
🌹🌹Happy Reading🌹🌹
Keesokan pagi
kring..
Alice menguap sambil mematikan alarm jam yang ada di nakas sebelah ranjang. Ia melirik jam menunjukkan pukul 5 pagi. Alice melirik suaminya yang masih tertidur, ia tersenyum mengingat kejadian semalam.
Alice masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah 10 menit, ia keluar dari kamar mandi menuju walk in closet. Ia memilih kaos rumah dan celana selutut . Setelah selesai berpakaian, ia melirik suaminya masih terlelap. Sejenak Alice menuju meja doanya ia melakukan doa pagi sebelum memulai aktivitas paginya.
Setelah selesai berdoa, ia turun ke lantai bawah menuju dapur. Alice menyiapkan sarapan buat suaminya dan dirinya.
"Selamat pagi nona. Biar mbok aja yang mengerjakan sarapan ini, nona istirahat aja di kamar." kata si mbok.
"Pagi mbok. Alice mau mengerjakannya sendiri menyiapkan sarapan buat kak Arya mbok." kata Alice tersenyum.
Akhirnya setelah 30 menit spagetti beef dan juice apel yang disiapkan Alice sudah siap. Alice meletakkan ke meja makan.
" Hmm...wangi spagetti nya, keliatannya enak buat disantap." kata Arya yang tiba- tiba sudah ada di ruang makan
"Pagi kak. Kakak sudah bangun? mau mandi dulu atau makan dulu kak?" tanya Alice.
"Baru saja aku bangun dan mencium wangi masakanmu. Jadi aku turun ke bawah. Sekarang Aku mandi dulu honey, nanti baru sarapan bersamamu." kata Arya bergegas naik ke lantai atas menuju kamarnya.
Alice menyusul Arya ke atas, ia memasuki walk in closet memilihkan baju kemeja yang akan dipakai Arya ke kantor. Alice pun mengganti kaos rumahnya dengan setelan blazer warna peach dan celana panjang warna senada.Tak lupa ia mengambil sepatu high heels warna hitam.
Setelah selesai berpakaian, ia duduk di sofa menonton berita pagi sambil menunggu Arya selesai mandi. Kira- kira 15 menit, Arya keluar dari kamar mandi. Ia menuju walk in closet dan memakai pakaian yang sudah disiapkan oleh Alice.
Tiba- tiba Alice masuk ke walk in closet, ia menghampiri Arya yang sedang memakai dasi
"Sini kak, aku bantu." kata Alice
Arya menatap istrinya yang sudah lengkap berpakaian rapi.
"Pagi ini kamu mau kemana sudah berpakaian rapi?" tanya Arya.
"Aku mau ke kantor, keliatannya kantor sedang ada masalah ya kak?" tanya Alice sambil mendonggakan wajahnya menatap Arya.
Arya terlihat tak bergairah untuk menjawab pertanyaan Alice. Arya hanya menganggukan kepalanya.
"Saham perusahaan sedang anjlok. Seseorang sedang membuat permainan dengan perusahaan kita. Siang ini Nyonya besar akan ke kantor kita."kata Arya dengan ekspresi sedih dan kesal.
Alice yang sudah memakaikan dasi Arya lalu memeluk Arya sambil mengelus punggung Arya
"Semangat kak. Pasti ada jalan keluarnya." kata Alice memberi semangat pada Arya.
Kemudian mereka turun ke lantai bawah menuju ruang makan. Arya makan sambil mendengarkan Alice yang bercerita hal - hal lucu sehingga Arya terhibur tidak teringat pekerjaan kantor.
Selesai sarapan, mereka segera berangkat ke kantor bersama- sama. Mereka tiba di kantor tepat pukul 8 pagi. Arya memarkir kendaraan mobilnya di basement kantor Property Tjokro Grup.
Alice melangkah keluar dari mobil mengikuti Arya yang sudah melangkah duluan menuju lift
"Kak tunggu aku." teriak Alice
"Selamat pagi Pak Arya. Selamat pagi nona Alice." sapa pak Satpam yang bertugas di basement.
