
🌻🌻Happy Reading🌻🌻
"Yes. Sayang, aku sudah mendapatkan investor baru dan besok akan mentransfer uang 1 Trilyun untuk perusahaan kita." ucap Alice tersenyum bahagia.
Arya menatap istrinya yang cantik, berjiwa sosial, cerdas serta keras kepala.
Keesokan Paginya
Di Mansion Alice
Sinar matahari mulai memasuki kamar tidur Alice melalui jendela kaca yang ada di kamar tidurnya.
Alice mengeliat lalu membuka kedua matanya sambil melirik jam duduk yang ada di nakas sebelah ranjangnya.
Jam menunjukkan pukul 6 pagi. Ia melirik suaminya yang masih tertidur pulas.
' Hmm... keliatannya masih pulas tidurnya, kak Arya terlihat tampan sekali, hidungnya yang mancung, alisnya yang tebal, bibirnya yang seksi dan hmm...dadanya bidang...'
Tanpa Alice sadari jari tangannya sedang bermain di wajah suaminya yang masih terlelap dalam buaian mimpinya. Tiba- tiba tangan Arya menarik pinggang Alice sehingga Alice membelalakan kedua matanya karena perutnya buncit sudah menempel di dada bidang dan perut rata milik Arya.
' Honey, kau sedang mengagumi wajah suamimu yang ganteng inikah?" ucap Arya sambil tersenyum smirk .
" Sayang, kau mengagetkan aku aja sih. Aku kira kau masih tertidur, aku hendak mengajakmu berdoa pagi. Ayo bangun dan kita berdoa pagi ini." ucap Alice sambil menggoyang- goyangkan lengan Arya.
Arya bangun dari posisi tidurnya yang terlentang dan memposisikan punggungnya tegak dan kedua telapak tangan dirapatkan dan ditempelkan di dadanya. Alice juga melakukan halnya yang sama. Alice memimpin doa pagi ini yang mengungkapkan rasa syukur atas bertambah usianya Arya ke 30 tahun dan doa permohonan pribadinya.
Setelah menyelesaikan doa paginya Alice menolehkan mukanya ke arah Arya yang hendak ke kamar mandi untuk ritual membersihkan dirinya.
" Sayang, tunggu sebentar ada yang ingin ku tanyakan." ucap Alice berjalan mendekati Arya.
" Ada apa honey?" tanya Arya menautkan kedua alisnya menatap istrinya .
"Sayang, apakah hari ini akan ada rapat pemegang saham untuk kwartal ke 3 tahun ini." tanya Alice penasaran.
" Iya siang ini. Semoga investor barumu membuat keajaiban mentransfer dananya hari ini, kalau tidak kau sendiri tau oma mu akan seperti apa nanti di rapat..." ucap Arya sambil menghela nafasnya.
Alice tersenyum ia mengandeng suaminya masuk ke kamar mandi berbarengan dengan dirinya.
"Aku akan membuatmu relaks sayang." bisik Alice di telinga Arya sambil mengedipkan mata indahnya sebelah .
" Hahaha...Gadisku yang nakal. Asal kau hanya melakukannya untukku seorang. Kau adalah milikku ." ucap Arya tertawa terkekeh sambil mengelus perut buncit istrinya.
Tangan Alice yang sibuk membuka kancing piyama suaminya sedang bibirnya sudah menempel di bibir suaminya yang langsung dilu*** suaminya . Dari ciuman lembut hingga menjadi hot. Yang terdengar dari dalam kamar mandi itu hanyalah suara desahan dan lenguhan mereka .
Setelah hampir 1 jam mereka habiskan dengan. bercumbu di kamar mandi, sekarang mereka berdua sedang memilih- milih baju yang akan dikenakan mereka.
Alice memilihkan sebuah kemeja warna biru tua dan jas hitam untuk suaminya. Ia juga memilihkan dasi warna biru . Sedangkan untuk dirinya ia memilih dress berkerah V dan panjangnya selutut bercorak bunga yang warna dasarnya berwarna putih.
