
🌹🌹Happy Reading🌹🌹
Sebuah tangan menariknya keluar dari ruangan ICU. Alice sekarang berada di luar ICU menatap kosong lewat jendela kaca ke arah oma nya . Tampak kesibukan perawat dan dokter yang berjalan mondar mandir di sekitar bed oma nya.
Alice mendengar suara sepatu berlari mendekatinya. Sebuah tangan merangkul pinggangnya, ia menolehkan mukanya melihat suaminya tersenyum padanya.
" Jangan kuatir honey, aku akan menemanimu dan menjagamu selalu." bisik
Arya di telinga istrinya sambil merebahkan kepalanya ke dadanya.
Terdengar suara tangisan sesunggukan dari sekitar Alice setelah dokter mengumumkan kepergian oma nya di pukul 16.15 sore ini.
Alice menangis sesunggukan di dada suaminya. Ia merasa bersalah karena dirinya oma nya tertembak.
Di kantor Polisi
Tampak seorang wanita separuh baya yang masih terlihat cantik sedang duduk berselonjor di lantai dan punggung menempel di dinding sedangkan matanya terpejam.
Ia adalah Madam Rose. Dia terkenal di negera ini sebagai pemilik club Z. Selebihnya polisi menyelidiki latar belakang Madam Rose.
Polisi yang bertugas menyelidiki latar belakang Madam Rose menemukan bahwa Madam Rose adalah anak mendiang Mr. Charles Morris Artkitson dengan Lady Isabel Gaulle bangsawan asal Perancis. Sedangkan istri kedua Mr. Charles Morris Arkitson adalah Nyonya Margaret.
Terdengar suara sepatu pantofel berjalan mendekati meja depan polisi yang sedang berjaga.
" Selamat siang pak. Ada yang bisa kami bantu?" ucap polisi muda yang berjaga di meja depan.
"Iya. saya pengacara Madam Rose. Bisakah kami menemui klien kami?" ucap pengacara yang terkenal di negara ini.
"Silakan ikuti saya pak! " ucap polisi muda itu pada tamu barunya.
Sang pengacara terkenal berjalan bersama seorang pria muda yang tampaknya bukan sembarang orang. Ia berpakaian necis dan tampak berwibawa.
Polisi muda itu membawa tamunya ke sebuah ruangan tertutup. Beberapa menit kemudian, datanglah polisi senior yang menyelidiki kasus ini.
" Selamat malam bapak- bapak. Ada yang bisa kami bantu?" tanya polisi senior itu pada tamunya.
" Saya adalah pengacara Nyonya Madam Rose. Nama saya Jeffrey Sitompul." ucap Sang pengacara memberikan tangannya pada polisi senior itu.
Polisi senior itu membalas uluran tangan pengacara itu.
' Keliatannya ada orang yang berkuasa dan punya banyak uang yang mensupport Nyonya Madam Rose. Orang itu bisa membayar mahal sang pengacara ini yang terkenal dengan tarif yang luar biasa.'
Beberapa menit kemudian pintu dibuka, seorang wanita setengah baya keturunan Perancis yang tampak masih cantik memasuki ruangan kecil dengan wajahnya yang tampak kesal dan sambil berteriak- teriak.
"Lepaskan aku! kau tak tau diriku siapa HA? lepaskan aku bodoh!! " teriak Madam Rose.
" Mommy." ucap Chris .
Madam Rose menolehkan mukanya pada sumber suara itu. Ternyata anaknya Chris berada di ruangan itu.
" Chris, tolong mommy! Lihat orang- orang bodoh ini menahan tangan mommy." ucap Madam Rose dengan muka memelas pada anaknya.
Polisi senior itu memberi kode dengan jari tangannya agar anak buahnya melepaskan pegangan tangan mereka pada lengan Madam Rose.
Setelah para polisi muda itu melepaskan pegangan tangan mereka, Madam Rose lalu berjalan menuju anaknya. Chris beranjak dari kursinya dan menuntun mommy nya duduk di kursi yang tadi ia duduki. Sedangkan Chris memilih berdiri di belakang mommy nya.
" Ehem...Bapak bisa melihat sendiri klien kami memiliki gangguan mental. Jadi kami meminta penangguhan penahanan pada klien kami. Kami akan membawanya ke tempat rehabilitasi gangguan mental. Lagipula belum ada tuntutan dari pihak pelapor bukan?" ucap sang pengacara yang terkenal pandai bersilat lidah.
