Princess Alice

Princess Alice
72.Sebuah Traktiran dari teman



🌹🌹Happy Reading🌹🌹


Hari terus berlalu dengan cepatnya. Tak terasa sudah memasuki minggu terakhir di bulan Oktober. Daun- daun berubah warna dan berguguran di jalanan, menambah keindahan pemandangan di musim gugur. Banyak turis manca negara datang mengunjungi kota Paris di bulan Oktober karena waktu yang tepat untuk berlibur dan berfoto di alam bebas sebelum memasuki musim dingin yang bisa mencapai suhu 0 derajat.


Pagi ini cuaca di kota Paris turun hujan rintik- rintik dan suhu nya 15 derajat. Baru saja Alice turun dari bus yang ditumpanginya menuju butik tempat kerjanya. Angin berhembus sangat kencang dan terasa dingin, Alice merapatkan coat yang dipakainya.


Alice menyusuri jalanan kota Paris menuju Butik Ms.Jessie Lee tempatnya magang kerja.


Tak jauh dibelakangnya seorang wanita berambut cepak berusia 28 tahun mengikutinya nona mudanya.


"Good morning miss Alice." sapa Ella Becker sambil tersenyum.


" Good morning Ella." sapa Alice pada rekan kerjanya seorang gadis muda warga negara Jerman berusia 19 tahun berambut pirang.


"Mari miss segera masuk, angin berhembus sangat kencang pagi ini!" ucap Ella sambil menarik tangan Alice.


Alice menganggukan kepalanya sambil memberi kode pada pengawal wanitanya agar ikut masuk ke butiknya.


Ms.Jessie Lee dan para rekan kerja Alice sudah mengetahui bahwa Alice akan dikawal oleh seorang pengawal wanita kemanapun ia pergi disebabkan penculikannya di masa lalunya.


" Good afternoon ladies." sapa Ms. Jessie Lee yang baru saja tiba di butiknya.


" Good morning miss Jessie." sapa Alice dan para rekan kerjanya.


Ms.Jessie tersenyum lalu memanggil Alice ke ruangannya.


" Alice, segera ke ruanganku!" pinta ms.Jessie Lee.


" Baik miss." ucap Alice bangun dari kursi kerjanya menuju ruang kerja bossnya Ms. Jessie Lee.


Sekarang Alice duduk di kursi tepat di hadapan boss nya Ms. Jessie Lee, ia menyimak semua perkataan bossnya.


"Alice, kita akan mengadakan fashion show di mansion keluarga Arkitson hari Sabtu depan. Tuan muda Arkitson mengijinkan kita menggunakan mansion keluarganya." ucap Ms. Jessie Lee.


Alice menyimak perkataan bossnya sambil menautkan kedua alisnya


' Ha...Mansion keluarga Arkitson. Bagus, aku ingin mengetahui keluarga kakekku Charles Morris Arkitson.' gumam Alice.


" Baiklah boss. Aku akan menyiapkan gaun- gaun rancanganku dan aku akan mengirimkan fotonya ke ponselmu." ucap Alice tersenyum sambil beranjak dari kursi yang didudukinya.


" Saya permisi dulu, hendak menyelesaikan pekerjaanku boss." ucap Alice pamit .


Ms.Jessie Lee tersenyum sambil menganggukan kepalanya, ia menatap Alice dengan mata penuh kekaguman.


' Gadis yang penuh bakat dan mandiri, sayang ia sudah menikah dan sekarang sedang hamil muda. Kalo tidak aku sudah merekrutnya sebagai asistenku.' gumam Ms. Jessie Lee yang sudah mengetahui Alice yang sudah menikah dan sedang hamil muda.


Tak terasa matahari mulai terbenam ,Alice melirik jam dinding menunjukkan pukul 18.00 sore segera Alice merapikan mejanya. Hari ini hari belanja buat Alice karena ia baru saja menerima gaji bulanannya.


Alice berencana sore ini ia belanja kebutuhan sehari- harinya. Ia melihat pengawal yang masih setia menunggunya di ruang depan butik sambil menonton Televisi.


