Princess Alice

Princess Alice
61.Gadisku Yang Luar Biasa



🌹🌹Happy Reading🌹🌹


Tepat pukul 14.00 mereka tiba kembali di kantor Perusahaan Tjokro Group. Arya memarkirkan mobilnya di basement gedung kantornya. Arya segera keluar dari mobil dan berjalan cepat menuju lift. Alice mengikuti langkah Arya yang berjalan cepat. Ia melirik Arya yang mukanya semakin tegang.


tring


Pintu lift terbuka, Arya melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift. Alice ikut melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift. Ia melirik muka Arya yang tegang. Alice meraih wajah Arya dengan kedua tangannya.


"Kak, kamu pasti bisa melawannya. Fighting !"ucap Alice.


"Thanks honey." ucap Arya tersenyum .


tring


Pintu lift terbuka, mereka sampai di lantai 12 dimana ruangan kerja Arya berada dan ruang meeting berada.


"Pagi Pak Arya." sapa beberapa karyawan yang bertemu dengan mereka.


"Pagi nona Alice." sapa karyawan yang bertemu dengannya.


"Pagi " ucap Alice sambil tersenyum dan menganggukan kepalanya.


" Pagi" ucap Arya pada beberapa karyawan yang menyapanya dengan muka datar tanpa senyum.


Arya membuka pintu ruang kerja dan melangkahkan kakinya menuju meja kerjanya. Ia mulai mencari beberapa dokumen untuk meeting siang ini dengan om Gerald.


Alice memilih sofa untuk duduk dan mengangkat kedua kakinya ke atas meja.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Arya tersenyum melihatnya bertingkah.


"Merelaxkan kakiku yang tadi harus berjongkok lama, itu karenamu kak terlalu lama bermesraan dengan teman wanita biasa mu." ucap Alice memanyunkan bibirnya dan memutar- mutarkan pergelangan kakinya.


"Honey, apakah kau mau menolongku memijit tengkukku?" tanya Arya yang duduk di kursi kebesarannya sambil membaca dokumen.


Alice berdiri dari sofa dan berjalan menuju ke kursi Arya. Ia mulai memijit tengkuk Arya dan tiba- tiba ia menundukkan kepalanya dan berbisik di telinga Arya


"Apa hadiah buatku apabila sudah selesai memijatmu kak?" tanya Alice menggodanya.


Arya menolehkan kepala melihat Alice, ia tersenyum sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Alice


cup


"Terima kasih honey." ucap Arya setelah mengecup bibir Alice singkat.


tok..tok..


" iya masuk." ucap Arya.


Dimas melangkahkan kakinya masuk ke ruang Arya .


"Pagi pak. Pagi nona Alice. Pak Gerald sudah datang, sekarang beliau ada di ruang meeting." lapor Dimas asisten Arya.


Alice tersenyum dan menganggukan kepalanya pada Dimas. Sedang Arya segera berdiri dari kursi kebesarannya menuju ruang meeting diikuti Dimas di belakangnya. Alice melihat wajah Arya yang tadi tersenyum padanya berubah menjadi tegang, ia terus menatap Arya sampai suaminya menghilang dari balik pintu ruangannya.


ceklek


Pintu ruang meeting dibuka, Arya melihat pak Gerald didampingi asisten Pak Gerry sudah berada di ruang meeting beberapa menit yang lalu.


"Selamat siang pak Gerald. Kita langsung saja ke point utamanya berdasarkan hasil meeting dengan para Direktur beberapa hari yang lalu, anda tidak lagi berhak di posisi Direktur di perusahaan ini." ucap Arya tegas sambil menatap tajam mata Gerald Wiryamantra.


"Hahahaha... kau kira siapa? bisa memberhentikan seorang Direktur Senior. Apa alasanmu ?" tanya Gerald mengejek Arya.


Arya mengeluarkan dokumen fotocopy data transaksi yang mencurigakan dilakukan Gerald.


