Princess Alice

Princess Alice
52. Cinta Luar Biasa



🌹🌹Happy Reading🌹🌹


Di Rooftop Restaurant


Alice ,Arya, Adrian dan Marisa menikmati makan malam mereka di Roof top Restaurant sambil berbincang dengan Tuan Frederico, mereka juga menikmati udara malam dan pemandangan kota di malam hari . Tuan Frederico ikut larut dalam perbincangan cerita masa lalunya berteman dengan papa Alice .


Hanya satu orang yang tidak bisa fokus dalam perbincangan ini dia adalah Alex.


Alex yang masih cemburu melihat kemesraan mantan tunangannya yang duduk di hadapannya .Ia memilih membungkam mulutnya tetapi matanya terus mengamati gerak gerik mantan tunangannya.


Tiba- tiba terdengar suara yang familiar bagi Alex


"Apa lagi yang kau lakukan Princess miskin mau menjilat mertuaku?" teriak si gadis gendut sambil membawa air menuju ke arah meja Alice .


Suara si gadis gendut mengundang tatapan banyak orang melihat padanya. Marisa yang sudah selesai makan sedang berdiri di dekat balkon ikut menolehkan kepalanya ke belakang.


Marisa melangkahkan kakinya ke depan sejajar meja, ia terdiam terpaku lalu ia mengambil inisiatif. Ia mengangkat kakinya 45 derajat.


Shelly si gadis gendut melangkahkan kakinya lebar lebar menuju meja Alice. Hatinya yang penuh emosi dan kecemburuan membuatnya kehilangan akal.


bruuuk...


"Auw..." ucap Shelly yang menahan sakit tangannya yang terkena pecahan gelas, setelah tubuhnya juga jatuh terjerembap.


Orang- orang disekitarnya hanya menonton kejadian itu tanpa ada yang menghampirinya untuk membantunya termasuk Alex tunangannya.


Alex terkejut mendengar suara familiar itu. Ia pun hanya menonton kejadian itu tanpa sedikitpun membantu tunangannya. Ia menatap gadis gendut dengan ekspresi kesal


'Sangat menyebalkan Shelly ini, membuatku malu saja.'


Arya yang mendengar suara gadis gendut itu langsung menarik lengan Alice untuk berdiri dari kursi dan menarik kepala Alice ke dalam dekapan dada bidangnya.


Alice yang terkejut dengan suara Shelly baru mau menolehkan mukanya, tetapi lengannya dan badannya sudah ditarik dalam dekapan Arya. Ia merasa nyaman berada di dalam perlindungan Arya.


Marisa dan Adrian menatap gadis gendut itu dengan tatapan mengejek sambil tersenyum menahan ketawa.


Setelah beberapa saat baru Alice menolehkan mukanya ke arah Shelly. Ternyata gadis itu sedang terduduk lemas di lantai, ia sedang memegang tangannya yang berdarah sambil meringis kesakitan .


Alice merasa kasihan pada Shelly, ia juga tau bahwa ia adalah target sasaran gelas air itu. Ia melepaskan pelukan Arya, ia melangkah menuju tempat Shelly terjatuh.


Alice berjongkok di depan Shelly. Ia meraih tangan Shelly yang terluka lalu membalutnya dengan rapi. Ia juga membantu Shelly berdiri


"Bangunlah, kau mau jadi bahan Trending Topic besok? " ucap Alice berbisik di telinganya.


Alice menuntunnya ke meja mereka. Alice menarik kursi yang ada di sebelah Alex.


Semua mata menatap Alice, tak terkecuali Tuan Frederico. Tuan Frederico teringat akan Sheren Tjokro


'Alice bukan saja mewarisi kecantikan mama nya, tetapi ia juga mewarisi kecerdasan dan sikap sosialnya.'


Tuan Frederico menatap calon menantunya Shelly dengan ekspresi kesal dan menyesal melepaskan Alice di masa lalu.


' Shelly gadis pemalas dan gemuk yang hanya suka makan dan menghamburkan uang untuk foya- foya.'


Arya yang melihat hari semakin gelap pun pamit pulang pada Tuan Frederico.


Arya yang hendak membayar tagihan makanan restaurant langsung dicegah Tuan Frederico


"Kali ini saya yang traktir, karena hari ini saya bisa bertemu kembali dengan gadis cantik anak sahabat saya Harris Saputra. Lain kali baru kau boleh traktir saya." ucap Tuan Frederico sambil tersenyum.


"Terima kasih Tuan." ucap Arya dan Alice berbarengan.


" Tuan, kami pamit pulang karena hari sudah mulai gelap. Terima kasih atas kesempatan yang anda diberikan pada kami." ucap Arya sambil menjabat tangan Tuan Frederico.


" Terima kasih Tuan." ucap Alice sambil menjabat tangan Tuan Frederico.


"Sering- seringlah mampir ke kantor kami Alice. Om akan selalu menyediakan waktu untukmu." ucap Tuan Frederico sambil tersenyum.