Ketika pengawal wanita itu melihat nona mudanya menghampirinya, ia segera bangun dari duduknya di sofa yang empuk dan menundukkan kepalanya


" Selamat sore nona Alice." ucap pengawal wanita itu.


Alice menganggukan kepalanya lalu menarik lengan wanita itu menuju pintu keluar butik .


"Ayo Yan, kita belanja hari ini." ucap Alice sambil tersenyum.


" Kita mau kemana nona?" tanya Yani sang pengawal wanita.


" Tentu saja kita ke supermarket." ucap Alice.


Karena Alice mengejar waktu, Alice memberhentikan taksi tepat di depan butik tempat kerjanya. Hanya sekitar 10 menit mereka tiba di sebuah supermarket terbesar di kota Paris ini.


Alice sibuk memilih ikan laut segar, lobster ,kepiting serta sayur- sayuran segar.


Tak lupa ia juga membeli buah- buahan segar.


Tiba- tiba seorang pria muda menghampirinya


" Hai Alice, kita berjumpa lagi. Rupanya kau senang berbelanja di supermarket ini ya?" ucap pria muda tampan bermata biru.


Alice menolehkan mukanya ke arah pria muda bermata biru itu .


" Hai Chris, iya aku senang berbelanja di sini karena sangat lengkap barangnya." ucap Alice dengan tatapan mata fokus memilih bahan makanan mentah.


"Sepertinya kau senang memasak ya Al. Bolehkah aku memanggilmu Al?" tanya Chris


"Terserah kau sajalah. Sorry aku sibuk memilih lobster. Hmm...ini kelihatan paling oke." ucap Alice sambil mengangkat lobster dengan tangannya dan menunjukkan pada Chris.


Christian yang sedang menatap Alice tanpa berkedip , terkejut karena ulah Alice lalu ia spontan menganggukan kepalanya tanda sependapat dengan Alice.


Sang pengawal wanita berdiri agak menjauh dari nona mudanya. Ia mengeluarkan ponselnya dan memotret nona mudanya yang sedang memilih bahan makanan dan pria muda bermata biru dan berambut coklat itu.


Lalu klik, ia mengirim foto itu semua ke tuan muda Arya yang juga boss nya.


Setelah 45 menit Alice memilih bahan makanan di supermarket, akhirnya ia keluar dari supermarket. Chris membantu membawakan sebuah plastik belanjaan Alice yang berat sedang Alice membawa 1 plastik berisi sayuran.


Tiba- tiba perut Alice berbunyi


kruik...kruik...


Alice menahan malunya dengan mengulum bibirnya, ia ingin buru- buru pergi dari hadapan Christian.


Ia baru saja melangkahkan kakinya 3 langkah, tiba- tiba terdengar suara Chris yang memanggilnya


" Al, kau lupa dengan plastik belanjaanmu ini?" ucap Chris tersenyum miring.


Alice bersungut- sungut pada dirinya sendiri


Alice dengan terpaksa membalikkan badannya perlahan sambil menahan malu , ia menarik nafas panjang lalu ia tersenyum yang dipaksakan.


" Ehem...ooh iya Chris, hampir saja aku lupa. Thanks ya." ucap Alice sambil tersenyum manis.


Alice bergegas menghampiri Chris untuk mengambil plastik belanjaannya. Baru saja tangan Alice memegang plastik belanjaannya, lengannya ditarik oleh Chris dan dituntun ke arah mobil Chris yang terparkir di halaman supermarket yang terbesar di Paris.


" Chris, lepaskan lenganku! aku mau dibawa ke mana?" tanya Alice sambil menautkan kedua alisnya yang indah.


" Oops...sorry. Aku mau mengajakmu ke sebuah Restauran terkenal di kota ini. Ayo buruan naik ke mobilku!" pinta Chris sambil membukakan pintu depan untuk Alice.


Alice tertegun sesaat, ia berpikir sesaat


' Gawat nih kalo pengawal itu mengadukan aku ke Arya bisa repot nih, tapi perutku lapar dan aku penasaran Restauran yang terkenal itu. Aaaahrg... bodo amat deh.' gumam Alice.


"Hmm...baiklah tapi dengan satu syarat kau yang mentraktirku hari ini." ucap Alice tersenyum lalu bergegas naik ke mobil Chris.


