
🌹🌹Happy Reading🌹🌹
" Baik kak.."kata Alice sambil menunduk dan bergumam
'Hmm..Kak Arya kuatir padaku?emang kenapa dengan handukku?jangan- jangan dia...?'
Arya melepaskan kurungan tangannya terhadap Alice dan menggaruk rambutnya
' Ada apa dengan diriku pagi ini? '
Alice yang melihat Arya yang sedang salah tingkah menjadi tersenyum.
"Cepatlah kau ganti baju. Aku tunggu di luar." perintah Arya.
"Baik bos." kata Alice sambil menjulurkan lidahnya.
Arya yang tidak melihat tingkah Alice, ia langsung keluar dari kamar.
Beberapa menit kemudian Alice selesai berpakaian kaos pink dan celana panjang pemberian Arya. Ia mengikat rambut panjangnya dengan dicepol.
Alice melangkah menuruni tangga, Arya melihatnya dari lantai bawah. Ia terpana akan kecantikan Alice.
"Ayo kita berangkat !"
Alice mengikuti langkah Arya menuju mobil putih milik Devon. Para pengawal menyapa Alice
"Selamat pagi nona Alice." kata mereka kompak.
"Selamat pagi " kata Alice
Arya membukakan pintu mobil depan untuk Alice .
Alice tersenyum dan bergumam
' Kak Arya gentleman nih.'
Di dalam mobil Alice dan Arya sibuk dengan lamunan mereka masing- masing.
Tiba- tiba Alice bertanya
"Kak, kita mau kemana?"
"Aku mengantarmu ke rumah Nyonya Besar ,kamu lebih aman disana .Aku akan sibuk dengan urusan kantor." kata Arya
drrt..drrt..
Bunyi ponsel Arya berdering, Arya langsung mengangkat ponselnya
"Hallo pak, anda dimana sekarang?" tanya Dimas.
"Hallo Dim, aku sekarang menuju rumah Nyonya Besar mengantar Alice. Ada apa Dim?"
"Hmm..Anu pak. Pak Gerald buat ulah, dia mengadakan rapat para direktur dan memberikan rumor nona Alice menghilang .Sebaiknya bapak ke kantor segera."
"Kau buat mundur rapat para direktur, aku akan tiba 2 jam lagi di kantor." kata Arya langsung menaikkan kecepatan mobilnya .
"Kak. Ada apa kakak marah padaku? kok mobilnya jalannya terlalu cepat kak." tanya Alice.
Arya tidak menjawab pertanyaan Alice. Beberapa menit kemudian, mereka tiba di rumah mewah dan megah milik keluarga Tjokro. Gerbang utama terbuka, mobil putih langsung memasuki halaman luas diikuti mobil hitam para pengawal.
Alice melihat kebun bunga yang indah disisi kiri dan kanan. Alice merasa mengenali rumah mewah ini.
Alice melihat beberapa pelayan, seorang Nyonya tua, Nyonya muda dan seorang gadis menunggu di depan pintu utama.
Alice membuka pintu mobil dan melangkah turun dari mobil. Tiba- tiba seorang gadis menghampirinya
"Kak Alice, akhirnya kau pulang. Bagaimana keadaan kakak ?" tanya Olivia sambil memeluk dirinya.
"Kau siapa? tapi aku merasa mengenalmu." kata Alice sambil menatap adik sepupunya.
"Ternyata benar kata kak Adrian, kak Alice lupa ingatan ya?Aku Olivia, adik sepupumu. Ini mamaku, kau biasanya memanggilnya Aunty Shanon dan ini oma kita " kata Olivia menerangkan Alice.
Alice menghampiri Nyonya Besar dan menatapnya
" Selamat pagi Oma."
"Selamat pagi sayang. Apakah kau mengingat aku?Bagaimana keadaanmu?" tanya oma dengan muka kuatir sambil memegang lengan cucu kesayangannya.
"Maaf oma ingatanku blom pulih semua." kata Alice dengan ekspresi sedih.
" It' s okay dear. Pelan- pelan nanti kau mengingat kembali." kata oma tersenyum.
Alice menoleh ke belakang, ia melihat Arya yang berdiri di samping mobil putih. Alice berjalan menghampiri Arya dan ia berkata
"Terima kasih kak .Kakak telah mengantarkan pulang dan menjagaku semalam."
"Itu sudah kewajibanku. Ingat jangan buat ulah lagi dengan keluyuran ke club!Ini barangmu yang ditemukan polisi. Sampai jumpa lagi Alice."
Arya pun menghampiri Nyonya Besar
"Selamat pagi Nyonya. Saya pamit hendak balik ke kantor, pak Gerald membuat rapat direktur."
"Kur*** a*** Gerald. Tolong kau bereskan masalahnya segera!" perintah Nyonya Besar.
