
🌹🌹Happy Reading🌹🌹
Selesai makan ,Alice pamit pada ibu dan langsung pergi menuju kamarnya tanpa menghiraukan Arya.
Arya berlari sambil berteriak " Tunggu Alice".
Alice tidak menanggapi Arya, tiba - tiba Arya sudah berdiri di depan jalannya dan menghalanginya.
"Honey, kau marah ya? maaf ya sayang, mau aku gendong tidak sampai ke kamarmu?" tanya Arya sambil tersenyum manis.
Alice menatapnya dengan tajam
'kok jantungku berdebar tiap menatapnya'
"Kok lama jawabnya, terpana menatap mukaku yang tampan?"
Alice menjulurkan lidahnya. Ia meneruskan jalannya dengan setengah berlari meninggalkan Arya.
Arya mengejarnya sampai di depan kamar tamu.
Alice hendak menutup pintu kamar, tapi terlambat dengan cepat Arya mendorong pintu dan ia masuk ke dalam kamar.
"Kakak mau apa?"
"Aku mau duduk atau tidur di sini tidak perlu ijinmu, ini rumahku"
Alice pergi ke kamar mandi.
Arya menunggunya di sofa sambil mengecek berita di ponselnya.
Tiba- tiba Alice membuka pintu kamar mandi dan menjulurkan kepalanya
"Kak, aku lupa membawa dalaman aku, bisakah kakak mengambil untukku atau menungguku di luar?"
"Aku tidak tau dalamanmu dan buat apa aku menunggumu di luar ini kamarku" jawab Arya sambil tersenyum nakal.
"Baiklah kak, tapi kakak menutup matamu saat aku memakai baju" kata Alice dengan muka memelas.
Alice melangkah keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk yang ukuran kecil sehingga menyisakan pandangan yang menakjubkan buat Arya.
Alice berjalan menuju lemari pakaian dan hendak membuka pintu lemari.
Tiba - tiba Arya memeluknya dari belakang sambil mencium pundak Alice yang terbuka.
"Wangi sekali badanmu honey"
"Kakak, mau apa?"
Arya membalikkan badan Alice, sehingga mereka berhadapan.
Arya langsung mencium bibir Alice, Alice meronta tapi lama kelamaan ia menikmati ciuman itu.
Ciuman itu semakin memanas, tangan Arya mulai nakal meraba bagian tubuh Alice.
"Jangan kak, aku blom siap"
Arya menghentikan aksinya dan berkata
"cepat ganti bajumu, aku tunggu di luar"
Arya langsung keluar kamar sambil mengusap keningnya
'ada apa dengan diriku hari ini?'
Alice langsung memakai kaos pink dan celana panjang jeans tak lupa ia mencepol rambutnya. Ia teringat dokumen Nyonya yang harus diberikan pada Arya.
Alice buru- buru keluar kamarnya dan mencari Arya.
"Pak, lihat Tuan Arya?"
"Barusan tuan muda menuju mobilnya kelihatan ia mau ke kota nona" kata tukang kebun keluarga Arya.
"Terima kasih pak"
Alice langsung berlari sambil membawa tasnya.
Ia melihat Arya dari kejauhan, Arya hendak masuk ke mobil Ford Ranger hitamnya.
"Kak Arya tunggu aku" teriaknya.
Arya yang melihatnya sengaja menjalankan mobilnya beberapa meter.
Alice berlari cepat sambil ngos- ngosan
"Kak, tunggu aku" kata Alice dengan muka memelas.
Arya tidak tega, ia menghentikan mobilnya.
Alice segera masuk ke mobil.
" Kakak tega meninggalkanku sendiri di perkebunan"
"kenapa aku cuma sebentar pergi, kamu kangen sama aku?"tanya Arya sambil mendekatkan wajahnya pada Alice.
Alice kaget dibuatnya, langsung memundurkan mukanya sampai ke jendela.
Arya langsung menarik lengan Alice hendak menciumnya lagi.
Buru - buru Alice menutup mulutnya dengan map coklat berisi dokumen Nyonya.
"Apa itu?"kata Arya sambil meminggirkan mobilnya ke tepi jalan.
"Oh iya, ini dokumen yang ingin kuberikan dari kemarin. Dokumen ini sudah ditandatangani Nyonya kak. Isinya pasti membuatmu gembira" kata Alice sambil memberikan pada Arya.
Arya membuka map coklat dan menemukan sebuah dokumen yang ditandatangani Nyonya, ia membaca dengan teliti dokumen itu.
Setelah beberapa menit, ia menatap Alice
" Honey, kau yang meminta pada oma mu?"tanya Arya tatapan menyelidik.
"Aku tidak memintanya, tetapi hanya membuka pikiran dan hatinya, aku juga melaporkan tindakan om Gerald" jawab Alice spontan.
