
'Christian adalah tuan muda Arkitson. Berarti ia adalah sepupuku. Siapakah ibunya? Apakah wanita tadi yang bernama Madam Rose.' gumam Alice.
Alice menatap jendela yang berada di sebelah kirinya.
Ia berusaha mengingat kembali masa- masa kecilnya.
'Aaargh...aku tidak mengingat Chris sama sekali atau Chris tidak pernah tinggal di negaraku.' gumamnya.
Matahari sudah terbenam, akhirnya Alice tiba di apartment. Ia segera merebahkan dirinya di ranjang.
kriuk...kriuk...
Alice tertawa ternyata baby ku sedang kelaparan. Ia pun beranjak dari ranjangnya keluar dari kamarnya menuju ruang makan.
" Mbok, hari ini masak apa?" tanya Alice .
"Hari ini mbok masak makanan kesukaan nona udang balado dan gado- gado dengan bumbu kacang. " ucap si mbok.
" Wow...terima kasih mbok." ucap Alice
Alice langsung menyantap makanan kesukaannya sampai- sampai semua makanan itu habis bersih olehnya.
Si Pengawal wanita yang baru saja datang hendak ikut makan terkejut dan bersungut- sungut
' Nona mudaku ini tiba- tiba jadi begini karena bawaan bayi kah?' gumamnya.
" Ehem...nona apakah hari ini blom makan siang? bukannya tadi kita sudah makan siang di mansion. Dan apakah nona merasa sangat lapar malam ini? Sampai makanannya habis tak tersisa nona." ucap si pengawal wanita.
" Hai Yan. Kau ini sangatlah cerewet. Tentu saja aku sudah makan siang di mansion, tak mungkin aku lewatkan makanan- makanan yang lezat, mahal serta bergizi buat bumil. Kau ini cerewet sekali ya, tentu saja karena baby di perutku sangat kelaparan. Kenapa memangnya kalo aku habiskan makanan yang dibuat si mbok? Kamu juga lapar HA, siapa suruh kau lama- lama datangnya. Seperti kata pepatah siapa cepat dia dapat." ucap Alice tertawa terkekeh.
Si mbok ikut tertawa mendengar percakapan nona dan pengawalnya. Walaupun satu sisi si mbok kasihan dengan pengawal nona mudanya, karena sudah tidak ada tersisa satu bahan makanan untuk disediakan lagi buat si pengawal nona nya.
" Hai Yan. Kenapa kau diam saja. Kalo kau lapar, belilah makananmu sendiri kan gajimu sangat besar dibayar tuanmu .Atau kau buat sendiri makanan yang tersedia di kulkas." ucap Alice tertawa terkekeh.
Si pengawal wanita itu menjadi lemas mendengar perkataan nonanya. Ia segera membuka kulkas tetapi ia merasa letih untuk membuat masakan untuk dirinya. Akhirnya ia memutuskan membuat ramen yang merupakan makanan siap saji dan favorit semilyar umat manusia.
' Nasib...nasib' gumam si pengawal wanita.
Malam harinya Alice merasa tak sabar untuk menelpon adik sepupunya Olivia. Ia memencet tombol video call. Kemudian beberapa saat telpon itu diangkat
Olivia📞: Hallo kak. Apa kabarmu?
Alice📞: Hai Oliv. Baik kabarku. Bagaimana kabarmu, oma, tante Shanon dan kak Adrian?
Olivia📞: Kabarku baik. Oma dan tante Shanon juga baik. Kak Adrian sekarang sibuk di kantor bersama suamimu dan kak Marisa sedang hamil muda.
Alice 📞: Oh ya. Salam buat mereka semua ya Oliv. By the way, aku akan mengirimkan beberapa foto padamu. Tolong kau tanyakan foto itu pada tante Shanon, apakah dia mengenal wanita yang ada di foto itu? Sekarang, bisakah aku bicara dengan Devon ?
Olivia📞: Bagaimana kakak tau dia ada bersamaku sekarang?
Alice📞: Hahaha...karena aku kakakmu dan aku mempunyai mata dimana- mana adik tersayangku.
Bisakah kau sekarang berikan ponselmu padanya karena aku akan memberi tugas untuknya?
Olivia memberikan ponselnya pada kekasihnya Devon sambil mengkerucutkan bibirnya
' Sungguh hebat kakakku ini, dia mengirim orang untuk memata- mataiku.'
Devon📞: Hallo kakak ipar apa kabarmu?
Alice📞: HA..., siapa yang angkatmu jadi adik iparku?kamu blom lulus ujian untuk jadi adik iparku.
Devon📞: hehehe...maaf Princess. Ada yang bisa kubantu?
Alice📞: Nah gitu dong. Aku dengar kau setelah lulus bekerja di bagian interpol kepolisian, benarkah? Aku akan memberimu sebuah tugas.
Devon📞: Sepertinya mata- matamu sangat hebat Princess. Benar aku bekerja disana. Tugas apakah itu princess?
