
🌹🌹Happy Reading🌹🌹
Keesokan Paginya
Alice sudah terbangun dari setengah jam yang lalu. Langit masih gelap, Alice sudah berada di dapur setelah sebelumnya ia melakukan aktivitas rohani terlebih dahulu menyapa Tuhan lewat Doa Pagi.
Pagi ini Alice sedang sibuk menyiapkan makanan buat dibagikan ke anak- anak Panti Asuhan berupa nasi kuning + ayam goreng + lalapan + sambal ulek.
"Pagi nona, mari mbok bantu. Hari ini seperti hari special non, tumben buat nasi kuning." ucap mbok .
"Hari ini hari spesial mbok." ucap Alice spontan.
"Nanti mbok masukin ke kotak- kotak ya. Aku mau bawa makanan ini ke Panti Asuhan "pinta Alice.
" Baik nona." ucap mbok.
Arya yang baru terbangun mendapati istrinya tidak ada di sebelahnya. Ia melirik jam meja yang ada di nakas menunjukkan pukul 6 pagi. Ia segera bangun dari ranjangnya dan bergegas ke kamar mandi untuk mencuci muka. Setelah itu ia keluar kamar menuju lantai bawah. Ia mencium wangi masakan Alice.
"Hemm...keliatannya enak masakan pagi ini, sekarang my honey sudah mulai pintar masak ya?" ucap Arya sambil memeluk pinggang Alice dari belakang.
Alice terkejut karena di pinggangnya ada lengan kokoh yang memeluk badannya. Alice pun berbalik badan dan wajahnya berhadapan langsung dengan wajah Arya hanya berjarak beberapa centimeter.
"Aah..kak Arya membuatku kaget aja. Tentu dong makin pintar Princess Alice gitu loh." ucap Alice tertawa.
"Ayo kita makan kak. Cobain nasi kuning buatanku." ucap Alice sambil menarik lengan Arya.
"Hmm..enak." ucap Arya sambil mengunyah nasi kuning dan ayam goreng.
"Ini berkat mbokmu di perkebunan mengajariku membuat nasi kuning." ucap Alice.
"Oh iya kak. Aku nanti mampir sebentar ke kantor lalu mengajak Marisa menemaniku untuk ke Panti Asuhan, aku mau membawakan makanan ini kesana." ucap Alice sambil menunjuk dus- dus nasi kotak yang sudah tertata rapi.
"Okay Princess. This is your birthday. Kamu diijinkan tidak bekerja hari ini." ucap Arya tersenyum sambil menatap istrinya.
'Aku semakin mencintainya setelah mengenalnya lebih dalam.'
Setelah makan pagi bersama, Arya bergegas ke kamar mandi. Alice menyusul Arya ke kamar langsung menuju walk in closet untuk mengganti baju rumah dengan baju halter neck warna pink dan celana panjang warna hitam dan tak lupa membawa blazer warna putih . Ia juga membuat rambutnya bergelombang di bawah dan make up soft natural untuk di wajahnya.
' Hmm..perfect for today.'
Setelah 30 menit mereka pun turun ke bawah menuju halaman Mansion.
"Pak, aku akan ke Panti Asuhan setelah seblomnya mampir ke kantor sebentar." ucap Alice melapor aktivitas ke pak Kumis kepala pengawal.
"Siap nona." ucap Pak Kumis.
Setelah menempuh perjalanan kira- kira 1 jam, tibalah mereka di kantor Property Tjokro Grup.
Para pengawal ikut mengawal mereka ke kantor.
Arya menggandeng tangan Alice turun dari mobil dan memasuki Lobby utama Gedung Tjokro Grup. Para karyawan memberi salam sambil membungkukkan badan mereka. Alice membalas sapaan para karyawan dengan tersenyum dan menganggukan kepalanya.
Para karyawan berbisik satu sama lainnya
' Dengar- dengar kemarin Princess Alice memimpin meeting, dia membuat staf tidak bisa berkata- kata. Dia begitu tegas sehingga stafnya pada takut padanya. Ternyata dibalik senyum manis dan cantik , dia mempunyai sikap pemimpin. '
'Dia lebih pantas menjadi wakil CEO dibanding Adrian sepupunya.'
'Tapi suaminya juga CEO perusahaan kita ini , terkenal pintar bernegosiasi dan tegas .'
Alice yang mendengar bisikan kata- kata mereka tersenyum. Dia berjalan dengan penuh percaya diri dan elegan.
Tring...
Pintu lift terbuka, mereka sudah sampai di lantai 15 tempat ruang kerja mereka.
Alice melangkahkan kakinya menuju ruang kerjanya, ia merasa ada yang janggal. Alice melirik jam yang sudah menunjukkan pukul 9 pagi tapi tidak ada seorang pun di ruangan luas yang berbatasan bilik partisi ini.
'Kok aneh, biasanya jam 9 para staf penuh dengan aktifitas mereka ada yang nelpon, ada yang berdiskusi dll.'
