
🌻🌻Happy Reading🌻🌻
Arya masih memeluk Alice ketika bu Ayu tiba di rumah sakit..
Bu Ayu menatap kosong ke arah kamar Pak Harris tadi dirawat..
Tiba- tiba Dokter datang membawakan kabar
" Pak Harris telah meninggal pukul 10.13 "
Pecah tangis histeris Alice, ia menjatuhkan dirinya ke lantai, Bu Ayu menghampiri Alice dan memeluknya sambil nangis bersama..
Arya melihat dua orang perempuan yang sangat disayangi Pak Harris, sekarang sedang menangisi kepergian Pak Harris..
Di Pemakaman
Hari itu langit mendung dan turun hujan rintik - rintik..
Pemakaman Pak Harris Saputra dihadiri keluarga besar Alice.
Tampak hadir Nyonya Margaret memakai gaun hitam dan terlihat elegan di usia 70 tahun , di sebelahnya Aunty Shanon berdiri di sebelah kiri memegang lengan Nyonya , dan Adrian berdiri di sebelah kanan Nyonya memegang lengan Nyonya..
'Selamat jalan Harris semoga kau berbahagia bersama putriku Sheren di surga' kata Nyonya dalam hati sambil meneteskan air matanya..
Adrian ingin memeluk Alice untuk menghiburnya, tetapi banyak hal yang harus ia lakukan salah satunya menjaga mamanya dari suami Tuan Gerald yang seorang playboy dan pemalas yang kerjanya menghamburkan uang perusahaan dan menjalankan tugas penting dari Nyonya yaitu kerja di perusahaan property Tjokro grup untuk mengawasi gerak gerik Aryasatya Pramudya yang menjadi kekasih gadis pujaan hatinya..
'Selamat jalan Harris kamu seorang adik ipar yang sangat bertanggung jawab atas keluarga, semoga kau berbahagia bersama Sheren di surga ' kata Aunty Shanon dalam hatinya..
'Kasihan kak Alice bagaimana hidupnya tanpa papanya?' kata Oliv dalam hatinya sambil menatap sepupunya..
Semua orang sibuk termenung dalam pikirinnya masing - masing..
Alice duduk berlutut di tanah di belakangnya tampak Arya yang setia menjaganya , tampak jelas di wajahnya kekuatiran akan Princess..
Tak jauh dari Arya, Bu Ayu yang 20 tahun menjadi sekretaris Pak Harris , ia menatap kosong sambil menangis ke arah liang lahat.
'Selamat jalan Harris, semoga kau berbahagia dengan Sheren di surga'
Alice masih tidak mau meninggalkan tempat peristirahatan papanya ,Olivia menuntunnya menuju ke mobil.
" Kak Alice jangan menangis terus, matamu sudah sangat sembab, nanti kakak jadi jelek tuh"
Alice duduk terdiam selama perjalanan pulang ke rumahnya..
Sesampainya di rumah, Alice langsung masuk ke kamarnya, ia masih penuh kesedihan sehingga ia memilih untuk menyendiri, Olivia mengikutinya ke kamar Princess untuk menemani dan menghiburnya.
Nyonya memanggil Arya untuk masuk ke ruang kerja almarhum.
" Arya, saya sudah menerima surat wasiat Harris, yang harus kita lakukan pertama adalah melakukan pernikahan kamu dengan Alice, gimana kalau 1 bulan dari sekarang?" tanya Nyonya
" Baik mam..Saya tidak ada masalah mam, untuk urusan pernikahan saya akan diskusi dengan Alice besok untuk menentukan tanggal"
" Untuk Perusahaan Harris sudah menyerahkan jabatan CEO padamu, kamu & Alice diwariskan saham 40%, kamu harus mengelola perusahaan dengan baik , jangan sampai membuat saya kecewa."
" Baik mam"
" oh ya, mulai minggu depan Adrian akan bergabung di perusahaan properti, dia akan menjadi wakil CEO, sebaiknya kalian berdua bekerja sama mengelola perusahaan. Saya berharap Alice nanti terjun juga di perusahaan ini"
" Baik mam"
Kemudian Arya keluar dari ruang kerja almarhum , ia menuju kamar tidur Princess..
Tok..tok..
Pintu kamar dibuka Arya.
"Hai princess sudah tidur?"
Oliv yang melihat Arya datang, ia pun keluar dari kamar sepupunya karena tidak ingin menganggu mereka.