"Sampai jumpa Alice." ucap Alex sambil menjabat tangan Alice


Alice menyodorkan tangan sambil menganggukan kepalanya. Hanya dalam hitungan detik Arya juga menyodorkan tangannya pada Alex


"Sampai jumpa lagi Pak Alex." ucap Arya sambil menyunggingkan senyumnya.


Adrian dan Marisa ikut pamit pada Tuan Frederico dan Pak Alex.


"Sampai jumpa lagi Alice. Oo..ini suamimu yach?ternyata kau mempunyai selera rendahan tetapi setidaknya suamimu mempunyai tubuh dan wajahnya yang lumayan." ucap Shelly sambil tersenyum mengejek Alice.


Alice yang menerima sodoran tangan Shelly, ikut terkejut dengan ucapan kata- kata Shelly. Ia segera menimpali balik kata- kata Shelly


"Ternyata kau mempunyai mata yang bagus walau karaktermu rusak, masih dapat melihat suamiku dengan tepat . Walaupun ia dari kalangan orang biasa, ia adalah lulusan terbaik dari PTN dan mempunyai gelar S2 ." ucap Alice dengan lantang membuat Arya tersenyum bangga.


"Oh iya Shelly, suamiku memberiku Cinta Luar Biasa yang pastinya kau tidak pernah akan mendapatkannya dari Alex." ucap Alice berbisik di telinga Shelly dan membuat Shelly merapatkan rahangnya sambil menahan emosinya.


Alice tersenyum sambil menahan ketawanya. Arya langsung memeluk pinggangnya dan mereka melangkahkan kakinya keluar dari Roof top Restaurant . Adrian dan Marisa mengikuti langkah Alice dan Arya sambil tersenyum .


Mereka tiba di basement parkir hotel. Alice pamit pada Adrian dan Marisa.


" Terima kasih atas kerja kerasmu Marisa dan kak Adrian." ucap Alice tersenyum.


"Sama- sama nona." ucap Marisa.


Adrian menganggukan kepalanya dan tersenyum. Ia langsung menarik lengan Marisa untuk pulang bersamanya. Marisa baru sadar Alice akan pulang bersama suaminya.


Di mobil Arya


Arya membukakan pintu untuk istrinya. Alice langsung masuk ke dalam mobil hitam Arya. Alice merasa letih dan lelah hari ini karena harus menghadapi situasi bertemu dengan mantan tunangannya dan Shelly tunangan Alex yang cemburu.


Arya yang sudah duduk di kursinya mengemudikan mobilnya dengan kecepatan 30 km/ jam, karena ia tau istrinya sedang tertidur dan ia tidak mau membuatnya terkejut.


Tiba- tiba Alice terbangun , ia melirik jam tangannya yang menunjukkan tepat pukul 12 malam. Ia terkejut ia dibawa Arya ke sebuah pantai di utara kota.


"Kak, kok ngak pulang aja. Aku sudah cape dan lelah."


"Ternyata kau sudah bangun. Apakah kau sudah mulai ingat sesuatu ?" ucap Arya menatap bola mata coklat Alice mencari kejujuran.


"Aku sudah ingat kak. Tadi aku sempat tidak sadarkan diri, aku mengingat kejadian seblom penculikan seperti papa di rumah sakit dan pemakaman dan kak Arya." ucap Alice dengan suara pelan.


"Tentangku yang mana?" tanya Arya menaikkan sebelah alisnya dan tersenyum.


"Waktu habis pesta wisuda. Kak Arya memberiku kalung di pantai ini." ucap Alice tertunduk malu.


Arya sekarang yakin istrinya ingatan sudah pulih. Ia mengangkat dagu Alice lalu berbisik di telinga Alice


"Happy birthday ke 22 tahun, honey."


Arya mencium kening Alice. Alice baru tersadar ini sudah jam 12 malam lewat.


Arya mengeluarkan sebuah kotak berisikan cincin bermata red sapphire. Ia memasangkan cincin itu di jari manis Alice.


"Ini milik nenekku. Jangan pernah melepaskannya. Kau sudah sah jadi cucu mantu keluarga Pramudya ." ucap Arya bangga.


Alice menitikkan air matanya, ia segera menghapus dengan jari tangannya segera. Alice langsung memeluk Arya


"Terima kasih kak atas Cintamu yang luar biasa." ucap Alice sambil memeluk badan Arya.


Arya mengecup pucuk kepala Alice sambil mendengarkan sebuah lagu dari radio .


Reff


...Terimalah lagu ini, dari orang biasa...


...Tapi cintaku padamu luar biasa...


...Aku tak punya bunga, aku tak punya harta...


...Yang ku punya hanyalah hati yang setia...


...Tulus padamu...


Song by: Andmesh Kamaleng


BERSAMBUNG🙏


^Ayo dukung terus Author dengan beri Vote, Like dan Comment😁


Thanks🙏


^ Jangan lupa klik Favorite untuk update cerita ini😊