
🌹🌹Happy Reading🌹🌹
" Sayang, aku suka sekali disini. Janji padaku kau akan membawaku kemari lagi bersama anak kita." ucap Alice memasang muka 'puppy eyes'nya.
Arya tersenyum sambil menganggukan kepalanya tanda setuju.
Tak terasa waktu terus berjalan, Alice dan Arya sudah tujuh hari berada di Pulau Dewata ini. Mereka sangat menikmati keindahan Pulau Dewata yang terkenal di mata dunia.
Hari ini hari terakhir di tahun ini. Mereka bersiap- siap menikmati malam pergantian tahun di Pulau Dewata yang penuh dengan turis lokal maupun turis mancanegara.
" Sayang, kau sudah membeli wine untuk nanti malam?" tanya Alice tersenyum pada suaminya.
Arya yang sedang menyiapkan sarapan pagi segera mematikan kompornya sambil berjalan mendekati istrinya yang sedang duduk di sofa menonton TV kabel.
"Tidak ada wine untuk nanti malam. Ingat kau sedang hamil!" bisik Arya di telinga istrinya dengan nada sedikit tinggi dan tegas.
"Please sayang...please..." ucap Alice merayu suaminya.
" No! Aku tidak akan mengabulkan permintaanmu yang satu itu." ucap Arya sambil duduk di sebelah Alice.
Arya menarik lengan Alice lembut menuju meja makan. Arya sudah menyiapkan sarapan pagi Kwetiau seafood yang bahan- bahannya mereka beli kemarin di supermarket dekat villa mereka.
" Ayo dimakan sarapanmu! Bukankah ini makanan favoritmu?" tanya Arya
" Aku tidak mau makan. Kalau nanti malam tidak ada wine." ucap Alice sambil meruncingkan bibir seksinya.
Arya merapatkan kursinya ke arah kursi istrinya.
" Aaaa...ayo buka mulutmu!" ucap Arya sambil menyendokkan makanan ke mulut istrinya yang sedang ngambek.
" Tidak mau." ucap Alice masih dengan bibir yang diruncingkan.
Arya menggeleng- gelengkan kepalanya sambil mencari ide. Arya meraih tengkuk Alice lalu mencium bibir merahnya dengan lembut. Alice membalas ciuman itu. Semakin lama semakin panas ciuman itu.
Alice melepas pautan bibir mereka karena kehabisan nafas.
" Honey, mau kita lanjutkan permainan ini atau tidak? kalo mau kamu makan dulu ya, aku suapin." rayu Arya sambil tersenyum.
" Dasar otak mesum...Iya ...iya aku mau makan...tidak usah disuapin, aku bisa sendiri." ucap Alice menahan malu karena pipinya sudah merona.
' Hahaha...lucu juga lihat istriku yang ngambek.'
Matahari mulai terbenam di ufuk barat. Alice sedang duduk santai di sofa sambil menonton Televisi. Tiba- tiba terdengar suara
bruk...bruk...
" Dasar Sul*** gila, istri lagi melahirkan ,dia malah tidur sama selirnya yang lain. Aaargh...film tidak bermutu." ucap Alice dengan nada tinggi.
Arya yang berada di kamar mandi mendengar suara benda yang ditimpuk keras di ruang tengah , ia segera keluar dari kamar mandi. Ia masih bertelanjang dada hanya melilitkan handuk di pinggangnya. Ia bergegas menuju ruang tengah villanya.
" Honey, ada apa ini? kau sedang marah sama siapa? kenapa jeruk- jeruk berhamburan di lantai?" tanya Arya menautkan kedua alisnya.
" Aku melempar jeruk- jeruk itu ke Televisi. Drama itu mengisahkan seorang Su**** yang menyebalkan, istri sedang melahirkan ia bermesraan bahkan tidur dengan wanita selirnya yang lain. Hiiist..." ucap Alice kesal sambil menunjuk ke arah Televisi.
Arya menahan tawanya lalu mendekati istrinya .
" Honey, tidak semua pria seperti tokoh utama pria di drama itu. Ayo ikut aku ke kamar mandi, kamu belum mandi kan honey?" bisik Arya di telinga istrinya.
" Tapi aku belum selesai menonton drama yang menyebalkan itu." ucap Alice dengan mengkerucutkan bibirnya.
cup..cup..
Arya mencium bibir merah Alice dengan lembut, lalu ia menggendong tubuh istrinya tanpa melepaskan pautan di bibir mereka menuju kamar mandi.
Tangan Arya mematikan remote televisi sambil menahan tawanya.
' Ini pasti karena hormon wanita hamil. Istriku yang keras kepala jadi lucu kalo lagi sensitive bawaannya baper aja Hehehe .'
