Princess Alice

Princess Alice
74. Kakekku Charles Morris Arkitson



Akhirnya setelah menempuh perjalanan 1 jam mereka tiba di sebuah mansion megah milik keluarga Arkitson yang terletak di valley.


Mobil memasuki halaman yang sangat luas dengan taman yang tertata rapi di sebelah kanan dan sebelah kiri. Pohon cemara berdiri sejajar dan berderet teratur berada di taman sebelah kanan dan sebelah kiri.


Alice keluar dari mobil dan melangkahkan kakinya menuju Pintu utama Mansion yang berada di tepat di tengah bangunan mansion yang sangat megah.


Alice mendongakkan kepalanya menatap bangunan mansion yang sangat megah dan artistik.


Bangunan mansion yang terdiri dari 2 bagian bangunan di sebelah kanan dan 2 bagian bangunan di sebelah kiri serta 1 bagian tengah. Bagian bangunan yang menempel dengan bagian tengah hanya terdiri dari 3 lantai. Sedangkan Bagian bangunan yang paling ujung terdiri dari 4 lantai dan memiliki kubah di atas atap berwarna biru.


' Wow...sungguh artistik bangunan mansion ini.' gumam Alice.


Alice membalikkan badannya, matanya menatap lekat pada sebuah kolam berbentuk persegi panjang dengan air mancur di tengah dan di pinggir kolam tertata tanaman pagar teh tehan yang berdiri sejajar dan berderet di tepi kolam sebelah kanan dan sebelah kiri.


Alice menaikkan tangan dan mendongakkan kepalanya sambil menutup matanya sesaat sambil menghirup udara yang sangat segar.


' Hmm...udaranya yang segar dan sejuk serta pemandangan taman yang luar biasa. Benarkah pemiliknya kakek Charles ?' gumam Alice.


Tiba- tiba suara sang pengawal menganggunya


" Ehem...nona muda apa kita sebaiknya segera masuk ke dalam? Teman nona semuanya sudah masuk ke dalam." kata Pengawal wanita bernama Yani.


Alice membuka matanya dan menolehkan mukanya pada pengawalnya.


" Mengangguku saja...apa kau tidak dapat merasakan udaranya yang sangat segar dan pemandangan yang indah yang ada disini?" ucap Alice sambil mendelikkan matanya pada pengawal wanitanya.


" Tidak ada. Menurutku sama saja." ucap pengawal itu dengan muka datar.


" HA... sama saja?Dasar muka datar. Tidak punya jiwa seni." ucap Alice sambil melangkahkan kaki masuk ke ruangan hall utama mansion keluarga Arkitson.


Sang pengawal wanita hanya menatap punggung nona muda yang melangkahkan kakinya menuju ke dalam ruangan Hall utama sambil menggelengkan kepalanya tidak mengerti maksud perkataan nona mudanya.


Alice melangkahkan kakinya masuk ke sebuah ruang perpustakaan yang berdinding putih .Di ruangan itu juga terdapat sebuah sofa , meja , lemari buku serta perapian. Alice kembali menatap satu persatu foto yang digantung di dinding ruangan itu.


Tiba- tiba Alice berhenti di sebuah foto yang ia merasa familiar dengan foto yang pernah ia lihat di rumah omanya. Tampak seorang pria muda bermata coklat berambut coklat sedang tersenyum. Alice segera mengambil ponselnya dan memotretnya.


' Sepertinya ini foto kakekku ketika muda. Dia sangat tampan.' gumam Alice


Ia menolehkan mukanya pada pigura foto yang ditaruh di lemari kaca.


Tiba- tiba Alice membelalakan matanya melihat foto pria muda yang diperkirakannya kakeknya sedang memakai jas putih dan dasi kupu- kupu sedang menggandeng seorang wanita muda berambut coklat yang memakai gaun pengantin. Alice tertegun sesaat dan segera mengambil ponselnya untuk memotret foto itu.


' Aku harus menanyakan hal ini pada oma atau setidaknya tante Shanon mengetahui hal ini. Siapa wanita yang memakai gaun pengantin dan menggandeng tangan kakek?' gumam Alice.


Alice segera meninggalkan ruangan itu dan kembali bergabung dengan teman- temannya untuk mempersiapkan acara Fashion Show yang beberapa jam lagi akan digelar.


Waktu terus berjalan, tiba saatnya pegelaran 'Fashion Show' berlangsung tepat pukul 1 siang.


Para tamu undangan sudah berada di kursi yang sudah disiapkan penyelengara acara ini. Tampak banyak pengusaha terkaya di dunia, pejabat negara , sosialita negara ini, dan para artis dan aktor negara ini dan juga dari berbagai negara di dunia.


Alice mendengar suara MC acara yang memanggil Nyonya Arkitson untuk naik ke atas panggung.


Alice yang sedang membetulkan gaun batik yang akan dikenakan oleh seorang model , ia segera memanggil rekannya untuk mengantikan dirinya sementara .


Alice segera beranjak melangkahkan kakinya menuju ke tempat yang dapat mengintip leluasa dari back stage. Alice menatap wajah seorang wanita setengah abad yang masih terlihat cantik . Wanita itu menyanggul rambutnya yang berwarna coklat, ia memakai gaun panjang silver yang membuat wanita itu terlihat anggun dan berkelas.