Alice📞: Kau selidiki pria bernama Christian Bale Laporkan padaku lengkap dari pekerjaannya sampai kehidupan pribadinya !
Devon📞: Okay siap Princess.
Alice📞: Sampaikan salam pamitku pada Olivia. Dan kau Devon jangan nakal pada adikku! Dia masih kuliah, kau tunggu sebentarlah sampai adikku lulus kuliah. Kau mengerti maksudku?
Devon📞:Hehehe...Baik Princess.
Alice menutup percakapannya dengan Devon dan segera mengirim foto- foto yang dipotretnya di mansion keluarga Arkitson.
Hari terus berganti, dua minggu telah berlalu dengan cepat. Di hari Sabtu siang Alice dikejutkan dengan bunyi notifikasi pesan masuk dari Devon sahabatnya.
Pesannya berisi:
Hallo Princess, aku telah mengirim detailnya di emailmu.
Alice segera mengecek emailnya di laptop miliknya.
Alice membaca satu persatu dokumen yang dikirim oleh sahabatnya itu.
Christian Bale lahir di Paris berusia 27 tahun. Ia warga negara Perancis. Orang tua:
Mother: Rose Arkitson ( hidup)
Father: Jack Bale ( warga negara Australia) ( meninggal)
Rumor: Orang tuanya berpisah dari Christian kecil.
Daddy seorang pemabuk yang kerap memukuli istri dan anaknya.
Pendidikan dari Primary school sampai Senior High School di Perancis. College di Australia. Status: Tidak jelas.
' Kasihan Chris sering dipukul daddynya.' gumam Alice.
Rumor: Memiliki banyak wanita. Dikabarkan memiliki seorang anak.
' Jangan- jangan anak laki- laki nona Almira anak Chris karena aku melihat matanya berwarna biru seperti Chris. Apakah sebaiknya aku menanyakan padanya?'
gumam Alice.
Alice melangkahkan kakinya menuju apartment Almira. Baru saja ia keluar dari lift di lantai tempat Apartment Almira berada, ia sudah membelalakan matanya. Alice buru- buru bersembunyi di dinding apartment. Setengah matanya melihat Almira dan seorang perempuan berusia setengah abad yang masih terlihat cantik yang didampingi seorang pria berbadan tegap .
' Sepertinya aku familiar dengan perempuan itu. Iya aku ingat dia Madam Rose Arkitson. Ada urusan apa dia dengan kak Almira?' gumam Alice.
Tiba- tiba terdengar suara keras
plak..
Madam Rose menampar pipi putih Almira.
" Dasar perempuan ja**** berani- beraninya kau mendekati putraku. Kau tidak lihat dirimu di cermin?HA." ucap Madam Rose dengan nada tinggi .
" Maaf Nyonya, bukan maksudku mendekati tuan muda. Tapi kami berdua telah mempunyai seorang anak. Hiks...hiks...hiks" ucap Almira dengan suara kecil sambil menangis.
" Kalo gitu berikan anakmu padaku , aku akan memberimu sebuah cek dan kau bisa bebas pergi kemanapun kau mau." ucap Madam Rose dengan suara keras.
" Jangan Nyonya. Jangan pisahkan anakku dengan diriku . Aku tak sanggup berpisah dengan anakku. Hiks..hiks..hiks" ucap Almira yang sudah berlutut di hadapan Madam Rose sambil menangis.
Alice yang menonton kejadian itu sudah mengepalkan kedua tangan hendak memukul Madam Rose.
' Dasar nenek tua yang tidak punya perasaan.' gumam Alice .
Baru ia akan melangkahkan kakinya ke arah Madam Rose. Tiba- tiba sebuah tangan menarik lengan Alice dengan cepat untuk kembali bersembunyi di balik pintu tangga darurat.
Alice menolehkan mukanya dan bersiap untuk menendang orang yang menariknya itu.
" Maaf nona muda. Ini saya Yani. Sebaiknya hari ini nona, menahan emosinya dulu. Ingat nona lagi hamil muda! Kita tidak usah ikut campur urusan nona Almira dulu." ucap si pengawal wanita.
Tiba- tiba Alice mendengar suara langkah kaki yang mendekat ke arah lift yang berada di sebelah pintu tangga darurat.
" Dasar perempuan bodoh. Ia tidak menginginkan uangku. Sekarang ia akan pergi jauh membawa anak haramnya dan meninggalkan Chris. Bagus...Hahaha." ucap Madam Rose berbicara dengan pengawal setianya.
Tampak pengawal setianya hanya menganggukan kepala tanda setuju.
Dari kejauhan Alice mendengar suara isak tangis Almira. Alice sangat kesal hari ini ia tidak dapat membantu temannya.
Bersambung🙏
^ Ayo dukung author dengan beri Vote, Like dan Comment😁
Thanks🙏
^ Jangan lupa klik Favorite untuk update cerita ini😁