Tak terasa waktu terus bergulir mendekati detik- detik pergantian tahun. Tepat pukul 12 malam suasana berubah menjadi hiruk pikuk di langit tampak kembang api berwarna- warni serta suara petasan menggelegar.
Alice dan Arya tampak sedang duduk di sofa ruang tengah , tampak di meja menyala sebuah lilin. Tangan mereka disatukan dan berada di depan dada mereka serta mata mereka dipejamkan. Mereka berdoa dengan kusuk mengucapkan syukur serta memanjatkan doa permohonan untuk tahun baru yang akan datang.
Keesokan Paginya
Ia menggoyang- goyangkan lengan suaminya
" Kak, bangun pesawat kita berangkat pukul 11 siang. Ayo mandi kak!" ucap Alice
Arya membuka matanya sambil tersenyum
" Baiklah princess." ucap Arya sambil bangun dari tempat tidurnya .
Arya menuju kamar mandi untuk ritual membersihkan diri. Hanya menghabiskan waktu 10 menit di kamar mandi, lalu ia keluar dari sana menuju kamar tidurnya.
Arya tersenyum ternyata kaos biru serta celana jeans pilihan istrinya sudah disiapin istrinya. Ia segera memakai kaos serta celana jeansnya. Ia mencium wangi daging yang digoreng .
" Hmm...sepertinya enak sandwichnya." ucap Arya yang berdiri di belakang istrinya.
" Mengagetkan aku saja. Pagi ini aku buatkan sandwich isi daging hamburger. Ayo dimakan sayang!" ucap Alice tersenyum.
Mereka berdoa sebelum makan lalu mereka menyantap sarapan mereka sambil mengobrol ringan.
Tepat pukul 8.30 pagi mereka menyeret koper keluar dari villa mereka.
Pak Agus supir mereka telah menyiapkan mobil Alphard silver siap meluncur menuju airport.
Menempuh perjalanan 45 menit, akhirnya mereka tiba di airport . Mereka bergegas menuju counter check- in.
Pesawat mereka take off tepat pukul 11 siang. Pesawat menempuh perjalanan 1 jam 20 menit akhirnya mendarat dengan mulus di airport Soekarno Hatta.
Alice yang menggunakan dress kerah sabrina warna biru merapikan rambutnya. Ia segera menggunakan kacamata hitamnya sebelum meninggalkan kursi pesawat.
Alice dan Arya berjalan sepanjang arrival area. Banyak awak media berdiri disana seperti sedang menunggu seorang selebritas.
Beberapa menit kemudian, muncullah seorang Pria muda berparas tampan sedang menggandeng seorang wanita memakai baju seksi dengan belahan dada rendah. Para awak media segera mendatangi kedua insan manusia .
Alice membelalakan matanya sambil membuka kacamata hitamnya ia bersungut- sungut
" Dasar segerombolan manusia bodoh, malah mereka meliput dua manusia yang tidak penting itu dan wanita itu berpakaian layaknya pe*****. Aaargh...hari ini aku kesal telah gagal diliput media massa kak." ucap Alice kesal.
' Padahal aku ingin promosi dress rancanganku.'
Arya tersenyum sambil menahan tawanya, ia merangkul istrinya.
" Honey. It' s okay tidak setiap hari kita beruntung. Ingat kita tetap harus berusaha, tapi Tuhan yang menentukan takdir kita. Jangan sedih gitu dong, mukamu jadi jelek loh! Tunjukkan pada dunia Princess Alice yang terkenal cerdas , cantik tidak pernah menyerah." ucap Arya sambil menaikkan alis sebelahnya.
Alice lalu tersenyum, ia mengambil ponselnya lalu berpose bersama suami tercintanya lalu mempostingnya di media sosialnya dengan caption
' Me and my beloved husband. Dia bilang aku seksi loh walaupun perutku buncit. Ini karena dressku🤩🤩.'
Hanya dalam beberapa menit, akun media sosial miliknya penuh dengan like dan komentar.
Tiba- tiba Alice teriak kegirangan sambil memeluk Arya .
" Yes. Sayang, kau benar . Sekarang mereka memesan dress rancanganku. Thanks my love." ucap Alice memeluk erat suaminya.
Arya tersenyum lalu mencium pucuk kepala istrinya sambil mengelus punggung istrinya.
Dari kejauhan sepasang mata hitam milik seorang pria melihat adegan kemesraan Alice dan suaminya sambil mengepal kedua tangannya
' Sebentar lagi akan aku hancurkan perusahaanmu dan kau harus menjadi milikku dan pria si***** itu akan kuhancurkan.'
Siapakah pria muda itu?
Penasaran simak cerita berikutnya ya readers..😁
Bersambung🙏
^ Ayo dukung author dengan beri Vote, Like dan Comment😁
Thanks🙏
^ Jangan lupa klik Favorite untuk update cerita selanjutnya 😁