Princess Alice

Princess Alice
62.Penyesalan Gerald Wiryamantra



🌹🌹Happy Reading🌹🌹


Keesokan Paginya


Seperti biasanya Alice bangun pagi lebih dulu dari Arya. Ia melakukan aktivitas rutin paginya seperti berdoa dan turun ke lantai bawah menyiapkan makanan pagi.


Ia menyiapkan nasi goreng + jus apel untuk sarapan pagi ini.


"Pagi kak. aku sudah siapin sarapan buatmu. Maaf hari ini aku tidak bisa menemanimu sarapan pagi karena aku berjanji menemani Olivia dan tante Shanon untuk menjenguk om Gerald di tahanan." ucap Alice


"Baiklah. Hati- hati di jalan ya." ucap Arya sambil mencium kening Alice.


Arya yang duduk di kursi makan masih menatap Alice yang hari ini mengikat rambutnya ala pony tail memakai celana panjang jeans, kemeja warna biru dan memakai sepatu sneakers meninggalkan ruangan makan.


'Semoga Oliv dan tante Shanon menerima keadaan ini dengan tabah.'


Alice memacu mobilnya dengan kecepatan sedang menuju Kantor polisi di jalan Z (pusat kota). Tepat pukul 9 pagi ia tiba di kantor polisi. Ia memarkirkan mobil HRV merah kesayangannya di halaman kantor polisi. Alice hendak membuka pintu mobilnya, ketika ia melihat mobil Alphard hitam milik keluarganya tiba di halaman kantor polisi.


Mobil Alphard berhenti tepat di depan pintu masuk Kantor Polisi. Seorang gadis muda berparas cantik memakai kaos hitam , celana panjang jeans dan sepatu sneakers turun dari mobil hitam itu diikuti Nyonya berumur hampir setengah abad berparas cantik walaupun ada sedikit kerut di wajahnya memakai dress tanpa lengan selutut berwarna hitam turun dari mobil. Alice segera turun dari mobilnya menyusul kedua perempuan tadi.


"Halo tante, selamat pagi." ucap Alice sambil mencium pipi tante Shanon.


"Hallo Alice sayang." ucap tante Shanon sambil tersenyum.


"Pagi kak Alice." sapa Olivia sambil tersenyum manis.


"Pagi Oliv" ucap Alice sambil menggandeng tangan tante Shanon menuju ke dalam kantor polisi.


Olivia dengan ekspresi takut menemui papanya dan ia dengan terpaksa pula mengikuti langkah kaki mamanya dan kakak sepupunya tersayang.


Alice berhenti di depan meja petugas yang berjaga di depan.


"Selamat pagi. Ada yang bisa kami bantu ,nona?" tanya seorang polisi muda yang berjaga di depan.


"Pagi pak. Kami dari keluarga bapak Gerald Wiryamantra hendak menjenguknya pagi ini. Bisakah kami menemuinya?" tanya Alice.


"Tunggu sebentar." ucap petugas polisi itu sambil memencet intercom dan berbicara dengan atasannya.


Setelah menunggu sekitar 5 menit ,Petugas polisi itu mengabarkan pada mereka untuk masuk ke dalam ruang tunggu keluarga tahanan yang ada di dalam.


Mereka berjalan menuju ruang tunggu dengan dipandu petugas polisi. Mereka tiba di sebuah ruangan tunggu yang berbentuk persegi berukuran 5 x 5 m2 dan dinding bercat putih.


Sambil menunggu om Gerald, Alice sibuk menjawab whatsapp dari Dave sobatnya mengenai kesiapan design bajunya yang akan dibawa untuk mengikuti kompetisi "Young Designer".


Alice: Hallo Dave, gimana kesiapan sample baju design gaun batik ku?


Dave: Hallo Princess. Sample gaun batikmu sudah 90% selesai boss.


Alice: Okay. Kamu juga ikut ke Paris bersamaku, aku sudah memesan tiket atas namamu.


Dave: Yeay... Paris, I'm coming soon..


Alice: Hehehe..udah dulu ya, aku lagi menemani tante Shanon dan Olivia menjenguk papanya di tahanan polisi. Aku tunggu kabarmu selanjutnya ya. Thanks Dave.


Dave: Siap princess. Your' welcome dear.


ceklek


Pintu ruangan dibuka petugas polisi, tampak di belakangnya berdiri seorang pria separuh baya yang terlihat kusam dan tak berseri wajahnya dan tampak bulu- bulu halus tumbuh di dagunya. Olivia yang melihat papanya datang langsung berlari menghampiri papanya


"Papa, maafin Oliv pa. hiks... hiks" ucap Oliv menangis sambil memeluk papanya.


Gerald terkejut atas pelukan anaknya. Ia mengelus punggung putrinya yang cantik berkali- kali hingga mereda tangisan Olivia.


Gerald melepaskan pelukan putrinya dan memegang lengan putrinya sambil menatap wajah putrinya yang cantik


"Putri papa yang cantik tidak boleh menangis seperti itu! Kamu harus menyembunyikan tangisan mu karena kau adalah anak Gerald Wiryamantra dan calon penerus perusahaanku." ucap Gerald sambil tersenyum.


Om Gerald selain bekerja di perusahaan Tjokro, ia juga mempunyai beberapa perusahaan pribadinya .Dimana ia sekarang dicurigai melakukan tindakan korupsi di perusahaan milik keluarga Tjokro .