"Ini buktinya bapak telah mentransfer sejumlah besar uang perusahaan Tjokro Grup ke perusahaan fiktif yang setelah kami selidiki ini milik pribadi bapak." ucap Arya dengan suara meninggi.


Gerald tersenyum kecut, ia menggaruk rambutnya sesaat sambil bergumam


' Siapa yang sudah membocorkan data transaksi ini? apakah orang yang dekat dengan dirinya?'


"Kau anak kecil tidak bisa memberhentikan aku HAH! Yang bisa memberhentikan hanya ibu mertuaku MENGERTI KAU?" ucap Gerald geram sambil memegang kerah kemeja Arya .


ceklek


Tiba- tiba datang beberapa orang kepolisian dan menodongkan pistol ke arah Gerald dan asistennya.


"Lepaskan tanganmu pak Gerald! Silakan ikut kami ke kantor polisi." ucap Kapten Hendri teman Arya .


Gerald kaget atas kedatangan petugas kepolisian dan akhirnya ia melepaskan tangannya dari kerah kemeja Arya. Ia tertunduk lesu saat seorang petugas polisi memborgolnya dan membawanya keluar dari ruang meeting .Ia menatap Arya dengan tatapan tajam yang penuh kebencian


'Sekarang aku kalah terhadapmu. Aku tau ini permintaan Nyonya. Tapi kau akan mengalami hal yang sama denganku suatu hari nanti. Dan kau akan mengetahui sifat Nyonya dan akan sangat membencinya. Saat itulah aku akan menonton pertunjukkan dengan sangat senang.' gumam Gerald.


Diikuti dua orang Direktur teman dekat Gerald dan asisten Gerald dibawa oleh petugas polisi sebagai saksi yang akan diminta keterangan oleh pihak kepolisian.


Arya menarik nafas lega sambil matanya menghadap ke jendela yang dapat melihat pemandangan ibukota yang penuh gedung- gedung perkantoran berkaca yang menjulang tinggi yang ironic menyebabkan ozon bumi tercinta kita semakin menepis.


Tiba- tiba sebuah tangan yang hangat melingkar di pinggang Arya. Arya menolehkan mukanya


"Selamat kak. Kau sungguh hebat, papa benar memilihmu menggantikan dirinya memimpin perusahaan ini." ucap Alice sambil mencium pipi Arya .


Alice menarik tangan Arya menuju keluar ruangan meeting. Setelah Arya keluar ruangan meeting terdengar suara


prok...prok... prok...


Terdengar suara tepuk tangan dari seluruh karyawan perusahaan Tjokro sebagai tanda penghargaan dari para staf pada bossnya yang telah berani mengeluarkan seorang Direktur yang levelnya diatas karena berbuat korupsi dan bertindak diluar aturan kantor.


'Apakah aku mampu sepertinya? Nyonya menuntutku seperti Arya. Aargh...membuatku kesal dan iri aja.'


drrt...drrt...


Sesaat Arya melirik nama yang tertera di ponselnya. Ia segera mengangkat ponselnya.


Arya: Selamat siang pak Hanif.


Hanif: Selamat siang pak Arya. Selamat anda sudah membereskan Pak Gerald dari jajaran Direktur dan beberapa Direktur yang korupsi .


Arya: Terima kasih pak.


Hanif : Nyonya mengucapkan selamat dan terima kasih. Beliau akan memberikanmu bonus yang segera ditransfer ke rekeningmu dan 2 buah tiket pesawat ke Perancis.


Arya: Terima kasih pak.


Arya menutup ponselnya dan termenung sesaat. Arya segera mencari Alice di ruangannya


ceklek


Arya tidak menemukan Alice disana


'Dimanakah Alice?' gumamnya.


Di Ruangan Adrian


"Alice, aku akan menikah dengan Marisa akhir bulan ini." ucap Adrian menatap Alice gadis kecilnya yang dicintai sekaligus adik sepupunya.


"Benarkah itu kak? Aku ikut bahagia." ucap Alice sambil tersenyum bahagia dan memeluk kakak sepupunya yang ia sayangi.