"Baik Nyonya." kata Arya
Alice menatap kepergian Arya dengan muka sedih. Tiba- tiba Olivia mengagetkannya
" Ayo ketauan kak Alice lagi ngelamunin kak Arya ya?" tanya Olivia.
"Bisakah kau menceritakan tentang kak Arya?" tanya Alice.
Oliv menganggukan kepalanya sambil menyeret Alice ke kamarnya.
Alice masuk ke sebuah kamar yang cukup luas dengan nuansa pink, sebagian dinding di tempel poster grup boyband Korea.
Alice tersenyum sambil menatap poster grup boyband korea itu.
" yang ini namanya Jungkook oppa, yang itu Sungjae oppa dan ini..." kata Olivia menerangkan.
"Stop sayang. Aku pusing dengar nama korea itu , coba ceritakan tentang Arya." kata Alice.
"Arya adalah suami pilihan papamu kak. Bahkan di dalam surat wasiat almarhun papa kakak, Kak Arya harus menikahi kak Alice dan kalian berdua mendapat saham 40% dari perusahaan. Dan kak Arya mendapat posisi CEO menggantikan posisi papamu ." cerita Olivia.
Alice merekam semua cerita itu dan mencoba mengingat kembali hal penting.
'Kenapa Arya tidak cerita ke aku, dia suamiku.?'
Tiba- tiba kepala Alice sakit
"aww..." kata Alice sambil memegang kepalanya.
"Ada apa kak? kakak sebaiknya rebahan di ranjang." kata Oliv sambil menuntun Alice.
Alice duduk di ranjang bersandar kepala di kepala ranjang. Alice meminta Oliv mengambilkan tasnya. Ia mulai mengecek Ponselnya, jari jemari mencari nama yang familiar, ia menemukan nama Marisa.
" Oliv , kau tau siapa gadis bernama Marisa?"
"Oo..itu teman kampus kak Adrian. Ia bekerja di perusahaan sebagai asisten Adrian. Seingatku, Nyonya mereferensikan Marisa ke HRD perusahaan."
Alice lalu memencet whatsapp call Marisa,
" Hallo nona Alice, apa kabar nona?" kata Marisa di ujung telpon.
"Hallo Marisa. Kabarku baik. Gimana keadaan kantor?"
"Hmm..kacau nona. Pak Gerald pamanmu membuat kekacauan dengan mengadakan rapat dengan para Direktur mendadak siang ini. Dimas mengundurkan waktu rapat buat pak Arya ikut menghadiri rapat siang ini. Pak Arya baru saja memasuki ruang rapat nona." cerita Marisa.
"Bisakah kau menolongku. Ikutlah rapat itu di dalam dan biarkan ponsel ini menyala." perintah Alice
" Baik nona." kata Marisa.
Terdengar langkah sepatu wanita berjalan dan pintu ruangan dibuka dan ditutup.
Alice mendengarkan dengan cermat semua suara yang ada termasuk percakapan para direktur, pertengkaran hebat antara Arya dan om Gerald tentang rumor Alice yang menghilang, membuat Alice mengepalkan tangannya .
'Awas kalian semua yang telah menjelekkan namaku, besok aku akan ke kantor.'
Alice segera keluar dari kamar Oliv dan pergi ke ruang kerja Nyonya.
tok...tok..
"Iya masuklah" kata Nyonya
"Hallo oma. Aku mendengar kabar siang ini om Gerald mengadakan rapat dengan para direktur mengenai rumor hilangnya diriku. Aku akan membuat konferensi pers besok . Gimana menurutmu oma?." tanya Alice.
"Aku setuju. Kau aturlah." kata nyonya.
"Baik oma. thanks" kata Alice.
Alice keluar dari ruang kerja omanya dan menelpon Marisa kembali.
" Hallo nona . Ada apa nona?"
" Kau persiapkan konferensi pers buat besok. Aku yang akan mengadakan konferensi pers. Undang para wartawan, terutama wartawan langganan kita."
" Baik nona."
Di kantor
Arya menghempaskan punggungnya ke kursinya, perasaannya kesal sekali pada Pak Gerald . Pak Gerald mengatakan hilangnya Alice membuat harga saham menurun drastis karena pewaris perusahaan hilang, gila sekali pak Gerald itu.
tok..tok
"Iya masuk" kata Arya
"Pak, saya dapat berita dari Marisa. Besok pagi Nona Alice akan mengadakan konferensi pers di kantor untuk mengklarifikasikan keadaan sebenarnya." lapor Dimas.
Arya terkejut mendengar laporan Dimas.
'Apa yang akan dilakukan gadisku yang keras kepala ini? '
BERSAMBUNG🙏
^Ayo Dukung terus Author ya dengan beri VOTE, LIKE dan Comment😁
Thanks🙏
^Jangan lupa klik Favorite untuk update cerita ini😊