
🌹🌹Happy Reading🌹🌹
Alice melangkahkan kaki nya masuk ke dalam kafe sambil menolehkan mukanya ke kiri dan ke kanan untuk mencari suaminya. Beberapa pengunjung kafe yang sedang duduk santai menikmati coffee ataupun breakfast di pagi hari menatap Alice tanpa berkedip .
Alice tampak anggun dan cantik memakai mantel coklat serta dalaman kemeja biru dan celana jogger warna biru serta kacamata hitam bertengger di hidung mancungnya.
Sedang Alice sedang menatap tajam ke arah meja pojok yang bersisian dengan jendela di sebelah kirinya. Tampak Arya sedang berbincang dengan seorang wanita muda yang cantik memakai dress berkerah v berwarna hitam.
Alice mengepalkan kedua tangannya dengan kesal
'Siapakah wanita itu? Berani- beraninya Arya bermain- main denganku di belakangku?'
Alice menarik sebuah kursi di meja yang terdekat dengan meja mereka sehingga ia dapat melihat jelas wajah wanita muda yang menjadi teman bicara Arya. Alice menautkan kedua alisnya sambil berpikir
' Sepertinya wajah wanita muda itu familiar. Dimana aku pernah berjumpa dengannya?'
Arya yang duduk bersebrangan dengan wanita muda itu, tidak mengetahui kehadiran istrinya Alice.
Tak lama kemudian datang seorang pelayan kafe menghampiri Alice.
" Maaf nona. Mau order apa? Ini menu kami. Silakan dilihat nona!" ucap pelayan wanita itu.
" Hmm... saya order Mascchiato coffee " ucap Alice
Sang Pelayan wanita itu mencatat pesanan Alice lalu meninggalkan Alice.
Alice kembali memperhatikan dan mendengarkan percakapan Arya dengan wanita muda itu.
" Terima kasih Arya, kau telah membantuku meringankan hukumanku. Sekarang aku menjadi lebih lega dan aku akan memulai hidup baru." ucap wanita muda itu.
"Syukurlah. Jadikan peristiwa ini pelajaran dan ambil hikmahnya untukmu. Aku sebagai temanmu hanya bisa memberimu nasihat." ucap Arya.
Tak lama kemudian datang seorang pria berseragam polisi dan pria polisi itu menyapa Arya dan menyalami wanita muda itu.
Alice mengamati pria berseragam polisi itu, ia menautkan kedua alis indahnya.
' Aku sepertinya mengenal pria berseragam polisi itu. Hmm...aku ingat pria itu Kapten polisi sahabat Arya. Dan wanita muda itu hmm...aku ingat dia yang pernah menculikku waktu itu. Mengapa mereka berkumpul disini?' gumam Alice.
"Selamat pagi nona Angel." ucap pria berseragam polisi itu sambil menjulurkan tangannya untuk bersalaman.
" Selamat pagi Kapten Henry." ucap Angel sambil menjulurkan tangannya membalas salaman sang kapten.
" Gimana rasanya menghirup udara bebas nona? " tanya pria berseragam polisi bernama Kapten Henry.
"Rasanya lega dan bebas kapten." ucap wanita muda itu sambil tersenyum.
"Karena kau berperilaku baik selama di tahanan dan kau telah membantu dan bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk menangkap Pak Gerald kau mendapatkan keringanan hukuman. Selamat nona menempuh hidup baru yang lebih baik." ucap kapten Henry.
Alice yang menguping pembicaraan itu terkejut
' Oo...ternyata wanita yang menculikku baru bebas dari penjara.'
Pelayan kafe yang datang membawakan pesanan Coffee Alice baru saja hendak meletakkan coffee di meja Alice, tiba- tiba dari arah belakang datanglah seorang pria muda yang sedang terburu- buru .
bruuk
prang
" Aww..." teriak Alice.
" Maaf nona . Apakah nona baik- baik saja?" ucap pelayan kafe itu sambil membersihkan pecahan cangkir berisi coffee.