Adrian merasa hatinya sedih karena ia tidak bisa lagi menjaga ,melindungi, menyayangi dan mencintai Alice gadis kecilnya itu karena sebagian hatinya diisi oleh Marisa gadis polos yang setia mendampinginya.


Saat Alice memeluknya, Adrian menatap mata Marisa ,gadis itu matanya berkaca- kaca karena terharu melihat kedua orang yang disayanginya sedang berpelukan.


' Gadis polosku.' gumam Adrian.


tok..tok..


" iya masuk" ucap Adrian sambil melepas pelukannya dari tubuh Alice.


Arya melangkahkan kakinya masuk ke ruang Adrian.


"Selamat pagi Adrian. Pagi Marisa. Bisa aku pinjam sebentar istriku?" tanya Arya pada mereka.


Alice menolehkan mukanya ketika mendengar suara yang sangat familiar sedang Adrian hanya menganggukan kepalanya.


"Honey. Kak Adrian akan menikah dengan Marisa akhir bulan ini."ucap Alice tersenyum.


"Selamat Adrian. Selamat Marisa." ucap Arya memberi tangannya pada Adrian dan Marisa sebagai tanda ucapan selamat.


Marisa dan Adrian mengucapkan terima kasih atas ucapan Arya terhadap mereka.


Arya segera pamit dari ruang Adrian sambil menarik tangan Alice menuju ruangannya.


Alice melirik wajah Arya yang tampak serius. Setelah sampai di ruangannya, barulah Arya melepaskan tangan Alice. Alice melihat tingkah laku Arya yang berbeda.


"Ada apa kak?" tanya Alice penasaran.


"Apakah kau meminta sesuatu pada oma mu, kalo aku sudah membereskan kasus om Gerald?" tanya Arya menatap tajam mata coklat Alice.


"Ehem...iya kak." ucap Alice dengan suara kecil.


Raut muka Arya terlihat kesal, ia membalikkan badannya ke arah jendela kantor.


' Lagi- lagi Alice bertindak tanpa sepengetahuannya. Dasar gadis keras kepala.'


Alice melingkarkan tangannya di pinggang Arya lalu ia berbisik di telinga Arya.


"Maafin aku kak kalo aku salah. Aku blom beritahumu soal ini." bisik Alice di telinga Arya.


Arya membalikkan badannya lalu merangkul pinggang Alice. Ia mencoba tersenyum menghilangkan rasa kecewanya sambil bergumam


' Kau tau aku berusaha melindungimu dari pengaruh oma mu. Semoga ke depannya gadisku bisa menentukan sikapnya sendiri tanpa terpengaruh oma nya.' gumam Arya.


"Sekarang ceritakan padaku, bagaimana kau bisa memintanya memberiku hadiah kalo kasus om Gerald diselesaikan ?" tanya Arya penasaran.


Alice menarik Arya supaya duduk di kursi kerjanya sedang Alice memilih duduk di meja kerja Arya.


"Baiklah. Aku akan ceritakan, sewaktu oma kemari beberapa hari yang lalu menanyakanmu laporan kinerja perusahaan. Aku bicara pada oma untuk meyakinkannya bahwa kau pasti bisa menyelesaikan kasus om Gerald bertahun- tahun. Selain itu aku membicarakan Kompetisi Young Designer yang aku ikuti ternyata aku lolos sampai babak semifinal. Kompetisi semifinal itu dilaksanakan bulan depan kak di Paris. Dan aku ingin kak Arya menemaniku ke Paris. " ucap Alice yang bercerita dengan sangat gembira.


Arya ikut merasakan kegembiraan Alice. Arya mencium kening Alice.


"Kau gadisku yang luar biasa." ucap Arya tersenyum bahagia menatap gadis yang dicintainya.


BERSAMBUNG🙏


^ Ayo dukung Author untuk terus beri VOTE, LIKE dan COMMENT.😁


Thanks🙏


^Jangan lupa klik FAVORITE untuk UPDATE kelanjutan episode ceritanya