Princess Alice

Princess Alice
60.Teman Wanita Yang Istimewa



🌹🌹Happy Reading🌹🌹


Keesokan Pagi


Alice memulai rutinitas seperti biasanya dia menyempatkan dirinya menghadap Allah Sang Pencipta dengan doa pagi bersyukur selalu. Setelah itu mulai menyiapkan makanan pagi untuk dirinya dan Arya.


"Morning Alice, hmm..keliatannya spagetti beef ini lezat." ucap Arya.


"Thanks kak." ucap Alice senang atas pujian yang dia terima.


"Oh ya, hari ini om Gerald tiba di Jkt. Aku akan memberitahu para pengawal untuk menjagamu lebih ketat lagi. Kamu berhati- hatilah selalu. Sepertinya hari ini kantor akan kedatangan tamu penting."ucap Arya sambil mengunyah makanan .


"Baiklah. Aku sudah mengetahui berita kedatang an om Gerald dari Oliv, ia memberitahuku kemarin." ucap Alice.


"Hari ini aku berangkat ke kantor bersamamu kak." ucap Alice tersenyum.


"Baiklah. Selesai sarapan, kau segera pergi mandi ya!Badanmu bau ." ucap Arya meledeknya.


"Masa sih kak?" ucap Alice sambil mendengus- denguskan hidungnya ke semua anggota tubuhnya.


Arya menahan ketawanya melihat tingkah Alice.


Akhirnya Alice sadar dirinya dikerjai Arya, segera berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah 15 menit, ia keluar dari kamar mandi menuju walk in closet. Ia memakai blazer dress diatas lutut berwarna biru muda. Ia menatap dirinya di depan cermin dan ia membuat rambutnya bergelombang dan make up soft. Setelah ia puas atas hasil dandanannya ia pun keluar dari kamarnya.


"Ayo kak berangkat. Aku udah siap." ucap Alice melihat Arya yang sudah mandi dan rapi berpakaian sedang menatap tabletnya memeriksa email yang masuk.


"Okay." ucap Arya melirik sesaat pada Alice dengan muka tegang.


Di sepanjang perjalanan, hanya terdengar suara musik dari CD yang dipasang Alice. Mereka sibuk dengan pikirannya masing- masing .


'Kak Arya kelihatan tegang pagi ini, kurasa dia tegang karena kedatangan om Gerald siang ini.' gumam Alice.


' Bukti- bukti data sudah aku siapkan, hanya tinggal bukti dari Angel yang aku blom terima. Kapan dia akan serahkan bukti itu padaku?'gumam Arya.


drrt..drrt..


Bunyi ponsel Arya berdering. Ia melirik nama yang tertera di ponsel 'Angel', ia segera menepikan mobilnya ke pinggir jalan dan menyambungkan panggilan telpon dengan bluetooth headsetnya.


"Hallo Angel." sapa Arya sambil memberi kode Alice dengan jari telunjuk ditempelkan di bibirnya.


"Hallo sayang. Aku sudah pulang dan aku sudah siap bertemu denganmu. Aku sangat rindu padamu." ucap Angel menggoda Arya dengan suara genitnya.


"Aku juga rindu padamu Angel. Apakah kau sudah menyiapkan buktinya?" ucap Arya sambil mengedipkan mata pada Alice yang duduk di sebelahnya .


Alice mendelikkan matanya dan cemberut pada Arya. Ia menahan emosinya sambil terus mendekatkan tubuhnya ke arah Arya dan menguping pembicaraan Arya dan Angel.


"Baiklah. Sampai nanti Angel." ucap Arya sambil tersenyum geli melihat tingkah istrinya yang posisi wajahnya hanya tinggal beberapa centimeter dengan wajahnya.


Arya menolehkan mukanya ke kiri secara mendadak sehingga bibir Arya menempel tepat di pipi kanan Alice. Alice membelalakan matanya lalu memukul lengan Arya dengan keras.


