
🌹🌹Happy Reading🌹🌹
Tak terasa kota Paris mulai memasuki musim gugur dan sudah satu bulan Alice berada di kota Paris . Ia belum mengunjungi tempat- tempat favorit untuk berwisata disebabkan rutinitasnya.
Rutinitas Alice hanya berangkat kerja jam 9 pagi dan pulang ke apartment jam 7 malam. Di waktu senggangnya ia habiskan dengan membaca novel favoritnya di laptop dan bertamu ke apartment sahabat barunya Almira Rahadi dan bermain dengan anak balita yang bernama Nevan Rahadi.
Di Apartment Alice
Di suatu pagi
drrt..drrt..
Bunyi ponsel Alice berdering, Alice mengucek matanya sambil melirik jam duduk yang ada di nakas sebelah ranjang tidurnya.
Jam menunjukkan tepat pukul 8 pagi. Alice bersungut- sungut sambil mengambil ponsel yang ditaruh di atas nakas.
'Siapa sih pagi- pagi sudah menelponku? mengganggu waktu tidurku aja di hari liburku.' gumam Alice.
Alice terkejut dengan nama yang tertera di layar ponselnya , ia segera mengangkat ponselnya.
Alice📞:Hallo kak, tumben pagi- pagi nelpon aku. Di Jakarta jam berapa sekarang ?
Arya📞: Hallo honey, tunggu bentar aku lihat jamku dulu...Hmm sekarang jam 8 pagi .
Alice📞: Ha...kak Arya kamu berada di mana sekarang?
Arya📞: Di airport. Cepatlah jemput aku di airport !
Alice📞:OMG. Tunggu aku ya kak, segera aku ke sana.
Alice menutup ponselnya lalu menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok giginya . Setelah beberapa menit ia keluar dari kamar mandi lalu membuka lemari bajunya mengambil kaos pink dan celana panjang jeans tak lupa ia memakai coat dan sneakers serta kacamata hitamnya.
Alice segera keluar dari apartmentnya lalu ia menggunakan taksi untuk menjemput suaminya Arya yang sedang menunggunya di airport.
Setelah 30 menit perjalanan, akhirnya Alice tiba di airport Charles de Gaulle Airport.
Alice turun dari taksi melangkahkan kakinya di koridor airport dan berjalan ke area Arrival.
Dari jauh ia bisa melihat sosok suaminya Arya yang mengenakan kaos Polo berkerah warna hitam, celana panjang jeans serta coat warna coklat dan sneakers serta kacamata hitam bertengger di hidung mancungnya sedang duduk menikmati sarapan pagi di salah satu cafe di airport.
' Ia terlihat sangat tampan.' gumam Alice
Alice menghampiri Arya dari arah belakang, Alice menutup mata Arya dari arah belakang.
" Hmm...sepertinya ada yang kangen padaku ." bisik Alice di telinga Arya.
Arya dengan gerakan cepat menarik lengan Alice dengan sekali gerakan Alice terjatuh duduk di pangkuan Arya.
cup..cup..
Arya langsung mencium pipi Alice dengan spontan, lalu Arya menahan tengkuk Alice hendak mencium bibir Alice.
uwek...uwek...
Alice menutup mulutnya dengan kedua tangannya, ia segera berlari menuju toilet yang berada tidak jauh dari area cafe.
Di dalam toilet Alice memuntahkan isi perutnya hanya berupa air putih dan sedikit kuning karena ia belum sempat sarapan pagi ini. Setelah beberapa menit, rasa mual berangsur hilang dan ia keluar dari toilet umum airport dengan muka sedikit pucat.
Arya yang sudah menunggu di depan toilet langsung merangkul pinggang Alice dan menuntunnya menuju area restaurant dan cafe yang ada di airport.
Mereka memasuki salah satu cafe yang ada di sana dan memilih sebuah meja yang ada di pojok ruangan tetapi dapat melihat ke arah luar airport lewat jendela di sisi kanannya.
Arya memesankan sebuah air putih hangat dan sebuah sandwich untuk Alice.
Ia membuka tas kecilnya dan mengambil sesuatu.
Tak lama pelayan cafe membawakan pesanan Arya ke meja mereka.
Arya membuka sebuah sachet jahe merah lalu ia masukan bubuk jahe merah ke air panas dan diaduknya.
"Minumlah honey!." ucap Arya dengan nada lembut sambil mengelus lembut lengan Alice.
Alice menatap air jahe merah itu lalu ia menatap Arya. Arya menganggukan kepalanya lalu dengan perlahan Alice menyesap minuman air jahe itu.
uhuk...uhuk...
"Pelan- pelan honey." ucap Alice sambil mengelus punggung Alice.
"Panas rasanya di tenggorokanku." ucap Alice dengan mengerucutkan bibirnya.
"Tidak apa. Kamu makan sandwich ini sambil diselingi minum jahe ini." ucap Arya sambil menyodorkan sandwich yang dipesannya.
"Sejak kapan kamu mual honey?" tanya Arya penasaran.
" Beberapa hari ini dan setiap pagi membuatku tidak selera makan pagi. Aku juga lagi mau beli obat tapi tiap siang & malam aku tidak mual. Aku tadi mual setelah mencium bau parfummu kak. Kakak jauh- jauh dari aku. Nanti aku mual lagi nih." ucap Alice sambil mengibas- ngibaskan tangannya pada Arya.
