Princess Alice

Princess Alice
23.Beautiful Sunrise



🌹🌹Happy Reading🌹🌹


Di sepanjang jalan Alice menahan rasa ngantuknya karena jalanannya sangat curam dan ia banyak menggerutu


'Menyebalkan jalanannya'


Arya tertawa ngakak melihatnya.


"Kenapa tertawa, ini gara- garamu kak" kata Alice kesal sambil melototkan mata kucingnya.


Akhirnya mereka tiba di puncak gunung setelah 1 jam perjalanan penuh ketegangan .


"Alice mari kubantu turun "


"Ngak usah " kata Alice dengan muka kesal.


"Galak juga gadis ini boss" kata Pak supir


Arya tersenyum melihat tingkah Alice.


Alice terpana melihat indahnya matahari terbit yang muncul dari balik gunung.


Ia langsung memotret mengabadikan momen itu dengan ponselnya.


'Sampai di kota, aku akan mencetak fotonya.'


"Indahkan matahari yang sedang terbit?" tanya Arya tiba- tiba ada disampingnya.


Alice kaget Arya ada di sebelah kirinya dan ia refleks melangkahkan kakinya ke kanan.


" auw.." teriak Alice ia melihat kakinya yang terkilir karena masuk ke lubang yang tidak ia lihat .


Arya segera menuntun Alice untuk duduk di sebuah batu besar.


"Apakah kamu masih sanggup jalan sendiri atau perlu digendongku ?" tanya Arya sambil mengamati luka Alice.


" Tidak perlu, aku bisa jalan sendiri" katanya dengan ketus.


Alice mencoba berjalan dengan satu kaki pelan- pelan


'Sakit sekali pergelangan kakiku'


Arya mengamati langkah kaki Alice dan langsung menuntunnya sambil berbisik


" kalo kamu menolak bantuanku, aku akan teriak sekarang bahwa kau istriku"


Alice kaget dan ia juga tidak menolaknya karena pergelangan kakinya benar- benar sakit.


Di sepanjang perjalanan pulang ke rumah Arya, Alice tertidur karena ia sangat kecapean.


Tanpa sadar ia tertidur di bahu Arya, Arya tersenyum sambil sesekali membetulkan posisi kepala Alice.


Akhirnya mereka tiba di halaman rumah Arya.


Arya membangunkan Alice


"Alice bangun kita sudah sampai rumah".


Alice mengucek matanya dan kaget ia tertidur pulas di bahu Arya..


Arya melompat turun duluan


"Sini Alice aku bantu".


Alice menurut karena pergelangan kakinya benar- benar sakit.


Setelah turun dari mobil dan mengucapkan terima kasih pada pak Supir, Alice mencoba berjalan balik menuju kamarnya tetapi ia terjatuh .


Arya yang tak tega, langsung mengendongnya.


" Kak, nanti ibu melihat kita " kata Alice dengan raut tegang.


" Udah diam, ibu masih blom bangun" kata Arya sambil berjalan sedikit cepat..


Tanpa disadari mereka berdua, ibu Arya sedang mengamati tingkah mereka berdua.


'Mereka kelihatan lebih akrab dan Arya begitu perhatian pada gadis itu, apakah gadis itu istrinya, ngak mungkin gadis itu tamu Danang seorang jurnalis atau jangan jangan Arya menyukainya'


Ibu Arya menatap kedua muda mudi yang sedang jatuh cinta itu.


"Pagi - pagi kok muka ibu udah serius gitu, ada apa bu?" tanya Danang yang baru keluar dari kamar.


" eh Danang, tamumu itu sudah kenal Arya sejak lama?" tanya ibu penuh selidik.


Danang kaget sambil berkata dalam hatinya


'Waduh gawat nih, kak Arya kenapa menyuruhku berbohong sih'


" Ibu sebenarnya..." kata Danang menjelaskan pada ibunya..


Di kamar Alice, Arya sibuk mengurut pergelangan kaki Alice dengan telaten.


" Cukup kak, kakak sebaiknya balik ke kamarmu nanti ibu mencarimu".


"Aku masih mau disini menjagamu" kata Arya sambil melirik ke arah Alice.


"Dasar " Alice melempar bantal ke arah Arya.


"Aku akan balik siang ini, habis makan siang kak, aku sudah memesan tiketnya"


Arya pura- pura tidak mendengar dan langsung berdiri meninggalkan kamar Alice.


