Princess Alice

Princess Alice
36. Penculikan Alice



🌹🌹Happy Reading🌹🌹


Di Club 'Z'


Adrian , Dimas dan Kirana sedang berbincang dengan klien baru mereka Mr.Steve berasal dari Australia . Mereka mau berinvestasi dalam project ' Apartment Z'


Mereka blom tau kejadian di luar yang sedang terjadi.


Di Parkiran Club 'Z'


"Nona- nona silakanpulang." kata pria bodyguard.


"Ayolah, aku cuma lupa mencharge ponselku, please ijinkan kami masuk ya, please." rayu Alice.


Para bodyguard club tetap tidak mengijinkan mereka masuk. Setelah beberapa saat akhirnya mereka menyerah.


Alice dan Marisa berjalan ke arah jalan raya untuk menyewa grab untuk pulang. Tiba- tiba datang beberapa pria menghadang mereka.


"Hallo nona- nona cantik mau kemana? ikut kami yuk!" kata pria yang brewokan.


Marisa ketakutan, Alice memegang lengan Marisa


"Jangan takut dan jangan ladeni mereka." bisik Alice.


Salah satu pria yang kurus tinggi memegang lengan Marisa dari samping


"Aaaa..jangan sentuh aku. Apa mau kalian sih?" tanya Marisa dengan muka ketakutan.


"Apa mau kalian?Aku ada uang segini, ambillah !" kata Alice sambil melempar dompetnya ke aspal.


Pria-pria tadi tertawa ngakak


"Kami tidak mau uang, kami mau bersenang- senang dengan kalian." kata pria yang botak.


Alice berbisik pada Marisa


" Kau lari duluan, lari secepat mungkin ya ke arah club. Aku nanti menyusul."


Marisa mengangguk setuju dan Marisa pun berlari duluan, dia baru sadar setelah beberapa saat ternyata Alice sedang berkelahi dengan pria- pria tadi.


"Ayo maju ." kata Alice siap dengan teknik kuda- kudanya.


"Gadis cantik, kamu berani melawan kami?" kata pria yang gendut sambil tertawa.


ciat...


Alice menendang dengan teknik ap chagi menjatuhkan pria gendut tadi. Teman - teman dari pria gendut itu terkaget melihat temannya jatuh.


"Ayo siapa lagi yang berani hah?" kata Alice geram.


Alice terus melawan pria- pria yang menganggunya, tapi tenaganya lama kelamaan melemah karena kelelahan dan ia pun lengah.


plak..


Alice pun jatuh tersungkur.


"Ayo segera pergi kita angkat gadis yang merepotkan ini. Bos sudah menunggu kita" kata pria yang brewokan.


Alice diangkat pria kurus dan dimasukkan ke mobil hitam yang langsung melaju kencang meninggalkan club Z.


Di Parkiran Club


Marisa gemetaran seluruh tubuhnya


'Apa yang harus kulakukan?'


Akhirnya ia menelpon Adrian.


"Hal..hallo kak Adrian."


"Hallo Marisa..ada apa kok kamu seperti ketakutan? di mana kamu?" tanya Adrian.


"Kak, tolong kami ada di parkiran club Z. Nona Alice sedang berkelahi melawan pria yang mengganggu kami tadi."


"Apa kau bilang?" kata Adrian dengan nada tinggi.


Adrian segera bangun dari kursinya bergegas keluar dari ruang VIP.


"Eh..tunggu pak .Kiran, tolong temani tamu kita ini ya." pinta Dimas.


Dimas segera berlari menyusul Adrian menuju pintu exit club.


"Eh Pak..tunggu aku. Ada apa sih?" tanya Dimas.


Adrian sudah sampai di pintu club. Ia menengok ke kiri dan kanan. Akhirnya mata melihat seorang gadis yang berdiri tidak jauh sedang memegang kedua lengannya dan gemetaran.


Ia segera menuju Marisa. Dimas pun melihatnya ikut berlari ke arah Marisa.


Marisa menunjuk ke arah Alice dengan tangan gemetar. Adrian segera berlari ke arah yang ditunjuk Marisa, tapi terlambat sebuah mobil hitam melaju kencang. Adrian menghafal nopol mobil itu dan Adrian mengambil dompet Alice yang tergeletak di aspal


'Sial, aku terlambat. Alice bagaimana keadaanmu sekarang?'


Dimas baru sadar , istri bosnya dalam bahaya. Ia mengambil ponselnya.