"Maaf nona. Saya tidak sengaja, saya ...saya sedang terburu- buru. HA... nona ALICE." ucap pria muda yang menubruk pelayan kafe itu.
Arya yang mendengar suara Dimas menolehkan mukanya ke arah belakang. Ia melihat nona muda yang cantik menggunakan kacamata hitam sedang membersihkan kemejanya dengan tissue. Tiba- tiba ia mendengar perkataan Dimas. Arya segera bangun dari kursinya langsung menuju meja Alice.
Alice yang masih mengamati kemeja biru yang berubah warna menjadi coklat, sekarang menengadahkan wajahnya ke atas ke arah sumber suara. Alice ikut terkejut ternyata Dimas asisten Arya mengenalinya.
Baru saja Alice mengacungkan jari telunjuknya menempel ke bibirnya, tiba- tiba suara yang sangat familiar sudah berdiri di hadapannya.
" Honey, sedang apa kau disini? kenapa kau beritahu aku besok adalah hari kepulanganmu?" ucap Arya sambil mendelikkan matanya ke arah Alice.
Alice membuka kacamata hitamnya . Ia segera bangun dari kursinya lalu memeluk suaminya
" Halo sayang. Surprise.... Maaf aku sudah berbohong padamu. Tahan emosimu dulu sayang. Aku hendak menyapa teman wanitamu itu." bisik Alice di telinga Arya.
Alice melangkahkan kakinya ke arah meja tempat Arya dan teman wanita muda itu berbincang.
" Hallo kapten Henry. Apa kabar?" ucap Alice sambil menjulurkan tangannya untuk bersalaman.
" Baik nona. Apa kabarmu juga nona? Kelihatannya nona baru tiba di Indonesia." ucap Kapten Henry.
" Iya betul. Saya sedikit lelah karena cukup lama perjalanan di udara terlebih saya sedang hamil." ucap Alice melirik wanita bernama Angel sambil mengelus perutnya dengan lembut .
"Hallo kak Angel. Kabarku baik. Jangan sampai kita bertemu lagi! Aku sudah memaafkanmu atas kejadian itu. " ucap Alice sambil melirik suaminya yang sudah berada di sampingnya.
Arya melangkahkan kakinya menyusul Alice. Ia berdiri di samping Alice yang sedang berbincang dengan dua temannya itu.
"Hmm...kurasa pertemuan ini kita akhiri sekarang karena aku ingin beristirahat. Aku pinjam suamiku dulu teman- teman. Bye. Ayo sayang !" ucap Alice membalikkan badannya dengan anggun lalu menggunakan kacamata hitamnya.
Alice melangkahkan kakinya dengan anggun sambil menggandeng lengan suaminya menuju pintu keluar kafe itu. Beberapa mata pengunjung kafe itu menatap kedua insan manusia itu.
' Yang satu cantik seperti bidadari, yang satu tampan. Cocok sekali mereka berdua.' bisik- bisik pengunjung yang melihat mereka berdua.
Setelah mereka sampai diluar kafe, Alice melepas pegangan tangannya pada lengan sambil menarik nafas panjang.
" Baguskan aktingku di dalam." ucap Alice tertawa terkekeh.
Arya menggandeng tangan menuju mobil hitamnya di parkiran mobil. Arya membukakan pintu mobil bagian depan kiri buat Alice . Alice segera masuk ke mobil Arya.
Arya masuk ke dalam mobil hitamnya. Ia melirik ke arah Alice yang duduk di sebelahnya.
"Kenapa kau berbohong padaku tentang hari kepulanganmu?" tanya Arya penasaran.
" Kan aku bilang surprise buatmu sayang." ucap Alice tersenyum.
Alice menggoda suaminya dengan menarik tangan suaminya untuk mengelus perutnya yang sudah mulai buncit dan menarik ke arah benda kenyal favorit suaminya.
