Princess Alice

Princess Alice
57.Gadis Pemberani dan Lembut Hati



🌹🌹Happy Reading🌹🌹


Sambil menunggu Alice selesai mandi, Arya mengecek pesan yang masuk ke whatsapp miliknya. Ia mengirim pesan singkat ke whatsapp Dimas


Arya: Hallo Dim, gimana keadaan kantor tadi siang? Apakah kau sudah mencetak dan memberikan data transaksi keuangan yang mencurigakan itu pada Nyonya?


Dimas: Hallo boss. Aman terkendali boss. Aku sudah memberikan data transaksi keuangan yang mencurigakan pada Nyonya. Kelihatannya ia cukup terkejut melihatnya.


Arya: Besok kita adakan rapat Direksi untuk memutuskan pemecatan pak Gerald. Bisakah kita meeting buat besok sore ini di apartmentku? Ajak Adrian untuk meeting juga ya.


Dimas: Baik boss.


Arya menutup ponsel mengakhiri pembicaraan ini. Arya melihat jam dinding menunjukkan pukul 5 sore sebentar lagi jam kantor usai.


ting..tong..


Bunyi bel pintu berbunyi. Arya membukakan pintu buat Dimas dan Adrian dan mempersilakan mereka masuk ke dalam apartmentnya. Tiba- tiba Alice muncul dari kamar tidurnya, ia menggunakan kaos putih bertali satu dan celana pendek merah.


"Hallo kak Adrian. Hallo Dim." sapa Alice sambil mengeringkan rambutnya basah.


"Hallo nona Alice." sapa Dimas.


"Hallo Alice, apakah sejak siang kau ada disini?" tanya Adrian penasaran.


"Emm...iya kak " ucap Alice


Arya terkejut dan buru- buru mengalihkan perhatian Adrian.


" Ayoo kita segera meeting!Nanti kemalaman." ucap Arya menuju sofa.


Dimas memberikan sebuah kertas hasil cetakan Data transaksi keuangan yang mencurigakan itu pada Adrian.


"Darimana kau dapatkan ini?" tanya Adrian menatap Dimas dengan muka serius.


"Dari Alice." ucap Arya.


"Tadi pagi Alice ke apartment pak Gerald. Ia bekerjasama dengan Olivia." ucap Arya dengan muka serius.


"Bagaimana bisa Alice bertindak sendiri tanpa memberitahu siapapun? Itu sangat berbahaya." ucap Adrian dengan muka kesal.


"Kau harusnya lebih mengenal dia dibanding diriku." ucap Arya.


"Kau benar. Dia suka berbuat semaunya sendiri tanpa memberitahukan siapapun. Dia gadis keras kepala." ucap Adrian sambil termenung mengingat masa kecilnya dengan Alice.


"Besok kita akan mengadakan rapat dengan para direktur. Kita akan membahas kinerja perusahaan selama semester 1 awal tahun ini dan memberitahu tentang data transaksi keuangan yang mencurigakan ini." ucap Arya.


Mereka menganggukan kepala tanda mengerti. Meeting berjalan lancar, mereka melanjutkan dengan makan malam bersama di apartment Arya.


Ternyata sambil menunggu mereka meeting selesai, Alice sudah memesan makanan online. Tiba- tiba ponsel Alice berbunyi


drrt...drrt...


Alice membaca nama yang tertera yang menelponnya


Alice: Hallo Devon. Apa kabarmu? tumben...


Devon: Hallo Alice. Adikmu ada di Club Diamond. Dia mabuk berat, cepat ke sini Alice. Beberapa pria menganggunya dan...


Alice langsung menutup telpon ,ia segera mengambil jaket , memakai sneakers dan mengambil kunci mobil. Arya yang melihat tindakan Alice segera mencegatnya sebelum Alice keluar dari pintu apartment.


"Honey kau mau kemana?" tanya Arya menghalangi Alice sambil menatap wajah istrinya yang tegang.


"Aku mau menjemput Olivia. Dia mabuk berat di club Diamond." ucap Alice dengan muka tegang.


"Ok. Aku menemanimu kesana. Dimas dan Adrian kau boleh pulang sekarang atau menemaniku menjemput Olivia." ucap Arya.


"Ada apa dengan Oliv, Alice?" tanya Adrian.


"Dia mabuk kak."


"Apaaa?"


Mereka segera berangkat dengan dua mobil. Mobil pertama dikemudikan Arya bersama dengan Alice.


Sedang mobil kedua dikemudikan Dimas beserta Adrian .


Setelah menempuh perjalanan 45 menit, mereka tiba di Club Diamond. Alice segera turun di lobby sedang Arya memarkirkan mobilnya bersama mobil yang berisi Dimas dan Adrian.


Di Club Diamond


Alice langsung memasuki ruangan penuh lampu kelap kelip,lagu disco yang bersuara keras memekakkan telinga dan gelak tawa manusia.


Setahun yang lalu ia kerap ke Club malam karena ia bekerja sebagai DJ , tetapi sejak bertunangan dan menikah dengan Arya. Alice tidak pernah menginjakkan kakinya ke Club malam ( sepertinya Arya memberinya pengaruh positif).


Mata tajam Alice mencari keberadaan adik kesayangannya. Akhirnya ia menemukannya, mereka berada di meja bar. Terlihat Olivia meletakkan tangannya di meja dan menjadikannya bantal tidurnya. Alice melihat Devon yang berusaha menghalau para pria hidung belang yang mau membawa Olivia pergi untuk tujuan jahat mereka. Alice melangkahkan kakinya mendekati mereka yang sedang bertengkar.