Ia mematut dirinya di depan cermin sambil tersenyum puas atas riasan simplenya yang soft. Ia segera mengambil sepatu flat putihnya dan tas jinjing LV nya.
Setelah 10 menit mereka berpakaian dan make up, mereka bergegas turun ke lantai bawah untuk makan pagi ini yang sudah disiapkan mbok Sumi.
" Selamat pagi nona Alice. Nona terlihat bersemangat sekali hari ini." sapa pengawal wanita nya.
" Pagi Yan. Iya tentu saja setiap hari baru adalah suatu harapan baru yang harus kita syukuri. Betulkah sayang?" ucap Alice melirik suaminya sambil tersenyum.
Arya menganggukan kepalanya sambil mengunyah nasi uduk menu makan pagi ini.
Setelah menghabiskan waktu 20 menit untuk makan pagi, mereka bergegas menuju halaman depan di mana sebuah mobil hitam Fortuner sudah disiapkan .
Sang pengawal wanita membukakan pintu belakang untuk nona muda dan tuan mudanya.
Arya dan Alice segera memasuki kursi belakang yang sudah disiapkan untuk mereka.
" Ayo segera jalan Yan. Jangan sampai kita terlambat. Hari ini oma aku
akan tiba di perusahaan." perintah Alice pada pengawal wanitanya.
" Baik nona." ucap pengawal wanitanya.
Mereka menempuh waktu 45 menit menembus kemacetan di kota saat pagi hari, akhirnya mereka tiba di lobby gedung Perusahaan Property ' Tjokro Grup'.
Alice melirik jam tangannya menunjukkan pukul 09.30, Alice menarik nafas lega.
' Masih ada waktu 30 menit untuk siap- siap.'
"Ayo honey, keluarlah. " ucap Arya sambil memberikan tangannya untuk membantu istrinya keluar dari mobil.
Alice menyambut tangan suaminya yang membantunya. Ia melangkahkan kakinya beriringan dengan suaminya, ia berjalan dengan anggun. Semua mata menatap ke arahnya dan suaminya sambil saling berbisik satu sama yang lainnya.
' Nona muda sedang mengandung, tapi tetap terlihat cantik bahkan seksi.'
' Nona muda sangat serasi dengan Pak Arya yang tampan dan ramah.'
tring
Pintu lift terbuka, Arya dan Alice bergegas memasuki ruang lift itu. Alice melirik suaminya yang terlihat percaya diri dan tampan pagi ini. Alice mengarahkan tubuhnya ke arah suaminya dan tangannya menggelayut manja di lengan suaminya
" Sayang, semoga sukses ya meeting pagi ini. Cup" bisik Alice di telinga suaminya sambil mencium bibir suaminya singkat.
Arya memiringkan sudut bibirnya sebelah.
" Thanks honey. Kau adalah penyemangatku." ucap Arya sambil mencium kening Alice.
tring
Pintu lift terbuka , Dimas yang bertugas menyambut nona muda dan boss nya agak terkejut melihat adegan kemesraan bossnya dan nona mudanya.
" Ehem... selamat pagi nona Alice, selamat pagi Pak Arya." sapa Dimas sambil tersenyum.
" Pagi Dim." ucap Arya dan Alice berbarengan sambil tersenyum padanya.
" Dim, tolong kamu siapkan bahan presentasi pagi ini." ucap Arya.
" Baik pak." ucap Dimas.
' Kompak sekali mereka. Pasangan yang sangat serasi . Aarggh...aku jadi iri sama pak Arya...Nasibku jadi jomblo hiks... hiks...' gumam Dimas
Mereka melangkah ke ruang kerja Arya, mereka menunggu kedatangan Nyonya Margaret yang akan memimpin rapat pagi ini di ruang kerja Arya.
tok..tok..
" Masuk" ucap Arya.