"Selamat pagi pak " sapa Arya
"Selamat pagi pak." jawab Alice sambil tersenyum.
Alice melihat Arya yang sudah menekan tombol lift.
ting...
Pintu lift terbuka, Arya segera masuk ke dalam lift. Alice segera mengikuti Arya masuk ke dalam lift. Alice melirik Arya yang wajahnya terlihat tegang.
"Hari ini kamu ikut meeting di Divisi Design ya!Kau bisa mulai belajar mengenal seluk beluk perusahaan" perintah Arya dengan ekspresi serius.
Alice menganggukan kepalanya, tanda setuju.Ia mengerti harus mulai belajar menguasai seluk beluk perusahaan warisan papanya.
"Aku masih banyak kerjaan yang harus kuurus dengan Dimas." kata Arya sambil melirik Alice yang sedang memanyunkan bibirnya.
Arya tersenyum melihat tingkah Alice.
ting..
Pintu lift terbuka, Arya bergegas keluar dari lift menuju ruang kerjanya. Alice berjalan santai menyusurin ruangan luas yang dibatasi bilik- bilik partisi , terlihat hiruk pikuk kesibukan para staf yang bekerja. Alice melangkahkan kakinya menuju ruang kerja Adrian.
tok..tok..
" iya masuk"
Alice membuka pintu dan melangkah masuk ke ruangan Adrian yang bernuansa putih dan tertata rapi. Di belakang kursi kerjanya terdapat rak buku yang berisi buku- buku Design Arsitektur yang tertata rapi. Di sisi kanan meja terdapat bufet yang diisi piagam dan piala Adrian serta foto Adrian yang sedang memakai toga wisudanya.
"Ehem..Pagi Alice, tumben pagi sekali udah ke kantor?" tanya Adrian menatapnya keheranan.
"Pagi kak. Aku hari ini mau ikut meeting Divisi Design kak." kata Alice melangkah menuju sofa yang ada di ruangan Adrian.
tok..tok..
Marisa melangkah masuk ke ruangan dan terkejut melihat ada Alice yang sudah berada di ruangan Adrian
'Tumben pagi- pagi nona Alice sudah datang ke kantor.'
"Pagi pak. Meeting akan dimulai. Bapak ditunggu di ruangan meeting." ucap Marisa sambil tersenyum.
"Pagi nona Alice." sapa Marisa.
Alice mendonggakan kepalanya, setelah mendengar namanya disebut
"Pagi Marisa." sapa Alice.
Alice kembali sibuk ke layar ponsel, mengecek laporan keuangan butiknya.
"Ayo Alice kita ke ruang meeting." kata Adrian.
Alice beranjak dari kursinya, ia menolehkan mukanya ke Adrian dan melihat dasi yang Adrian yang kenakan kurang rapi. Alice memegang lengan Adrian
"Sebentar kak, aku rapikan." ucap Alice sambil merapikan dasi Adrian.
Adrian gugup mendapati perlakuan istimewa dari gadis kecilnya yang sangat ia sayangi. Adrian tau Alice hanya menganggapnya sebagai kakak sepupu saja. Tapi tetap saja sentuhan tangan Alice di dadanya membuat desiran yang aneh di dalam dirinya sehingga pipinya merona merah.
Marisa yang melihat kejadian itu merasa dirinya semakin cemburu dan rendah diri karena Adrian tak mungkin dimilikinya sejak ia tau status baru Adrian sebagai cucu laki- laki Nyonya Margaret dan pewaris perusahaan Tjokro Grup. Marisa hanya menundukkan kepalanya sambil mendengarkan pembicaraan pria pujaan dan nona Alice.
"Hmm...sekarang sudah rapi. Kakak kelihatan jadi CEO keren." ucap Alice tersenyum sambil mengacungkan jempolnya.
"Bisa aja kamu Alice." ucap Adrian buru- buru keluar ruangannya karena malu pipinya berubah warna.
Marisa yang melihat bosnya pergi keluar ruangan, buru- buru mengejar bosnya menuju ruamg meeting.