Tiba- tiba sebuah pintu terbuka dan muncullah muka yang Alice sangat familiar diikuti banyak orang
"Happy Birthday to you...Happy Birthday to you...Happy Birthday dear Princess Alice." ucap Marisa sambil membawa kue Black Forest tart sedang para staf yang lainnya menyanyikan lagu Happy Birthday.
Alice terkejut mendapat kejutan itu, ia sedikit menitikkan air mata harunya. Buru- buru ia hapus dengan jari tangannya. Arya melirik gadis yang dicintainya sambil merangkul pundaknya.
"Tiup lilinnya honey dan make a wish ." bisik Arya lembut di telinga Alice.
Alice meniup lilinnya dan menutup matanya sambil merapatkan kedua tangannya layaknya berdoa, ia membuat sebuah permohonan. Setelah selesai membuat permohonan, ia membuka matanya dan terdengar suara bising dari para staf yang memberikan ucapan selamat ulang tahun padanya.
Alice lalu memberi kode pada Dimas untuk membuat para staf tidak bersuara.
"Ssst...Nona Alice mau bicara." ucap Dimas sambil mengacungkan jari telunjuk dan menempelkannya pada bibirnya.
"Saya mengucapkan terimakasih pada rekan- rekan kerja sekalian atas kejutan yang kalian berikan pada hari ulang tahun saya ini. Saya berharap kebersamaan kita akan terus terjalin sampai selamanya. Mari kita bangun Perusahaan kita ini menjadi lebih berkembang dan besar lagi." ucap Alice sambil membungkukkan badannya di hadapan para stafnya.
Para staf saling berbisik satu sama lain
' Nona Alice pantas menjadi pemimpin di Perusahaan ini'
Sepasang mata menatap Alice dari kejauhan dengan tatapan mata tajamnya sambil bergumam
' Gadis ini semakin dewasa dan akan membuatku kerepotan di kemudian hari ditambah Arya yang dijodohkannya sangat melindungi Alice.'
Arya melihat sekelebat bayangan pria yang berdiri di pojok dekat lift dan menghilang.
Arya segera menggandeng tangan Alice untuk masuk ke ruang kerja mereka.
Sebelumnya Alice pamit terlebih dahulu pada para staf dan mengambil dua buah potongan kue tart , satu untuk Arya dan satu untuk dirinya. Potongan Kue tart lebihnya dibagikan rata ke semua staf kantor.
Alice juga memerintahkan Dimas untuk mengambil nasi kotak berisi nasi kuning di mobil Arya untuk dibagikan pada para staf.
"Ada apa kak? kok menarikku buru- buru ke ruang kerja?" tanya Alice keheranan.
Tiba- tiba Arya menarik lengan Alice dan mendudukkan Alice di pangkuannya. Alice yang terkejut karena tindakan Arya merona pipinya.
"Aku ingin buruan berduaan aja denganmu honey." bisik Arya di telinga Alice.
Alice merasa ada desiran aneh melanda dirinya dan degup jantungnya berdetak sangat cepat. Ia menunduk malu ketauan pipinya merona.
Arya yang melihat pipi Alice, mengangkat dagu istrinya dan mengecup lembut bibir istrinya. Alice membalas ciuman itu mengikuti permainan li*** Arya yang mengeksplor di dalam mu*** Alice. Akhirnya Alice melepas pagutan bibir mereka karena kehabisan nafas.
Arya tersenyum lalu bertanya padanya
" Apa isi permohonanmu honey?" tanya Arya.
"Rahasia." ucap Alice tersenyum sambil berdiri dari pangkuan Arya.
" Kak, aku pergi dulu ya bersama Marisa ke Panti Asuhan. Sampai jumpa nanti malam. Bye." ucap Alice tersenyum.
" Hati- hati di jalan ya. see u at home. Bye." ucap Arya sambil tersenyum.
Alice melangkahkan kakinya keluar ruang kerja Arya dan menuju ruang kerja Adrian.
tok..tok.
" Iya masuk." ucap Adrian.
"Hallo kak, aku pinjam Marisa hari ini. Ngak apa- apa kan kak?" tanya Alice sambil menggodanya.
"Silakan aja. Hari ini tidak ada kerjaan yang urgent. Bagaimana Marisa kau bisa menemani Princess Alice ?" ucap Adrian sambil melirik Marisa.
"Tentu saja nona. Kita mau kemana nona?" tanya Marisa .
" Liat aja nanti. Ayo kita berangkat sekarang, biar tidak kemalaman pulangnya!" ucap Alice sambil menarik lengan Marisa.
Marisa mengikuti langkah Alice menuju parkiran mobil di basement gedung kantor.
Para Pengawal memberi hormat pada Alice dan mereka siap mengawal Alice menuju suatu tempat favoritnya di masa kecilnya, kala ia merasa kesepian dan tempat itu memberinya kedamaian dan ketentraman di hatinya.
BERSAMBUNG🙏
^ Ayo dukung terus Author dengan beri Vote, Like dan Comment😁🙏
^Kalo mau tau Update terbaru, jangan lupa klik Favorite ya🙏