" Kabar gembira pak. Dana segar sejumlah 1 T masuk ke kas perusahaan kita pagi ini. Yes kita berhasil pak." ucap Dimas memberi ucapan selamat pada Arya bossnya.
Arya tersenyum bahagia sambil melirik istrinya sambil mengucapkan kata
" I love u my wife." ucap Arya dengan bahasa bibir pada istrinya.
Alice membalasnya dengan memberikan kode ciuman jarak jauh dengan jari tangan ditempelkan di bibirnya .
Tepat pukul 09.50, Nyonya Margaret beserta Tante Shanon dan Adrian tiba di lobby gedung Perusahaan Property ' Tjokro Grup'.
" Silakan turun Nyonya." ucap seorang pria berumur setengah abad yang setia menjadi supir keluarga Tjokro membukakan pintu untuk Nyonya nya sambil membungkukkan punggungnya 45 derajat.
Nyonya Margaret melangkahkan kakinya memasuki lobby gedung kantornya diikuti anaknya Nyonya Shanon dan cucunya Adrian. Para karyawan yang melihat kedatangan Presiden Direktur mereka langsung berhenti di tempat dan membungkukkan punggungnya 45 derajat untuk memberi hormat pada Nyonya berumur 70 tahun yang masih terlihat cantik dan memiliki aura seorang Pemimpin yang disegani .
tring
Nyonya Margaret melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift diikuti anak dan cucunya. Hanya butuh 2 menit mereka sudah tiba di lantai 15 tempat ruang rapat berada.
Nyonya Margaret melangkahkan kakinya menuju ruang rapat diikuti anak dan cucunya. Dari arah berlawanan Alice dan Arya juga berjalan menuju ruang rapat.
Alice yang melihat dari kejauhan oma nya sudah datang, ia melangkahkan kakinya lebih lebar
" Halo oma. Apa kabarmu? I really miss you.( saya sangat merindukanmu)" ucap Alice sambil memeluk omanya.
" Hallo sayang. Aku baik kabarnya. Kau belum mengunjungiku sejak kau pulang dari Paris. Apakah kau merasa senang akan petualanganmu di Paris ? Hahaha..." ucap oma nya sambil tertawa terkekeh.
" Maafkan aku oma. Aku belum sempat mengunjungimu karena kesibukan aku. Next time aku akan mengunjungimu. Di sana sungguh aku mendapat pengalaman kerja yang luar biasa oma." ucap Alice sambil tangannya bergelayut manja di tangan omanya.
Mereka beriringan memasuki ruang rapat. Para Direktur yang melihat kehadiran Nyonya Margaret segera bangun dari kursinya dan memberi hormat pada Nyonya Margaret. Nyonya Margaret duduk di kursi yang berada di ujung meja menatap layar projektor.
Arya memulai presentasinya mengenai keuntungan Perusahaan selama kwartal ke 3 tahun ini yang juga merupakan kwartal terakhir di tahun ini.
" Walaupun kita sempat mengalami penurunan saham perusahaan kita beberapa minggu yang lalu. Tetapi di minggu terakhir di bulan ini, Puji Tuhan kita mendapatkan keajaiban dengan adanya suntikan modal segar berjumlah 1 trilyun. " ucap Arya .
" Ada kata pepatah 'Setiap hari baru adalah harapan baru yang harus kita syukuri' " ucap Arya sambil tersenyum .
Para Direktur bertepuk tangan dan memberi selamat pada Arya setelah Arya menyelesaikan presentasinya. Ruangan rapat menjadi riuh.
Nyonya Margaret menatap Arya cucu mantunya dengan muka datarnya tetapi di dalam hatinya ia tersenyum bahagia.
' Semoga kau pantas menyandang nama cucu mantuku danmenjadi pendamping setia cucuku Alice sampai akhir hayatmu.'
Bersambung🙏
^ Ayo dukung author dengan beri Vote, Like dan Comment😁
Thanks🙏
^ Jangan lupa klik Favorite untuk update cerita ini😁