"Hallo pak. Nona Alice dalam bahaya. Cepat kemari di club Z di jl.K raya"


Arya yang menerima kabar dari Dimas, langsung berlari secepat mungkin ke mobilnya. Arya pun mengemudikan mobil seperti pebalap mobil yang sedang berbalap.


Akhirnya Arya tiba di club Z, tetapi sudah terlambat.


Adrian menghampiri Arya dan memberikan dompet Alice pada Arya.


Arya menerima dompet Alice sambil mengusap dahinya berkali- kali


'Alice bagaimana keadaanmu ?dimana kamu berada?Aku menyesal tidak menjagamu'


Arya duduk di trotoar parkiran club Z. Ia mengambil ponselnya dan meminta pihak kepolisian segera bertindak melacak keberadaan pelaku dan menyelidiki pelaku penculikan Alice.


Adrian memberi kabar tentang Penculikan Alice pada keluarganya. Nyonya Margaret yang mendapat kabar penculikan cucu kesayangan langsung pingsan. Segera Ibu Sriyati, kepala pelayan menelpon dokter pribadi Nyonya .


"Slmt malam dokter Adi, dapatkah anda ke rumah Nyonya malam ini?"


Dokter pun segera datang ke rumah Nyonya malam itu juga.


Sudah 4 jam sejak Alice menghilang, kesibukan terjadi di rumah Nyonya karena Nyonya mendadak pingsan. Setelah 15 menit pingsan Nyonya pun bangun, dengan tangan kiri diinfus. Ia memerintahkan Pak Hanif untuk menyewa detektif langganan mereka untuk segera menyelidiki TKP dan CCTV di sekitar TKP.


Di Apartment Arya


Arya tidak bisa tidur, ia melihat jam menunjukkan pukul 12 malam.


Ia membuka laptopnya dan melihat rekaman CCTV TKP yang dikirim by email oleh sahabatnya Kapten Hendry .


Arya tersenyum bangga dan menitikkan air matanya melihat Alice yang berani melawan 4 pria yang lebih kuat tenaganya daripadanya dan Alice juga melindungi Marisa .


'Honey kamu harus kuat yach. Aku akan segera menemukanmu.'


Di mobil Adrian


Adrian mengantarkan Marisa pulang ke rumahnya. Setelah 1 jam perjalanan, mereka sampai di depan rumah Marisa .


"Terima kasih Pak. Maafkan saya sekali lagi, kalau bukan karena saya mungkin nona Alice masih ada bersama kita malam ini." kata Marisa sambil menundukkan kepala .


"Itu bukan salah siapa- siapa. Itu takdir, kita sebaiknya mendoakannya agar Alice dapat selamat dan segera berkumpul bersama kita lagi." kata Adrian.


Marisa membuka pintu mobil Adrian dan mengucapkan selamat tinggal pada Adrian.


Di Sebuah Gudang


Alice membuka matanya perlahan, kepalanya masih sedikit pusing. Ia melihat sinar matahari menembus jendela di atap gudang. Ia melihat di sekelilingnya , ia berada di sebuah gudang kosong.


Hanya terdapat sebuah kursi di depannya. Tidak tampak seorangpun dari pria- pria tadi yang menganggunya.


'Perutku lapar sekali. Kemana orang - orang itu?Aku mau makan dulu seblom mereka membuatku meninggal.'


"Hallo pak , hallo mas , yuhuu." teriak Alice.


Tiba- tiba datang pria brewok.


"Kamu sudah bangun rupanya, ada apa? "tanya si brewok.


" Saya perlu minuman dan makanan. Saya haus dan lapar pak." kata Alice memelas.


Si Pria brewok keluar dari ruangan. Tak lama kemudian ia membawa nampan berisi sebuah piring dan diatasnya ada nasi padang dan air putih.


"Ini makanlah."perintah si brewok.


"Bisakah kau melepaskan ikatan tanganku ini? Aku susah mengerakkan tanganku untuk makan." kata Alice dengan muka memelas.


Si brewok melepaskan ikatan tangannya


"Awas jangan macam- macam."kata si brewok.


Alice mengunyah makanan perlahan- lahan sambil memikirkan cara mololoskan diri dari para penculiknya.


'Siapa boss pria- pria penculik ini? Mengapa mereka menculikku?'


Bersambung🙏


*Dukung terus Author yach


Jangan lupa VOTE, LIKE dan COMMENT.


Thanks yach 🙏