'Apakah dia sedang marah padaku?'


Alice melirik jam tangannya menunjukkan pukul 11.30, perutnya sudah berbunyi.


" Kak, mari saya bantu"


Alice menolehkan mukanya ke arah suara, ternyata Danang.


Alice tersenyum


" terima kasih Danang".


"Maaf Danang, bisakah kamu mengantarkan aku ke airport setelah makan siang, pesawatku jam 16.00"


" Oo..kakak mau pulang, baiklah" kata Danang.


Sesampainya mereka di rumah utama ternyata ibu Arya sedang menyiapkan makanan dibantu seorang pelayan.


"Selamat siang bu"


" Hallo nona, gimana hari ini sudah jalan kemana saja? " tanya ibu Arya.


" Kami pergi ke puncak gunung, melihat sunrise bu"


" Kami? dengan siapa kau pergi?"


" Dengan pak Arya bu"


"ooo.." kata ibu sambil menatap Alice dengan tajam.


" Ehem..hari ini menu makan siang ya apa bu?" tanya Arya tiba - tiba datang dari kamarnya.


" Masakan kesukaanmu Arya"


Alice melihat makanan yang ada di meja, sayur tumis kangkung, telur balado dan teri kacang.


Alice melihat makanan dengan muka tanpa selera.


Arya menyendokkan sayur kangkung ke piring Alice


"kenapa dilihat saja makanannya,ayo dimakan!"


pinta Arya.


"Iya pak" ucap Alice.


Ibu Arya mengamati tingkah Arya dan Alice , ia sudah mengetahuinya bahwa menantunya yang sedang duduk di depannya..


Setelah selesai makan, Alice menghampiri ibu Arya untuk pamit.


"Ibu, saya pamit pulang. Pesawat saya sore ini. Maafkan saya yang merepotkan ibu" kata Alice sambil mencium tangan ibu Arya.


Ibu Arya tertegun, ternyata menantunya yang keturunan Tjokro yang membuatnya sakit hati ternyata santun sikapnya.


" Iya nak, sering seringlah berkunjung kemari" kata ibu Arya.


"Bu, saya juga pamit , pesawatku juga sore ini bu" kata Arya tiba- tiba datang sambil mencium tangan ibunya untuk pamit.


"Kok cepat sekali baliknya Arya, ibu baru mau janjian dengan ibu Tuti sahabat ibu untuk memperkenalkan dengan putrinya" kata ibu Arya sambil melirik Alice.


Alice kaget dan melirik Arya.


"Aduhh ibu, kan saya sudah bilang saya sibuk dengan urusan kantor dan ngak tertarik juga bu ,karena istriku yang di kota sangat galak makanya saya harus menjaganya bu" kata Arya sambil memeluk ibunya dan mendelikkan matanya pada Alice.


Alice menjulurkan lidahnya pada Arya .


" Ayo Danang antar kami ke airport" pinta Arya untuk segera menstarter mobilnya.


Sebuah mobil Ford ranger hitam milik keluarga Arya keluar dari garasi mobilnya.


Alice tertegun, ternyata keluarga Arya memiliki mobil mewah selain mobil pick up pengangkut barang


'Kurang ajar,tadi pagi kenapa aku diajak naik mobil pick up, ini ada mobil yang lebih empuk kursinya '


Alice segera naik dan duduk di bangku tengah mobil.


Arya dan Danang merapikan koper Alice dan Arya.


"Hati- hati di jalan nak" "Hati - hati di jalan Alice" kata ibu Arya.


Alice melambaikan tangan pada ibu Arya dan merenung


'kok ibu tau namaku, bukannya kemarin namaku Anna'


'Egp, yang penting aku segera pulang ke kota'


Di Airport.


"Terima kasih Danang" kata Alice sambil mengambil kopernya.


"Safe flight yach kak, kalo kemari lagi bareng kak Arya ya" kata Danang sambil tersenyum .


"Hati2 di jalan dek" kata Arya sambil memeluk adiknya.


"Kayaknya Alice ngambek tuh kak" kata Danang .


Arya tersenyum sambil menyuruh Danang untuk segera pulang ke perkebunan..


Bersambung🙏


^Ayo Dukung terus Author dengan kaci VOTE, LIKE DAN COMMENT😁


Thanks🙏


^ Jangan lupa klik Favorite untuk update cerita ini😊