Princess Alice

Princess Alice
38.Menyusun Rencana



🌹🌹Happy Reading🌹🌹


Alice menatap perempuan cantik yang memakai baju lengan panjang kerah sabrina dengan celana kulot yang berada di depannya.


'Aneh, feelingku perempuan ini hanya berpura- pura. Aku harus tetap berhati- hati dan waspada. Aku harus segera mengingat siapa diriku.'


Alice berpura- pura kepalanya sakit agar ia dapat kembali ke kamarnya


"Aaaa...kepalaku" katanya sambil memegang kepalanya.


"Kenapa kepalamu nona? Ayo kita kembali ke kamarmu." kata Pak kepala desa menuntunnya kembali ke kamar.


Alice meminta semua orang keluar dari kamarnya karena ia ingin istirahat, tidak ingin diganggu siapapun.


Di dalam kamarnya, ia menyusun strategi untuk bertahan hidup. Ia curiga pada wanita cantik yang dipanggil boss.


Ia yakin esok hari, ia tidak akan berada di rumah ini lagi. Ia membuka jendela dan melihat seorang anak laki- laki berumur 9 tahun sedang bermain di kebun samping rumah.


Dia bernama Bima anak bungsu pak Kepala Desa. Ia langsung mengambil kertas dan memanggil Bima


"Ssstt..ssstt sini" kata Alice dengan tangannya dan bersuara kecil.


Bima berlari menuju jendela kamar Alice.


"Iya nona. Ada apa?" tanya Bima.


"Kamu simpan baik-baik kertas ini. Jangan berikan pada wanita asing yang baru datang itu. Kamu berikan pada orang yang mencariku setelah aku pergi dari rumah ini. Ini Rahasia kita berdua. Ok. Toss.." kata Alice pada Bima sambil mengedipkan mata sebelah dan toss tangan pada anak itu.


Bima pun menganggukan kepala dan segera pergi dari tempat itu. Alice bernafas lega. Aku harus menyusun strategi berikutnya.


Di Kantor


Semalaman Arya tidak bisa tidur, ia merenung di meja kerjanya. Kemudian Arya menemukan ide dan memanggil Kirana melalui intercom


Tok..tok..


"Masuk" kata Arya.


"Iya pak. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Kirana.


"Nanti malam temanin aku ke Club Z ya." kata Arya sambil tersenyum.


" Tumben pak. Kangen ama teman- teman atau bu Angel pak?Uups..maaf ya pak" kata Kirana menggodanya.


'Aduh aku salah ucapan'


"Ngak apa. Nanti kita bertiga jalan ke club Z, bareng Dimas juga." kata Arya tersenyum.


Arya melihat jam menunjukkan pukul 3 sore.


Drrtt..Drrtt


Bunyi ponsel Arya bergetar, ia melihat nama Kapten Hendry di telpon.


"Siang Arya " kata Kapten Hendry.


"Siang Kapten, gimana hasil pelacakanmu?" tanya Arya cemas.


"Kami berhasil menangkap Juwita dan pria-pria yang terduga menculik Alice di sebuah gudang di Desa A"


"Bagus Kapten. Gimana Alice keadaannya?" tanya Arya dengan cemas.


"Menurut cerita pria brewok yang mencari terduga pelaku penculikan, Alice berhasil melarikan diri melewati hutan dan sungai. Ia meninggalkan sepatu dan tasnya .Tetapi Ia hanyut terbawa arus sungai. Kami akan terus melacaknya di sekitar desa ini." kata Kapten


"Ok. Terima kasih kap. Kalau ada info yang lebih penting lagi, kabarin aku kap." kata Arya ekspresi sedih.


Arya mengakhiri percakapannya dengan kapten sambil menatap foto Alice yang dia simpan di Galery ponsel.


'Terus semangat berjuang honey. Aku akan segera menemukannya.'


Di Desa


Matahari sudah terbenam dan malampun tiba. Alice blom bisa tidur, ia membolak balikkan badannya. Ia bergumam


'S*** siapa namaku?Ada apa dengan otakku ?'


Di Hotel


"Gimana keadaan club Z malam ini Siska?" tanya wanita boss.