" Apa kau tidak merindukan babymu dan diriku?" ucap Alice sambil menarik tangan suaminya untuk mengelus perutnya dan benda kenyal favoritnya.
Arya menelan salivanya dan merasakan juniornya sudah mulai memberontak. Arya segera menarik tangannya dari Alice dan mengembalikan tangannya ke posisi semula di setir mobil. Ia segera mengendarikan mobilnya ke arah apartment yang jaraknya hanya 20 menit dari kafe.
Di dalam perjalanan Arya menelpon Dimas untuk memberitahukan dirinya cuti untuk sepanjang hari ini.
Setelah 20 menit mereka tiba di Apartment Arya. Arya menggandeng tangan Alice menuju pintu apartmentnya.
Arya memasukkan kode password pintu .
ceklek
Arya menarik tangan Alice untuk masuk. Ia segera membuka kancing kemeja Alice satu persatu.
" Sayang ,apa...apa yang kau ingin lakukan?" tanya Alice gugup .
" Kan tadi kau bertanya, sekarang kujawab iya aku sangat rindu dengan baby ku dan dirimu." ucap Arya tersenyum smirk.
Alice pun dilucuti baju dan celana panjangnya satu persatu hingga tersisa ********** yang berwarna hitam. Lalu tangan Alice ditarik Arya ke dalam kamar mandi.
Arya menyiapkan air di bath up beserta aroma therapy untuk Alice. Arya menuntun Alice untuk masuk ke bath up .
"Honey, sebagai hukumanmu berbohong padaku .Aku akan memandikanmu." ucap Arya tersenyum smirk sambil tangannya yang mulai nakal menurunkan tali b** yang dikenakan istrinya.
" Tidak usah sayang. Aku bisa mandi sendiri kok." ucap Alice dengan mata memelas ala puppy eyes.
"Tidak bisa lagi honey. Kau sudah membangunkan juniorku dari tadi. Siapa suruh kau menggoda suamimu?" ucap Arya tersenyum smirk.
"Aku menggodamu? Tidak aku..." ucap Alice gugup
Alice yang belum selesai bicara, bibirnya sudah dilu*** oleh Arya tiba- tiba. Bibir Alice yang sedikit terbuka membuat Arya leluasa mengeksplore semua isi mu*** Alice. Alice yang hampir kehabisan nafas membuat Arya melepas pautan di bibir mereka. Sekarang bibir Arya mulai mengeksplore leher putih milik istrinya dan meninggalkan kissmark.
Tangan suaminya mulai meraba ke seluruh tubuhnya membuat dirinya terasa tersengat sentruman listrik. Hanya terdengar lenguhan dan desahan mereka berdua. Kamar mandi itu menjadi saksi bisu percintaan dua insan manusia ini. Setelah mereka mencapai klimaksnya barulah mereka keluar dari kamar mandi itu.
Arya baru saja selesai berpakaian piyama. Tiba- tiba ponselnya berdering . Ia melirik nama yang tertera disana. Ia segera mengangkat ponselnya.
Arya📞: Halo Dimas , ada apa? Kau mengangguku saja.
Dimas📞: Maaf pak. Aku hendak memberi kabar bahwa harga saham kita anjlok hari ini. Parah pak.
Arya📞: Aku segera mengeceknya. Kau terus amati dan laporkan padaku perkembangannya.Terima kasih atas infonya.
Dimas📞: Baik pak.
Arya menutup ponselnya lalu membuka laptopnya. Ia mengamati pergerakan saham perusahaannya hari ini .
Alice yang masih memakai bathrope menghampiri Arya. Dari punggung Arya ia melihat saham perusahaan jatuh drastis.
' S***. Siapa dalang yang membuat saham perusahaanku jatuh? Apakah Christian Bale?' gumam Alice.
Bersambung🙏
^ Ayo dukung author dengan beri Vote, Like dan Comment😁
Thanks🙏
^ Jangan lupa klik Favorite untuk update cerita ini