"Aaaww...sakit honey." ucap Arya meringis.


"Rasain, dasar genit. Masih pagi udah nyosor aja tuh bibir." ucap Alice ketus.


"Aku ngak tahan lihat kamu yang lucu." ucap Arya tertawa ngakak.


"Ngak tau ya aku lagi tegang penasaran sama pembicaraaanmu dengan Angel. Pake ngomong rindu segala, dasar kak Arya genit nih ama Angel." ucap Alice cemberut sambil tangannya bersedekap di dadanya.


Arya tertawa dan ia teringat dengan janji pertemuannya dengan om Gerald. Ia langsung mengambil ponsel miliknya dan segera menelpon Dimas asistennya.


Arya : Pagi Dim. Hari ini schedule pertemuan dengan pak Gerald datang ke kantor jam berapa?


Dimas: Jam 2 siang.


Arya : Ok. Thanks Dim.


Arya langsung memposisikan mobilnya ke jalur tengah jalan dan menyetir mobil dengan kecepatan penuh. Alice melirik Arya yang sedang menyetir mobil dengan ekspresi muka tegang.


Alice memberanikan diri bertanya pada Arya


"Kak. Kita mau kemana sih?" tanya Alice menautkan kedua alisnya .


"Aku ada janji pertemuan dengan Angel di Cafe 'K' di jalan S. jam 11 siang ini"


Setelah menempuh perjalanan 45 menit mereka tiba di Cafe 'K'. Arya memarkirkan mobilnya di parkiran .


Arya melirik Alice yang menolehkan mukanya ke kiri dan ke kanan seperti mencari sesuatu.


"Apa yang kau lakukan ?" tanya Arya penasaran melihat tingkah istrinya.


"Tentu saja aku mencari Angel." ucap Alice dengan muka serius tanpa menolehkan mukanya.


"Kalo dia ada di depan matamu. Apa yang ingin kau lakukan padanya?" tanya Arya sambil menatap istrinya.


"Akan kubalas atas perlakuan dia sewaktu dia menculikku dan hendak menjualku ke pria- pria hidung belang." ucap Alice geram.


"Jadi kakak sekarang membela dirinya dibanding aku?" ucap Alice cemberut dan membuang mukanya ke jendela.


"Jangan cemburu begitu. Ini aku lakukan buatmu dan perusahaan honey. Aku turun dulu, kau diam disini aja ya!" ucap Arya tersenyum melihat tingkah Alice.


Arya memakai kacamata hitamnya dan topi ia melangkahkan kakinya menuju ke dalam Cafe 'K' yang terkenal. Alice menatap Arya yang melangkah keluar dari mobil, ia terlihat sangat tampan dengan kacamata hitamnya. Alice merasa dirinya gelisah


'Apa aja yang dibicarakan mereka berdua?Bagaimana kalo Angel menggoda Arya?' gumamnya


Alice mengambil kacamata hitamnya dari tas hitam jinjingnya. Ia keluar dari mobil hitam Arya melangkahkan kakinya menuju dalam Cafe ' K' .


Alice mendorong pintu masuk yang bertuliskan 'Welcome @ Cafe 'K' '.


Alice menolehkan mukanya mencari sosok Arya dan Angel sambil bergumam


'Dimanakah mereka?'


Akhirnya Alice menemukan Arya di meja pojok belakang, posisi Arya yang menghadap ke arah pintu depan sedang Angel membelakangi arah pintu depan. Arya tampak berbincang dengan Angel dengan mimik serius .


Alice memilih meja yang berdekatan dengan meja Arya. Ia menarik kursi yang menghadap ke arah Arya. Tiba- tiba pelayan cafe menghampirinya


"Siang nona. Nona mau pesan apa?" tanya gadis pelayan tersenyum pada Alice.


"Caramel macchiato 1 glass." ucap Alice dengan ketus agar pelayan itu cepat berlalu darinya.