Setelah melihat anaknya tersenyum, ia berjalan menuju meja yang berada di ruangan itu. Ia menatap istrinya Shanon yang masih cantik di usianya hampir setengah abad.


"Hallo Shanon. Bagaimana kabarmu?" tanya Gerald sambil menatap istrinya.


"Hallo Gerald. Kabarku seperti biasanya. Apakah kau betah berlama- lama disini? Sepertinya pengacara keluargaku sudah mempunyai bukti yang sangat banyak untuk menuntutmu atas tindakanmu." ucap tante Shanon dengan suara kecil dan ekspresi sedih.


"Tidak usah kau khawatirkan diriku karena aku sudah menyewa pengacara untukku. Ada hal yang lain kau inginkan dariku?" tanya Gerald sambil menatap istrinya.


Gerald membuka dokumen itu dan membaca isinya:


Pergugatan Perceraian


Pihak 1: Shanon Tjokro


sebagai Pihak Pengugat


Pihak 2: Gerald Wiryamantra


sebagai Pihak Tergugat


Pasal 1: Pihak Pengugat mendapat hak asuh terhadap satu- satunya anak mereka Olivia Tjokro Wiryamantra.


Pasal 2: Pihak Pengugat akan menerima 50% dari harta gono gini bersama .


Pasal 3: Pihak tergugat diperbolehkan menjenguk anak mereka dengan perjanjian terlebih dahulu yang disetujui kedua belah pihak.


Pihak 4: Pihak Tergugat tidak berhak mencampuri urusan pribadi pihak Pengugat, apabila melanggar akan dikenakan hukuman penjara.


pasal 5, pasal 6 dan seterusnya.


Gerald mengusap keningnya beberapa kali dengan tangannya dan sesekali ia mengaruk kepalanya dan akhirnya ia mengambil bolpen yang disediakan dan bersedia menandatanganinya.


Tante Shanon tersenyum lega, ia menarik nafasnya panjang dan ia terlihat lebih ceria dibanding seblomnya.


Tiba waktunya mereka pamit pulang, Oliv masih memeluk papanya seakan ia tidak ingin lepas dari papanya. Alice yang melihat hal ini menghampirinya. Ia mengelus pundak Olivia.


" Ayo Oliv. Sudah habis waktu besuknya. Next time kita kemari lagi sayang." ucap Alice menghiburnya.


Gerald melepas pelukannya sambil menganggukan kepalanya dan menatap wajah Olivia putrinya yang masih penuh air mata dan kedua matanya sembab. Alice menganggukan kepalanya pada om Gerald dan menggandeng lengan Olivia keluar dari ruang tunggu .


Tante Shanon menghampiri suaminya dan memeluknya


"Jaga kesehatanmu dan apabila kamu ingin makanan tertentu kabari aku. Aku akan mengirimnya kemari." ucap tante Shanon dengan tersenyum walaupun disudut matanya ada air matanya yang ditahan keluar olehnya.


Gerald melepaskan pelukannya dan menganggukan kepalanya. Ia menatap kepergian putri kesayangannya dan istrinya yang sebentar lagi berubah status menjadi mantan istri.


Tanpa disadarinya air matanya keluar dari sudut matanya, buru- buru ia menghapusnya. Ia termenung sesaat mengingat masa lalunya


Flashback On


Perjumpaan pertamanya dengan Shanon Tjokro di kediamannya. Orang tuanya menjodohkan dirinya dengan seorang gadis berparas cantik dan putri pertama Keluarga Tjokro yang terkenal sebagai keluarga urutan ketiga terkaya di tanah air . Sedangkan keluarga Wiryamantra masih dibawah mereka dalam urutan terkaya di tanah air.


Shanon seorang gadis yang lembut dan penurut. Ia hanya tau gadis itu baru saja mengalami duka karena ditinggal kekasihnya.


Orang tua Gerald menjodohkannya dikarenakan mereka sudah geram akan tingkah laku anaknya yang sering menghabiskan malam- malamnya di Club malam dan setiap malam berganti wanita.


Sejak menikah Gerald bekerja di perusahaan Tjokro grup di bawah kepemimpian Nyonya Margaret yang berdarah dingin dan terkenal sangat tegas dalam mengelola perusahaan. Kemudian hadir Harris Saputra seorang pemuda sederhana dari desa tetapi memiliki kecerdasan dan seorang pekerja keras. Harris menikahi putri kedua Nyonya yaitu Sheren Tjokro.


Sehingga membuat Nyonya lebih mempercayai Harris dibanding Gerald.


Dikarenakan rasa iri, dengki dan dendam pada Nyonya serta Harris diam- diam memiliki perusahaan pribadinya dan mulai membuat kekacauan di dalam perusahaan Tjokro .


Ia mendapat bantuan dari seorang wanita blasteran yang kaya raya dan ber- paras cantik yang sempat menjadi teman tidurnya .


Wanita itu memiliki perusahaan di luar negeri. Ia mempunyai beberapa club malam di tanah air.


Ia pun menjadi seorang penghianat di perusahaan Tjokro Grup.


Flashback Off


Sesaat Gerald menitikkan airmatanya sambil bergumam


'Andai waktu bisa diputar ulang kembali.'


Gerald menundukkan kepalanya dan hanya tertinggal rasa penyesalannya terhadap keluarganya.


BERSAMBUNG🙏


^ Ayo Dukung terus Author dengan Beri Vote, Like dan Comment😁Thanks🙏


^Jangan lupa klik Favorite untuk terus mengikuti Update cerita.😁