' Sepertinya aku pernah melihat wanita ini. Tapi dimanakah? Apakah wanita ini anak kakek juga? Siapa namanya?' gumam Alice.


Tiba- tiba di ruangan Hall utama itu terdengar tepuk tangan yang meriah dan MC memberikan ucapan terima kasih pada tuan rumah Arkitson yaitu Madam Rose Arkitson yang menjadi sponsor acara Fashion Show pada hari ini.


' Oo...namanya Madam Rose.' gumam Alice


Alice segera mengambil ponselnya dan memotret wanita itu.


Alice kembali mengintip dari balik back stage dan tersenyum lebar


' Yes...rancangan bajuku bisa terkenal di seluruh negara di belahan dunia ini.' gumamnya.


Tiba- tiba mata Alice melihat seorang wanita muda yang sangat dikenalnya nona Almira sedang duduk di antara para tamu undangan.


Almira tampak cantik dengan rambut panjang sepunggung bergelombang terurai di punggungnya, ia mengenakan dress panjang merah dengan model kerah V.


Alice tampak membelalakan matanya melihat seorang pria muda berambut coklat yang sangat familiar buatnya berdiri dan menarik tangan Almira menjauhi panggung Fashion Show.


"Eh...nona ada apa ini? Mau kemana kita?" tanya si pengawal wanita itu


"Ssst...jangan cerewet, ikuti aku! " ucap Alice sambil memberi kode pada pengawalnya.


Alice melihat pria muda yang diperkirakan tuan Christian Bale yang sedang menarik tangan Almira teman baru Alice itu menaiki tangga yang berada di sayap kiri menuju lantai 2.


Mereka memasuki kamar yang berada paling ujung. Alice dan pengawalnya mengendap- ngendap mengikuti pasangan muda itu.


Alice yang penasaran membuka pintu kamar yang berada paling ujung itu yang ternyata tidak dikunci oleh pasangan itu.


Alice membelalakan matanya sambil menutup mulutnya dengan sebelah tangannya.


" Aaah...tuan pelan- pelan. Aaah.. sakit" terdengar suara Almira yang merintih .


Tampak tubuh polos Almira tanpa sehelai benang berada di sofa dan di bawah kungkungan seorang pria muda berambut coklat .


" Tahan sebentar honey..." ucap pria muda berambut coklat itu.


Alice yang mendengar suara yang familiar itu, semakin yakin bahwa pria muda berambut coklat itu adalah orang yang dikenalnya.


' Oh My God Christian Bale. Apakah mereka sepasang kekasih? Jangan- jangan Nevan adalah anak mereka berdua. ' gumam Alice.


Tiba- tiba sebuah tangan menepuk bahu kiri Alice dan menggeser tubuh Alice ke belakang


"Nona, apa yang membuat nona kelihatan seperti melihat hantu?" tanya si pengawal wanita itu.


Mata pengawal wanita itu ikut terbelalak dan mulutnya terbuka besar. Alice buru- buru menarik tubuh pengawalnya menjauhi ruangan itu sampai di suatu tempat yang aman.


Tubuh pengawal wanita itu berubah kaku sampai- sampai Alice harus mencubit pipinya.


"Auuw nona, sakit." ucap si pengawal wanita itu.


" Cih...Begini aja sakit?. Bukankah biasanya kau berkelahi bahkan harus berguling di tanah dalam menghadapi lawanmu."ucap Alice sambil tertawa terkekeh.


" Aku barusan melihat adegan 21+ itu membuat mataku yang masih suci ternoda." ucap si pengawal wanita.


Alice tertawa terkekeh.


" Kasihan deh loe... Dasar jomblo. Makanya cepat cari kekasih dong!" ucap Alice sambil menarik lengan pengawalnya agar cepat balik ke back stage.


Setelah kurang lebih 3 jam acara Fashion Show ini digelar ,akhirnya acara ini selesai .


" Alice, kemari sebentar dear!" ucap Ms. Jessie boss Alice.


Alice segera menghampiri Ms. Jessie. Ia terkejut karena pria muda berambut coklat berada di samping Ms. Jessie ,tak lain adalah Mr. Christian Bale.


" Alice, kenalkan ini Mr.Christian Bale tuan muda keluarga Arkitson yang menjadi sponsor kita hari ini." ucap Ms. Jessie Lee.


"Hai Alice. Kita bertemu lagi disini." ucap Christian Bale tersenyum


"Hallo tuan Christian." ucap Alice sambil tersenyum terpaksa.


" Oo...tenyata kalian sudah saling kenal?" ucap Ms.Jessie Lee tersenyum.


"Iya nona." Ucap Alice dan Christian berbarengan.


Alice yang masih shock mendengar ucapan boss nya tentang Christian yang ternyata tuan muda Arkitson, membuatnya berbohong dengan alasan ada beberapa perlengkapan yang belum selesai dipacking. Ia diijinkan kembali kerja sehingga ia terbebas dari tatapan mata tuan Christian Bale.


Alice menghirup nafas dalam beberapa kali


' Christian adalah tuan muda Arkitson. Berarti ia adalah sepupuku. Siapakah ibunya? Apakah wanita tadi yang bernama Madam Rose.' gumam Alice


Bersambung🙏


^ Ayo dukung Author dengan beri Vote, Like dan Comment😁


Thanks🙏


^ Jangan lupa klik Favorit untuk update cerita ini😊