Princess Alice

Princess Alice
94.Kita Hadapi Bersama



🌻🌻Happy Reading🌻🌻


Di dalam mobil Arya tampak serius mengemudikan mobilnya menatap ke depan. Alice melirik beberapa kali ke arah suaminya yang tampak berekspresi marah . Akhirnya ia memberanikan dirinya bertanya pada suaminya


" Ada apa denganmu sayang siang ini? ada yang membuatmu kesal? ada masalah di kantor?" tanya


Alice penasaran.


" Kau tau yang membuatku kesal." ucap Arya ketus.


' Ada apa dengan dirinya? Dia sedang PMS kah? '


Alice semakin bingung melihat suaminya mengarahkan mobilnya bukan ke arah kantor maupun mansion Alice, tetapi ke arah apartment Arya.


Beberapa menit kemudian mereka tiba di basement parkiran mobil. Arya mematikan mesin mobil dan membuka pintu mobil di sisi kanannya dan berjalan keluar dari mobilnya. Alice menatap wajah suaminya yang berekspresi marah.


' Ada apa dengannya siang ini? tadi pagi rasanya masih baik- baik saja. Aku jadi takut ...iihh.'


Tiba- tiba pintu mobil di sisi kirinya terbuka dan sebuah tangan menarik lengannya dengan lembut.


" Ayo kita masuk ke dalam!" ucap Arya menatap istrinya dengan tatapan intimidasi.


Alice menautkan kedua alis hitamnya yang tebal sambil mengikuti langkah kaki suaminya dan tangannya masih berada kaitan jari jemari suaminya menuju pintu lift yang akan mengantar mereka ke apartment.


ting..


Pintu lift terbuka Arya menarik tangan istrinya memasuki ruang lift yang berbentuk kotak. Hanya dalam hitungan beberapa detik pintu lift terbuka dan mereka sudah tiba di lantai 12 tempat Apartment Arya berada.


Mereka menyusuri lorong di lantai 12 menuju pintu apartment Arya. Akhirnya mereka menghentikan langkah kakinya di depan pintu apartment Arya. Arya memencet beberapa angka dengan jari tangannya.


ceklek


Pintu apartment terbuka, Arya menarik tangan istrinya dengan lembut menuju sofa . Sesaat Arya menghela nafas panjang sambil memejapkan matanya dan tangan kanannya mengusap wajahnya dengan gusar. Dimulailah interogasi sang suami pada istrinya


" Apa yang kau lakukan di kantor Christian Bale? " tanya Arya dengan tatapan mata menyelidik.


Alice tertegun sesaat


" Ooh...aku hanya sekadar mengunjungi kakak sepupuku. Chris sudah mengetahui bahwa aku adalah sepupunya. Dia menerimaku dengan tulus sayang." ucap Alice berbohong .


" Kau berbohong honey. Katakan padaku yang sebenarnya!" ucap Arya dengan nada lembut tapi menusuk hati Alice.


Alice tertegun sesaat dan merasa takut telah berbohong pada suaminya.


" Baiklah akan aku ceritakan yang sesungguhnya. Tapi janji kak Arya tidak marah padaku lagi. Janji ? " ucap Alice sambil memberikan jari kelingkingnya pada suaminya untuk ditautkan.


Arya menahan senyumnya melihat tingkah istrinya yang seperti anak kecil sambil tetap memasang wajah ekspresi marah pada istrinya. Ia memberikan jari tangannya untuk ditautkan pada jari kelingking istrinya.


" Setelah kau pergi kerja tadi pagi, aku menelpon Dimas asistenmu. Ia menceritakan bahwa Farel mengundangmu untuk bertemu di sebuah restaurant. Di sana kau diberitahunya bahwa beberapa aset perusahaan sudah ditangan Farel dan kau dihina olehnya untuk melepaskan jabatan CEO dan menceraikan aku. Apakah kakak benar- benar akan meninggalkan aku dan baby kita ?" ucap Alice dengan ekspresi sedih dan dengan bibir diruncingkan serta air mata yang sudah menetes di pipinya.


'Aaah...aku akan berpura- pura menangis, aku ingin tau reaksi suamiku?'


Arya yang terkejut melihat istrinya menangis, segera bangun dari sofa yang diduduki dan berlutut di depan Alice. Arya menghapus air mata istrinya dengan jari tangannya lalu menangkup kedua pipi istrinya dengan kedua tangannya. Netra mereka saling menatap dalam beberapa menit mereka terdiam hanya saling menatap


Alice tersenyum bahagia. Ia memeluk Arya suaminya.


" Iya kak. Aku akan membantumu menghadapi oma ku . Aku mau tau apakah dia benar- benar bersikap kejam seperti rumor yang beredar selama ini." ucap Alice sambil memeluk erat tubuh suaminya.