"Hallo Dev. Thanks sudah menjaga adikku. Aku akan membawanya pulang." ucap Alice sambil menatap penampilan Oliv adik kesayangannya.


Oliv memakai dresstube silver di atas lutut, sehingga terlihat tubuhnya yang ramping dan ia duduk di kursi bar sambil menyilangkan kakinya memperlihatkan pa** yang putih mulus.


"Hallo gadis pony tail cantik. Bagaimana kalo kau menemaniku minum di dalam bersama adikmu? Hmm...okay?" ucap pria gemuk itu sambil menatap Alice tanpa berkedip dan mulutnya tercium aroma alkohol .


Alice yang baru saja akan memapah Oliv yang tak sadarkan diri terpaksa menaruh Oliv kembali di kursi. Ia menolehkan muka pada pria gemuk itu.


Arya, Adrian dan Dimas sedang memperhatikan Alice dan para pria hidung belang penganggu Alice.


"Aku kesana sekarang." ucap Adrian geram melihat tingkah para pria hidung belang itu.


"Sabar. Alice bisa mengatasinya. Kita tunggu disini." ucap Arya mencegah Adrian kesana dengan tangannya.


Pria gemuk itu tersenyum dan mulai beraksi dengan tangannya hendak merangkul pinggang Alice.


Pretek...


" Aaaa...sss**t tanganku sakit. Dasar gadis gila." ucap pria gemuk itu sambil memegang tangan kanannya yang sakit dipelintir Alice.


Alice segera memapah Oliv yang tak sadarkan diri menuju exit door. Devon menghalau pria hidung belang yang lainnya yang hendak mengganggu Alice.


"Sini aku bantu. Apakah Oliv baik- baik saja?" ucap Adrian yang sudah msnghampiri Alice.


"Dia mabuk kak. Cepat kakak bawa pulang." pinta Alice dengan muka tegang.


Alice membiarkan Adrian menggendong adiknya ala bridal menuju parkiran mobil.


Adrian membaringkan Oliv di bangku tengah. Adrian segera menuju kursi supir mobil. Adrian membuka kaca mobil dan pamit pada Alice , Arya dan Dimas.


"Aku duluan pulang ya. Bye." pamit Adrian dengan muka tegang.


"Jangan beritahu tante Shanon dulu. Biar Oliv istirahat dulu kak. Beri dia air jahe hangat kak.Hati- hati di jalan .Bye kak." ucap Alice dengan pesan yang banyak.


Adrian menganggukan kepala tanda mengerti.


Arya tersenyum sendiri mendengar ucapan istrinya.


"Sepertinya ada yang mengingat dirinya yang mabuk dan esoknya diberi air jahe ya." bisik Arya di telinga istrinya sambil menggodanya.


Alice merasakan pipinya berubah warna menahan malu.


"Emm... aku pamit pulang dulu boss." ucap Dimas.


"Eh iya..sampai besok Dim." ucap Arya


"Terima kasih udah menemani kami malam ini.Kami antar pulang ya Dim." ucap Alice


" Tidak usah nona. Saya udah pesan ojek online bentar lagi tiba." ucap Dimas tersenyum.


'Kelamaan bersama mereka berdua, bisa buat aku jadi pengen punya istri. Iii...pacar aja tidak ada. Nasibku nih.'


Arya menarik lengan Alice menuju mobil hitam miliknya.


"Ayo kita pulang! " ucap Arya sambil membukakan pintu sebelah kiri depan buat Alice.


Alice segera masuk ke dalam mobil hitam itu. Di sepanjang jalan ia tertidur. Setelah 45 menit perjalanan mereka tiba di Apartment Arya. Arya melirik Alice yang masih tertidur pulas.


'Dia begitu menyayangi dan melindungi adik sepupunya.'


Arya tersenyum sendiri dan terbersit ide untuk menggoda istrinya.


Tiba- tiba Alice merasa ada sentuhan lembut di bibirnya. Ia membuka matanya sebelah dan terkejut suaminya sedang menciumnya.


"Eeh...kak. Apa yang kau lakukan?" tanya Alice sambil menjauhkan wajahnya dari Arya.


"Dari 5 menit yang lalu aku mencobamembangunkan


mu, tapi kau masih tertidur lelap. Jadi aku mengodamu dengan ciuman." ucap Arya tersenyum menggodanya.


'Dasar otak mesum.'


"Aku sudah bangun sekarang. Ayo kita masuk! aku sangat lelah kak." ucap Alice manja sambil memanyunkan bibirnya.


Arya segera keluar dari mobil lalu menggandeng tangan istrinya .Mereka tersenyum sambil berjalan menuju lift.


tring..


Pintu lift terbuka. Arya lalu menempel card khusus pemilik apartment kemudian pintu lift tertutup.


Arya melirik istrinya yang matanya tertutup dan kepalanya direbahkan di pundak Arya. Arya lalu menggendong Alice ala bridal menuju apartmentnya sambil tersenyum menatap wajah istrinya.


'Kau seorang gadis pemberani dan lembut hatimu. Kau harus siap menghadapi segala cobaan dan rintangan yang ada di masa depan. Aku akan selalu membantu dan melindungimu.'


BERSAMBUNG🙏


^Ayo dukung author dengan beri Vote, Like dan Comment selalu🤩🤩


Thanks 🙏


^ Jangan lupa klik Favorite untuk update cerita😊