Arya tersenyum smirk lalu ia bangun dari kursinya
" Aku pergi sebentar mencari sesuatu, honey kamu habiskan sandwich dan minuman jahenya."ucap Arya.
Alice hanya menganggukan kepalanya sambil jarinya berselancar di ponselnya mencari berita terbaru.
'Seorang nona muda cantik cucu almarhum Charles Morris Atkinson berjiwa penolong.'
Ditambah foto- fotonya sedang memelintir tangan pemuda pencopet itu.
Alice tersenyum sendiri mengingat peristiwa itu.
Alice juga baru mengetahui bahwa ia mempunyai kakek bangsawan Inggris warga negara Perancis . Ia berencana mengunjungi kastil milik keluarga mendiang kakeknya yang berada di lembah valley.
'Aku akan mengajak kak Arya untuk menemaniku ke kastil milik keluarga mendiang kakekku.'
Tak lama kemudian Arya sudah datang sambil membawa sebuah kantong plastik berisi suatu barang yang tidak dapat dilihat Alice karena Arya sudah memasukkan ke tas kecilnya.
"Apakah sudah dihabiskan makanan dan minuman jahe nya?" tanya Arya.
Alice hanya menganggukan kepalanya. Arya segera menarik tangannya agar bangun dari kursinya sambil sebelah tangannya menarik koper biru nya.
"Ayo kita ke apartment mu!" ucap Arya.
Mereka menaiki taksi menuju apartment Z yang disewa Alice. Sepanjang jalan Arya dan Alice menikmati pemandangan bangunan - bangunan yang bergaya kuno dan artistik yang membuat kota Paris menjadi tujuan favorit para wisatawan asing.
Akhirnya mereka tiba di apartment Z yang disewa Alice. Mereka turun dari taksi menuju pintu masuk apartment .
Alice menekan tombol naik pada lift apartment.
tring
Pintu lift terbuka. Arya menarik koper birunya masuk ke lift dan Alice menekan tombol angka 12.
Setelah beberapa menit mereka tiba di depan pintu apartment Alice.
Alice menekan tombol password pintu.
ceklek
Mereka masuk ke dalam apartment itu. Arya sangat mengagumi Apartment yang ditempati yang terdiri dari ruang tamu ,ruang makan, dapur, 2 kamar tidur serta 1 kamar mandi.
Langit- langit apartment dibuat tinggi, sebagian dindingnya dari batu pasir dan furniture bernuansa putih menambah kesan elegan.
Arya membuka pintu kaca ke arah balkon . Angin semilir berhembus ke wajahnya dan terlihat dari jauh Menara Eiffel ikon dari kota Paris.
"Wow...cantik sekali pemandangan kota dari balkonmu ini honey." ucap Arya sambil mengambil ponselnya dari tas kecilnya dan segera mengabadikan pemandangan itu di kameranya.
"Benar kan kataku." ucap Alice yang datang dari arah belakang.
Arya segera membalikkan badannya sambil merangkul pundak Alice .Arya men klik pose shelfie mereka berlatar belakang Menara Eiffel.
Arya melangkahkan kaki memasuki ruang tamu sambil mengandeng tangan Alice. Arya mengambil sesuatu dari tas kecilnya dan ia berikan pada Alice.
"Honey, coba kamu test di kamar mandi." ucap Arya sambil menahan senyumnya dengan mimik muka serius.
Alice menatap sesaat pada Arya dengan muka bingung.
"Apa ini kak?" ucap Alice.
Arya menggandeng tangan Alice menuju pintu kamar mandi.
"Masuklah honey dan cobalah!" ucap Arya dengan nada lembut.
Alice membuka pintu kamar mandi sambil menenteng sebuah kantong plastik. Setelah menutup pintu kamar mandi, ia segera membuka kantong plastik dan mimik wajahnya berubah kaget
' Alat test pack. Apakah aku hamil?' gumam Alice
Alice segera mencoba alat test pack itu dengan mencelupkan alat itu ke dalam wadah air seni yang sudah ditampung sebelumnya kira- kira 1/4 inchi dan didiamkan selama 30 detik.
Alice menunggu hasilnya dengan rasa penasaran bercampur takut dan senang.
Akhirnya ia membaca hasilnya 2 strip merah .
' Aku hamil.' gumam Alice.
Alice membuka pintu kamar mandinya dan ia terkejut karena Arya sudah menunggunya di depan pintu kamar mandi.
" Bagaimana hasilnya honey?" tanya Arya dengan mata menatap tajam padanya.
"Aku hamil kak." ucap Alice dengan suara kecil sambil tersenyum.
"Yes" ucap Arya teriak dengan suara keras dan wajah penuh kebahagiaan.
Arya mengangkat tubuh Alice ke atas, spontan Alice mengalungkan lengannya pada leher Arya. Arya memutar- mutarkan tubuhnya dengan wajah penuh kegembiraan.
'Hatiku merasa kegembiraan tapi juga takut apakah aku bisa menjadi ibu yang baik di usiaku 23 tahun ?'.
Bersambung🙏
^ Ayo dukung Author dengan beri Like, Vote dan Comment😁
Thanks 🙏
^ Jangan lupa klik Favorit untuk update Cerita🙏