menyelidiki.


" Itu Nyonya besar Margaret "


" Haaaa" Alice segera menutup telponnya dan merenung .


" Jangan- jangan untuk memata - matai kak Arya"


Alice buru- buru mendatangi ruang kerja Arya.


Ceklek


pintu ruang Arya terbuka


" Kak..eh..Pak Arya ada yang ingin saya bicarakan berdua" kata Alice sambil menatap seorang perempuan muda berambut lurus sebahu memakai kemeja putih dan rok hitam pendek yang sedang berbicara dengan Arya.


Arya pun kaget melihat kedatangan Alice dan ia memperkenalkan stafnya.


" Alice, ini Kirana marketing baru"


Wanita muda yang bernama Kirana berdiri dan menjulurkan tangannya.


" Selamat pagi bu Alice, saya Kirana"


Alice menyalami tangan Kirana sambil menatap tajam pada perempuan ini.


'Aku merasa bad feeling sama perempuan ini.'


Bersambung🙏


^Ayo Dukung terus Author dengan kaci VOTE, LIKE DAN COMMENT😁


Thanks🙏


^ Jangan lupa klik Favorite untuk update cerita ini😊