Alice menegakkan badannya di kepala ranjangnya sambil merapikan rambutnya.
" Hai kak Arya, ada apa ?"tanyanya
"Kakak hanya ingin melihatmu sebelum pulang, gimana perasaanmu princess?" tanya Arya sambil berjalan ke ranjang dan duduk di tepi ranjang .
Arya menghapus air mata Alice dengan jarinya .
" Matamu sudah sembab Alice, nanti kamu jadi jelek loh,ngak ada cowok yang mau melirikmu" kata Arya menggodanya..
" Biarin aja , egp" jawab Alice dengan pipi cemberut..
Arya mencubit pipi Alice sambil tertawa geli.
" Kalo ngak ada cowok yang menatapmu, bagus buat aku kan sekarang aku jadi kekasihmu"
Alice tersipu malu menginggat kabar yang beredar di internet..
Mereka menjadi trending topic
Kalo dilihat memang kak Arya memiliki wajah tampan dan cerdas pastinya banyak perempuan yang mengejarnya, tapi di dalam hatinya, ia masih ragu apa Arya benar - benar menyukainya dirinya atau harta keluarga Tjokro?
Adrian melihat Arya naik ke lantai dua rumah menuju kamar tidur Alice , ia ingin menghalangi Arya untuk menghibur Alice tapi itu tidak mungkin ia banyak tugas yang harus dijalankan demi keluarga Tjokro ini...
Keesokan harinya
" Good morning princess, bagaimana keadaanmu?? " sapa Arya.
Alice kaget karena dia baru bangun dari tidurnya..
" Morning kak Arya, kau membuatku kaget, ada apa pagi- pagi sudah disini?" tanya Alice.
"Aku mau menemanimu breakfast, ayoo cepat mandi sana"
Segera Alice bangun dan pergi mandi, kemudian ia turun ke bawah untuk breakfast ..
Arya menatap Alice dari atas sampai bawah membuat Alice tersipu malu..
Di meja makan Kak Arya sudah menunggunya untuk breakfast dan ia sudah menyiapkan Sandwich, kentang goreng dan susu coklat .
" Wow...kakak tau aja my favorit breakfast "kata Alice sambil mencomot kentang goreng..
Tiba- tiba tangan Alice dipukul Arya
" aah...sakit kak kok tanganku dipukul ?"
" Kamu harus belajar tata cara makan yang sopan mulai hari ini!"
" Aku udah sopan kok, harus belajar lagi"
" Karena mulai hari ini, selesai kuliah kamu harus ke kantor, nanti supir yang menjemputmu di kampus".
" Kamu harus menghadiri acara - acara penting, menggantikan papamu!"
" Sekarang segera makan, aku antar kamu ke kampus!".
Alice terkaget mendengar ucapan Arya
'Aku tidak punya waktu untuk hang out ama teman- teman'
Selama di perjalanan Alice duduk termenung tentang kegiatan barunya yang harus ia lakukan..
Sesekali Arya melirik gadis disebelahnya,
' Apakah dia sanggup menjalani kehidupan barunya yang berbeda?'
ciit...
Bunyi rem mobil berhenti tepat di depan kampus Alice..
" Alice selesai kuliah, supir menjemputmu langsung ke kantor ya, sampai nanti bye"
Alice mengangguk pasrah..
Tepat pukul 1 siang, supir sudah menunggunya di pelataran parkir kampus..
"Silakan naik nona, ini ada titipan dari Pak Arya" kata pak supir dengan sopan.
" terima kasih pak"
Alice membuka paper bag yang diberikan Arya ,ternyata sebuah dress one shoulder warna hitam.
Kemudian Alice mengganti bajunya di mall dekat kantornya..
Setibanya di Gedung " Tjokro" Grup, banyak mata menatapnya membuat Alice merasa sedikit risih..
Ia memencet lantai paling atas tempat ruangan kerja almarhum papanya..
Tiba - tiba ia dikagetkan dengan suara yang sangat ia hafal..
" Alice, ada apa kamu kesini?" tanya Adrian sambil menatap Alice dari atas sampai bawah.
Adrian berkata dalam hatinya,
'Betapa berbeda Alice yang kukenal, dia sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik'
" Hallo kak Adrian, aku kemari untuk bertemu kak Arya "jawab Alice spontan..
Adrian terkejut mendengar jawaban gadis yang disukainya itu..
Bersambung🙏
^Ayo Dukung terus Author dengan kaci VOTE, LIKE DAN COMMENT😁
Thanks🙏