" Sampai saat ini belum ada tuntutan dari pihak pelapor." ucap polisi senior itu.
" Tunggu sebentar. Saya akan mengecek laporan terbaru mengenai kasus ini. Silakan tunggu sebentar disini bapak- bapak!" ucap polisi senior itu.
Polisi senior itu segera meninggalkan ruangan itu, la mengambil ponselnya di kantong celananya. Ia memencet nomor telpon orang yang ditujunya.
Setelah beberapa detik, akhirnya orang yang akan diajak berbicara mengangkat telponnya.
Arya📞: Hallo Kapten. Apa kabar ?
Kapten📞: Baik Arya. Ada yang ingin kutanyakan, apakah keluarga nona Alice tidak mengajukan tuntutan pada Madam Rose?
Arya menjauhkan ponselnya dan berbisik pada istrinya yang sedang berduka duduk di sebelahnya. Alice memberikan jawabannya pada suaminya.
Arya📞: Alice tidak mengajukan tuntutan pada Madam Rose. Biarkan nyonya itu pulang ke negara asalnya.
Kapten📞: Baiklah. Terima kasih infonya Arya.
Arya📞: Terima kasih kapten.
Arya menutup ponselnya, ia menatap wajahnya istrinya yang masih sembab terduduk diam di kursi di sebuah ruangan duka di rumah sakit .
' Ia telah menjadi wanita dewasa yang menggantikan oma nya memimpin keluarga ini. Kata- katanya yang mengagumkan 'kita harus saling memaafkan dan aku harus menjaga keutuhan keluarga Tjokro'.''
Beberapa kerabat , keluarga dan teman dari Alice datang ke rumah duka untuk melayat Nyonya Margaret.
Malam ini akan diadakan misa tutup peti yang akan dipimpin oleh seorang pastur yang sudah dipanggil Alice untuk memimpin misa ini.
" Semoga Tuhan membuka pintu surga bagi hambanya yang pulang ke padaNya.Di sana tiada duka cita tetapi hanya kegembiraan untuk selama- lamanya." ucap pastur itu .
Acara misa berlangsung khusuk selama kira- kira 30 menit. Diakhiri peti itu ditutup.
' Selamat jalan oma ku tercinta. Semoga arwahmu tenang dan damai di Surga.'
Alice menangis sesunggukan di dada bidang suaminya. Arya merengkuh pundak istrinya dan meletakkan kepala istrinya di dada bidangnya.
Setelah acara misa tutup peti selesai, pastur paroki itu pamit pada Alice diikuti oleh para pelayat lainnya. Hanya tinggal keluarga dekat Alice yang tampak di ruangan duka itu.
Adrian yang baru kemarin dilepaskan dari tahanan polisi dengan jaminan, merasa dirinya malu dan bersalah terhadap Alice. Ia berjalan menuju tempat duduk Alice.
" Alice, aku minta maaf atas segala kejadian yang menimpa suamimu sampai kematian oma." ucap Adrian dengan nada rendah dan kepala tertunduk.
Alice menolehkan mukanya ke arah Adrian.
" Kak. Itu adalah jalan takdir. Hanya Tuhan yang mengatur dan menentukan hidup dan matinya manusia. Lagipula aku sudah memaafkanmu, asalkan kakak tidak mengulangi kesalahan yang sama. Hilangkan perasaan iri kakak yang mengakibatkan kakak jadi gelap mata ." ucap Alice berdiri dari kursi yang didudukinya.
Alice menghampiri kak Adrian lalu memeluknya
" Aku akan selalu menjagamu kak. Oma berpesan padaku agar kita saling mengasihi ,saling membantu, saling menjaga dan saling memaafkan. Berjanjilah padaku kakak tidak mengulangi kesalahan yang sama! " ucap Alice sambil memeluk kakak sepupunya.
" Iya. Aku berjanji." ucap Adrian sambil memeluk Alice tanpa ia sadari air matanya menetes di pipinya.
bersambung🙏
^Ayo dukung author dengan beri Vote, Like dan Comment😁
Salam sehat selalu ya guys..Thanks🙏
^ Jangan lupa klik Favorite untuk update cerita terbaru😁🙏