Alice yang tidak peka terhadap perasaan Adrian terhadap dirinya ,buru- buru keluar ruang Adrian menuju ruangan meeting.
"Hei kak Adrian, tunggu aku dong. Kok tidak sabaran banget sih." teriak Alice yang membuatnya menjadi pusat perhatian para karyawan kantor.
Alice yang menyadari dirinya jadi pusat perhatian segera meminta maaf
" Eh..ngak ada apa- apa kok. Maaf sudah terganggu dengan suaraku." ucap Alice sambil membungkukkan badannya.
Dimas tertegun melihat kejadian itu. Ia hendak ke ruang Arya dan melihat kejadian itu
'Tumben nona Alice ke kantor, bukannya ia sibuk dengan usaha butiknya?'
Alice memasuki ruang meeting. Ia melihat tim Design A & B sudah hadir. Marisa sudah mempersiapkan kursi di sebelah kanan Manager Design yaitu Adrian.
"Silakan nona Alice." ucap Marisa mempersilahkan dirinya duduk.
"Thanks Marisa." ucap Alice tersenyum.
Alice mendengarkan meeting Design Project New Residence di kawasan Perumahan elite selama hampir 1 jam yang berjalan alot. Kedua tim saling memberikan keunggulan design tim mereka. Sedang Adrian wajahnya tampak tegang tanpa memberi keputusan. Tiba- tiba Alice membuka suaranya
"Maaf Pak Adrian dan rekan- rekan sekalian, saya selaku perwakilan Pak Arya untuk ikut meeting pagi ini hendak memberi saran.Bagaimana kalo setiap tim Design membuat rincian keunggulan design yang kalian pilih dan biaya maksimal kalo design ini yang terpilih." ucap Alice lantang sambil melirik Adrian.
Adrian yang terkejut dengan perkataan Alice, langsung menganggukan kepalanya tanda setuju.
"Marisa kalo mereka sudah selesai mengerjakan laporan mereka. Tolong laporannya dikaci ke meja saya. oke." pinta Alice
"Oh iya. Harap rekan- rekan dari tim design mengirimkan laporannya hari ini juga. Saya tunggu laporannya sore ini.oke." ucap Alice tersenyum dan merapikan notes kecil yang dibawanya.
Para staf tim Design terpana mendengar ucapan calon boss mereka sampai mereka tidak dapat berkata - kata apapun juga.
"Kalian laksanakan sesuai saran nona Alice. Laporan wajib diserahkan hari ini ditunggu sampai sore ini. Meeting untuk hari ini saya sudahi dan kalian silakan kembali bekerja." kata Adrian menatap tim designnya.
Para staf tim design segera berhamburan keluar ruangan menuju bilik meja mereka masing- masing. Hanya tinggal Alice, Marisa dan Adrian yang masih berada di ruang meeting.
"Maaf kak. Bukan maksudku untuk ikut campur dalam meetingmu. Tapi untuk kepentingan perusahaan kita." kata Alice sambil mengelus bahu Adrian dan bergegas keluar ruangan.
Adrian yang masih terpaku dengan tindakan Alice hanya terdiam dan bergumam
' Gadis kecilku sudah menjadi wanita dewasa dan ia membuatku menjadi minder karena ia lebih berbakat dibandingkan diriku.'
Marisa yang masih berdiri menunggu Adrian, menghampirinya
"Mari pak kita kembali ke ruang kerja bapak."ucap Marisa.
Adrian terkejut dengan ucapan sekretarisnya dan segera beranjak dari ruang meeting untuk balik ke ruangannya.
Dari bilik tembok ruang meeting, berdirilah Nyonya Margaret yang sudah mendengar perbincangan di ruangan meeting kira- kira 20 menit yang lalu. Ia pun tersenyum
'Hanya kamu Alice Lovely Saputra cucuku tersayang yang paling cocok untuk menggantikan posisi papamu.'
BERSAMBUNG🙏
^Ayo dukung terus Author dengan beri VOTE, LIKE dan comment 😁
Thanks🙏
^Jangan lupa klik Favorite untuk Update cerita ini😊