"Aman boss..Rame seperti biasanya. Kapan boss pulang? Beberapa tamu VIP minta ditemanin boss juga nih." kata wanita bernama Sisca.


"Boleh minta fotonya boss? buat promosi tamu VIP" kata Siska penasaran.


"Aku kirim lewat wa fotonya, ingat hanya buat tamu VIP, tidak sembarangan."kata wanita boss.


"ok. siap boss." kata Siska mengakhiri percakapan di ponselnya.


Di Club Z


Malam ini di Club 'Z ' sangat ramai, lampu disco berkelap kelip. Arya, Dimas dan Kirana duduk di meja pojok.


"Kiran, mana Angel? Coba kau tanyakan pada teman- temanmu!" perintah Arya.


Kirana menganggukan kepala dan bangun dari kursinya menuju ruang dalam . Dimas memperhatikan Kirana yang jalan menuju ruang VIP dalam.


"Pak, Kirana mantan gadis m**** juga pak?" tanya Dimas.


"Iya begitulah. Ada apa denganmu? Jangan- jangan kau.." tanya Arya sambil menatap asistennya.


"Ngak pak. Cuma nanya doang." kata Dimas menutupi mukanya yang merona merah.


Ketika Kirana menuju ruangan Angel Manager Club Z, ia bertemu dengan Siska.


"Hai Siska" sapanya


" Hai Kiran, tumben kau ke sini. Kau dicari beberapi tamu VIP kita loh, aku bilang ke mereka kamu sekolah lagi dan sudah menjadi gadis pintar ." kata Siska sambil tertawa.


Kirana juga tertawa bersama temannya Siska sambil mengingat kenangan lamanya di tempat kerjanya ini dulu.


"Ngomong- ngomong mana mba Angel?, aku tidak melihatnya dari tadi." tanya Kirana.


"Mba Angel lagi di luar kota. Dia lagi menjemput gadis muda masih segar katanya buat tamu VIP." kata Siska.


"Oh yach "


"Orangnya cantik Kiran. Aku rasa dia akan jadi primadona disini nantinya. Aku punya fotonya dikirim mba Angel." kata Siska sambil memperlihatkan foto gadis yang sedang tertidur.


Kirana yang melihat foto itu, tertegun dan menutup rapat mulutnya.


'Aku harus segera kasih tau Pak Arya. Aku berutang budi padanya.'


"Cantik Siska. Eh iya, aku ke depan dulu yach. Temanku menungguku. Bye " kata Kirana buru- buru pergi.


Kirana setengah berlari menggunakan high heels menuju meja Arya, sehingga terdengar nafasnya .


"Kenapa kamu Kiran?" tanya Dimas menatapnya.


"Pak. Gawat ini, aku barusan dapat info besok malam ada gadis baru segar datang dari luar kota khusus untuk tamu VIP. Dibawa mba Angel dari l,pak. Temanku kasih lihat foto seorang gadis yang sedang tidur dan itu nona Alice pak." kata Kirana dengan suara pelan.


"Apa?" kata Arya kaget.


"Pak, sebaiknya kita bicara di mobil aja. Jangan disini." kata Dimas bangun dari kursinya sambil menarik lengan Kirana. Arya pun ikut bangun daro kursinya menuju pintu keluar Club Z.


Di Mobil


Arya menyusun rencana untuk besok malam. Rencananya Dimas dan Arya akan menyamar menjadi tamu VIP . Kirana akan membantu misi ini dengan mencari tau dimana pesta VIP diadakan. Setelah berdiskusi selama 1 jam ,mereka mengakhiri diskusi ini.


Arya bergumam


'Akhirnya aku menemukanmu honey. Tunggu aku akan menyelamatkanmu.'


Di Hotel


Drrt..drrt.


"Hallo boss. Nona Juwita dan teman- teman tertangkap polisi. Sekarang ada di tahanan Polisi." kata seorang pria anak buah wanita boss.


" Ok" kata wanita boss.


'Aku harus segera membawa pergi Princess besok pagi sebelum polisi dan warga desa curiga.'


BERSAMBUNG🙏


^Ayo Dukung Terus Author dengan kasih VOTE,LIKE dan COMMENT.😁


Thanks yach 🙏


^ Jangan lupa klik Favorite untuk update cerita ini😊