Chris tersenyum miring sambil menganggukan kepalanya tanda setuju.


Di dalam mobil sepanjang perjalanan terjadi keheningan . Chris merasakan dirinya gugup, ia melirik Alice yang sibuk mengetik sesuatu di ponselnya.


Alice sibuk mengetik pesan whatsapp pada pengawalnya yang isinya:


Alice: Hai Yan, kau boleh pulang sendiri ke apartment atau mau mengikutiku? Terserah kau sajalah. Aku ditraktir makan oleh temanku. Kau tidak perlu melapor pada suamiku.


Yani: Halo nona, aku tetap mengikutimu. Aku sudah menyewa sebuah motor. Tolong nona share location ke aku.


Alice: Oke


Lalu Alice membagi lokasi keberadaannya ke pengawalnya.


Chris menyalakan CD nya untuk memecahkan kegugupannya. Terdengar


suara musik dari CD lagu yang diputar Chris yang berjudul " At My Worst" by pink sweat.


Tanpa diduga Chris, Alice bersenandung kecil


Can I call you baby?


Can you be my friend?


Can you be my lover up until the very end?


Let me show you love


Oh, no pretend


Stick by my side even when the world is caving in, yeah


Chris tersenyum smirk sambil melirik ke arah Alice


' Alice tau aja, lagu ini cocok dengan isi hatiku pada dirinya.' gumam Chris


Alice masih asyik bersenandung, ia tidak tau akan perasaan Chris terhadapnya. Alice hanya berpikir sebentar lagi ia akan makan enak sepuasnya.


Setelah 30 menit perjalanan, mereka tiba di sebuah Restaurant yang menyajikan steak yang sangat enak. Alice melangkahkan kakinya turun dari mobil Chris.


Ia mengikuti Chris menuju ke dalam Restaurant, sesekali ia melihat ke belakang berharap dapat bertemu dengan pengawalnya.


Alice mengikuti langkah Crist duduk di sebuah meja yang sudah dipesannya.


Christ memesan 1 porsi 'Beef burguignon' yang berbahan dasar daging sapi yang diolah dengan cara direbus dicampur red wine sehingga menghasilkan cita rasanya luar biasa.


Selain itu Chris juga memesan 2 porsi 'Foie Gras' yang berbahan dasar hati angsa atau bebek yang diolah dengan cara dipanggang lalu disajikan dengan dicampur sandwich.


Chris juga memesan red wine untuk mereka.


Alice yang mengingat janjinya pada Arya segera memanggil pelayan


" I order 1 mineral water please." ucap Alice pada pelayan wanita itu.


Chris yang mendengar hal itu tertegun sesaat


" Al, apakah kau tidak menyukai red wine?" tanya Chris


"Aku menyukainya tapi saat ini aku sedang hamil muda dan berjanji pada kekasihku aku untuk hidup sehat." ucap Alice tersenyum.


Sang pengawal yang sudah tiba dari beberapa menit yang lalu, ia sedang mengamati gerak gerik nona mudanya dan pria muda itu lewat meja yang tidak jauh dari nona mudanya.


Alice yang sudah mengetahui pengawalnya duduk tak jauh darinya , ia berniat mengusilinya.


Alice mengambil ponselnya dan mengetik pesan whatsapp untuk pengawalnya yang isinya:


Alice: Hai Yan, selamat makan ya. Makanan disini sangat enak dan harganya yang luar biasa. Sorry kau bayar sendiri dengan kartumu ya. Aku tidak bawa kartu kreditku, lagipula aku sedang menikmati traktiran dari temanku. Hehehe...


Yani: Baik nona


Alice menahan tawanya, sedang sang pengawal mengirim foto- foto nona mudanya pada boss nya sambil bersungut- sungut.


' Dasar nona muda pelit, makanan disini mahal dan tidak membuatku kencang. Aaargh...oo malangnya nasibku.' gumam sang pengawal.


Bersambung🙏


^Ayo dukung author dengan beri like, Vote dan comment😁 Thanks🙏


^ Jangan lupa klik Favorit untuk update cerita ini😊