Alice memasang telinganya lagi agar dapat mendengar percakapan mereka. Tetapi ia hanya dapat mendengar sedikit percakapan mereka dan selebihnya ia menerka - nerka body language mereka.


'Aaah sh** aku tidak kedengaran mereka bicara apa .'


Tiba- tiba Angel berdiri dari kursi dan membungkukkan badannya mendekati Arya dan mencium pipi Arya. Setelah beberapa detik kemudian Angel duduk kembali. Alice melihat Arya tersenyum pada Angel. Alice merasa kesal


"uhuk..uhuk..uhuk"


Alice tersedak minuman coffee yang dipesannya.


'Waduh gawat, aku bisa ketauan nih.' gumamnya.


Arya melirik ke arahnya dan mukanya tampak terkejut tapi dalam beberapa detik kemudian ia tersenyum kembali pada Angel. Kemudian Arya pamit pada Angel.


Alice segera bangun dari kursinya berjalan ke kasir untuk membayar minumannya . Ia buru- buru pergi duluan sebelum ketauan Angel.


Alice melangkahkan kakinya setengah berlari ke arah mobil hitam Arya. Ketika ia hampir mendekati mobil hitam Arya , ia menghampiri mobil yang terparkir di sebelah mobil Arya .Dan Ia berjongkok sehingga tidak terlihat badannya lagi dan ia berjalan seperti kodok perlahan- lahan membuka pintu belakang mobil Arya.


Ia mengintip ke arah Cafe ternyata Arya sedang membayar di kasir . Alice menarik nafas panjang lega ia sudah berada di mobil kembali.


Alice melihat Arya yang berjalan menuju mobil. Ia membuka pintu mobil yang tidak terkunci dan segera menyalakan mesin mobilnya dan mengemudikan mobilnya keluar dari pelataran parkir cafe 'K'.


"Keluarlah honey!" ucap Arya tersenyum sambil melirik kaca spion tengah.


Alice menunjukkan mukanya dari belakang kursi Arya sambil memasang muka cemberut.


"Lama amat sih mesra- mesraannya ama si Angel ." ucap Alice ketus.


Arya tertawa ngakak.


"Oo...ternyata my honey bisa cemburu juga?" ucap Arya sambil menepikan mobilnya ke pinggir jalan.


"Ayo pindah ke sini! " pinta Arya .


Alice keluar dari pintu belakang dan membuka pintu depan. Ia segera masuk dan duduk di depan. Alice masih memasang muka cemberut.


"Aku tidak biasa mesra- mesraan ama teman wanitaku. Angel hanya mengucapkan tanda terima kasihnya padaku dengan mencium pipiku. Itukah yang kau lihat dan salah mengartikannya.?" ucap Arya tersenyum sambil menatap wajah Alice .


"Apa bedanya dengan aku, aku juga suka mencium pipimu kak?" tanya Alice dengan ketus.


"Bedanya kamu adalah teman wanitaku yang istimewa." ucap Arya berbisik di telinga Alice.


Alice merasa pipinya berubah warna dan desiran- desiran aneh menjalar di seluruh tubuhnya akibat hembusan nafas berbau mint di telinganya. Alice buru- buru membuang muka ke arah jendela.


"Stop gombalmu kak. Ayo jalankan mobilmu, nanti kita terlambat " ucap Alice mengingatkan Arya.


Arya tersenyum lalu menjalankan mobil dengan kecepatan penuh membelah jalanan kota menuju kantornya .


' Syukurlah Alice sudah mereda emosi cemburunya. Aku melakukan semua ini untuk melindungimu dan Perusahaan .'


BERSAMBUNG🙏


^Ayo dukung terus Author ya dengan beri Vote, Like dan Comment😁


Thanks🙏


^Klik Favorite untuk UPDATE terus kelanjutan ceritanya😁🙏