Arya mengelus rambut Alice
'Gadis yang pintar dan baik budinya'
"Karena hari ini Princessku telah menolongku, aku akan mengajaknya ke kota"
Arya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
Sesampainya di kota, Arya berhenti di minimarket untuk membeli beberapa barang .
Alice melihat apotik yang berada di sebelah minimarket.
Ia pun beranjak meninggalkan mobil dan memasuki apotik.
Di dalam apotik ,Alice langsung menggunakan kacamata hitamnya dan ia berpikir sejenak.
"Ada yang bisa dibantu nona?" tanya pelayan apotik.
"Saya sedang mencari pil"
"Pil apa nona?"
"Pil mencegah kehamilan mba" kata Alice dengan suara kecil.
Pelayan itu mengerti dan meninggalkan Alice, ia kemudian menghampiri Alice sambil tersenyum
" Ini mba yang paling bagus"
"mba, sekaligus pengaman buat pria "
"Baik nona"
Setelah semua dibungkus dan Alice membayar, ia segera meninggalkan apotik.
"Honey, kau darimana ?aku menelponmu tapi kamu tidak mengangkat ponselmu "
Arya melirik barang belanjaan Alice dan tersenyum geli karena sempat melihat isi belanjaan Alice.
"Maaf, sepertinya ponselku lupa dicharge, aku dari apotik sebelah" jawab Alice sambil menutupi plastik berisi barang dari apotik.
Alice buru- buru menyebrang jalan menuju mobil yang diparkir di sebrang jalan.
Tiba - tiba sebuah mobil berlaju sangat kencang menuju Alice.
"Awas honey" teriak Arya yang langsung berlari dan mendorong Alice ke tepi jalan.
"Aahh " rintih Alice menahan sakit di lengannya karena didorong Alice berguling bersama Arya di trotoar.
"Honey, apakah kamu baik- baik saja?" tanya Arya.
Alice menatap Arya , ternyata kening Arya mengeluarkan darah .
"Kak, ayo kita ke rumah sakit. Aku tidak apa- apa, tapi kakak keluar darah" kata Alice dengan suara gemetar ketakutan.
Alice menyetir mobil dan membawa Arya ke rumah sakit terdekat .
Sesampainya di rumah sakit, Arya langsung ditangani dokter untuk dioperasi .
Alice duduk dengan muka sedih di kursi tunggu diluar ruang operasi , ia berdoa pada Tuhan sambil sesekali menyeka air matanya..,
'Bagaimana kalo sesuatu terjadi pada kak Arya?, aku harus bagaimana terhadap ibu dan adiknya?bagaimana...?'
Tiba- tiba dokter keluar dari ruang operasi
"Apakah anda keluarga pak Aryasatya?"
"Benar, dok. Bagaimana keadaannya dok?"
"Operasinya lancar nona. Sebentar lagi ia akan dipindahkan ke ruang pemulihan"
" Terima kasih dok" kata Alice bernafas lega.
Alice memutuskan menelpon ke perkebunan dan memberi kabar tuan muda ada di rumah sakit dan keadaan sudah stabil dan selamat.
Akhirnya Arya dipindahkan ke ruang pemulihan.
Arya masih tampak tertidur karena pengaruh obat bius.
Alice menunggu dengan setia di samping ranjang Arya.
"Alice, bangun"
Alice terbangun sambil mengucek matanya, ternyata Danang yang datang.
Danang membawakan baju ganti untuk Arya dan Alice.
"Terima kasih Danang"
"Sama-sama kak, bagaimana keadaan kak Arya ?"
"Sudah stabil kata dokter, tinggal dia sadar aja , kita tunggu saja"
Tiba- tiba Arya membuka matanya
"Alice, kau baik - baik saja?" tanya Arya
"Aku disini kak. Aku cuma lecet sedikit di lenganku, aku baik kak" ucap Alice
"Syukurlah"ucap Arya.
"Alice, ayo kita balik ke perkebunan malam ini" ucap Arya.
"Jangan dulu kak. Kata dokter masih harus dipantau 1 malam ini. Besok kita balik ke perkebunannya"
ucap Alice.
"Iya kak. Kakak dengarkan kata dokter" ucap Danang
"Danang, aku curiga orang yang menyetir sengaja mengincar Alice. Sebaiknya kau pulang dan suruh Herman memperketat keamanan perkebunan dan kabarin ke ketua desa untuk memperketat keamanan juga." ucap Arya dengan mimik tegang.
"Baik kak. Aku pamit sekarang "ucap Danang.
" Hati - hati dik" ucap Arya.
Bersambung🙏
^Ayo Dukung terus Author dengan kaci VOTE, LIKE DAN COMMENT😁
Thanks🙏
^ Jangan lupa klik Favorite untuk update cerita ini😊