Alice melonggarkan pelukannya kemudian ia bangun dari sofa menuju meja kerja Arya. Alice duduk di kursi kerja Arya lalu membuka laptop milik suaminya


" Apa yang kau cari honey?" tanya Arya penasaran .


" Data aset perusahaan yang sudah dijual oleh penghianat di perusahaan kita kak. Dimas bilang ia akan mengirimnya ke email aku. Aku sudah meminta bantuan pada Chris sepupuku agar ia membantuku mengambil aset perusahaan kita yang berada di tangan si bren**** Farel Bramantya." ucap Alice semangat dengan mata menatap ke layar laptop.


Alice membaca dengan teliti email kiriman Dimas yang berisi data aset perusahaan yang telah dijual. Arya menatap istrinya untuk beberapa saat lalu ia bangun dari sofa yang diduduki menuju tempat Alice berada .


Tiba- tiba Arya memutar kursi yang diduduki Alice. Ia membungkukkan punggungnya 90 derajat ,dengan gerakan kilat bibirnya telah menempel dengan bibir istrinya. Alice terkejut dibuatnya, ia memejapkan matanya menikmati ciuman yang lembut yang diberikan suaminya. Tapi lama kelamaan ciuman itu semakin menuntut hingga Alice menyudahi ciuman itu karena mulai kehabisan nafas. Alice tersenyum menatap sayu mata suaminya yang sudah mulai dipenuhi hasrat sambil mendorong lembut dada suaminya hingga sedikit menjauh dari tubuhnya.


" Terima kasih honey. Kau telah banyak membantuku." ucap Arya sambil mencium punggung tangan istrinya.


Alice tersenyum malu karena pipinya mulai merona merah. Ia buru- buru menolehkan mukanya ke arah laptop


" Sayang, sebaiknya kita fokus mencari tau soal aset perusahaan kita yang terjual, berapa kerugian kita, serta pengkhianat di perusahaan." ucap Alice sambil mata menatap ke layar laptop.


Arya pura- pura tidak mengetahui si penghianat perusahaannya, ia membiarkan istrinya menyelidikinya sendiri dan menemukan pelakunya.


" Ini data- data yang sudah aku kumpulin beberapa minggu ini. Perusahaan kehilangan hampir 5 Milyar untuk aset- aset ini." ucap Arya sambil menyerahkan data- data yang sudah rapi disusun.


Setelah satu jam setengah Alice membaca, meneliti dan menganalisa data- data itu, ia mengepalkan kedua tangannya di meja kerja Arya. Alice melihat suaminya masih sibuk dengan tabletnya.


" Kak. Kau sudah mengetahui siapa penghianat di perusahaan kita ?Aku sudah selesai menganalisa data ini dan aku sudah menyimpulkan kira- kira siapa penghianatdi perusahaan kita. Tetapi kak, orang itu tidak mungkin melakukan hal ini. Ia berhati lembut, baik dan sayanh keluarga. Tapi mengapa ia tega melakukan semua ini? hiks...hiks." ucap Alice dengan nada sedih.


Arya yang melihat istrinya yang mulai menangis, segera bangun dari sofanya.


Ia berjalan mendekati kursi tempat istrinya berada.


" Iya aku sudah mengetahui siapa orangnya. Tapi aku tidak tega memberitahumu, aku tidak ingin kau jadi salah paham padaku. Awalnya aku tidak percaya orang itu berhati lembut dan sangat sayang keluarga. Tapi aku mendapat laporan dari orang yang aku suruh membuntutinya, ia beberapa kali bertemu dengan Farel Bramantya." ucap Arya menjelaskan pada istrinya sambil mengelus rambut panjang istrinya.


Alice memutuskan mengirim data- data itu ke pak Hanif sekretaris oma nya dan mengirim nama aset perusahaan yang dijual ke kakak sepupunya Chris.


Tak terasa malam pun tiba, Alice sudah merasa ngantuk dan lelah. Ia pun tertidur di sofa. Arya melirik jam di dinding menunjukkan pukul 9 malam. Ia memutuskan untuk menginap di apartment malam ini. Arya menelpon pengasuh bayinya agar menjaga bayinya karena ia dan istrinya menginap di apartment malam ini.


Arya menggendong istrinya yang terlelap tidur menuju kamar tidur. Ia meletakkan istrinya perlahan- lahan agar tidak terbangun. Ia menatap wajah cantik istrinya sambil merapikan anak rambut yang menutupi wajah cantik istrinya


' Lusa adalah waktu penentuan nasib kita berdua, mari kita hadapi bersama honey. Sweet dreams.'


Bersambung🙏


^ Ayo dukung author dengan beri Vote, Like dan Comment😁


Salam sehat selalu ya guys..Thanks🙏


^ Jangan lupa klik Favorit untuk update cerita terbaru😁🙏